My Sexy Wife

My Sexy Wife
Receh



"Kenapa mikirnya gitu?" tanya Reyhan


"Ya... Kata temen-temenku, kakak mereka pada berubah setelah punya istri. Bahkan ada yang sampai sama sekali tidak memberi kabar. Kak Rey nanti bakal gitu?" tanya Devina


"Ya enggak dong Dev, mau Kak Rey nikah sekarang, besok ataupun nanti... Kak Rey nggak bakal berubah, Kak Rey bakal tetep jadi kakak buat kamu! Nggak akan pernah melupakan kamu!" jelas Reyhan


"Aku takut kakak berubah," gumam Devina yang didengar oleh Reyhan


"Percaya deh! Kakak nggak bakal berubah," ucap Reyhan sambil mengusap kepala Devina lembut


"Janji?"


"Kakak janji!"


Sebuah senyum terukir di wajah manis Devina. Devina senang Reyhan masih menjadi sosok kakak yang hangat dan baik sampai saat ini. Padahal bagi orang yang tidak mengenal Reyhan dengan baik, mereka akan berpikir kalau Reyhan itu balok es tanpa ekspresi. Kenyataannya, Reyhan memang dingin didepan orang lain namun sangat hangat di hadapan keluarga nya.


Setelah berkendara cukup lama dan terjebak macet beberapa kali, mereka berdua sampai di rumah Sarah.


Tok... Tok.... Tok....


Reyhan mengetuk pintu rumah yang sedang terbuka itu.


"Iya sebentar!"


Menunggu sebentar, seseorang datang dari dalam.


"Eh Kak Rey... Dev..." sapa Wildan


"Hai Dan... Kakakmu ada?" tanya Reyhan


"Ada kak, tapi tadi lagi keluar beli sayur bentar," jawab Wildan


"Oh gitu,"


"Masuk dulu Kak... Rey..." ucap Wildan yang mempersilahkan Reyhan dan Devina masuk ke rumah sederhana peninggalan ibunya.


Baru saja mereka bertiga duduk, Wildan sudah berdiri lagi dan hendak pergi ke belakang.


"Dan... Nggak usah repot-repot!" ujar Reyhan


"Aku nggak ngapa-ngapain kok, cuma mau ambil hp," ucap Wildan


Kraakk...


Terdengar suara batu yang retak dari hati Reyhan. Bukan apa-apa, hanya saja malunya setengah mati oi. Devina hanya cekikikan di samping Reyhan.


"Hahahaha...." tawa Devina


"Apa ketawa-ketawa? Gak lucu!" kesal Reyhan


Devina masih saja terus tertawa karena Reyhan yang pd-nya tingkat dewa. Sedangkan Reyhan sedikit tersenyum melihat adik kesayangannya itu tertawa senang.


Wildan kembali ke ruang tamu dengan nampan berisi 2 gelas syrup. Sedangkan Reyhan kesal sendiri.


Katanya cuma mau ambil hp? Nyatanya? Mau bikin aku malu ya! - Batin Reyhan kesal


"Katanya cuma ambil hp Dan?" tanya Reyhan


"Iya, ini HP-nya. Terus telfon Kak Sarah, katanya suruh bikin minuman. Ya udah aku bikinin," jelas Wildan


"Bisa nggak, jangan terlalu jujur?" kesal Reyhan


"Hah?"


Devina kembali tertawa mendengar kata-kata Wildan dan Reyhan. Reyhan yang pd-nya tingkat dewa dan Wildan yang jujurnya kelewat.


"Loh Reyhan udah ke sini pagi-pagi? Ada apa?" tanya Sarah yang baru datang


"Aku mau ajak kamu fitting baju," ajak Reyhan


"Sekarang?" tanya Sarah


"Iya,"


"Kok mendadak?" tanya Sarah


"Aku aja juga dibilanginnya dadakan sama mommy," jawab Reyhan


"Ya udah, aku ganti baju dulu!" ucap Sarah


"Wildan ikut nggak?" tanya Reyhan


"Nggak kak, aku mau kerjain tugas kuliah," tolak Wildan


"Oh ya udah," jawab Reyhan


.


.


.


.


Setelah selesai bersiap, mereka pergi ke butik yang sudah di arahkan oleh Prima. Prima memesan beberapa baju di sana agar bisa di pilih oleh Sarah dan Reyhan.


Ting...


Adit


Oi... Di mana mas bro?


Reyhan


Butik


Adit


Ngapain oi? Jualan baju?


Reyhan


Kok b*go sampe ke akar-akarnya ya!


Adit


Devina di mana?


Reyhan


Devina ikut gue


Adit


Oh, di mana posisi?


Reyhan


Queen Boutique


Adit


Tunggu bentar! Gue nyusul!


"Heran sama ni anak, hampir di setiap tempat, dia nyusul. Nggak ada kerjaan apa?" gumam Reyhan


.


.


.


20 Menit Kemudian


Setelah sekitar 20 menit, Adit pun sampai. Ia langsung menghampiri Reyhan.


"Hoi..." sapa Adit


"Udah nyampe? Ngapain nyusul ke sini?" tanya Reyhan


"Mau ajak Devina jalan-jalan! Sejak kejadian itu, dia nggak mau sama sekali keluar jalan-jalan seperti biasanya," jelas Adit


"Mau ajak ke mana? Jangan aneh-aneh! Dia belum benar-benar pulih!" tegas Reyhan


"Cuma jalan-jalan di tempat ramai, bukan tempat yang aneh-aneh! Boleh kan?" tanya Adit memelas


"Ya udah sana, pokoknya nanti pulang sebelum jam 12 siang!" tegas Reyhan


"Siap boss!" jawab Adit


Adit pun mengajak Devina untuk keluar jalan-jalan, setelah menyakinkan Devina, baru mereka pergi keluar. Pertama mereka berdua pergi ke taman kota.


///***///


Di Taman Kota


"Lihat... Kamu suka bunga kan?" tanya Adit


Devina hanya mengangguk tanpa suara, Adit pun punya ide. Ia pergi menyewa sebuah sepeda untuk 2 orang.


"Yuk...." ajak Adit


"?"


"Ayo keliling taman naik sepeda mumpung belum panas," ajak Adit


"Naik sepeda?" tanya Devina


"Ayo!" ajak Adit


Adit berusaha sekeras mungkin agar Devina bangkit dari keterpurukannya dan bisa pulih seperti sebelumnya.


Mereka menaiki sepeda bersama mengelilingi taman, Devina sering tersenyum melihat pemandangan indah taman bunga. Sedangkan Adit merasa berhasil dengan cara ini.


"Kau mau es krim?" tanya Adit


"Mau," jawab Devina


"Tunggu bentar ya," pinta Adit


Sett...


Devina langsung menarik tangan Adit yang hendak pergi membeli es krim.


"Jangan pergi!" pinta Devina


"Ya udah ayo ikut," ajak Adit


Adit mengajak Devina membeli es krim dan ia sengaja hanya membeli untuk Devina.


"Kelilingi yuk," ajak Adit


"Ayo," jawab Devina


Adit mengajak Devina berjalan-jalan sambil menikmati es krim. Cuaca hari ini sangat bagus karena tidak terlalu panas, banyaknya mendung sedikit menutupi sinar sang mentari.


Mata Devina tertuju pada penampilan musik jalanan di taman, ia datang mendekati pemusik jalanan itu. Adit mah hanya mengikuti saja kemana langkah Devina.


"Kamu suka musiknya?" tanya Adit


"Suka," jawab Devina


Mendengar jawaban 'suka' dari mulut Devina, Adit langsung maju ke tengah-tengah pertunjukan musik itu. Ia menari dan mengajak Devina berdansa, semua orang memandang mereka berdua sambil bertepuk tangan.


Saat lagu habis, Adit berjongkok dengan tangan terbuka lebar, berharap kalau Devina akan memeluknya. Namun realita tak seindah ekspektasi. Bukannya di peluk Devina, malah para penonton memberikan uang receh ke telapak tangan Adit.


"Woi! Di kira gue ngemis apa!" kesal Adit


Devina tertawa lepas melihat tingkah Adit saat di beri uang receh oleh para penonton pertunjukan.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Baca karya lain saya: My KETOS My Husband