
"Kau tidak keberatan kalau membelikan ini untukku?" tanya Devan
"Awalnya keberatan, tapi selama ini kau juga selalu memberikan sesuatu yang berharga untukku. Makanya aku belikan ini saja, aku tau ini murah untukmu tapi cukup untuk membuatku serangan jantung. Jadi jangan di komplain ya," ucap Prima
"Nggak akan," ucap Devan
"Kapan-kapan kamu pakai ya, biar aku bisa lihat." ucap Prima
"Oke pasti sayang," jawab Devan
"Ini yang satunya?" tanya Prima
Devan membuka lagi sebuah kotak kecil yang satunya. Ia membuka perlahan lalu mengamatinya.
"Inii...." ucap Devan
"Jam tangan, aku tau itu mungkin jam tangan paling murah diantara semua milikmu. Itu juga jam biasa bagi orang lain, tapi bagiku tidak karena iniii..." ucap Prima
Prima menunjukkan sebuah jam perempuan yang memiliki model sama karena memang Prima membeli jam couple. Devan sedikit salah tingkah melihat Prima. Ia langsung menangkup kedua pipi Prima.
"Kenapa kau imut sekali?" ucap Devan gemas
"Jangan gitu, aku kan emang cute." ucap Prima dengan menunjukkan baby facenya
"Semakin imut dirimu, membuatku semakin ingin memakanmu." bisik Devan
"A ahahaha apaan sih, coba dulu jam nya!" ucap Prima
Devan hanya melengkungkan senyumannya saat melihat tingkah Prima yang sedikit malu-malu. Prima memakaikan jam tangan Devan karena takut tidak pas.
Pas atau tidak ya, aku kan gak tau seberapa besar tangannya. Lagian kemarin juga asal beli aja nggak lihat-lihat dulu - Batin Prima
Ketika aku masih bersama Katlyn pun ia tak pernah memberikanku hadiah. Selalu aku yang memberinya hadiah, tapi kini aku beruntung bahwa Prima yang menjadi pendamping hidupku - Batin Devan
"Nah untung pas," ucap Prima
"Kenapa? Waktu beli takut kekecilan atau kegedean ya?" ledek Devan
"Nggak gitu, tappiii... Hehe iyaa," jawab Prima
"Gimana?" tanya Devan dengan menunjukkan jamnya
"Bagus, kamu kelihatan tambah tampan." ucap Prima
Devan langsung mengangkat Prima ala bridal style dan berjalan masuk.
"Jangan diluar lama-lama, ntar masuk angin. Mending cari yang hangat-hangat." bisik Devan
Meski bukan yang pertama kali, tapi Prima selalu memiliki rasa sedikit gugup saat Devan menggodanya. Mereka berdua masuk kedalam kamar di kapal tersebut dan yang selanjutnya hanya mereka dan Tuhan yang tau.
///***///
Di Sisi Lain
Selama beberapa hari ini Zalfa marah pada Joo tanpa alasan. Joo sendiri bingung kenapa Zalfa marah dan tidak mau bertemu dengannya, padahal Joo sudah menyiapkan hadiah jam tangan untuk Zalfa tapi Zalfa malah marah dan tidak mau bertemu Joo.
///***///
Keesokan Harinya
Prima dan Devan sudah pulang. Mereka pulang hampir pukul 7 pagi. Untungnya Prima tugasnya malam, jadi masih bisa istirahat. Saat mengecek hp, ia baru tau kalau Joo mengirimkan banyak pesan padanya dan ada hampir 10 panggilan tak terjawab dari Joo juga.
Joo Jelek
Mak...
Mak..
Mak bales dong!
Woyy orangnya masih idup kagak?
Mak... Maaaakkkkk....
Ini orang amnesia apa? Punya hp kok gak di pake!
Woy bales kampret, penting ini!
Primaaaaaa.......
Woy masih bernafas nggak sih orangnya?
Prima
Apaan sih berisik!
Pagi-pagi udah spam orang aja
Joo Jelek
Lagian dari semalem gue chat kaga bales-bales
Prima
Lo pikir gue nganggur?
Joo Jelek
Bukannya biasanya gitu?
Prima
Sialan!!! Udah buruan ada apa?
Joo Jelek
Heh Zalfa kok kayaknya marah sama gue ya?
Prima
Trus hubungannya sama gue apa?
Joo Jelek
Woy lo itu temen gue apa kaga sih!! Temen susah itu ditanyain kek kenapa
Prima
Ya udah, teman kamu kenapa? Pacar kamu marah ya? Kok bisa?
Joo Jelek
Telat_-
Prima
Joo Jelek
Ya udah, kemaren kan kita beli jam tuh. Gue juga beliin buat si Zalfa, ya kan mau gue kasih yaudah gue main ke rumah dia. Dianya malah ngindar
Prima
Maksud?
Joo Jelek
Kayaknya dia marah sama gue. Dia selalu ngindarin gue di manapun. Gue anter gak mau, bahkan ketemu gue juga nggak mau:(
Prima
Lo ada salah apa sama dia?
Joo Jelek
Maka dari itu, gue sendiri nggak tau apa salah gue. Terakhir kita ketemu itu 4 hari yang lalu, sebelum lo ngajak gue hang out
Prima
Ya udah, sana minta maaf
Joo Jelek
Ya kalo dia mau ketemu, gue udah minta maaf dari kemaren-kemaren lah mak
Prima
Ya udah, terima aja nasib lo
Joo Jelek
Lo peka dikit ngapa sih jadi temen! Nggak liat temen susah apa? Gue blok juga lama-lama nomer lo
Prima
Blok aja, gue nggak rugi. Toh yang butuh kan lo
Joo Jelek
Ya ampun maakkk peka dikit ngapa T_T
Prima
Ya lo mau gue ngapain? Lo pikir gue ini pakar cinta? Biasanya kan yang tau masalah ginian kan lo
Joo Jelek
Kali ini gue bingung sendiri karena gak tau salah gue apa
Prima
Ya udah trima aja nasib lo
Joo Jelek
Maakkk saran lo bikin gue putus asa semua T_T
Prima
Trus mau ngapain?
Joo Jelek
Ya ngapain kek, kasih saran yang bagus!
Prima
Jangan nyerah, tanyain terus ke dia apa salah lo! Jangan bunuh diri. Sekian terima kasih
Joo Jelek
Oke setidaknya itu berguna daripada nggak sama sekali
Prima
Oke bye
Joo Jelek
Dasar temen nggak berperasaan_-
Prima turun untuk mencari sesuatu, tapi tiba-tiba lupa apa.
"Tadi mau nyari apaan ya kok lupa?" tanya Prima
Prima melihat Tio datang kerumahnya, Prima bertanya pada Tio.
"Nyari siapa Tio?" tanya Prima
"Uhm itu nyonya, Rina nya ada?" tanya Tio basa-basi
"Ada itu di dapur, nggak nyari mas Devan nih?" tanya Prima
"Tidak nyonya, katanya tuan akan berkerja dari rumah hari ini." ucap Tio
"Oh gitu, yaudah saya panggilkan Rina dulu ya." ucap Prima
"Iya nyonya," ucap Tio
Prima berjalan menuju dapur untuk mencari Rina. Ternyata Rina sedang membersihkan dapur.
"Mbak Rin ada yang nyariin tuh," ucap Prima
"Siapa dek?" tanya Rina
"Lihat aja sana diluar, ditunggu tuh." ucap Prima
Rina keluar untuk melihat siapa yang mencari. Tumben ada yang mencarinya.
"Mas.... Tio..." kaget Rina
Melihat Tio, Rina ingin berbalik dan pergi namun tangannya di tahan oleh Tio.
"Rina.... Rina... Tunggu aku mau jelasin sesuatu," ucap Tio
"Nggak usah," jawab Rina ketus