My Sexy Wife

My Sexy Wife
Balas Dendam



"Lihat dad," ucap Reyhan


Reyhan kembali ke ruang tamu, sedangkan Devina baru turun dari atas. Devina langsung melihat ke arah Wildan.


"Wildan!" panggil Devina


"Hai Dev," sapa Wildan


"Kamu kok bisa di sini?" tanya Devina


"Di bakal sering ke sini, kamu jangan kelayapan terus. Bentar lagi ujian, sering-sering belajar bareng Wildan ok!" ucap Reyhan


"Nah kalo gini kan aku ada alasan buat tetap di rumah," ucap Devina


"Kalo kamu masih kelayapan lagi kuliah aja sana di luar negeri, nggak usah pulang!" ancam Reyhan


"Iya-iya nggak keluyuran lagi deh," jawab Devina


"Gimana dad?" bisik Reyhan


"Ide bagus," bisik Devan


"Anak sama daddy sama aja ya," ucap Prima


"Namanya juga anaknya, kalo beda nanti di curigain," ucap Reyhan


Mereka semua berbincang dan bercanda, Wildan merasa nyaman dengan keluarga Reyhan. Menurutnya walau keluarga Reyhan kaya, tapi tidak memiliki sifat yang sombong.


"Loh udah sore Rey," ucap Adit


"Oh iya, Dan yuk kita anter pulang!" ajak Reyhan


"Nggak usah kak, aku pulang sendiri aja," tolak Wildan


"Nggak usah, biar di anter Kak Reyhan aja!" jawab Devina


"Iya Dan... Jangan pulang sendiri, ini udah sore kan? Biar di anter sama Rey," sahut Prima


"I iya udah deh," jawab Wildan


Wildan pamit dan di antar oleh Reyhan dan Adit. Saat baru keluar dari rumah, Laras langsung mengikuti mereka dengan ojek yang tadi di pesannya.


///***///


Di Rumah Sarah


"Makasih ya kak," ucap Wildan


"Iya udah kakak duluan ya," ujar Reyhan dari dalam mobil


"Iya kak hati-hati," ucap Wildan


"Duluan dan," sahut Adit


Reyhan memutar mobilnya dan pulang, baru saja Reyhan pergi Sarah pun tiba dan bertanya pada Wildan.


"Dari mana Dan?" tanya Sarah


"Baru dari rumah temen kak," jawab Wildan


"Loh itu kan Sarah?" kaget Laras dari kejauhan


"Kak, sekarang kakak nggak udah khawatir dengan uang saku dan biaya sekolah ku ya. Aku juga punya pekerjaan," jawab Wildan


"Hah? Kerja apaan? Nggak usah aneh-aneh, kamu cukup perlu sekolah. Kamu fokus aja sama sekolah kamu, masalah biaya sekolah biar urusan kakak!" jelas Sarah


"Nggak aneh-aneh kok kak. Aku punya temen, dia anak orang kaya banget. Nah aku di suruh temenin dia belajar, nanti aku di kasih uang per bulan," jelas Wildan


"Hah? Cuma gitu doang?" bingung Sarah


"Iya gampang kan, makanya aku terima. Aku kan juga punya pertimbangan, kalo cuma belajar bersama kan gak ganggu sekolah malah aku juga bisa belajar sekalian kan?" tanya Wildan


"Rumahnya jauh?" tanya Sarah


"Enggak kak, deket. Lihat aku di belikan sepeda agar nggak naik angkot kalo mau ke sana," jawab Wildan sambil menunjukkan sepeda barunya


"Keluarganya baik banget? Kakak jadi penasaran," ucap Sarah


"Hehe rejeki aku paling kak," gurau Wildan


"Ya udah ayo masuk," ajak Sarah


"Gimana pekerjaan kakak?" tanya Wildan


"Perusahaannya gede banget, lantainya sampai 50 lebih. Waktu sampai sana kakak jadi inget perusahaan ayah dulu," ujar Sarah


"Nggak papa kak, nanti kalo aku sukses biar aku yang bangun lagi perusahaan ayah!" ucap Wildan semangat


"Belajar dulu yang bener ganteng!" jawab Sarah sambil mengacak-acak rambut Wildan


"Lah kak, suka banget acak-acak rambut orang!" kesal Wildan


"Biarin," ledek Sarah


Laras sedari tadi menguping pembicaraan mereka. Laras berusaha menyelidiki apa hubungan Sarah dengan Reyhan, Laras takut jika gadis yang di cari Reyhan adalah Sarah.


///***///


Besoknya


Dari pakaiannya seperti dia OB perusahaan - Batin Laras


Setelah tau pekerjaan Sarah, Laras berniat pergi namun dari kejauhan ia melihat mobil mewah tiba di depan pintu masuk utama. Saat turun dari mobil, ada 3 asisten dan seorang sekretaris sudah berdiri menyambut pria itu.


Loh itu kan Reyhan? Jangan bilang kalau Reyhan juga bekerja di perusahaan ini? - Batin Laras kaget


Reyhan sudah masuk dengan gagahnya ke dalam kantor. Hari ini Reyhan memang datang lebih pagi karena tidak ada kelas dan banyak dokumen yang belum di tanda tangani olehnya. Laras mengambil kesempatan dan bertanya kepada seorang staff yang baru datang.


"Uhm permisi, itu yang baru turun dari mobil tadi siapa ya?" tanya Laras


"Oh itu? Dia wakil CEO di perusahaan kami,"


"Oh terima kasih," jawab Laras


Kena kamu! Reyhan, ini saatnya balas dendam! - Batin Laras


///***///


Sore Hari


Sore hari Laras sudah menunggu di rumah Sarah, ia ingin bertemu dengan Laras. Walau dulunya di Club Dio mereka tidak akrab, tapi pernah lah sesekali berbincang.


"Sarah..." panggil Laras


"Laras? Kamu ngapain di sini?" tanya Sarah


"Sarah.. Hai... Bisa bicara sebentar?" tanya Laras


"Iya ayo masuk," ajak Sarah


Sarah mempersilahkan Laras masuk ke dalam rumah, ia membuatkan secangkir teh dan baru bicara.


"Jadi ada apa kemari?" tanya Sarah


"Sarah... Apa kau tau lowongan pekerjaan? Aku bari di pecat dari club, dan aku butuh biaya untuk ibuku yang sedang sakit di kampung," drama Laras sambil memegang tangan Sarah


"Oh benarkah?" tanya Sarah simpati


"Tolong bantu aku cari pekerjaan Sarah, teman yang lain tidak tau bahkan ada yang menolak membantuku," pinta Laras


"Uhmm.... Oh di perusahaan tempat kerjaku membutuhkan seorang OB, kau mau?" tanya Sarah


"Oh benarkah?" tanya Laras


"Iya, kau mau? Jika mau besok kau coba melamar di sana," ucap Sarah


"Terima kasih Sarah, kau benar-benar malaikat penolongku!" ucap Laras


"Jangan begitu, sesama teman harus membantu kan. Diminum teh nya," ucap Sarah


"Iya Sarah terima kasih," jawab Laras


"Kak... Aku pulang!" teriak Wildan dari luar


"Udah pulang Dan?" tanya Sarah


"Ini siapa kak?" tanya Wildan


"Perkenalkan ini teman kakak, namanya Kak Laras. Laras ini adikku, Wildan!" jelas Sarah


"Oh benarkah? Hai Wildan, kau bisa memanggilku Kak Laras," sapa Laras dengan senyumnya


Dia benar-benar cantik - Batin Wildan


"I iya kak, aku masuk dulu!" ucap Wildan


Wildan langsung berlari dan masuk ke dalam kamar, Wildan langsung menutup pintunya dan memegangi dadanya.


"Astaga, kenapa aku grogi saat melihat Kak Laras? Tapi dia benar-benar cantik," gumam Wildan


"Itu anak kenapa ya? Tumben," bingung Sarah


"Sarah terima kasih, aku harus pamit dulu karena ada urusan. Besok aku akan ke sini, kita berangkat bersama ya!" ajak Laras


"Tentu," jawab Sarah


Laras pamit dan pulang, ia juga memikirkan bagaimana caranya untuk membalas dendam pada Reyhan.


///***///


Besoknya


Di Perusahaan Reyhan


Laras dan Sarah berangkat bersama. Sesampainya di depan perusahaan Laras berhenti dan menatap perusahaannya sampai atas.


"Wuahh... Besar sekali," drama Laras


"Besar kan? Aku juga takjub saat pertama kali ke sini," jawab Sarah


Ini saatnya Reyhan! - Batin Laras


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏