
"Uhm itu... Itu..." gugup Reyhan
"Siapa? Pacar kakak yaa..." ledek Devina
"Dia saudara Adit, iya kakaknya Adit yang baru datang dari luar negeri," ucap Reyhan
"Bukannya kak Adit itu kakaknya cuma 1 dan dia kan cowo? Sarah kan nama cewek," ucap Devina
"Dit bantu gue dong!" bisik Reyhan
"Gimana?" bisik Adit
"Serah," bisik Reyhan
"Dia itu kakak sepupuku dari paman kedua yang merupakan adik ketiga ayahku yang tinggal di luar negeri dengan istrinya, gitu," gugup Adit
"Gak jelas," ucap Devina datar
"Ya intinya gitu deh, dia kakak sepupuku!" gugup Adit
"Gak bohong?" tanya Devina
"Iya enggak," ucap Adit
"Yakin?" tanya Devina
"Yakin!" jawab Adit
"Are you sure?" tanya Devina
"Im sure of course," jawab Adit
"Beneran?" tanya Devina
"Iya bener!" tegas Reyhan
"Hai Rey," sapa Laras yang tiba-tiba datang
"Kamu?" kaget Reyhan
"Lo ngapain disini?" tanya Adit
"Cuma lewat aja kok, habis beli beberapa barang," ucap Laras yang ikutan duduk
"Sebanyak ini cuma beberapa barang?" tanya Adit
Adit menunjuk banyak paper bag yang dibawa oleh Laras. Laras duduk di kursi yang ada di samping Devina, sementara Devina menatapnya dengan tatapan aneh.
"Ini siapa? Pacar kamu ya Dit?" tanya Laras yang sok akrab
"Bukan, calon istri," gurau Adit
"Gak usah ngayal!" jawab Devina dan Reyhan bersamaan
"Cantik ya, nama kamu siapa? Aku Laras," jawab Laras sambil mengulurkan tangannya
"Dev," jawab Devina singkat yang tidak menanggapi uluran tangan Laras
Nyebelin banget sih ni cewek, sok banget jadi orang - Batin Laras
Sok akrab banget jadi cewek, bikin jijik aja ni orang. Amit-amit deh kenal sama orang kayak dia - Batin Devina
Bisa kacau nih kalo lanjut - Batin Adit
"Eh itu, Rey yuk jalan. Katanya ada janji sama Ria," ujar Reyhan
"Hah?" bingung Reyhan
"Udah ayo, kita pergi dulu," ucap Adit sambil menarik tangan Reyhan pergi
Sementara Devina dan Laras saling bertatapan tidak enak, Laras langsung berubah drastis pada Devina setelah Reyhan pergi.
"Heh cewek penggoda, jangan deket-deket sama Reyhan gue ingetin!" ucap Devina
"Maksudnya?" tanya Laras
"Nggak usah sok **** deh lo, dari cara pandang lo ke Reyhan aja udah kelihatan," ucap Devina
"Kamu ini ngomong apa sih?" tanya Laras
"Kalo nggak suka ya udah, Reyhan jatah aku!" pancing Devina
"Jangan genit ya Dev, Reyhan itu punyaku!" ucap Laras
"Hah? Lo gila ya? Cewek model kayak kamu ini banyak di pasar loak, mana mungkin Reyhan doyan sama wanita tak layak pandang sepertimu," ledek Devina
"Jaga ya mulut kamu!" bentak Laras
"Jaga juga ya kelakuan kamu! Berani kamu macem-macem sama aku atau Reyhan, aku bakal buat hidup kamu menderita!" ancam Devina
"Heh, emang kamu siapa?" tanya Laras
"Aku? Adik kandungnya Reyhan! Aku pergi dulu!" ucap Devina sambil pergi meninggalkan Laras
Bukannya Devina selalu judes pada setiap wanita yang mendekati Reyhan, Devina hanya menguji apa dia pantas untuk Reyhan, atau hanya sekedar wanita bermuka dua penggila harta.
///***///
Di Mobil
"Lo kenapa ajak gue pergi duluan?" tanya Reyhan
"Lo mau semua ketahuan sama Dev trus dilaporin ke bokap nyokap lo?" tanya Adit
"Hmmm bener juga, anter gue!" ucap Reyhan
"Kemana?" tanya Adit
"Bank," jawab Reyhan
"Ngapain?" tanya Adit
"Cek penggunaan kartu ATM gue yang ilang," jawab Reyhan
"Ok," jawab Adit
///***///
"Tunggu sebentar ya mas..."
Tak lama pegawai bank datang membawa selembar kertas yang berisi data penggunaan kartu ATM Reyhan.
"Ini mas datanya,"
"Lo tau letak mesin ATM ini dimana?" tanya Adit
"Oh deket restoran yang baru buka itu loh," ucap Adit
"Kita ke sana," ucap Reyhan
"Ok makasih ya mbak," jawab Adit
"Sama-sama,"
Reyhan dan Adit pergi ke mesin ATM dimana penarikan ATM Reyhan dilakukan.
Jika saja langsung gesek ATM untuk pembayaran kan akan lebih mudah melacaknya, tapi ditarik tunai? Aku yakin ini butuh waktu berhari-hari untuk menarik uang sebanyak ini tanpa datang ke bank langsung - Batin Reyhan
///***///
Di Mesin ATM
"Untungnya mesin ini ada di cabang banknya, jadi kan gampang tanya-tanya nya," ucap Adit
"Yuk masuk," ajak Reyhan
Mereka berdua masuk ke dalam bank dan mulai bertanya pada satpam. Setelah melalui beberapa proses, pihak keamanan bank menunjukkan CCTV di hari penarikan dilakukan.
"Apa tidak ada yang lebih jelas lagi pak?" tanya Reyhan
"Ini yang paling jelas mas,"
"Bisa di perbesar?" tanya Reyhan
Pihak keamanan memperbesar gambar di layar komputer itu.
"Ck, dia pake masker. Ya mana kelihatan Rey," ucap Adit
"Tunggu bentar, pak saya boleh minta file salinannya? Jaga-jaga kalau polisi minta bukti," ucap Reyhan
"Bisa mas,"
Pihak keamanan memberikan salinan CCTV itu pada Reyhan, Adit hanya sedikit kebingungan dengan permintaan Reyhan.
///***///
Di Apartemen Reyhan
Selama ini Reyhan diam-diam menabung dan membeli sebuah apartemen sendiri. Apartemen ini sangat rahasia, hanya dia dan Adit yang tau jika apartemen ini milik Reyhan. Apartemen ini juga tempat Reyhan menenangkan diri atau melakukan apapun dengan leluasa.
"Mau ngapain?" tanya Adit
"Mana flashdisk tadi?" tanya Reyhan sambil menyalakan laptopnya
"Nih," ucap Adit sambil memberikan flashdisk yang diminta Reyhan
Reyhan memindahkan file salinannya ke laptop, lalu ia menghubungi seseorang agar datang ke apartemennya. Tak lama seseorang datang dengan tas besar.
"Masuk Vin," panggil Reyhan
"Iya Rey," jawab Vino
"Siapa?" tanya Adit
"Ini Vino, anak jurusan seni yang udah profesional. Lulusan S2 Royal Collage Art Inggris," ucap Reyhan
"Vino," ucap Vino sambil mengulurkan tangannya
"Adit," jawab Adit sambil menjabat tangan Vino
"Vin, aku mau minta tolong sama kamu," ucap Reyhan
"Apa Rey? Apa yang bisa aku bantu?" tanya Vino
"Buatin aku sebuah sketsa wajah perempuan. Tapi berdasarkan ciri-ciri yang aku kasih," ucap Reyhan
"Ok tidak masalah, kamu deskripsikan wajahnya, aku menulisnya, setelah itu aku akan menggambarnya," ucap Vino
"Ok," ucap Reyhan
"Trus video tadi buat apa?" tanya Adit
"Kamu lihat ini dulu, kira-kira setengah wajah gadis itu seperti ini. Yang setengahnya lagi akan ku deskripsikan," ucap Reyhan sambil menunjukkan CCTV dari bank
"Hmm... Oke, ini semakin mudah," jawab Vino
"Jadi?" tanya Adit
Vino mengeluarkan satu set lengkap alat gambarnya. Mulai dari kertas gambar, penggaris, penghapus, pensil dari pensil HB sampai pensil 9B, juga ada blending stamp dan masih banyak lagi.
"Oke aku siap, jadi gimana ciri-cirinya?" tanya Vino
Reyhan hanya menjelaskan singkat, karena ia tidak terlalu ingat dengan jelas. Tapi masih bisa walau ingatannya remang-remang.
"Jadi gimana?" tanya Reyhan
"Oke, udah bisa. Aku sudah ada bayangan, tapi untuk menggambarnya... Aku butuh waktu," jawab Vino
"Sampai kapan?" tanya Reyhan
"Setidaknya 2 hari," jawab Vino
"Yah, keburu rusak tu kartu kredit lo dihabisin si Laras hahaha," gurau Adit
"Apa bisa lebih cepat?" tanya Reyhan
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏