
Siang hari mereka kembali ke Jakarta. Saat di mobil, Arga mengirim pesan pada Aurel.
Arga
Rel, gimana? Besok ayah pulang cepat ya! Biar kamu nggak sendirian
Aurel
Gal usah yah, aku nyaman disini. Ada kak Devan sama Zalfa yang nemenin
Arga
Jangan, biar ayah pulang! Jangan ngerepotin mereka
Aurel
Gak usah ayah, ayah santai aja selesai in urusan di sana. Lagian aku udah gede yah!
Arga
Ya udah kalo itu mau kamu. Mungkin ayah balik 1 minggu lagi!
Aurel
Siap yah!
Sip ayah baliknya masih lama, kesempatan aku buat rebut Kak Devan semakin lama - Batin Aurel
///***///
Di Jakarta
Di Rumah Devan
"Huah.. Akhirnya sampai rumah juga," ucap Prima
"Yuk masuk," ucap Devan
"Kak tunggu," ucap Aurel
"Rel kamu udah dewasa, kamu keluar sana cari penginapan selama ayah kamu belum pulang. Atau aku kasih uangnya, masa mau disini terus," kesal Devan
"Kak aku cuma 1 minggu lagi kok disini, abis itu aku pergi!" ucap Aurel
Devan ingin marah karena merasa Aurel selalu mengganggu quality time nya dengan Prima. Namun Prima mengenggam tangan Devan sambil tersenyum.
"Haih ya sudah, 1 minggu! Aku ingat kata-kata mu!" ucap Devan
///***///
Di Kamar
"Kamu kenapa biarin dia disini sih!" kesal Devan
"Mas, cewek kayak dia nggak bakal pergi kalau kamu usir. Bahkan jika dia pergi, dia akan tetep ganggu kamu kalo nggak di kasih pelajaran!" ucap Prima
"Trus mau kamu gimana?" tanya Devan
"Hmm.. Biarin aja dia disini, paling juga mau berusaha saingin aku!" ucap Prima
"Dia nggak ada apa-apanya dibanding kamu sayang," ucap Devan sambil memeluk Prima
"Aku tau, sudah ayo istirahat besok kerja lagi!" ucap Prima
"Nggak mau kerja yang lain dulu nih?" tanya Devan
"Kerja apa?" tanya Prima
"Kerja nyata, yang panas!" bisik Devan
Prima tersenyum sambil mengangkat salah satu alisnya. Devan langsung mengangkat tubuh Prima dan menaruhnya di atas kasur. Sore itu mereka berolahraga kembali sampai benar-benar lemas.
///***///
Malam Hari
Mereka makan malam, Devan berbagi piring dan menyuapi Prima sampai habis. Entah kenapa malam ini Prima benar-benar manja, dari ingin rambutnya dikeringkan Devan, makan disuapi Devan, menonton film sambil bersandar di pundak Devan sampai bolak-balik mencium pipi Devan. Devan pikir karena ingin membuat Aurel cemburu.
Aurel yang melihatnya langsung marah dan pergi ke kamar. Prima tak menghiraukannya, ia malah semakin manja pada Devan sampai Devan keheranan dengan sikap Prima malam ini karena tak seperti biasanya. Sementara di dapur, Tio sedang sibuk membujuk Rina agar mau balikan.
///***///
Pagi Hari
Hari ini Prima ada jadwal operasi malam jadi paginya masih di rumah. Hari ini Prima bangun agak siang, entah kenapa jam 8 pagi baru bangun. Saat bangun ia melihat Devan sudah rapi dengan jas nya.
"Mau kerja mas?" tanya Prima
"Iya, tumben baru bangun?" tanya Devan
"Nggak tau," ucap Prima
Prima berdiri lalu memeluk manja Devan, Devan masih bingung dengan sikap Prima.
"Jangan kerja, hari ini aku pengen kamu di rumah!" pinta Prima manja
"Kenapa?" tanya Devan keheranan
"Nggak tau, cuma pengen kamu di rumah!" ucap Prima
"Ya sudah, aku ngomong ke Tio dulu!" ucap Devan
"Aku ikut turun," ucap Prima
Mereka berdua turun ke bawah untuk menemui Tio. Sudah jadi kebiasaan sekarang kalau Tio akan selalu datang ke rumah untuk menjemput Devan sekaligus apelin Rina yang masih belum mau balikan dengan Tio.
"Kamu ini pergi sana, gak ada kerjaan ya dari tadi ngintil aja," kesal Rina
"Kerjanya masih nanti," Tio sambil mengikuti kemanapun Rina pergi
"Kau ini fans apa apaan sih ngikut aja kemana-mana! Sana pergi!" kesal Rina
"Aku calon suamimu," ucap Tio
"Tio," panggil Devan
"Ya tuan," jawab Tio
"Kamu pergi ke kantor, hari ini aku mau di rumah. Handle semua pertemuan dan pekerjaan untukku," ucap Devan
"Hah? Baik tuan," bingung Tio
Tuan ini apa tidak melihat situasiku, baru saja Rina mau berbicara padaku malah disuruh pergi kerja - Batin Tio
"Tunggu apa lagi? Sana pergi," ucap Devan
"Baik tuan," ucap Tio berat hati
Tio pergi, Rina menyiapkan sarapan lalu Aurel keluar.
Loh Kak Devan nggak kerja? Kesempatan bagus - Batin Aurel
Mereka sarapan bersama lalu Prima memecah keheningan.
"Mas kamu olahraga dong," ucap Prima
"Hah?" bingung Devan
"Iya, aku pengen lihat kamu olah raga. Ayo olah raga bersama," ajak Prima
"Tumben," ucap Devan
"Kita kan nggak pernah olah raga bareng, tiap aku ke gym pasti gak ajak. Padahal alat gym di rumah juga lengkap," kesal Prima
"Dulu siapa yang larang aku, katanya gak boleh masuk ke sana?" tanya Devan
"Hmm iya juga, yaudah sekarang boleh. Abis sarapan ya," ucap Prima
"Ntar nggak sakit perut kamu?" tanya Devan
"Ini makannya sedikit aja, ntar habis olahraga baru lanjut." ucap Prima
"Ya sudah," jawab Devan
Kesempatan bagus untuk menunjukkan bahwa aku lebih seksi darinya - Batin Aurel
Selesai makan mereka berganti pakaian. Devan terlihat macho dengan singlet hitam dan training pendeknya. Sementara Prima terlihat benar-benar seksi dengan celana ¾ dan singlet biru dongker.
///***///
Ruang Olahraga
"Wah kau benar-benar seksi, kau mau olah raga atau menggodaku?" tanya Devan
Prima hanya menanggapinya dengan senyum kecut.
"Mau olah raga yang lain sayang?" bisik Devan
"Olah raga yang bener," ucap Prima sambil mencubit pipi kiri Devan
Mereka melakukan beberapa pemanasan, baru mulai 5 menit Aurel sudah masuk ke dalam untuk bergabung. Ia memakai bra sport dan celana pendek sepangkal paha.
"Aku gabung ya," ucap Aurel
"Silakan," ucap Prima cuek
Saat Prima berdiri baru Aurel menyadari bahwa Prima memiliki bentuk tubuh yang bagus.
Sialan, kenapa dia bisa seseksi itu? Bahkan bentuk badannya sempurna seperti gitar spanyol - Batin Aurel
"Kau olah raga di sini tidak pakai sepatu? Nanti lututmu kalah loh. Cepet rusak sendinya," ucap Prima
Aurel menunduk kebawah dan melihat bahwa ia lupa belum pakai sepatu, hanya kaos kaki. Ia langsung berlari malu ke kamarnya untuk memakai sepatu.
"Dasar, badan tepos mau saingin aku!" geram Prima sambil menunjukkan pose seksinya
"Tunjukkan keseksianmu di kamar saja sayang, jangan buat aku lepas kendali," ucap Devan
"Oke lupa," ucap Prima sambil kembali berdiri
Tak lama Aurel kembali masuk dan ikut pemanasan. Setelah selesai pemanasan, Aurel langsung menuju alat gym sementara Prima dan Devan tetap di tempat.
Katanya mau olah raga, kok nggak pake alatnya - Batin Aurel
Devan dan Prima melakukan challenge. Dalam 30 detik siapa yang mendapat repetisi push up terbanyak yang menang.
"Kamu gak ikut sini?" tanya Prima
"Mau ngapain?" tanya Aurel
"Push up," ucap Prima
Sialan, aku kan belum benar-benar bisa push up - Batin Aurel