My Sexy Wife

My Sexy Wife
Restu Dari Mommy



"Kalo nggak, kenapa mukanya merah?" tanya Devina sambil meledek Adit yang masih fokus menyetir


"Nggak cemburu!"


"Masaa.....????" tanya Devina dengan nada penuh selidik


"Iya!" jawab Adit


"Ya udah... Kalo mau publish ya udah nggak papa, aku nggak keberatan. Lagian hubungan kita bukan aib kan?" tanya Devina


"Caranya publish hubungan Backstreet gimana Dev?" tanya Adit


"Nah... Itu yang aku nggak tau," jawab Devina


"Perlukah kita adain kampanye gitu?" tanya Adit


"Kampanye?" bingung Devina


"Ya kayak Kampanye Pilpres gitu. Coblos nomor 1! Devina dan Adit, nggak nomor 1 nggak setuju!" ucap Adit yang menirukan suara kampanye pemilu


"Hahahaha... Ada-ada aja, mana ada orang publish hubungan kayak gitu?" tanya Devina


"Kalo nggak ada, berati kita yang harus mulai!" jawab Adit


"Aneh-aneh aja! Btw... Awalnya kita bahas anak kecil, kok malah nyampe kampanye pemilu?" tanya Devina heran


"Iya ya... Oh iya, kamu suka anak kecil kan?" tanya Adit


"Iya suka, kenapa?" tanya Devina


"Bikin anak yuk," gurau Adit


Devina membelalakkan matanya terkejut, ia melihat ke arah Adit. Menyincingkan lengan bajunya dan...


"Aww... Aduh... Aduh aduh aduh... Sakit honey... Sakit" keluh Adit


"Tadi katanya kalo perempuan rusak nggak bisa di perbaiki, sekarang malah ngomong apa? Mau dilempar ke kolam ikan piranha?" tanya Devina


"Aahhh... Aduh iya ampun-ampun! Aku lagi nyetir loh ini," keluh Adit


Devina melepaskan jewerannya dari telinga Adit, sedangkan Adit langsung memegangi telinganya yang baru saja di jewer Devina.


"Ih galaknya ngalah-ngalahin guru Matematikaku dulu," sela Adit


"Emang kenapa guru kamu dulu?" tanya Devina


"Masa aku di hukum suruh kerjain soal pilihan ganda dan caranya, soalnya ada 40 loh! Ngerjainnya di bawah tiang bendera sampai selesai," jelas Adit sambil mengingat masa-masa SMP-nya


"Loh emangnya kenapa? Kamu nggak ngerjain PR?" tanya Devina


"Aku cuma bolos pelajaran dia 2x, makan di kantin waktu jam pelajaran dia 2x, trus nyontek kerajaan temen aku 5x," jawab Adit


Devina membulatkan matanya, ia langsung mencubit lengan Adit.


"Aw... Sakit honey!" keluh Adit


"Nakal banget kamu!" kesal Devina


"Tapi untungnya aku itu juara 1 di kelas, jadi cuma 90 menit kerjain kelar!" jawab Adit bangga


"Ih tetep aja kamu siswa bandel!" kesal Devina sambil memukul-mukul ringan lengan Adit


"Aww... Udah enggak kok! Udah taubat akutu! Udah nggak nakal dan bandel lagi!" jelas Adit


"Aku denger kamu masih bandel... Awas!" ancam Devina


"Iya-iya siap bu bos!" jawab Adit


///***///


Di Rumah Devina


"Makasih udah anterin pulang... Nggak mau mampir?" tanya Devina basa-basi


"Ya karena di tawari jadi aku terima deh... Yuk masuk," ajak Adit


"Perasaan, yang punya rumah ini kan keluargaku? Kenapa seolah-olah dia tuan rumahnya," gumam Devina


Adit pun masuk ke dalan rumah sambil menggandeng tangan Devina, di ruang tamu mereka bertemu dengan Prima. Karena belum terbiasa, mereka saling melepaskan genggaman tangan masing-masing.


"Eh mommy..." sapa Devina basa-basi


"Mommy cantik..." sapa Adit


"Dari mana Dev?" tanya Prima


"Sepedahan mom ke taman," jawab Devina


"Udah berani?" tanya Prima


"Kalo aku nggak mulai... Nggak akan berani mom," jawab Devina


"Oh bagus deh... Adit ada perlu apa Dit? Rey masih keluar sama Sarah tadi," jawab Prima


"Oh... Rey masih keluar, ayo masuk... Tunggu aja, tadi katanya cuma belanja sebentar kok," ujar Prima


"Ok mom," jawab Adit


"Dev masuk kamar dulu..." ujar Devina menghindar


"Eh tunggu!" panggil Prima


"Aduh... Apa lagi nih!" gumam Devina


"Sini dulu Dev," panggil Prima


"Ya mom?" tanya Devina


"Mommy rasa... Akhir-akhir ini kalian sering keluar bareng ya? Ke mana sih?" tanya Prima


"Oh... Itu... Anu..." gugup Devina


"Adit anterin Devina buat beli alat-alat tugas sama buku mom," alasan Adit


"Oh... Kirain kalian ada hubungan," ujar Prima santai


Loh... Kan udah niat nggak Backstreet lagi? Kok masih di tutupin? - Batin Adit


"Emm... Sebenarnya..."


"Ya?"


"Kami ada hubungan mom," jawab Adit


"Nah kan bener! Logat kalian aja udah mencurigakan loh! Tingkah laku kalian udah nggak kayak biasanya. Sejak kapan?" tanya Prima bersemangat


"Mommy udah menduganya?" tanya Devina


"Adit sering tanya yang aneh-aneh. Mulai dari kapan kamu nikah, calon menantu idaman mommy, bahkan kriteria calon menantu yang di restui mommy daddy. Jadi mommy tanyakan lah sama temen mommy yang seorang dokter psikologi, katanya berarti Adit itu naksir kamu," jelas Prima dengan berbangga diri


"Sampai segitunya kah?" gumam Adit


"Apakah dokter psikologi bisa melakukannya?" gumam Devina


"Jadi udah berapa lama kalian pacaran?" tanya Prima bersemangat


"Mommy nggak menentang hubungan kami?" tanya Adit


"Asal kalian nggak melewati batas... Nggak papa," jawab Prima


"Wah... Berarti mommy restuin hubungan kita?" tanya Devina bersemangat


"Iya,"


"Yes!!!"


"Eh jawab dulu... Sejak kapan kalian pacaran?" tanya Prima


"Emm... Sejak kapan honey?" tanya Devina


"Nggak tau, aku lupa. Waktu itu kamu masih SMA dan sekarang udah Kuliah," ucap Adit mengingat-ingat


"Terus berapa lama? Bentar mom kita hitung dulu," ucap Devina


"Adakah pasangan seperti ini? Apa karena mereka terlalu fokus dengan game dan diskon di mall sampai lupa kapan jadian? Untung aku nggak, aku masih ingat kok usia pernikahanku! Usianya.... Berapa lama ya aku menikah dengan Mas Devan?" tanya Prima yang ikut-ikutan mengingat-ingat


Akhirnya mereka bertiga malah sama-sama mengingat berapa lama hubungan mereka.


"Nah... Pernikahan kami kalo nggak salah udah 23 tahun, eh bener apa salah ya?" bingung Prima


"Kayaknya kita pacaran udah sekitar 1 tahunan lebih deh..." ujar Adit


"Loh iya... Nggak terasa ya, kita Anniv pertama rayain di mana honey?" tanya Devina


"Nggak tau? Cafe pelangi? Mall? Taman Kota? Rumah sakit? Atau di rumah masing-masing karena nggak inget?" tanya Adit


"Ah kalian ini gimana sih! Hubungan sendiri kok lupa," cibir Prima


"Mommy sendiri tadi juga lupa," protes Devina


"Ya kan karena anu! Tapi lama juga ya kalian pacaran. Mommy udah kasih restu buat kalian, tapi ingat Dit!" peringat Prima


"Ingat apa mom? Ingat mati?" tanya Adit


"Bukan! Jangan macam-macam! Kami orang Jawa bisa membunuh tanpa menyentuh," gurau Prima


"Parerarera..." Devina bersenandung


"Nggak-nggak! Bercanda, mommy tau kalian udah lama pacaran! Tapi jangan melakukan hal yang kelewat batas, kalau mau yang aneh-aneh... Nikah dulu," ucap Prima


"Siap mom!" jawab Adit


"Untuk restu dari daddy...."


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏