My Sexy Wife

My Sexy Wife
Sempurna



Hari berlalu, sepulang dari pertandingan Prima kembali kuliah. Ia harus menghadapi ujian, dan setelah selesai KOAS, ia juga ditawari menjadi dokter bedah di Rumah Sakit tempat Andre bekerja. Karena bagusnya nilai Prima dan banyak prestasi Prima lulus ½ tahun lebih cepat. Ia juga lulus dengan predikat Cumlaude.


///***///


Hari Kelulusan


Prima sudah bersiap sejak pagi, tapi 2 hari sebelum hari kelulusan Prima dan Devan sempat bertengkar hanya karena masalah sepele. Sampai saat ini mereka masih saling diam.


Apa dia benar-benar marah padaku, bahkan mengajakku bicara saja dia tidak mau - Batin Prima


Prima membangunkan Devan yang masih tidur sejak tadi.


"Mas bangun mas, udah pagi," ucap Prima


"Hmm..." jawab Devan yang masih memejamkan mata


"Mas, aku minta maaf kalo ada salah. Maafin lah mas, aku harap nanti kamu datang di acara wisudaku," ucap Prima


Devan tetap diam dan tidur kembali, sementara Prima berangkat ke gedung wisuda diantar Tio.


///***///


Di Gedung


Prima masuk kedalam gedung dengan undangannya.


"Ow shit, ini Prima kan?" kaget Joo


"Iyalah, emang siapa lagi?" tanya Prima


"Kenapa tiba-tiba jadi kayak Putri Indonesia gini?" tanya Joo


"Apaan sih lo, udah ayo masuk," ajak Prima


Mereka masuk kedalam, para wisudawan memakai jas lengkap sedangkan wisudawati memakai kebaya. Prima tampak begitu cantik dan anggun dengan kebaya warna abu-abu silver, ditambah rambutnya yang disanggul cantik. Prima sudah memakai pakaian toga lengkap.


Dan pemegang nilai tertinggi dan mahasiswa terbaik tahun ini adalah... Annisa Prima Chalondra...


Tepuk tangan riuh menyambut naiknya Prima keatas panggung, Prima menyampaikan pidato singkat. Awalnya Prima hendak memanggil Devan untuk naik keatas panggung setelah ayah dan ibunya. Namun sejak awal Prima tidak melihat sama sekali kedatangan Devan.


Prima mulai meneteskan air matanya saat tetap tak melihat Devan di manapun. Padahal keluarganya dan keluarga Devan sudah datang.


"Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada suami saya yang selalu mendukung saya dalam situasi apapun...." ucap Prima di atas panggung


Terdengar suara petikan gitar yang indah dari belakang kursi mahasiswa. Semua mahasiswa dan tamu undangan menengok kearah asal suara.


Kau begitu sempurna


Dimataku kau begitu indah


Kau membuat diriku akan s'lalu memujamu


Disetiap langkahku


Kukan s'lalu memikirkan dirimu


Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semuaa


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu


Sempurna, Sempurna...


Kau genggam tanganku


Saat diriku lemah dan terjatuh


Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu


Sempurna, Sempurna...


Janganlah kau tinggalkan diriku


Tampak Devan menyanyi dengan suara merdunya dan petikan gitar indahnya. Hal itu membuat para mahasiswi melongo mengaguminya. Devan memakai jas lengkap dan duduk memegang gitar, air mata Prima langsung tumpah seketika.


"Maaf membuatmu merasa bersalah..." ucap Devan


Prima langsung turun dari panggung dan berlari menuju arah Devan, Devan langsung menyambutnya dengan pelukan hangat.


"Maaf membuatmu menderita," ucap Devan lembut


"Kenapa kau mengacuhkan ku? Kamu jahat hiks..." tangis Prima


"Maaf, aku sengaja melakukan ini semua untuk memberimu kejutan," ucap Devan


Devan mengangkat wajah Prima yang menunduk sejak tadi. Devan mengusap air mata Prima.


"Udah jangan nangis, nanti jadi jelek di foto," ucap Devan


Prima mengusap air matanya dan memandang Devan haru.


"Ayo, kamu mau ajak aku naik ke panggung kan?" tanya Devan


Prima tak menjawab, Devan langsung menariknya keatas panggung. Karena memang ini semua rencana Devan, ia meminta bantuan pada Arga, dekan Prima pastinya.


Penerimaan penghargaan berlangsung diatas panggung. Devan mendampingi Prima sampai selesai. Setelah selesai mereka turun untuk menyalami keluarga Devan dan orangtua Prima.


"Prima maafin kelakuan mama selama ini ya, mama sadar selama ini mama salah nak," ucap mama Prima sambil memeluk Prima


"Iya ma, Prima juga minta maaf kalo selama ini Prima ada salah," ucap Prima


Suasana penuh haru ini dilihat oleh keluarga Devan.


"Maafin aku ya sayang kalo selama ini ada salah, aku bangga tau nggak sama kamu," bisik Devan


"Hmm iya, tapi jangan diemin aku lagi," ucap Prima


"Hehe ok," ucap Devan


Tak lama Joo datang menghampiri mereka.


"Zalfa..." panggil Joo


"Eh kak Joo, ada apa kak?" tanya Zalfa


Joo berlutut sambil memegang kedua tangan Zalfa, karena sebelumnya Joo sudah menemui orang tua Zalfa. Namun pilihan tetap ditangan Zalfa walau orang tuanya menyetujui.


"Fa... Dari awal kita ketemu aku udah suka sama kamu. Hari ini aku akan melamar kamu didepan orang tuamu," ucap Joo


"Hah?" kaget Zalfa


"Fa, maukah kamu menjadi istriku?" tanya Joo


Zalfa menengok ke arah kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya mengangguk pelan.


"Kak gini ya, maaf bukannya aku nolak tapi kita baru aja kenal dan aku baru tau beberapa sifat kamu. Aku takut kamu bakal permainin aku kak, jadi aku belum bisa bilang iya untuk sekarang," ucap Zalfa


"Baiklah jika itu keputusan kamu, tapi aku berharap kamu tetep kasih aku kesempatan buat buktiin ke kamu kalo aku serius. Dan aku akan kembali melamarmu setelah kamu yakin dan aku memiliki pekerjaan tetap," jelas Joo


"Ow so sweet," bisik Prima


"Nggak usah iri, cuma gitu doang aku juga bisa," bisik Devan


"Jadi kamu kasih aku kesempatan?" tanya Joo


"Hmmm.. Iya," jawab Zalfa


"Jaga tuh kepercayaannya si Zalfa," sahut Devan


"Ih jangan ganggu mas," kesal Prima


Awalnya kedua orang tua Zalfa menolak karena mereka merasa kalau Zalfa masih kecil apalagi rumor kalau Joo itu seorang playboy sudah menyebar kemana-mana. Namun Joo selalu meyakinkan kedua orang tua Zalfa, akhirnya mereka menyetujui dengan syarat Zalfa mau menerima Joo dan Joo harus punya pekerjaan.


"Om ganggu nggak nih?" tanya Arga yang tiba-tiba datang


"Wah Arga, lama tidak bertemu," ucap ayah Joo sambil memeluk Arga


"Devan sekarang sudah besar ya dan sekarang tambah tampan, padahal kalau kamu belum menikah, om dan ayahmu berencana menjodohkan kamu sama Aurel anak om..." jelas Arga sekaligus dekan Prima itu


"Aurel?" kaget Devan


"Aurel sekarang dimana?" tanya ayah Devan


"Masih di London sama ibunya," ucap Arga


"Aurel gimana kabarnya om?" tanya Devan


"Baik Van, kalo dia pulang kamu harus samperin dia ya," ucap Arga


"Iya om, pasti Aurel sekarang tambah cantik. Dari dulu kan emang Aurel cantik," gurau Devan


Prima langsung melirik sadis kearah Devan, Devan yang menyadarinya langsung bingung mendadak.


Aduh keceplosan - Batin Devan


"Hahaha bisa saja kamu ini," tawa Arga


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏