
"Nah kalo itu gue nggak tau hehe," ucap Adit sambil nyengir tanpa rasa bersalah
"Mati aja sono!" kesal Reyhan
"Nanti kalo aku mati adikmu gimana? Kasihan dia jika harus kehilangan pria sepertiku," ucap Adit
"Iyalah, spesies manusia sejenis lo kan hampir punah," sahut Reyhan
"Tuh tau, eh," bingung Adit
"Trus gue harus apa?" tanya Reyhan
"Nah kalo masalah cinta mending lo tanya aja sama mommy cantik. Dia kan lebih berpengalaman," ujar Adit
"Ada benernya sih," gumam Reyhan
"Lo mau taklukin siapa sampe tanya? Emang ada yang gak naksir sama lo? Biasanya para cewek kan nggak tahan sama pesona abang cekcih kita," gurau Adit
Reyhan begidik ngeri sendiri melihat dan mendengar gurauan dari Adit. Lucu memang, tapi ngeri juga dengernya.
"Sarah," jawab Reyhan singkat
"Hah? Sarah?" kaget Adit
"Iya lah, siapa lagi? Laras?" tanya Reyhan
"Hmm.... By the way, lo nggak ada perasaan dendam atau pengen bales perbuatan si Laras ya?" tanya Adit
"Nggak," jawab Reyhan singkat
"Kok nggak? Gue aja geregetan sama tingkah dia" tanya Adit
"Yang penting dia udah nggak ganggu gue ya udah, tapi kalo dia masih berani ganggu gue, gue gak bakal segan-segan lagi buat balas perbuatan dia!" tegas Reyhan
"Oke-oke keep calm ya, dont worry be happy (Jangan khawatir, tetap bahagia)" ujar Adit
"Oh gue ada ide," ucap Reyhan
"Apa idenya?" tanya Adit
"Lo pulang sana," ucap Reyhan datar
"Enak aja main suruh dateng suruh pulang, kagak-kagak! Gue di sini!" ucap Adit
"Ya udah, terserah lo deh," ujar Reyhan
Reyhan membuka pintunya dan keluar, ia pergi menuju ruangan Devan.
.
.
.
.
"Ada apa ke sini?" tanya Devan
"Masalah beasiswa temen aku gimana dad?" tanya Reyhan
"Buru-buru banget, yakin cuma temen?" tanya Devan
"Temen doang dad," jawab Reyhan
"Oh iya, daddy baru tau. Dia itu ternyata anak patner bisnis daddy dulu. Tapi bisnisnya bangkrut, ayah, ibu dan neneknya meninggal bergiliran. Dan ayah cek, sebenarnya prestasinya bagus. Nilai-nilainya juga bagus," jelas Devan
"Trus gimana yah? Bisa?" tanya Reyhan
"Iya bisa, katanya bentar lagi dapet surat panggilan dari kampus. Awalnya sih harusnya ada acara wawancara beasiswa, tapi kan daddy ini kan orang berpengaruh jadi nggak usah. Langsung di terima," ucap Devan
"Daddy hebat deh, kayak Reyhan," ucap Reyhan
"Itu kata-katanya nggak kebalik?" tanya Devan datar
"Hehehe iya dad, makasih ya dad. Tapi dad, selama ini Rey penasaran. Daddy dulu awalnya gimana kok bisa jatuh cinta sama mommy?" tanya Reyhan sambil duduk
"Kenapa tanya itu? Kamu naksir cewek ya?" tanya Devan dengan nada penuh selidik
"Enggak, cuma tanya aja. Rey pernah tanya ke Om Joo, katanya dulu mommy itu super cuek, super dingin dan super hemat ngomong. Tapi kalo udah kenal bar-bar banget," ucap Reyhan
"Hmmm.... Dulu itu... Nggak tau kapan daddy jatuh cinta, tapi daddy nyadar waktu daddy datangi pertandingan mommy kamu," ujar Devan
"Pertandingan?" tanya Reyhan
"Iya, pertandingan pencak silat. Waktu itu mommy kamu patahin tangan lawannya," ucap Devan sambil mengingat-ingat
"Pa patahin tangan lawan?" kaget Reyhan
"Iya, setelah patah mommy kamu nangis gak karuan, trus daddy tenangin lah. Setelah itu kita semakin lama semakin baik, dan waktu hendak pulang pertandingan daddy baru ngomong kalo daddy cinta sama mommy kamu," jelas Devan
"Awalnya emang daddy dan mommy nggak akur?" tanya Reyhan
"Nggak sama sekali, tiap ketemu selalu berantem, debat, kadang juga berantem cuma karena hal sepele sampe marah-marahan. Nggak tau itu mommy kamu pake jurus apa sampe daddy klepek-klepek," gurau Devan
"Hei hei hei, kamu cari pacar sana. Nggak usah godain mommy, mommy cuma punya daddy!" kesal Devan
"Iya-iya hehe, pokoknya mommy punya daddy," tawa Reyhan
"Sana keluar, kerjaan banyak yang belum kelar," ucap Devan
"Rey keluar dad," jawab Reyhan
Reyhan keluar dan kembali masuk ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.
///***///
Besoknya
"Kamu nggak ada kuliah Rey?" tanya Prima
"Nanti siang mom," jawab Reyhan
"Oh gitu," jawab Prima
"Mom boleh tanya?" tanya Reyhan
"Apa nak?" tanya Prima
"Mommy dulu gimana kok bisa jatuh cinta sama daddy?" tanya Reyhan
"Tumben tanya masalah itu?" tanya Prima
"Ya penasaran lah mom, kata daddy mom dulu kadang cuek kadang juga bar-bar," ujar Reyhan
"Daddy kamu bilang gitu?" tanya Prima
"Iya," jawab Reyhan
"Hmmm... Kenapa ya? Dulu mommy bisa suka sama daddy karena mommy merasa aman dan nyaman saat ada di dekat daddy," jawab Prima
"Aman dan nyaman? Maksudnya?" tanya Reyhan
"Ya daddy kamu bisa kasih ketentraman buat mommy. Dia bisa buat mommy merasa aman dan nyaman, seolah mommy tidak sendiri dan selalu ada yang melindungi. Juga yang membuat mommy semakin cinta mungkin karena setia dan cemburu?" jelas Prima
"Cemburu?" tanya Reyhan
"Iya, daddy kamu itu setia. Tapi kan orangnya kelewat tampan, jadi ya nggak kaget kalo banyak yang suka sama daddy kamu," ujar Prima
"Terus?" tanya Reyhan
"Ya otomatis kan mommy cemburu, dan mommy merasa kalau mommy itu bener-bener cinta sama daddy. Tapi harus hati-hati juga sama cemburu, karena bisa menyebabkan masalah yang lebih besar," jelas Prima
"Oh gitu ya, ya udah mom... Rey mau ke perusahaan dulu, nanti langsung berangkat sekalian ke kampus," ucap Reyhan sambil mencium tangan Prima
"Iya hati-hati ya!" ucap Prima
///***///
Di Perusahaan
"Eh Sar boleh minta tolong gak?" tanya salah satu OB
"Iya apa?" tanya Sarah
"Tolong pasang ini di kamar mandi cowok di lantai 2, trus ambilin sekalian ya pel yang di dalam kamar mandi. Tadi aku lupa, aku mau ke ruangan kepala OB dulu, tadi di panggil,"
"Oh iya, kamar mandinya rusak?" tanya Sarah
"Pintunya sering macet, katanya nanti siang di perbaiki,"
"Oh ya udah sini," pinta Sarah
Sarah mengambil kertas yang bertuliskan 'Toilet Rusak' dan pergi ke lantai 2. Sementara Reyhan hendak menghampiri Sarah di lantai 1, namun tiba-tiba ingin pergi ke toilet saat di lantai 2.
"Ck sialan!" kesal Reyhan
Reyhan pergi ke kamar mandi karyawan dari pada harus bolak-balik ke ruangannya yang ada di lantai 25. Saat Reyhan masih ada di kamar mandi, Sarah mengambil pelnya namun...
Cklek....
Pintu tidak sengaja tertutup, Sarah langsung berlari dan berusaha membuka pintu namun tidak bisa.
"Ah sialan, kenapa macetnya sekarang sih!" kesal Laras
Reyhan pun keluar dari kamar mandi saat mendengar suara perempuan di toilet pria.
"Sarah?" kaget Reyhan
"Kamu?" kaget Sarah
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
Baca karya lain saya: Penjara Cinta Tuan Muda