My Sexy Wife

My Sexy Wife
Sombong



Haih pasti akan benar-benar sepi jika tinggal sendiri dirumah semewah dan sebesar ini - Batin Prima


"mbak, mbak usia berapa kok kelihatannya masih muda?" tanya Prima


"27 tahun nyonya" ujar Rina


"loh, beneran masih muda, Gini deh, saya nggak nyaman kalo selalu dipanggil nyonya. Bisakah saya memanggil mbak sebagai kakak? Dari dulu saya selalu ingin mempunyai seorang kakak perempuan" tanya Prima


"jangan nyonya, itu lancang" bantah Rina


"hais, tidak papa. Aku yang memintanya, aku juga ingin kau memanggilku adik" perintah Prima


"baiklah jika itu mau nyonya.... eh adik" ucap Rina


"begitu lebih bagus" ucap Prima


Prima seharian menghabiskan hari dengan bermain ponsel karena masih cuti. Prima merasa benar-benar bosan.


"hmmm.. Apa. yang akan aku lakukan? Aku benar-benar bosan" ucap Prima yang suntuk


Hari mulai gelap, namun Prima masih terjebak dengan keadaan bosannya. Prima mengambil laptopnya dan menyalakannya, rumah itu benar-benar mewah bahkan ada wifinya sendiri.


"kak Rina, kakak tau password wifi nya?" tanya Prima


"tanggal lahir tuan muda" ucap Rina


"berapa?" tanya Prima


"masa adik tidak tau?" tanya Rina


Kenal saja baru, apalagi tau tanggal lahir atau tanggal kematiannya? Eh iya, belum mati ya! - Batin Prima


"mengenal saja tidak apalagi mengetahui segala tentang dia" ucap Prima


"devan1110" ujar Rina


"baiklah" jawab Prima "aha, menyambung. Saatnya mencari uang"


"apa yang adik lakukan?" tanya Rina


"Mengerjakan tugas dan nonton YouTube," jawab Prima


"Baiklah, jangan sampai kelelahan. Aku pulang pukul 9 malam tiap harinya" jelas Rina


"oke mbak" jawab Prima


*****


Pukul 9 Malam


"adik, kakak pulang dulu. Besok kesini lagi juga jangan terlalu lelah, istirahatlah. Kamu tau kan kamar tuan Devan?" pesan Rina


"ok tau kok kak" jawab Prima


Rina pun pulang, kini rumah itu benar-benar sunyi. Prima masih mengetik dengan laptopnya, namun perlahan ia mengantuk dan tertidur diatas meja makan.


*****


Pukul 11 Malam


Ceklek...


Devan pulang setelah lembur dikantornya. Ia terkejut melihat Prima yng tertidur diatas meja makan dan dihadapan laptopnya. Hal itu membuatnya bertanya-tanya.


Apa yang dilakukan cewek bar-bar itu? Kenapa tidur disana? Apa ada tugas kuliah - Batin Devan


Tanpa pikir panjang, Devan mengangkat tubuh mungil Prima menuju kamarnya.


Aneh, kenapa tanpa pikir panjang aku mau membawanya kekamarku. Bahkan asisten rumah tanggaku yang sudah bekerja selama 7 tahun saja tidak pernah kubiarkan masuk kedalam kamarku - Batin Devan


Devan berjalan perlahan menaiki satu-persatu tangga.


Badannya memang berotot dan padat, tapi kenapa bisa seringan ini. Apa dia tidak diberi makan - Batin Devan


Devan meletakkan tubuh mungil Prima diatas kasur, dan tanpa pikir panjang Devan juga ikut terlelap disamping Prima.


*****


Pagi Hari


"hmmm.. " ucap Prima sambil membuka mata perlahan


Prima kebingungan apa yang terjadi, bukannya ia tidur diatas meja? Kenapa jadi disini sekarang? Prima merasa kalau ada tangan yang menindih pinggangnya. Perlahan Prima berbalik dan...


"whhaaa.... " teriak Prima


Brruukk...


Prima terkejut dan melompat dari kasur lalu terjatuh dari atas kasur.


"astaga aduh, ya ampun badanku sakit. bagaimana ini bisa terjadi?" bingung Prima sambil memegangi pinggangnya yang sakit


"apa sih berisik banget" ucap Devan dengan suara serak khas orang bangun tidur yang perlahan membuka mata


"pagi-pagi udah berisik aja lo" kesal Devan


"siapa suruh tidur disamping aku hah!" bentak Prima


"ya bukan salah aku lah, ini kan kamar ku. Rumah ku, jadi bebas dong aku mau ngapain aja" ucap Devan


"huh serah" kesal Prima


"kamu ngapain semalem sampe tidur diatas meja?" tanya Devan


"kepo banget sih ni om-om" ledek Prima


"om? Kamu pikir aku setua itu hah!" kesal Devan


"emang" jawab enteng Prima


"Kamu... " geram Devan


"btw kok aku bisa disini?" tanya Prima "bukan kamu kan yang bawa gue kesini?"


"bukan, tapi asisten ku. Ya kali aku angkat kamu yang berat kaya karung beras" bohong Devan


"huh aman... Btw aku itu enteng, cuma beban hidup aku aja yang berat makanya aku ikutan berat" ucap Prima


"apa maksud kamj bilang aman?" tanya Devan


"ga papa sih, ya aku merasa rugi aja kalo disentuh sama kamu hehe" jawab enteng Prima


"heh, kamu pikir kamu siapa? Kayak kamu berharga aja" ucap Devan


"emang aku berharga, kalo gak percaya tanya aja sama menteri Dikpora, dia kenal aku tuh" ujar Prima cuek


"Kamu pikir kamu siapa hah, sombong banget" geram Devan


"Aku atlit silat, atlit nasional, cewek dengan peraih nilai ujian nasional tertinggi di Jawa Timur saat SMP dan SMA. Pantes lah kalo gue sombong, kamu pikir aku kayak kamu. Cuma om-om lambe turah hahaha" ucap Prima sambil menekankan kata-katanya


"woy, berani banget kamu hah!" gertak Devan


"sama-sama manusianya apa yang ditakutin" jawab Prima enteng "dah lah, aku mau sarapan. Liat muka kamu aja gak bisa bikin aku kenyang" ujar Prima


"dasar...!!!" kesal Devan


Aneh, biasanya Devan sangat marah bahkan bisa memukul siapapun yang menyinggungnya, tapi kenapa ia hanya bisa marah dan tidak berani memukul Prima?


*****


Di Meja Makan


"huh, pagi-pagi kayaknya enak bikin nasi goreng nih" ucap Prima senang


Prima memang sedikit memiliki hobi memasak karena saat dirumah, Prima sering disuruh-suruh ibunya memasak untuk semua orang.


Setelah beberapa menit berkutat di dapur, nasi goreng buatan Prima selesai.


"hmm.... Bahan makanan dirumah ini lengkap sekali, aku sangat senang bisa mempraktekan nasi goreng seperti di cafe kemarin" ucap Prima senang


Prima menyajikan sepiring nasi goreng spesial diatas meja makan. Prima memang hanya membuat 1 porsi saja. Namun bau wangi nasi goreng Prima menyebar hingga membuat Devan kelaparan.


"ah, lupa aku butuh susu. Aku akan membuat susu. Pagi hari sarapan dengan nasi goreng dan susu, wah benar-benar nikmat" ucap Prima senang


Prima menuju dapur lagi untuk membuat susu, disaat yang bersamaan Devan datang ke ruang makan.


"eh nasi goreng ini kelihatannya sangat enak, apa mungkin dia membuatkan ini untuk minta maaf atas kejadian tadi. Lebih baik aku makan, aku juga lapar" ucap Devan


Devan menyantap nasi goreng itu, ia benar-benat terkesan dengan rasanya. Padahal Devan bisa dikatakan adalah seseorang yang paling perfeksionis tentang rasa. Tapi kenapa ia bisa sesuka ini pada masakan sederhana Prima.


Setelah beberapa menit Prima kembali, ia sangat kaget Devan telah memakan nasi goreng buatnya.


"what the hell... " kesal Prima "loh, kok kamu makan sih itu kan sarapan aku" kesal Prima


"oh hai, bukannya ini untukku?" tanya Devan


"untukmu apanya?, itu untukku sendiri. Sekarang kau makan. Arrgghhh, kau benar-benar menyebalkan" marah Prima


"tapi aku kan suamimu, perlu pelayananmu" ucap Devan tak mau kalah


"aahh, kembalikan nasi gorengku" kesal Prima sambil menarik kerah baju Devan


"whohoo... Keep calm Prima, aku akan memberimu uang. Belilah bahan makanan atau makanan diluar ok. Tapi tolong berikan susu itu untukku, aku menginginkannya" ucap Devan


What, dengan indahnya dia berkata seenaknya sendiri dan tanpa merasa malu atau bersalah. Dia ini manusia apa apaan sih - Umpat Prima dalam hati


"gak bisa, susu ini cuma punyaku" ucap Prima


Karena marah, Prima langsung meminumnya. Saat baru menaruh gelasnya, Devan langsung melesat dan mencium Prima.


Cupp...


Perlahan Devan meminum susu dalam mulut Prima. Mata Prima terbelalak melihat hal ini!


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🙏