
Reyhan pun masuk dan memberikan sebuah flashdisk pada Devan. Devan mencolokkannya ke CPU dan memutar rekaman Reyhan saat bertanya pada Sarah.
"Bu kemarilah!" panggil Devan
"Baik pak,"
Wanita paruh baya itu datang dan sama-sama melihat video tadi. Sekitar 10 menit, wanita paruh baya itu menyimpulkan sesuatu.
"Jadi bagaimana?" tanya Devan
"Menurut pengamatan saya, gadis ini tidak berbohong. Dia berkata yang sebenarnya!"
"Oh syukurlah!" ucap Reyhan
"Saran saya, lebih baik segera cari gadis ini dan minta maaf padanya agar tidak terjadi kesalah pahaman,"
"Baiklah," jawab Reyhan
"Baik, kau boleh pergi!" ujar Devan
"Baik pak,"
Wanita paruh baya itu pun pergi, Devan sengaja mendatangkan ahli ekspresi atau ahli bahasa tubuh untuk mengetahui apakah Sarah berbohong atau tidak.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk!" ujar Devan
Cklek....
Seorang pria paruh baya datang dan memberikan Devan sebuah dokumen dengan amplop yang tertutup rapat.
"Bagaimana?" tanya Devan
"Ini hasilnya pak,"
"Terima kasih," ujar Devan
Devan membuka amplop besar itu, ia dan Reyhan secara seksama membaca isi dokumen itu sampai selesai. Terukir sebuah senyuman di wajah Reyhan.
"Oh... Terima kasih Tuhan!" ucap Reyhan
"Syukurlah!" ucap Devan
"Saya telah meneliti semuanya, dan hasilnya.... Video itu adalah rekayasa. Kemungkinan, keamanan perusahaan ini di retas. Lalu pelaku menghapus video CCTV asli dan menggantinya dengan video rekayasa ini,"
"Oh pintar sekali. Sekali mendayung, dua pulau terlampaui," ujar Devan
"Dia bisa menghancurkan perusahaan kita dan sekaligus memecah belah keluarga kita," ujar Reyhan
"Baiklah pak, saya undur diri!"
"Oke, pergilah!" ujar Devan
Reyhan dan Devan sama-sama menghela nafas panjang dan bersyukur. Semua kemungkinan buruk akhirnya tersingkir.
"Tapi dad, jika keamanan perusahaan ini di retas kan berarti orang di balik ini semua tidak sendiri," ujar Reyhan
"Kau benar, kini kita harus menangkap salah satu dari mereka agar yang lain bisa buka mulut," ujar Devan
"Bagaimana kalau kita lacak IP pengguna yang sengaja meretas keamanan perusahaan kita?" tanya Reyhan
"Ya ide bagus," ucap Devan
Devan menekan tombol di telefon kantornya untuk memanggil asistennya. Tak lama asisten nya masuk ke dalam.
"Ada apa pak?"
"Kumpulkan semua ahli IT di perusahaan ini! Mereka harus benar-benar handal dan dapat di percaya," ujar Devan
"Baik pak,"
"Aku mau mereka masuk ke sini dalam 10 menit lagi!" ucap Devan
"Baik pak,"
"Sekarang panggil mereka!" ucap Devan
"Baik pak,"
Asisten Devan pun pergi untuk memanggil ahli IT perusahaan nya. Sedangkan Reyhan dan Devan kembali berdiskusi.
"Apakah ada yang mencurigakan dari salah satu orang perusahaan?" tanya Devan
"Tidak dad, aku sudah meminta HRD agar menolak semua permintaan resign dan menghindari semua pemecatan untuk menghindari kaburnya dari sini. Aku khawatir jika pelakunya adalah orang dalam," jelas Reyhan
"Bagus! Kau benar-benar cerdas, sekarang akan lebih mudah lagi untuk mencari siapa pelakunya," ujar Devan
Setelah 10 menit, semua ahli IT yang diminta oleh Devan pun datang.
"Selamat pagi semuanya," sapa Devan
"Pagi pak,"
"Kalian tau alasannya kenapa kalian aku panggil ke sini?" tanya Devan
"Tidak pak,"
"Aku yakin jika kalian adalah ahli IT terbaik di perusahaan ini, dan kalian juga dapat di percaya. Jadi aku minta tolong, beberapa bulan yang lalu perusahaan terkena masalah. Dan saya sudah menemukan solusinya, namun kita juga harus menemukan pelakunya. Maka dari itu, aku minta secepatnya lacak siapa yang beberapa bulan lalu meretas sistem keamanan perusahaan!" pinta Devan
"Baik pak,"
"Sekarang kerjakan!" perintah Devan
"Baik pak,"
"Baik pak!"
"Kerjakan!" perintah Devan
Semuanya orang keluar, tinggal Reyhan dan Devan lagi yang ada di dalam ruangan.
"Lalu apa sekarang?" tanya Reyhan
"Kita tinggal menunggu," ujar Devan
"Kalau begitu aku keluar dulu ya dad," ujar Reyhan
"Mau ke mana?" tanya Devan
"Mau minta maaf ke Sarah," ujar Reyhan
"Oh iya, lebih cepat lebih baik. Sampaikan juga permintaan maaf daddy ya!" pinta Devan
"Baik dad, oh iya dad... Mobil daddy aku bawa ya," pinta Reyhan
"Memang kamu tidak bawa mobil?" tanya Devan
"Tadi aku berangkat bareng Adit," ujar Reyhan
"Baiklah, nanti daddy biar pulang di jemput sopir. Ini kuncinya," ucap Devan sambil memberikan kunci mobilnya
"Makasih dad," ucap Reyhan sambil mengambil kuncinya
Reyhan langsung bergegas untuk mengambil mobilnya di parkiran, lalu ia berpikir kalau saat ini dia tidak tau di mana keberadaan Sarah.
"Oh iya, kan aku nggak tau di mana Sarah!" ujar Reyhan "Oh benar! Aku tinggal aktifkan GPS di ponselku, pasti lokasi Sarah langsung ketemu!"
Reyhan menyalakan Lokasi di ponselnya, lalu muncullah lokasi Sarah sekarang.
"Baiklah di Red Caffe, loh... Barusan kan dari caffe, udah pergi ke cafe lain?" bingung Reyhan
Reyhan langsung menginjak gasnya dan pergi ke Red Caffe, tempat Sarah sekarang.
///***///
Di Red Caffe
Reyhan celingukan mencari di mana Sarah, lalu ia melihat Sarah ada di pojokan cafe sedang makan es krim.
Makan es krim kok melamun terus? - Batin Reyhan
Reyhan melangkah dan pergi menghampiri Sarah yang sedang melamun sejak tadi.
"Makan es krim jangan kebanyakan melamun," sapa Reyhan sambil duduk di depan Sarah
"Ngapain ke sini?" ketus Sarah
"Aku mau minta maaf," ucap Reyhan
"Udah di maafin," ketus Sarah
"Kok masih ketus jawabannya," ujar Reyhan
"Kamu itu ngerusak mood tau nggak!" kesal Sarah
"Tau," jawab Reyhan
"Kalo tau ngapain masih di sini? Pergi sana!" kesal Sarah
"Nggak mau," jawab Reyhan
"Ih, nyebelin banget sih jadi orang!" kesal Sarah
"Aku minta maaf, aku tadi kayak gitu gak bermaksud. Aku cuma mau mastiin aja Sar," ujar Reyhan
"Kan aku udah bilang bukan aku pelakunya, apa sih susahnya buat percaya sama aku?" tanya Sarah
"Iya sekarang aku percaya kok," ucap Reyhan lembut
"Sekarang baru percaya? Tadi kenapa?" ketus Sarah
"Sar, aku minta maaf. Aku kayak gitu karena aku pengen mastiin kalo bukan kamu yang ngelakuin itu! Masalahnya di CCTV itu, kamu yang kelihatan mencuri dokumen perusahaan. Aku bahkan meminta waktu pada daddy untuk tidak melibatkan polisi dan menyelidiki semuanya sendiri. Aku nggak pengen kamu langsung di tangkap," jelas Reyhan
Sarah sedikit mengangkat wajahnya dan memandang Reyhan.
"Bener?" tanya Sarah
"Bener, buat apa aku bohong?" tanya Reyhan
"Ya tapi kamu nyebelin! Aku kan udah bilang nggak nyuri, kamu masih aja kekeuh tanya apa aku yang nyuri," kesal Sarah
"Iya-iya sayang, aku minta maaf. Sekarang kamu mau apa biar bisa maafin aku?" tanya Reyhan lembut
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
Hai readers, kalo kalian jadi Sarah... Kalian minta apa ke Reyhan hayo?
Jangan lupa baca karya lain saya:
My Ketos My Husband
Genre: Teen/ Comedy/ Romance
Tiba-tiba dinikahkan oleh ibunya saat masih duduk di bangku kelas 2 SMA? Dan parahnya dengan si Ketos yang paling menyebalkan seantero jagad?