My Sexy Wife

My Sexy Wife
End



"Oh... Jadi gitu,"


"Jadi sekarang gimana?" tanya Adit


"Sekarang? Gimana apanya?" tanya Devina kebingungan


"Ya kan aku udah nggak jadi berangkat ke USA, terus..." ucap Adit menggantung


"Terus?" tanya Devina tak paham


"Ck, nggak peka banget!" kesal Adit


"Terus?" tanya Devina yang masih tidak paham


"Ya terus kita lanjut dong hubungannya. Terus aku selesai S2, terus kerja terus kita nikah. Gitu!" jelas Adit kesal


"Oh... Aku ngikut aja deh," ujar Devina


"Cie.... Yang udah baikan," ledek Galang


Adit memeluk Devina, mengangkatnya lalu berputar-putar di halaman rumah keluarga Kalandra.


"Waaaahhhh..... Udah-udah!" pinta Devina


"Sumpah aku seneng banget!" ujar Adit


"Aku juga," jawab Devina


Galang dan Silvy memandangi sepasang kekasih yang sedang berbahagia itu. Silvy pun mengode-ngode pada Galang.


"Hah... Calon adik ipar udah mau nikah aja... Aku kapan coba?" kode Silvy


"2 bulan lagi nikah gimana?" tanya Galang to the point


"Hah?" kaget Silvy


"Aku tanya, 2 bulan lagi nikah siap nggak?" tanya Galang menjelaskan


"Kamu nggak bercanda?" tanya Silvy


"Nggak lah,"


"Bukan prank kan?"


"Ya udah kalo nggak percaya, nikah tahun depan aja,"


"Eh jangan-jangan! Siap kok siap! Nikah besok pun aku siap!"


"Dih... Sok siap,"


"Loh... Kan aku jujur,"


"Iya-in,"


"Ciee... Kayaknya mau ada pengantin baru nih," sindir Adit


"Ih... Malu aku," ucap Silvy sambil menutupi wajahnya malu-malu


"Tumben malu, biasanya malu-maluin," ujar Galang


"Ih! Jadi pacar nggak romantis banget sih!" kesal Silvy


"Hah?"


"Dit siniin kunci mobilnya!" pinta Silvy


"Eh? Ini kak," jawab Adit sambil memberikan kunci mobil


"Kamu balik sendiri! Aku bakal balik ke apartemen sendiri!" kesal Silvy


"Lah kak... Ngambek loh," ledek Adit


"Loh sayang... Tunggu sayang! Silvy... Silvya!" panggil Galang sambil berlari menyusul Silvy yang lebih dulu naik mobil


"Kasian ya kak Galang, jadi korban kemarahan wanita hahahaha..." tawa Devina


"Kedepannya kamu jangan kayak gitu ya! Kasihan cowoknya," ujar Adit


"Kok cuma cowoknya yang di kasihani? Nggak perduli sama keadaan ceweknya?" tanya Devina


"Ya bukannya gitu, tapi... Ah udah ah, mereka aja yang berantem. Kita nggak usah," jawab Adit


"Iya... Kan baru baikan iya kan?" tanya Devina


"Itu tau... Ya udah, sekarang kamu masuk. Silahkan bermimpi indah tuan putriku," ucap Adit


"Ini masih siang..."


"Makanya... Tidur siang,"


"Ada-ada aja deh,"


"Sana masuk... Salam buat mommy mertua," ucap Adit


"Ih... Nikahin dulu baru manggil mommy mertua," cibir Devina


"Maunya gitu, tapi hidup nggak kenyang makan cinta. Berjuang dulu biar dapat uang, baru boleh nikahin anak orang," jelas Adit


"Ih... Jadi bijak gitu deh! Imut tau," ucap Devina sambil mencubit kedua pipi Adit gemas


Savage!!!


Adit tidak tahan melihat wajah imut Devina, ingin sekali segera menyeretnya ke kantor sipil.


"Masuk kamar sekarang atau masuk kamar sama aku?" tanya Adit


"Ih.. Ambigu! Udah aku masuk dulu ya, daahh...."


"Daahh..."


Devina masuk ke dalam rumah sambil melambaikan tangannya pada Adit, setelah Devina masuk ke dalam rumah, Adit senyam-senyum nggak jelas.


"Tuhan... Damage-nya tambah waktu imut! Pengen segera gue nikahin aja itu anak," gumam Adit


2,5 Tahun Kemudian


Adit kini menyelesaikan S2-nya, Devina selesai S1 dan kini sedang KOAS, Reyhan dan Sarah sudah menggendong seorang putra tampan berusia 2 tahun, sedangkan Silvy baru saja melahirkan putri cantiknya bersama Galang.


"Gimana dekorasi-nya udah siap?" tanya Papa Adit


"Sudah pak,"


"Pastikan semua harus benar-benar sempurna!" ucap Mama Adit


"Iya bu,"


Semua orang sibuk menata persiapan pernikahan Adit dan Devina. Setelah melalui banyak rintangan dan perjuangan, akhirnya yang mereka harapkan tiba. 2 hari lagi, pernikahan dilaksanakan.


Adit


Lagi apa honey?


Devina


Kasih tau nggak ya😅


Adit


Kalo nggak kasih tau, aku VC nih!


Devina


Aku tolak lah😂


Adit


Jahat hiks... T_T


Devina


Iya-iya nggak usah nangis! Lagi treatment body spa. Kenapa sih? Kangen ya?


Adit


Wih... Boleh VC dong


Devina


Jangan aneh-aneh! Tunggu 2 hari lagi!!!


Adit


2 hari itu lama T_T


Devina


Kamunya aja yang nggak sabaran :v


Adit


Nggak sabar deh mau ketemu istriku tercinta! ;)


Devina


Jadi istrinya masih 2 hari lagi :)


Adit


Kenapa semua mempersulitku!!! T_T


Devina


Sabar ya honey...


Udah ah... Masih banyak kegiatan di sini! Sibuk-sibukin diri aja ya😇


Adit


Adit anak sabar😔


Devina


Tuh pinter...


Bye honey...


///***///


Wedding Day


Semua geng dengan pernikahan Adit dan Devina, bahkan juga banyak media yang meliput pernikahan mereka. Saling mengucap janji sehidup semati, mempercayakan semua kepada pasangan dan mau berjuang bersama.


Hingga tiba saatnya melempar bunga, Evelyn antusias sekali untuk menangkap bunga itu. Bahkan Evelyn pun diam-diam sudah meminta agar Devina melempar bunganya kearahnya.


1...


2...


3...


Sett...


Bunga terlempar, Evelyn melompat agar bisa menangkap bunga itu. Sayangnya keberuntungan bukan miliknya, ada seseorang yang lebih dulu menangkap bunga itu.


"Ck! Sialan!" kesal Evelyn


Pria yang menangkap bunga itu diam, berbalik dan kini berlutut didepan Evelyn dengan romantis dan penuh cinta.


"Evelyn... Maukah kau menikahiku? Menjadi istriku, pasangan hidupku, ibu dari anak-anakku, menjalani kerasnya kehidupan bersamaku dan menjalani panjangnya umur bersamaku... Selamanya..." ucap Wildan


Evelyn meneteskan air matanya, tanpa ia sadari ada alunan irama piano yang terdengar, membuat suasana semakin romantis.


"Evelyn... Berlututnya aku hari ini bukan tanpa alasan. Memilikimu, menjadi kekasihmu selama bertahun-tahun bahkan meminta restu kedua orang tuamu, semua sudah kulakukan. Namun tak ada yang bisa kulakukan tanpa jawabanmu. So... Will you marry me?" tanya Wildan


"Yes... I will,"


Semua bersorak mendengar jawaban Evelyn. Di hari penuh kebahagiaan ini, semua berlinang air mata kebahagiaan. Semua penderitaan yang pernah dirasakan, tergantikan dengan kebahagiaan yang belum pernah dirasakan sebelumnya.


-TAMAT-