My Sexy Wife

My Sexy Wife
Jus Laknat



"Bagaimana makannya?" tanya Reyhan


"Aman bos!"


"Huh, kemarikan!" pinta Reyhan


Reyhan mengambil jatah makanan Sarah. Ia duduk di samping Sarah sambil mengelus rambut Sarah.


"Aku akan selalu menjaga mu Sarah!" gumam Reyhan


Reyhan mencoba membangunkan Sarah, ia harus memastikan kalau Sarah tidak telat makan ataupun telat minum obat.


"Sar... Sarah... Bangun! Makan dulu sayang," ujar Reyhan sambil berusaha membangunkan Sarah


Sarah pun membuka matanya, ia senang bisa melihat Reyhan. Dia sudah merasa rindu karena sejak kemarin belum bertemu.


"Kamu di sini?" tanya Sarah


"Iya, makan dulu yuk!" pinta Reyhan


"Hmm..." jawab Sarah


Reyhan membuat kepala ranjangnya sedikit naik agar Sarah lebih mudah untuk duduk. Dengan telaten Reyhan menyuapi Sarah, meski bolak-balik Sarah menolak karena merasa lidahnya pahit. Reyhan tetap terus-menerus menyuapi Sarah sampai makanannya benar-benar habis.


"Nah... Anak baik," ucap Reyhan sambil mengelus kepala Sarah


Reyhan mengembalikan posisi ranjangnya ke posisi semula. Lalu pandangannya terpaku pada sebuah botol minum yang berisi cairan berwarna hijau kental.


Hmm... Kenapa rasanya hal ini tidak asing. Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi di mana ya? - Batin Reyhan


"Kenapa Rey?" tanya Sarah


"Nggak... Nggak papa," jawab Reyhan


"Oh iya kak, nanti ½ jam lagi waktunya Kak Sarah minum obat itu," ucap Wildan sambil menunjuk botol berisi cairan hijau itu


"Ahh... Aku tidak mau! Rasanya benar-benar pahit!" kesal Sarah


"Tapi agar kau lebih cepat sembuh kak!" ujar Wildan


"Tunggu-tunggu, obat yang kalian maksud itu yang mana?" tanya Reyhan


"Itu, di botol itu. Yang berwarna hijau pekat!" ucap Wildan sambil menunjuk ke arah botol berisi cairan yang berwarna hijau


"Itu obat apa? Apakah aman? Dari mana dapatnya?" tanya Reyhan


"Oh, tadi mommy Prima yang memberikannya. Katanya di kampus halaman Mommy Prima, kalo orang kena DB kalo mau rutin minum itu lebih cepat sembuh," jelas Wildan


"Oh, aku baru ingat! Itu jus daun pepaya kan?" tanya Reyhan


"Nah itu," jawab Wildan


"Dulu Devina pernah meminumnya saat juga terkena DB. Memang benar lebih cepat sembuh," jawab Reyhan


"Cukup! Aku tidak mau mengulanginya lagi!" kesal Devina saat mengingat-ingat kembali saat-saat ia terkena DB dan harus minum jus daun pepaya


"Apakah pahit sayang?" tanya Adit


"Banget," jawab Devina


"Jangan sakit lagi makanya!" ucap Adir


"Menurut penelitian memang belum terbukti menyembuhkan, tapi lebih tepatnya menaikkan trombosit dan imun kekebalan tubuh," jelas Devina


"Cie, anak kedokteran berbicara..." ledek Evelyn


"Maaf Rey, tapi aku tidak mau minum. Itu benar-benar pahit," keluh Sarah


"Tahan sedikit Sarah, agar kau lebih cepat sembuh. Setelah sembuh kau bebas makan minum apa saja," jelas Reyhan


"Tapi itu benar-benar pahit, bahkan kemarin aku hampir muntah karena sangat pahit!" keluh Sarah


"Aku tau caranya agar tidak pahit lagi!" ucap Reyhan sambil memikirkan sebuah ide


Hah... Cuma jus daun pepaya mentah, apa pahitnya? Aku kan cowok, pasti ya gampang nahan pahit dikit - Batin Reyhan


Memang dulu Devina pernah sakit DB lalu di suruh minum jus daun pepaya mentah, Devina sampai hampir muntah karena meminumnya. Reyhan hanya menertawakannya karena tak tau rasanya.


"Kau harus minum! Aku akan menggunakan cara lain agar tidak pahit!" ucap Reyhan


"Caranya?" tanya Sarah


"Kalian.. Kalian... Kalian... Kalian... Kalo kalian nggak mau kena sembur jus daun pepaya, mending berbalik dan jangan menghadap ke sini sebelum aku izinkan! Jika melanggar, resiko di tanggung sendiri!" ucap Reyhan menakut-nakuti


"Ughh... Cukup sekali aku merasakannya," ucap Devina yang begidik ngeri


"Aku tidak mau mati muda," ujar Wildan


"Sayang... Ayo lihat jaket couple, kalau ada yang bagus kita beli!" ajak Adit


"Setuju!" sahut Devina


Mereka berempat sudah berbalik tidak melihatnya. Reyhan tersenyum, ia mengambil botol itu dan membukanya. Tercium bau daun segar dari jus itu, entah seperti apa rasanya.


Ini tidak mematikan kan? Aku tidak akan mati kan setelah meminum ini? - Batin Reyhan


Setelah meyakinkan hatinya, ia meminum jus itu. Baru sekitar seteguk ia berhenti dan terdiam.


Rasa ini... - Batin Reyhan


Cupp...


Reyhan mencium Sarah dan meminumkannya pada Sarah, Sarah terkejut setengah mati saat itu. Namun ia hanya bisa pasrah dan menerimanya.


"Ugh... Se se le sai kan..." ucap Reyhan yang berekspresi aneh


"Kau tidak kepahitan?" tanya Sarah


"Halah, hanya pahit segini aku masih bisa tahan. Aku ini pria kuat," ucap Reyhan membanggakan dirinya


"Entah mengapa rasanya tidak terlalu pahit lagi, apa karena ada kau?" tanya Sarah sambil senyam-senyum


"Iya, memang aku ini manis! Sebentar, aku mau itu.. Menelfon seseorang di luar sebentar," jawab Reyhan


"Oh, ok!" jawab Sarah


Reyhan berlari menuju kamar mandi, ia langsung meludah, berkumur dan hampir muntah karena rasa pahit murni dari jus daun pepaya itu.


"Anj*r, kenapa pahit sekali rasanya? Tau begini mending ku suruh minum sendiri saja," ucap Reyhan sambil sesekali berkumur


"Arghh... Sudah berkumur, pahitnya masih terasa saja! Dasar jus Laknat!" kesal Reyhan


Entah berapa kali ia mengumpat di dalam kamar mandi itu. Inikah karma karena dulu Reyhan menertawakan Devina saat meminum jus daun pepaya ini?


Setelah cukup lemas, wajahnya basah karena air, Reyhan keluar dengan ekspresi yang aneh. Ia masih merasa pahit di lidahnya.


"Yuck... Kenapa masih pahit anj*ng!" kesal Reyhan


Reyhan berjalan kembali menuju dekat ranjang Sarah dengan wajah sok tegar padahal ati ambyar, eaaa. Reyhan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Sementara 4 makhluk tadi masih sibuk dengan kehidupannya masing-masing tak menggubris Reyhan dan Sarah sama sekali.


"Kau tidak merasa pahit lagi?" tanya Reyhan


"Tidak," jawab Sarah


"Bagaimana bisa?" tanya Reyhan


"Itu ada air gula merah untuk menghilangkan rasa pahitnya. Awalnya aku tidak meminum itu, tapi saat pertama minum aku muntah. Jadi sama mommy di berikan air gula agar aku tak muntah. Kau mau? Minum saja," jelas Sarah


"Tidak... Itu tadi, sama sekali tidak pahit! Aku pernah merasakan minuman yang lebih pahit dari itu, itu biasa saja!" elak Reyhan


"Lalu kenapa bajumu basah?" tanya Sarah


"Ini? Tadi waktu aku cuci tangan kecipratan air," elak Reyhan


"Jangan bohong!" tegas Sarah


"Aku tidak bohong!" jawab Reyhan


"Kau berkumur di kamar mandi kan?" tanya Sarah


"Tidak, kata siapa?" elak Reyhan


"Mata mu tidak bisa berbohong di depanku!" ucap Sarah


"Aku tidak bohong!" jawab Reyhan


Sarah mengambil botol yang berisi air rebusan gula merah, ia membukanya dan meminumnya sebagian. Sarah menarik dasi Reyhan hingga jarak mereka begitu dekat.


Cupp...


Sarah mencium Reyhan dan meminumkan air gula tadi agar Reyhan tidak terlalu kepahitan. Sementara Reyhan masih tak menyangka dengan tingkah Sarah.


Menjijikkan? Mungkin saja, tapi mereka masih lupa dunia karena cinta. Masih di mabuk cinta say.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Buat readers yang pernah minum jus daun pepaya komen coba😂


Gimana nih readers, waktu sakit malah mesra-mesraan. Author jadi pengen kan, eh... Mesra-mesranya, bukan sakitnya 😂


Plis ojo komen sing aneh-aneh yo, utekke author ora ngerti keno ngopo kok budrek ndadak 😂