My Sexy Wife

My Sexy Wife
Kabar



"Kenapa? Apa ada yang melindunginya?" tanya Reyhan dengan nada mengejek


"Tidak! Tapi kau tidak akan sekejam itu, kau itu orang yang baik dan lemah. Tidak akan melakukan hal seperti itu," jawab Laras percaya diri


"Hahahaha.... Dan sayangnya kau salah! Pernah dengar, kalau orang jahat terlahir dari orang baik yang tersakiti? Sepertinya itu bisa berlaku padaku," jelas Reyhan


"Tidak, kau bahkan tidak tega menyakiti siapapun. Kau melakukannya karena marah!" bantah Laras


"Mari kita buktikan apakah aku masih bisa baik padamu, pada wanita yang berani berusaha merusak perusahaan keluarga ku, hendak menghancurkan hubungan ku dengan Sarah bahkan sekarang berani main gelap dengan meneror ku?" jelas Reyhan


"Teror? Teror apa? Aku tidak tau apa-apa Rey!" bantah Laras


Reyhan hanya tersenyum dengan senyuman seringainya. Hal tersebut malah lebih menakutkan dari pada saat Reyhan marah, untuk Laras khususnya.


"Lihat ini?" tanya Reyhan sambil menunjukkan sebatang rokoknya


"Ma mau apa kau?" tanya Laras yang mulai ketakutan


"Apa kau tau jika api itu panas?" tanya Reyhan


"Apa yang akan kau lakukan Rey!" bentak Laras


"Oh, masih berani membentakku?" tanya Reyhan dengan rahang yang semakin mengeras karena marah


Reyhan mendekatkan rokoknya dengan paha Laras. Reyhan sengaja menempelkan rokoknya ke rok Laras yang semakin berlubang.


"Oh tidak! Rok mu berlubang, sepertinya kita perlu membuat paha mu yang seperti itu," ancam Reyhan


"Tidak... Jangan!" tolak Laras


Sekuat apapun Laras memberontak, itu tidak ada artinya. Kaki dan tangannya terikat, ia hanya bisa menahan sakit saat Reyhan benar-benar menempel kan rokoknya ke paha Laras.


"Aahh...." teriak Laras


Reyhan sengaja memang tidak membuat Laras terluka parah, hanya menempelkan sedikit hingga kulitnya melepuh.


"Oh sorry, aku tidak sengaja. Perlu aku ulangi?" tanya Reyhan


"Tidak... Jangan...." tolak Laras


"Jangan bergerak atau rokok ini akan mengenai wajah cantikmu itu!" kesal Reyhan


"Baik.. Baik-baik, akan ku katakan!" ucap Laras pasrah


Tio yang tadinya mendengar Laras menjerit pun akhirnya bergegas masuk. Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Reyhan yang biasanya cuek pada sekitar, dan selalu bersikap baik pada keluarganya kini berani menyakiti seorang wanita. Laras hanya duduk lemas dengan air mata yang terus mengalir karena kulitnya yang melepuh perih.


"Tuan Muda.... Apa yang anda lakukan?" tanya Tio


"Tenanglah, aku tidak akan membunuh j*lang kecil ini! Terlalu mudah jika dia mati," ujar Reyhan


"Tuan bisa marah!" peringat Tio


"Entahlah, peringatan apapun itu sudah tidak mempan lagi untukku sekarang!" tegas Reyhan


"Tapi Tuan Muda..." larang Tio


"Keluar!" pinta Reyhan


"Tapi..."


"KELUAR!"


"Saya harap anda lebih dewasa dalam mengahadapi semuanya, saya keluar dulu!" ucap Tio


"Laras... Tidak ada yang bisa menyelamatkan mu lagi selain aku dan Tuhan. Sayangnya takdir tidak sedang berpihak padamu! Katakan siapa orang di belakang semua ini!" tegas Reyhan


"Aku tidak tau,” jawab Laras sambil menunduk


"Aku tidak bermain-main denganmu Laras!" tegas Reyhan


"Aku juga tidak bercanda Reyhan!" sentak Laras


"Hahahaha.... Sekarang sudah berani membentakku lagi? Sepertinya kulitmu memang tahan api ya," ancam Reyhan


"Tidak! Jangan! Aku berkata yang sebenarnya pada mu!" jelas Laras


"Jelaskan!" tegas Reyhan


"Aku tidak tau siapa dia! Dia selalu datang dengan banyak info di tangannya, tidak pernah menampakkan wajah. Bahkan untuk suara, ia menggunakan alat pengubah suara di lehernya. Aku benar-benar tidak bisa mengenalinya!" jelas Laras


"Jika kau tidak mengenal nya, kenapa kau mau percaya padanya? Bahkan mengikuti semua skenario yang dibuatnya?" tanya Reyhan


"Karena aku dendam padamu! Aku benci padamu!" jawab Laras


"Oh, dan sayangnya kau hanya seorang pion Laras! Dan selamanya akan jadi pion, kau sama sekali belum masuk dalam permainan!" peringat Reyhan


"Tidak! Dia mempercayaiku seperti aku mempercayai nya, dia bahkan juga menjaga adikku dan membiayai semua pengobatan adikku!" ucap Laras


"Adikmu memang masih bisa sekolah, dan dia juga bisa di operasi. Namun setelah itu kau masuk penjara, lalu siapa yang akan merawat adik kecilmu itu? Laras... Laras... Kau terlalu bodoh untuk mengikuti permainan seperti ini!" tegas Reyhan


"Tidak... Dia tidak mungkin berbohong," ucap Laras tak percaya


"Jika kau berhasil maka dia akan sukses, dan jika kau gagal maka kau akan masuk penjara. Wahh... Benar-benar alur yang menyenangkan," ucap Reyhan


"Tidak..."


Kau nikmati saja hari-hari kebebasan mu ini sebelum masuk penjara ya! Bye pion!" ledek Reyhan sambil berdiri dan pergi


"Tunggu!" panggil Laras


"Apa?" tanya Reyhan tanpa berbalik


"Jangan sakiti adikku!" pinta Laras


"Oh, wanita seperti mu ini juga bisa minta maaf kah?" ledek Reyhan


"Semua tergantung perilakumu ke depannya!" jawab Reyhan


"Aku mohon! Jangan sakiti adikku!" teriak Laras yang tidak di gubris Reyhan


Laras tak percaya dengan apa kata-kata Reyhan. Di butakan oleh dendam pada Reyhan dan juga butuh uang pengobatan untuk adiknya. Sebagai gantinya ia harus mendekam dengan dinginnya malam di balik jeruji besi saat gagal. Apakah semua setimpal?


Reyhan keluar dengan ekspresi wajah datar tak terbaca, semua bodyguard hanya menduga-duga apa yang barusan di lakukan pada Laras hingga Laras berteriak kesakitan seperti tadi. Reyhan mengambil ponselnya dan menghubungi Devan.


"Halo dad!"


"Halo ada apa Rey? Apa ada yang penting? Daddy ada meeting 5 menit lagi!"


"Aku punya berita menyenangkan,"


"Apa itu?"


"Aku mendapatkan informasi dari Laras dad!"


"Oh benarkah? Kabar bagus jika akhirnya wanita itu mau buka mulut"


"Lalu sekarang aku harus apa dad?"


"Tunggu saja daddy di rumah nanti malam! Daddy mau meeting dulu!"


"Baiklah,"


Reyhan hanya diam, ia masuk ke kamarnya dan baru ingat kalau dia belum mendapatkan kabar apapun tentang Sarah. Ia pun segera menghubungi Wildan.


Reyhan


Dan...


Wildan


Ya kak?


Reyhan


Bagaimana keadaan kakak mu?


Wildan


Tidak cukup baik kak


Reyhan


Apa? Kenapa? Ada apa? Apa yang terjadi?


Wildan


Kak Sarah terkena demam berdarah


Reyhan


Apa? Apa hasil tes darahnya sudah keluar?


Wildan


Sudah kak, barusan


Reyhan


Lalu bagaimana dengan Sarah sekarang? Apakah sudah bangun?


Wildan


Tadi bangun sebentar lalu kembali tidur


Reyhan


Oh, lalu apa dokter sudah menanganinya?


Wildan


Sudah kak, hanya saja Kak Sarah terus menerus lemas. Sebentar bangun dan tidur lagi, sebentar bangun dan tidur lagi


Reyhan


Tidak apa, biarkan di istirahat


Wildan


Iya kak


Reyhan


Maaf sepertinya hari ini aku tidak bisa ke rumah sakit. Aku masih ada urusan yang belum selesai


Wildan


Tidak apa kak, selesaikan urusanmu dulu


Reyhan


Terima kasih pengertian mu


Wildan


Sama-sama kak


"Hah... Sepertinya aku harus memberi tau mommy tentang ini. Mungkin dia belum tau, tapi apa dia akan merespon ku?" gumam Reyhan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏