
"Ni anak apa-apaan sih, demam K-Pop ya?" bingung Sarah
///***///
Di Kamar Wildan
Tingg...
Sebuah pesan masuk ke ponsel Wildan, Wildan langsung melihatnya karena takut jika penting.
+62xxxxx
Hai manis, nanti malem ada acara?
"Ni orang siapa sih? Papa minta pulsa ya," bingung Wildan
Wildan mengabaikannya dan memilih tidak menjawabnya.
+62xxxxx
Eh anj*r, nggak di bales!
Bales woi!
Kampret bales buruan bangjat!
Wildan
Apa sih? Ini siapa? Lagi nggak ada uang ini!
+62xxxxx
Uang? Buat apa?
Wildan
Udah deh, aku nggak daftar asuransi!
+62xxxxx
Wah parah
Ini gue!
Wildan
Siapa? Masa namanya 'Gue'?
+62xxxxx
Velyn!
Wildan
Oh sorry sorry, ada apa Vel? :)
+62xxxxx
Kok Vel? Jangan itu panggilnya, nanti di kira kain pel _-
Wildan
Ya udah, da pa Lyn?
+62xxxxx
Save nomor aku! Berkah loh ini bisa dapet nomor model terkenal
Wildan
Iya udah
Evelyn
Nanti malem ada rencana nggak?
Wildan
Nggak, kenapa?
Evelyn
Hang out yuk temenin aku
Wildan
Kemana Lyn?
Evelyn
Udah ngikut aja, bentar lagi kiriman aku sampe. Di pake ya!
Wildan
Iya-iya
Evelyn
Jangan lupa dandan yang ganteng!
Wildan
Iya Evelyn!
Tok... Tok... Tok....
Terdengar suara ketukan pintu dari luar, Wildan segera keluar untuk melihat siapa yang datang.
"Mas Wildan?"
"Iya saya sendiri," jawab Wildan
"Ini ada kiriman dari Mbak Evelyn,"
"Oh iya makasih," jawab Wildan sambil menerima kotak dari driver ojol itu
"Saya permisi dulu mas,"
"Oh iya pak," jawab Wildan
Wildan masuk sambil keheranan memegang kotak dari Evelyn itu.
Aku kan nggak kasih tau dia alamat rumahku, dari mana dia tau? - Batin Wildan
"Dari siapa Dan?" tanya Sarah
"Dari Velyn kak," jawab Wildan
"Oh, cie... Ada yang pdkt nih," ledek Sarah
"Apaan sih kak, kita cuma temenan kok!" elak Wildan
"Udah deh ganteng, kakak ini juga pernah muda. Kakak nggak larang kamu pacaran, asal tau batas! Jangan kelewat ok!" tegas Sarah
"Iya kak, aku masuk kamar dulu," jawab Wildan sambil masuk kamar
Seperti ada tombak yang menusuk dada Sarah saat dia memberikan masukan seperti itu pada adiknya, padahal dia sendiri juga tidak bisa menjaga diri tapi memberi masukan pada orang lain.
"Apa sih isinya," gumam Wildan
Wildan membuka kotak itu dan melihat ada satu set jas pria, saat di buka itu ukuran badan Wildan. Karena terkejut, Wildan langsung mengirimi pesan pada Evelyn.
Wildan
Ini semua apa?
Evelyn
Buat kamu, nanti malem pake ya!
Wildan
Buat apa dih Lyn?
Evelyn
Ntar malem aku jemput, kita berangkat bareng jam set. 8 ok ;)
Wildan
Tapi mau ke mana?
Pesan itu tak di balas oleh Evelyn, malah Devina yang mengirim pesan pada Wildan.
Devina
Dan... Nanti malem ikut aku yuk ke pesta ulang tahun putra temen daddyku
Wildan
Devina
Tumben? Mau ngapain?
Wildan
Nggak tau, tadi intinya di ajak aja sama Evelyn
Ck sialan, keduluan kan aku. Kalo gini caranya, nanti malem aku sama siapa? - Batin Devina
Devina
Ya udah kalo gitu
Wildan
Sorry Dev
Devina
Iya nggak papa :)
.
.
.
.
.
Di Sisi Lain....
"Trus nanti malem aku sama siapa? Masa sendiri, daddy udah sama mommy, kak Rey pasti sama kak Sarah. Masa aku sendirian kayak lauk," kesal Devina
Ya Tuhan bantu aku! - Batin Devina
Devina
Hai kak
Adit
Apa sayang? Kangen yah?
Devina
Nggak papa, liat kamu ketik kayak gitu aku jadi mual
Adit
Jangan mual dulu, mualnya nanti waktu mengandung anak kita aja
Devina
Innalilahi
Adit
Kenapa Dev? Siapa yang meninggal?
Devina
Semoga kamu selanjutnya :)
Adit
Hiks tega T_T
Devina
Kak nanti malem temenin aku dong
Adit
Kemana sayang?
Devina
Birthday party anak temen daddy
Adit
Jam berapa?
Devina
Set. 8
Adit
Ok sial ;)
Devina
Kok sial :(
Adit
Typo anj*r ^_^
Devina
Jangan sampe telat!
Adit
Siap baby
///***///
Malam Hari
Di Rumah Devan
Semua orang sedang berkumpul di ruang tamu pada pukul 7 malam.
"Dad... Mom, gimana? Dev cantik nggak?" tanya Dev sambil menunjukkan bajunya
"Cantik sayang," jawab Prima
"Putri daddy pake apa aja cantik kok," jawab Devan
"Kalo gitu boleh pake rok pendek?" tanya Devina
"Boleh, tapi besok roknya daddy gunting ya. Kayaknya kita kekurangan alat pel," ucap Devan yang membuat semua orang tertawa
Brruummm....
Suara mobil tiba, Reyhan mendongak dan melihat siapa yang datang.
"Itu kayaknya Sarah datang," ujar Reyhan
"Sana jemput," ledek Prima
"Apa sih mom," malu Reyhan
Reyhan berjalan hendak menjemput Sarah, namun langkahnya terhenti saat melihat Sarah turun dari mobil.
"Cantik sekali..." gumam Reyhan
Balutan dress hitam putih itu seolah memang di buat secara khusus untuk Sarah. Dress itu seperti melekat sempurna pada Sarah. Di tambah riasan natural yang ia pakai seperti sama sekali tak berlebihan. Perlahan Sarah berjalan mendekati Reyhan.
"Maaf aku terlambat ya?" tanya Sarah
"Ti tidak, kau... Tampak lebih dewasa saat seperti ini," lirih Reyhan
"Kau juga sangat tampan tau!" gumam Sarah
Sarah sejak tadi sebenarnya sangat kagum pada penampilan Reyhan malam ini. Tak seperti biasanya, Reyhan tampak lebih dewasa dengan penampilannya. Mereka seolah pasangan paling serasi di dunia ini.
"Uhm ayo masuk," ajak Reyhan
Reyhan mempersilahkan Sarah masuk, saat masuk Devina langsung memandang Sarah kagum. Devan hanya tersenyum ramah, sedangkan Prima terlihat sedikit sinis pandangannya.
Apa itu ibunya? Cantik sekali, pantas saja putra putrinya seperti ini. Tapi kenapa pandanganya seperti itu padaku? Apa ia tidak menyukaiku? - Batin Sarah gugup
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏