
"Dia meneror ku dengan mengirimkan fotoku dan foto Sarah yang berlumuran darah. Itu menandakan kalau dia juga berani mengincar Sarah," jelas Reyhan
"Lalu apa Sarah masih di rumah sakit sekarang?" tanya Devan
"Iya, dia positif DBD," jawab Reyhan
"Loh, kok malah kena DB? Selalu jaga Sarah dan selalu lindungi dia!" perintah Devan
"Baik dad," jawab Reyhan
///***///
Besok Pagi
Devan dan Reyhan baru saja turun, mereka sudah di sambut oleh salah satu bodyguard yang datang dengan wajah lebam.
"Pagi bos..."
"Pagi, ada apa" tanya Reyhan
"Kenapa kau terlihat panik sekali?" tanya Devan
"No nona Laras kabur bos,"
"Apa? Bagaimana bisa?" kaget Reyhan
"Hah? Ayo pergi ke ruang bawah tanah sekarang!" perintah Devan
Devan dan Reyhan pun bergegas pergi menuju ruang bawah tanah untuk memastikan kebenaran. Saat sampai di bawah, para bodyguard sudah tergeletak tak sadar dan Tio pun pingsan dengan beberapa luka juga lebam di beberapa tempat.
"Apa yang terjadi?" kaget Reyhan
Devan langsung menghampiri Tio yang tergeletak pingsan di lantai.
"Cepat panggil Mommy mu Rey!" ucap Devan
"Baik dad!" jawab Reyhan
Reyhan pergi untuk memanggil Prima, sementara bodyguard yang masih sadar tadi membantu membawa Tio ke ruang perawatan.
"Kau cepat bawa yang lain ke sini!" titah Devan
"Baik bos,"
"Huh... Apa lagi yang terjadi sekarang?" gumam Devan
"Apa yang terjadi?" tanya Prima yang baru datang
"Obati Tio! Dia pingsan," ujar Devan
"Baiklah," jawab Prima
Prima mengobati beberapa luka Tio, membersihkan lukanya dan memasang hansaplast. Sedangkan Reyhan dan Devan berusaha menyadarkan bodyguard yang masih pingsan.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Prima
"Kami juga belum tau, perlu menunggu Tio sadar agar semua jelas!" jawab Devan
Tak lama Tio pun sadar, ia membuka matanya dan langsung berusaha duduk. Namun Prima menahannya.
"Jangan banyak gerak dulu! Banyak lebam di seluruh tubuhmu!" peringat Prima
"Baik, terima kasih nyonya," ucap Tio
"Tio, katakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Devan
"Semalam...."
Flashback On...
Tio dan beberapa bodyguard sedang berjaga. Mereka berjalan mondar-mandir sambil melihat situasi.
"Kalian jaga di sini dulu, aku mau ke toilet sebentar," ucap Tio
"Baik bos,"
Sementara Tio pergi ke toilet, ada seseorang bodyguard yang memukul punggung bodyguard lain hingga mereka jatuh pingsan. Bodyguard yang lain hendak menolong, namun pria itu terlalu gesit. Ia memakai semacam alat kejut untuk membuat bodyguard yang lain pingsan dalam waktu yang singkat.
"Bawa dia pergi!" ucap bodyguard palsu itu
"Baik,"
Tio yang baru kembali dari toilet pun terkejut saat melihat anak buahnya yang sudah tergeletak tak sadarkan diri.
"Hei kalian! Bangun! Katakan apa yang terjadi!" ucap Tio sambil berusaha membangunkan para bodyguard
Tio pun masuk untuk mengecek apa yang terjadi, terlihat kalau ada seorang pria yang memakai baju bodyguard juga sedang melepaskan ikatan di kaki dan tangan Laras.
"Hei... Apa yang kalian lakukan!" bentak Tio
Tio mendekati nya, sempat terjadi baku hantam sebentar. Namun karena perbedaan usia, tenaga dan jumlah, Tio akhirnya kalah dan jatuh pingsan karena kehabisan tenaga dan punggungnya di pukul dari belakang.
Namun masih terlihat bayangan samar kalau orang itu membawa Laras pergi, kemudian ada seorang bertudung hitam dengan wajah tertutup menghampiri Tio sambil berkata.
"Ck... Ck... Ck... Tio Tio... Sudah begitu lama, kemampuanmu semakin payah saja,"
Kemudian orang itu menghilang dalam kegelapan bersama dengan perginya Laras.
Flashback Off...
"Sepertinya begitu, dan semalam bosnya juga datang. Dia berbicara seolah sudah mengenalku," ucap Tio
"Apa? Apa mungkin pelakunya itu adalah orang yang mengenal baik kita?" tanya Reyhan
"Kemungkinan seperti itu, dan dia tidak sendiri. Dia sama sekali tidak melakukan apapun, hanya memerintah dan melihat semuanya terjadi," jelas Tio
"Hmm.... Sepertinya orang ini benar-benar licik, dia bahkan berani menyusup ke rumah musuh hanya untuk menyelamatkan anak buahnya," ujar Devan
"Mungkin dia takut kalau Laras akan memberikan informasi pada kita dad, dan itu juga bisa mengancam keselamatan nya," sela Reyhan
"Haih, segera cari kemana perginya Laras! Jangan sampai dia memiliki kesempatan lagi untuk mencelakai kami. Dan juga rawat para bodyguard ini, biarkan mereka beristirahat beberapa hari," perintah Devan
"Baik Tuan," jawab Tio
"Itu juga berlaku untukmu! Kau juga harus istirahat, jika tidak kau bisa semakin parah ketika dipukuli Rina karena pulang dengan badan penuh lebam," peringat Devan
"Baik Tuan," jawab Tio
.
.
.
Setelah itu semua kembali seperti biasa, para bodyguard di rawat, Tio masih mengobati lukanya. Reyhan dan Devan pergi ke perusahaan.
///***///
Di Perusahaan
Reyhan sudah di sambut oleh Sekretaris Ryan saat baru turun dari mobilnya di lobby.
"Bagaimana untuk hari ini?" tanya Reyhan
"Anda akan ada meeting dengan departemen pemasaran jam 09.00, pertemuan makan siang pukul 12.00 dengan perwakilan Royal Company. Hanya itu untuk jadwal terpenting hari ini," jelas Sekretaris Ryan
"Baiklah, ikut aku ke kantor!" ajak Reyhan
"Baik Pak," jawab Sekretaris Ryan
Reyhan berjalan dengan Sekretaris Ryan sampai masuk ke dalam ruangannya. Namun langkah mereka terhenti di depan pintu setelah Sekretaris Ryan membukakan pintu untuk Reyhan.
"Tunggu! Apa kau mendengar musik?" tanya Reyhan
"Iya pak, ini seperti musik dari kotak musik," jawab Sekretaris Ryan
"Apakah ada orang yang masuk ruangan ku sebelumnya?" tanya Reyhan
"Tidak pak," jawab Sekretaris Ryan
"Cepat berkeliling, cari dari mana asal suara ini!" perintah Reyhan
"Baik pak," jawab Sekretaris Ryan
Reyhan dan Ryan pun berkeliling di ruangan Reyhan untuk mencari dari mana asal musik ini.
"Hmm... Apakah ini?" tanya Reyhan sambil mengangkat sebuah kotak kecil di sudut ruangannya
Hahahaha.....
Reyhan membuka kotak itu dan muncul sebuah mainan dari kotak pengejut. Sebuah mainan tiba-tiba keluar dengan catatan kecil yang tertempel dengan tulisan 'I Cath You', atau yang berarti aku menangkapmu.
"Ahh..." kaget Reyhan sampai menjatuhkan kotak itu
"Ada apa pak?" tanya Sekretaris Ryan
"Tidak apa! Aku hanya terkejut," jawab Reyhan
"Ah.. Aku menemukannya pak!" ucap Sekretaris Ryan dengan sebuah kotak musik di tangannya
Apakah teror lagi? - Batin Reyhan
"Huh! Cepat periksa CCTV lagi! Lihat siapa yang berani mempermainkan aku!" tegas Reyhan
"Baik pak," jawab Sekretaris Ryan
Sekretaris Ryan pun keluar untuk melihat kembali rekaman CCTV. Sementara Reyhan duduk di kursi kerjanya, lalu ia menemukan sebuah stinky notes yang tertempel di layar komputernya.
"Haih apa lagi ini!" kesal Reyhan
Kill... Kill... Kill...
Nyawa di balas nyawa!
Begitu isi catatan di stinky notes itu, Reyhan hanya keheranan dengan kata-katanya.
"Nyawa di balas dengan nyawa? Apa maksudnya?" gumam Reyhan
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
Baca karya lain saya:
'My Ketos My Husband'
Bonus cuy! Karena banyak yang menuduh Dio, eh maksudnya mengira Dio itu pelakunya, jadi mau tak kasih visual. Yey!!!