
"Dad... Dev mana?" tanya Reyhan
"Nggak tau, sejak tadi pagi udah keluar," jawab Devan
"Tumben tu anak pagi-pagi udah keluar. Sama siapa dad?" tanya Reyhan
"Nggak tau, tapi tadi bilang kalau mau ketemuan sama temen-temen kuliahnya," jawab Devan
"Oh, gitu..." jawab Reyhan
Tingg...
Julia
1:0
"Ni orang gila ya? Apa rada sinting sih? Heran deh!" kesal Reyhan
"Kenapa lagi? Dapat pesan spam?" tanya Devan
"Iya, sama kayak kemarin," jawab Reyhan
///***///
Di Rumah Sarah
Reyhan belum sempat masuk ke dalam rumah, sudah ada lagi yang mengirim pesan padanya.
Julia
2:0
"Sumpah ya, ni orang kurang kerjaan banget!" kesal Reyhan
Tok... Tok... Tok...
"Dan... Wildan.... Sarah..." panggil Reyhan dari luar
Tak ada jawaban, Reyhan kembali mengetuk pintunya namun sama saja tak ada jawaban. Ia berusaha membukanya namun terkunci. Karena bingung ia menghubungi Sarah.
Reyhan
Sar... Kamu di mana? Aku di depan rumahmu!
Tak ada balasan, Reyhan pun menelfon Sarah agar lebih cepat dapat kabar.
"Nomor yang anda tuju sedang berada di luar service area, cobalah beberapa saat lagi...."
"Malah nggak aktif! Ini hpnya mati ya? Tanya Wildan ada deh," ujar Reyhan
Reyhan
Dan...
Wildan
Ya kak?
Reyhan
Kamu di mana? Rumah kok kuncian semua?
Wildan
Aku kan di kampus kak, Kak Sarah punya kunci cadangan kok
Reyhan
Sarah? Aku justru mau tanya kamu, di mana Sarah? Kok rumah di kunci semua
Wildan
Loh, bukannya Kak Rey sama Kak Sarah?
Reyhan
Enggak tuh, aku baru aja nyampe rumah kamu
Wildan
Loh! La terus Kak Sarah sekarang di mana? Tadi dia chat katanya keluar duluan sama Kak Rey. Ya udah aku kunci deh rumahnya
Reyhan
Ngaco kamu, aku baru aja nyampe rumah kamu buat lihat keadaan Laras
Wildan
Nih buktinya!
Sarah: Dan... Kakak keluar dulu sama Rey, jangan lupa kunci rumahnya ya!
Wildan: Siap kak
Sarah: Maaf nggak bisa pamit, soalnya buru-buru!
Wildan: Emang mau ke mana kak?
Wildan mengirimkan bukti chatnya bersama Sarah pagi tadi, Reyhan pun terkejut. Dia kan tidak pergi bersama Sarah, lalu kemana Sarah?
Reyhan
Dan, aku nggak keluar sama sekali. Aku justru baru sampai, dan sekarang pun aku menelfon kakakmu namun tak di angkat
Wildan
Loh, terus Kak Sarah kemana sekarang? Kak tolong carikan dulu ya, setelah urusanku selesai di kampus nanti aku susul!
Reyhan
Ok
Reyhan pun sedikit panik, ia mulai mencari-cari informasi tentang Sarah. Ia pergi ke rumah Adit untuk meminta bantuannya.
"Apa sih woy? Pagi-pagi udah gedor-gedor pintu aja kayak maling... Hoamm..." ujar Adit yang baru bangun dan membuka pintu kamarnya
"Bantuin gue Dit!" pinta Reyhan
"Bantuin apaan sih Rey? Masih pagi loh ini!" kesal Adit karena tidurnya terganggu
"Sarah hilang woy!" kesal Reyhan
"Apa hilang? Kok bisa?" kaget Adit
"Ya bisa lah! Udah buruan bantuin gue nyari dia," ajak Reyhan
"Ok ntaran, gue ganti baju dulu," ujar Adit
"Yee.... Lo pikir gue nggak punya baju laen apa, ntar ya!" pinta Adit
Setelah Adit selesai berganti pakaian, mereka turun untuk pergi ke mobil. Pencarian di awali dari bertanya orang sekitar.
"Gue mau tanya sama Evelyn, lo tanya sama Dev!" pinta Reyhan
"Oke,"
Reyhan
Lyn, lo tau nggak Sarah ke mana? Atau biasanya kalo lagi nongkrongnya sukanya di mana?
Evelyn
Nggak tau kak, Kak Sarah juga jarang keluar
Reyhan
Oh ya udah
Evelyn
Kenapa kak? Ada masalah ya!
Reyhan
Gpp
...
Adit
Dev...
Devina...
Dev
Sayang...
Dev..
"Rey, kok Dev nggak bales pesanku ya? Bahkan pesanku tidak di lihat," jawab Adit
"Hah masa?" kaget Reyhan
Reyhan melihat ke layar ponsel Adit dan melihat kalau Devina tidak membalas pesan dari Adit. Padahal biasanya Devina lah yang paling cepat jika hanya membalas pesan atau mengangkat telfon.
Ting...
Julia
Temukan aku🙃
Reyhan keheranan dengan pesan itu, dia pun menunjukkan pesannya kepada Adit. Adit sedikit bingung.
"Hmm.... Kenapa seperti ini?" gumam Adit
"Jangan-jangan..." ucap Reyhan menggantung
"MEREKA DI CULIK!"
"Nggak-nggak, mikir yang jernih Rey... Jangan mikir yang aneh-aneh," ucap Reyhan
.
.
.
.
Hari semakin gelap, namun Adit dan Reyhan tak kunjung kembali dengan hasil. Mereka sudah mencari kemana-mana, bertanya dan mencari info. Bahkan juga melacak lokasi ponsel dan posisi mereka, namun masih saja tidak di temukan.
"Rey... Aku yakin mereka di culik Rey! Ayo lapor polisi Rey! Kita segera selametin Devina!" ucap Adit yang mulai panik
"Sabar Dit... Kita nggak bisa asal lapor, harus menunggu 24 jam baru laporan bisa di terima," jawab Reyhan
"Tapi bagaimana kalau mereka kenapa-kenapa? Cepat ayo segera cari mereka," ucap Adit
"Dit! bisa tenang nggak sih? Aku juga sedang mikir! Kamu mending diem dan berusaha mikirin gimana caranya biar mereka ketemu!" kesal Reyhan
"Apa yang harus kira lakukan!" tanya Adit
"Kita ceritakan saja pada mommy daddy," ujar Reyhan
"Hmm... Baiklah ayo!" ajak Adit
///***///
Di Rumah Devan
"Dad... Ada yang pengen kami omongin," ucap Reyhan
"Apa Rey? Trus kamu lihat Devina nggak? Ini udah makin malem tapi kok nggak pulang-pulang," tanya Devan
"Itu... Dev..." gugup Reyhan
"Ke mana? Ada apa?" tanya Devan
"Dev di culik dad," jawab Reyhan
"APA!"
"Kalian jangan bercanda deh!" ujar Devan
"Kami nggak bercanda dad, Sarah juga menghilang," jawab Reyhan
"Apa? Apa lagi ini! Sejak kapan mereka menghilang?" tanya Devan
"Tadi pagi dad,"
"Kalian yakin mereka di culik?" tanya Devan
"Ya dad, tak ada teman-teman mereka yang tau di mana mereka. Mereka juga tak ada di manapun, bahkan kami kesulitan untuk melacak lokasi mereka," jelas Reyhan
"Sialan! Berani sekali mereka bermain-main dengan keluarga Kalandra! Sepertinya mereka bosan hidup!" murka Devan
"Lalu bagaimana dad? Jika lapor polisi harus menunggu 24 jam dulu," sela Reyhan
"Apa kalian punya sedikit bayangan tentang siapa yang memungkinkan untuk menculik mereka?" tanya Devan
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏