
Note: Dengarkan lagu\=
'Mad Clown, Kim Na Young - Once Again'
Biar geregetan 😂
***
Wildan berjalan mendekat, ia berjongkok untuk melihat wajah Evelyn. Namun pandangannya malah tertuju ke telapak tangan Evelyn yang merah semua.
"Bagaimana bisa? Apa dia terluka?" gumam Wildan
Wildan pergi kembali masuk ke kamarnya untuk mengambil sesuatu. Ia keluar dengan kotak P3K di tangannya. Ia berjongkok dan mengoleskan salep ke tangan Evelyn yang memerah.
"Sepertinya... Ini luka bakar, apa mungkin saat memasak?" gumam Wildan
Wildan berdiri untuk mengembalikan kotak P3K di kamarnya, lalu ia mengangkat tubuh Evelyn dan memindahkannya ke kamar Sarah.
///***///
Di Kamar Sarah
Wildan meletakkan tubuh Evelyn dengan hati-hati di atas ranjang kamar Sarah. Menyelimutinya lalu memberikan sebuah kecupan lembut di dahi Evelyn.
"Terima kasih karena mau menemaniku saat aku sakit, dan maaf membuat tanganmu jadi terluka," gumam Wildan
///***///
Di Bandara
Hari keberangkatan Adit di percepat, mendengar kabar kalau Adit ada di bandara, Devina langsung bergegas secepat mungkin menuju bandara.
"Kak... Moga-moga kamu belum berangkat!" gumam Devina sambil berlari
Devina celingukan melihat kanan-kiri, ia mencari-cari dimana Adit. Karena tidak ketemu, ia menelfon Galang.
"Halo kak!"
"Halo... Ada apa Dev? Udah di bandara"
"Udah kak... Aku mau tanya, posisi sekarang di mana? Aku cariin nggak ketemu!"
"Kamu ada di mana? Aku ke situ!"
"Ok... Dekat pintu masuk bandara! Aku tunggu kamu di sini aja!"
"Ok bentar!"
Tak butuh waktu lama, Galang dan Silvy datang menghampiri Devina yang sedang menunggu di dekat pintu masuk bandara.
"Dev..." panggil Galang
"Kak!" jawab Devina
"Yuk buruan! Keburu Adit berangkat!" ujar Silvy
"Yuk!"
Mereka bertiga pergi ke tempat Adit menunggu, terlihat Adit sedang duduk gelisah di kursi tunggu.
"Kak Adit..." panggil Devina
Adit menengok, "Devina!"
Adit langsung berdiri dan memeluk gadis kecilnya itu.
"Kok cepet banget sih kak? Bukannya masih 3 hari lagi?" tanya Devina cemas
"Maaf ya... Aku sendiri juga nggak tau! Tiba-tiba aja udah di kasih tiket, trus suruh berangkat!" jelas Adit
"Aku belum siap ditinggal sekarang!" ucap Devina memelas
"Maaf... Jangan terlalu sedih, tiap liburan nanti aku pasti pulang ke sini!" jawab Adit
"Tapi 2 tahun itu lama..." keluh Devina dengan mata berkaca-kaca
"Eh.. Jangan nangis dong, hapus dulu air matanya," ucap Adit sambil mengusap ujung mata Devina
"Aku belum siap..."
Devina memeluk Adit erat, Devina belum siap LDR untuk sekarang. Awalnya Adit berkata kalau keberangkatannya masih 3 hari lagi, tapi tiba-tiba Devina di telfon Galang kalau Adit akan berangkat sekarang.
Galang dan Silvy hanya memandangi mereka berdua dari jauh. Mama papa Adit pun datang dan melihat mereka berdua berpelukan.
"Jangan pergi... Jangan pergi kenapa sih? Kalo papa kamu nggak restuin kita, kita putus aja nggak papa. Asal kamu jangan pergi hiks..." tangis Devina
"Jangan... Aku nggak mau putus sama kamu!" bantah Adit
"Percuma juga, punya hubungan tapi nggak punya restu orang tua hiks..." tangis Devina
"Nggak Dev! Aku bakal berjuang biar hubungan kita bisa lanjut! Apapun itu halangannya!" tegas Adit
"Berjuang gimana lagi? 2 tahun kak... 2 tahun nggak sebentar, lagipula aku ini masih belum se-dewasa kamu. Bisa aja aku bosen atau pindah lain hati," jawab Devina
"Tapi..."
"Jangan berpikir yang buruk-buruk dulu! Hubungan ini pasti bisa lanjut kok! Percaya sama aku," jawab Adit
"Mungkin saja selama ini... Papa kamu nggak suka sama aku, bukan karena hubungan kita. Aku bukan tipe menantu yang dia inginkan," jawab Devina
"Ngomong apa sih! Nggak mungkin, kamu itu gadis yang sempurna. Kamu cantik, baik, ramah, pintar, cerdas dan kamu juga berasal dari keluarga yang terhormat. Hanya orang bodoh yang tidak suka padamu," jelas Adit
"Tapi..."
"Udah jangan nangis lagi ya! Biarin aku berangkat, biar bisa pulang lebih cepat juga," jawab Adit sambil mengelus rambut Devina
Devina kembali memeluk Adit, kali ini tangisannya benar-benar pecah. Adit juga membalas pelukan Devina. Adit menahan air matanya, hatinya tidak rela harus berpisah dengan gadis kecilnya.
"Dit... Udah mau berangkat loh pesawat kamu," ujar Galang
"Oh iya kak," jawab Adit
Devina melepaskan pelukannya, ia memandang Adit dengan tatapan memelas. Adit hanya tersenyum manis seolah hatinya baik-baik saja.
"Jangan nangis lagi ya honey... Kalo aku berangkat sekarang, berarti aku akan pulang lebih cepat 5 menit. Semakin cepat semakin baik kan?" tanya Adit
Devina menahan air matanya, ia mencoba mengerti dan menghilangkan rasa Insecure yang sedang ia rasakan kini.
"Ya udah... Kamu baik-baik di sana, jangan aneh-aneh! Cepetan pulang!" pinta Devina
"Siap bos!" jawab Adit dengan senyumannya yang mengembang
"Ayo.. Aku antar," ujar Devina
Tuhan... Kuatkan hatiku! - Batin Devina
Sampai jumpa 2 tahun lagi di pelaminan, Devina... Tunggu aku pulang dan kita akan segera menikah! - Batin Adit
Adit dan Devina berjalan bersama, sementara Galang, Silvy, Mama dan Papa Adit mengikuti dari belakang.
"Ma... Adit pamit, doakan Adit sukses ya!" ucap Adit
"Selalu nak.. Selalu!" jawab Mama Adit
"Pa... Adit berangkat, maaf kalo Adit sering buat masalah selama ini," ucap Adit
"Iya, belajar yang benar ya," ucap Papa Adit
"Kak Galang... Kak Silvy... Aku berangkat! Sampai jumpa lagi..." ucap Adit
"Iya Dit," jawab Silvy
"Hati-hati dik! Fokus sama tujuan kamu, berdoa sama Tuhan... Biar tujuan kamu tercapai," jawab Galang
"Iya kak..."
Adit datang menghampiri Devina yang sudah berkaca-kaca sejak tadi.
"Honey... Aku berangkat dulu ya, kamu jangan deket-deket sama cowok lain di sini," ucap Adit melucu
"Iya..."
"Doakan aku berhasil, supaya aku lebih cepat pulang!" ujar Adit
"Iya,"
"See you..." ucap Adit sambil memeluk Devina
"See you too..."
Mereka berpelukan sejenak dan Adit mulai menarik kopernya untuk segera masuk ke dalam pesawat.
"Daahh semua..." ujar Adit
"Dah..."
"Hati-hati!"
"Kalau sudah sampai, segera kabari mama!"
"Jangan aneh-aneh di sana!"
"Dahh semua..."
"Daahh...."
Adit mulai melangkahkan kakinya untuk pergi, ia berbalik badan lalu menghela nafas panjang. Berharap kalau ini yang terbaik.
"Adit..." panggil Papa Adit
"Ya pa?" tanya Adit sambil berbalik
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏