My Sexy Wife

My Sexy Wife
Sakit (4)



"Sar... Aku nggak pernah ada hubungan sama Laras! Percaya sama aku!" pinta Reyhan


"....."


"Kenapa kamu lebih percaya sama orang lain sih?" kesal Reyhan


"Aku percaya pada apa yang aku dengar dan aku lihat," jawab Sarah


"Lalu kenapa kau tidak mendengarkan aku?" tanya Reyhan


"....."


"Ah sudahlah, aku pergi! Jaga dirimu baik-baik, segera kabari aku saat kau sudah percaya pada ku," jawab Reyhan


"Rey..." gumam Sarah


Reyhan sedikit kesal karena Sarah lebih percaya pada perkataan Laras. Mungkin biasa saja untuk Sarah, tapi itu menyakitkan untuk Reyhan.


Reyhan berbalik dan hendak pergi agar Sarah bisa berpikir lebih jernih, namun saat baru melangkahkan kakinya, tangan Sarah menariknya.


"Tunggu...." lirih Sarah


Reyhan terkejut, ia berbalik dan menatap Sarah penuh kehangatan.


"Kalau begitu bisakah kau memberiku penjelasan?" tanya Sarah


"Baiklah, aku dan Laras itu tidak ada hubungan apapun Sar!" jawab Reyhan


"Lalu kenapa dia berkata seperti itu, bahkan dia juga memanggilmu sayang?" tanya Sarah


"Karena dia itu menginginkan hartaku," jawab Reyhan


"Maksudnya?" tanya Sarah


"Saat aku masih mencari mu dulu, dia datang dan mengaku-ngaku sebagai kau. Dia memanfaatkan semuanya, dia juga menghabiskan banyak hartaku, untungnya aku kaya. Jadi tidak bangkrut karena Laras. Dan setelah aku mengetahuinya, aku meninggalkan dia. Sepertinya dia punya dendam denganku," jelas Reyhan


Emm.... Memberikan penjelasan tapi masih sempat pamer ya - Batin Sarah


"Tapi kenapa dia masih mengejar mu?" tanya Sarah


"Entahlah, mungkin dia masih marah karena tiba-tiba ku usir dan tidak ku beri uang sepeser pun," jawab Reyhan


"Apa kau yakin tidak punya perasaan untuknya? Dia cantik," ujar Sarah


"Jika aku menyukainya, kenapa aku masih di sini bersama mu?" tanya Reyhan


Aahhh... Apa lagi yang harus ku tanyakan? Aku kehabisan topik pembicaraan - Batin Sarah


Dia sudah memaafkan aku kah? - Batin Reyhan


"Ummm.... Apa kau lapar?" tanya Sarah


Ah pertanyaan apa itu? - Batin Sarah


"Lumayan," jawab Reyhan


"Su sudah makan?" gugup Sarah


"Belum, sekarang bisakah aku yang ganti bertanya?" tanya Reyhan


"Tanya apa?" tanya Sarah


"Bagaimana kau bisa sampai seperti ini?" tanya Reyhan


"Aku...."


Flashback On...


Setelah mendengar suara Laras yang memanggil Reyhan 'Sayang', Sarah langsung pulang ke rumah. Tanpa menyapa adiknya, ia langsung masuk ke dalam kamar dan menguncinya.


"Kenapa... Kenapa tidak jujur saja? Aku tau bagaimana rasanya jadi korban. Bagaimana perasaan ibuku saat ayah mempunyai istri lain, dan sekarang aku menjadi perusak hubungan Reyhan dengan Laras?" gumam Sarah dengan rasa bersalah


Tidakkah Reyhan berpikir kalau ketidak jujuran ini membuatku sakit hati - Batin Sarah


Sarah terus-menerus merasa bersalah, ia pikir Reyhan dan Laras itu memiliki hubungan yang baik sebelum Reyhan mengenalnya.


"Rasa bersalah ini terus-menerus membayang-bayangi ku," gumam Sarah


Sarah pun mengambil ponselnya lalu memasang earphone di telinganya. Mendengarkan musik, membuatnya lebih tenang. Perlahan mata Sarah tertutup, saat tidur pun tidak nyenyak. Ingatan-ingatan mengenai hancurnya hubungan ayah dan ibunya kembali membayangi hati Sarah.


.


.


.


Sarah terbangun di pagi hari dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya. Ia masih resah tentang hubungan Reyhan dan Laras. Perutnya terasa perih namun tak kuat untuk bangun, bahkan sekedar bersuara pun sudah tidak ada tenaga.


Wildan.... Kakak tolong kamu buka pintunya.... - Batin Sarah


Pelan-pelan Sarah memejamkan matanya dan jatuh pingsan, karena pintu kamarnya di kunci, Wildan tidak bisa apa-apa. Dan saat Wildan memanggil Sarah, tidak ada jawaban karena Sarah sedang pingsan di dalam sana.


Flashback Off...


Sarah menjelaskan semuanya dari awal, Reyhan terkejut saat tau bahwa Sarah benar-benar terbebani oleh masalah seperti ini.


"Apa kau masih merasa sakit?" tanya Reyhan dengan nada yang penuh kekhawatiran


"Tidak, aku sudah lebih baik sekarang," jawab Sarah


"Kau belum makan kan? Sini aku suapin," tawar Reyhan


"Tidak usah, aku bisa makan sendiri," jawab Sarah


"Hei kau ini masih sakit. Dan di mana-mana, yang sakit itu nurut sama yang sehat!" tegas Reyhan


"Aku bisa sendiri," jawab Sarah


"Aku bisa makan sendiri Rey," jawab Sarah


"Aahhh...." ucap Reyhan dengan sedikit memaksa


Karena di paksa oleh Reyhan, Sarah pun menurut dan mulai memakan buburnya sesuap demi sesuap sampai habis.


"Nah udah habis kan?" ucap Reyhan senang


"Iya," jawab Sarah


"Kamu tunggu bentar ya," pinta Reyhan


"Kamu mau ke mana?" tanya Sarah


"Ke luar sebentar kok, aku bakal balik lagi. Aku panggilin yang lain ya," ucap Reyhan


"Iya," jawab Sarah


Reyhan keluar dan mencari Wildan, Adit dan Devina. Mereka ada di luar ruangan menunggu sejak tadi sambil nguping.


"Ngapain?" tanya Reyhan


"Eh Kak Rey..." gugup Devina


"Kak Rey...." basa-basi Wildan


"Eh udah keluar... Udah kelar masalahnya?" basa-basi Adit


"Kalian ngapain?" tanya Reyhan


"Eh itu.... Anu.... Emm....." bingung Devina


"Lagi main petak umpet," sahut Adit


"Di rumah sakit?" tanya Reyhan yang merasa aneh


"Kita hoby main kok," jawab Adit


"Aneh... Kalian masuk sana temani Sarah, aku mau pergi sebentar," ujar Reyhan


"Mau ke mana Rey?" tanya Adit


"Kepo banget," jawab Reyhan


"Kan tanya," ujar Adit


"Gak ada alasan jawab," ucap Reyhan


"Dih mulai dingin lagi," cibir Adit


Reyhan hanya berlalu tanpa menghiraukan Adit yang mengomel karena tidak dihiraukan oleh Reyhan.


Reyhan berjalan menuju salah satu ruang dokter. Ia meminta bantuan pada dokter itu, dan mereka kembali bersama ke kamar Sarah di rawat.


"Selamat siang..." sapa dokter


"Siang.... Jadwal ganti infus ya?" tanya Devina


"Bukan, kalian semua keluar sebentar!" pinta Reyhan


"Lah kenapa? Baru aja masuk Rey," protes Adit


"Gak ada protes, keluar!" tegas Reyhan


"Ck," Devina berdecak


Semua pun keluar dan tinggal Sarah dan dokter yang ada di dalam.


"Lah Rey, kamu kenapa keluar juga?" tanya Adit


"Gak boleh?" tanya Reyhan


"Boleh kok, boleh..." jawab Adit


"Kak Sarah mau di apain kak?" tanya Wildan


"Di periksa doang," jawab Reyhan


"Oh," ucap Wildan


"Tapi kok semua suruh keluar? Hayo meriksa yang aneh-aneh yaa...." tanya Devina dengan nada penuh selidik


"Jangan mikir yang enggak-enggak!" ucap Reyhan sambil menjitak dahi Devina


"Ah sakit kak!" keluh Devina


"Aduuhh... Sakit ya? Sini aku tiupin biar nggak sakit lagi," ucap Adit


Adit pun langsung menarik Devina mendekat dan meniup dahi Devina lembut. Jantung Devina berdebar kencang, Reyhan menatapnya tak percaya dan Wildan menatapnya dengan tatapan iri karena jomblo.


"Jiwa jombloku meronta-ronta," sela Wildan


"Pamer kemesraan di muka umum melanggar hukum," sela Reyhan


"Hah? Kok bisa?" kaget Devina


"Masa?" tanya Adit


"Ya kalo kalian percaya, berarti b*go nya akut lah," cibir Wildan


"Emang kalian percaya?" tanya Reyhan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏