My Sexy Wife

My Sexy Wife
Kebenaran



Reyhan memaksa dirinya untuk memejamkan mata dan tidur. Ia benar-benar stress dan tidak tau harus apa.


"Kapan daddy dan mommy mereda marahnya, aku benar-benar ingin menjelaskan semuanya pada mereka," gumam Reyhan


Reyhan pun tertidur dengan pikiran penuh di otaknya. Meski matanya terpejam, otaknya tidak berhenti memikirkan hal-hal yang penting dan yang tidak penting.


///***///


Pagi Hari


Reyhan membuka matanya dan menatap langit-langit kamarnya, ia berpikir sejenak tentang apa yang harus ia lakukan hari ini.


"Apa yang sebaiknya aku lakukan?" gumam Reyhan


Reyhan beranjak bangun, ia mandi dan menyegarkan seluruh badannya. Setelah selesai mandi, ia turun untuk sarapan bersama di bawah.


///***///


Di Bawah


Semua anggota keluarga hanya mendiamkan Reyhan tanpa ada yang menyapanya. Saat Reyhan baru duduk, Prima langsung berdiri dan mengambil tas yang ada di sampingnya.


"Mas aku pamit," ucap Prima sambil mencium tangan Devan


"Bukannya jam masuk kerja kamu itu jam 8?" tanya Devan


"Mau berangkat lebih pagi, ada dokumen yang harus aku periksa," elak Prima


"Ya sudah, perlu aku antar?" tanya Devan


"Nggak usah mas, aku berangkat ya. Dev, baik-baik ya di rumah... Jangan main-main terus!" ucap Prima sambil mencium kening Devina


"Ok mom," jawab Devina


"Mommy pergi dulu," ujar Prima


Reyhan hanya diam mematung, Prima sama sekali tak menyapanya. Bahkan untuk sekedar melihat ke arah Reyhan pun tidak.


"Dad.. Aku berangkat dulu!" ujar Devina


"Mau ke kampus sekarang?" tanya Devan


"Iya," jawab Devina


"Nggak ke pagian?" tanya Devan


"Mau mampir ke toko buku dulu dad," ujar Devina


"Oh ya sudah, hati-hati!" pesan Devan


"Ok dad, Dev berangkat dulu!" ucap Devina sambil mencium tangan Devan


"Iya," jawab Devan


Reyhan baru hendak memakan makanan yang ada di piringnya, namun Devan sudah berdiri dari kursinya.


"Daddy tunggu kamu di ruang kerja!" tegas Devan


"Iya dad," jawab Reyhan


Devan pergi meninggalkan Reyhan, di ruang makan itu kosong. Hanya ada Reyhan yang sedang makan sendirian.


"Tuhan... Kau bisa menghukum ku dengan cara yang lain. Jangan biarkan keluarga ku mendiamkan aku, ini benar-benar menyiksaku!" gumam Reyhan


///***///


Di Ruang Kerja Devan


Devan sedang duduk di kursi kerjanya sambil menggeser-geser layar ponselnya.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk!" ujar Devan


"Ada apa dad?" tanya Reyhan


"Duduk!" tegas Devan


Reyhan pun duduk di sofa seperti yang Devan minta. Reyhan bingung harus mulai dari mana.


"Kenapa kau melakukan itu?" tanya Devan


"Hah?" bingung Reyhan


"Kenapa kau melakukan itu?" sentak Devan


"Aku tidak sengaja dad!" ucap Reyhan


Huhh....


Devan menghela nafas agar tidak mengambil keputusan yang salah, bagaimanapun semua sudah terjadi. Sekarang hanya bisa memperbaikinya.


"Aku tidak sengaja melakukannya dad!" jawab Reyhan


Brakk...


Devan menggebrak mejanya dengan keras hingga membuat Reyhan sedikit terkejut.


"Jelaskan semua dari awal sampai akhir!" pinta Devan


"Pertemuanku dengan Sarah hanyalah sebuah ketidak sengaja an," ujar Reyhan


"Lalu bagaimana kalian bisa saling kenal dan melakukannya?" tanya Devan


"Saat itu aku pergi ke club karena di paksa. Temanku Dio ulang tahun. Dio yang menjadi kandidat CEO perusahaan kita," jelas Reyhan


"Apa? Kenapa ada hubungannya dengan dia?" kaget Devan


"Kami berpesta di club, dan hanya aku yang tidak minum. Namun saat aku akan pulang, Dio memaksaku untuk minum. Karena terpaksa aku meminum 1 gelas, setelah minum itu aku merasa aneh. Ketika aku hendak keluar, aku bertemu dengan Sarah. Karena aku merasa sudah tidak nyaman, aku memesan sebuah kamar di hotel Dio. Dan tidak sengaja aku melakukannya dengan Sarah di sana," jelas Reyhan


"Jadi itu bukan kemauan mu?" tanya Devan


"Bukan dad! Aku di jebak, dan dari situlah aku semakin mengenal Sarah," ujar Reyhan


"Jadi kalian melakukannya karena pengaruh obat, dan itu juga karena jebakan? Lalu bagaimana dengan Sarah?" tanya Devan


"Awalnya aku hanya ingin bertanggung jawab pada Sarah, namun ia bersikeras menolaknya," ucap Reyhan


"Kau yakin dia wanita baik-baik?" tanya Sarah


"Iya dad! Bahkan saat itu aku mendapati dia masih virgin," ujar Reyhan


"Lalu?" tanya Devan


"Aku berusaha keras untuk bertanggung jawab, tapi dia menolak. Karena dia menolak, aku diam-diam membantunya lewat keuangan, dan takdir sedang bermain dengan ku. Kami bertemu kembali di perusahaan, ia bekerja di perusahaan sebagai Cleaning service," jelas Reyhan


"Lantas kenapa baru sekarang Sarah menerima mu?" tanya Devan


"Dia sangat-sangat menolak ku, bahkan amat sangat membenciku. Namun dia berkata padaku, dia akan menerima ku jika bertanggung jawab asal aku dan dia saling jatuh cinta," jelas Reyhan


"Lalu?" tanya Devan


"Awalnya aku hanya berusaha mendekatinya agar dia jatuh hati dan kami bisa menikah, namun ternyata sekarang kami malah saling jatuh cinta," jelas Reyhan


"......"


"Dad... Aku mohon restui hubungan kami dad," pinta Reyhan


"Masalah ini juga perlu di bicarakan dengan Sarah! Ajak Sarah bertemu dengan daddy nanti malam di restoran X!" pinta Devan


"Baik dad!" jawab Reyhan


"Lalu kenapa kau tidak mengatakan semuanya pada daddy?" tanya Devan


"Aku... Aku takut mengecewakan daddy dan mommy," ucap Reyhan sambil menunduk


"Tapi masalah tidak akan selesai jika kau pendam sendiri, walau kau cerdas dan otakmu lebih pintar dari daddy, untuk masalah seperti ini daddy dan mommy lebih berpengalaman Rey! Karena daddy dan mommy hidup lebih lama dari pada kau," jelas Devan


"Maaf dad," ucap Reyhan sambil menunduk


"Daddy masih kecewa padamu, tapi ya sudahlah... Semua sudah terjadi, mau di apakan lagi? Yang kita bisa sekarang hanya memperbaikinya," ucap Devan


"Iya dad," jawab Reyhan


"Lebih baik kau bujuk saja mommy mu. Dia memiliki watak yang lebih keras kepala dari pada daddy. Semakin lama kalian saling diam, akan semakin buruk hubungan kalian!" pinta Devan


"Baik dad, aku akan berusaha!" ucap Reyhan


"Tunggu... Jangan bilang kalau masalah ATM mu yang hilang itu juga karena Sarah?" tanya Devan


"I iya dad," jawab Reyhan


"Untuk apa uang sebanyak itu?" tanya Devan


"Saat itu ibu Sarah sedang sakit, dan dia butuh biaya operasi yang besar. Dan dia terpaksa melakukan itu," jelas Reyhan


"Lalu kau tidak menyelidikinya?" tanya Devan


"Aku susah payah menyelidiki semuanya, tapi koneksi daddy terlalu banyak sampai aku benar-benar simalakama. Aku hampir tidak tau harus apa, mata-mata daddy itu di mana-mana!" kesal Reyhan


"Meski mata-mata daddy itu banyak, tapi tetap ada yang daddy tidak tau kan? Jangan sampai kau mengecewakan daddy lagi!" pinta Devan


"Iya dad... Lalu bagaimana dengan Laras?" tanya Reyhan


"Laras...."


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Laras enaknya di apain Kuy! Komen di bawah!