
Tapi kalau menolak pasti Kak Devan memandangku aneh - Batin Aurel
"Baiklah," jawab Aurel
Mereka melakukan push up selama 30 detik dengan aturan push up yang benar. Karena Prima sudah terbiasa, jadi dia push up dengan posisi laki-laki. Devan mendapat 35, Prima 30 dan Aurel 12. Awalnya Devan hendak menertawakan Aurel namun di cegah oleh Prima.
"Yuhu aku menang, apa hadiahnya?" tanya Devan
"Ntar kamu minta sendiri," ucap Prima sambil tersenyum manis
Kesempatan bagus - Batin Devan
"Sit up coba," ucap Prima
"Berapa?" tanya Devan
"50 aja dulu buat pemanasan," ucap Prima
"Ok, kamu bantu dudukin kakiku ya," ucap Devan
"Alatnya kan ada mas," ucap Prima
"Enaknya sama kamu," ucap Devan
"Ya udah ntar gantian," ucap Prima
"Lah aku gimana?" tanya Aurel
"Alat bantu sana pergi," ucap Devan datar
Aurel semakin kesal pada Prima karena iri dan merasa tersaingi. Prima duduk di punggung kaki Devan.
"Agak maju dikit," ucap Devan
"Oke udah?" tanya Prima
"Bukan duduknya, badan kamu yang agak maju!" ucap Devan
Prima memajukan badannya dan memegangi kaki Devan semakin erat.
"Maju lagi," ucap Devan
"Jangan nakal!" ucap Prima sambil memukul ringan perut rata Devan
Selesai olah raga merek duduk untuk mengambil nafas sejenak.
"Ini ruang olah raga kok ada kacanya, besar lagi?" tanya Devan
"Oh, dulu aku waktu gabut sering dance di sini. Makanya ada kacanya," ucap Prima
"Kamu bisa dance?" tanya Devan
"Dikit, kan dulu aku nggak ikut kelas dance." ucap Prima
"Terus, kok bisa?" tanya Devan
"Gak boleh sama orang tua, ya aku belajar otodidak. Cuma lihat beberapa video trus praktek," ucap Prima
Oh bisa dance? Dulu kan aku pernah ikut kelas dance di London, pasti aku lebih baik. Lagipula dia kan gak pernah ikut kelas dance - Batin Aurel
"Prima... Mau battle dance sama aku?" tanya Aurel
"Battle dance?" tanya Prima
"Ya aku dulu pernah ikut kelas dance waktu di London, siapa tau?" tanya Aurel
"Hmm... Boleh," ucap Prima
"Oke ayo," ajak Aurel
"Tapi aku tak punya musiknya," ucap Prima
"Tidak papa. Single song saja, solo version. Masing-masing 1 lagu," ucap Aurel
"Hmm.. Boleh juga," ucap Prima
"Kamu bisa?" bisik Devan
"Jangan ragukan aku saat aku berani bilang iya," bisik Prima
"Siapa dulu?" tanya Aurel
"Kamu dulu saja, mungkin kamu lebih jago dari pada aku," ucap Prima
"Hmm.. Baiklah," jawab Aurel
Aurel maju lebih dulu, ia melakukan solo version dance dengan lagu Solo-Jennie (Cari ya videonya kalo kepo). Devan melihatnya dengan sedikit tertarik karena tekniknya bagus, ia takut kalau Prima kalah.
Selesai lagu, Aurel mengatur nafasnya, kini giliran Prima. Prima maju dan melakukan solo version dance cover Play-Youth With You (Cek videonya di youtube kalo kepo). Devan membelakak, ia tak percaya istrinya yang manja tadi bisa melakukan gerakan se energik ini. Ditambah dia hanya belajar lewat video? Aura seksi yang energik dapat dilihat dari gerakan-gerakan dance Prima.
Sialan, kenapa tekniknya bisa sebagus ini? - Batin Aurel kesal
Selesai melakukan gerakan, Prima mengatur nafasnya lalu memandang Devan dengan tersenyum manis dan menghampirinya.
"Kau luar biasa istriku," ucap Devan sambil memeluk Prima
"Itu tau," ucap Prima
"Nge-fly," ucap Devan
"Ada yang bisa dibanggakan kok hehe," ucap Prima
"Dasar pd amat," ucap Devan
"Biarin, berbagai itu indah." ucap Devan
"Aneh!" ucap Prima
Aurel yang kesal pergi keluar dan masuk ke kamar.
"Dasar cewek sialan! Kenapa dia bisa sehebat itu! Tidak, aku tidak boleh menyerah. Dia pasti memiliki titik kelemahan," ucap Aurel menyemangati diri
///***///
Besoknya
Hari ini Devan pulang awal. Baru pukul 03.00 Sore dia sudah pulang, bosan katanya di kantor karena tak ada Prima.
"Sayang udah pulang?" tanya Prima
"Iya sayang," ucap Devan sambil mencium kening Prima
"Tumben lebih cepet?" tanya Prima
"Bosen di kantor nggak ada kamu," ucap Devan
"Apa hubungannya?" bingung Prima
"Pokoknya berhubungan banget!" ucap Devan
"Gombal," ucap Prima
"Gombalin istri nggak dosa kok," ucap Devan
"Kamu tolong suruh orang kuras kolam renang dong, tapi jangan semua." pinta Prima
"Kenapa? Buat apa?" tanya Devan
"Aku pengen renang. Tapi terlalu dalem jadi nggak berani. Buat tinggal sekitar 1,5 atau 1,6 meter gitu aja ya!" ucap Prima
"Ya udah, aku ikut renang sekalian. Tapi kenapa harus segitu, kan kalo dalem malah enak renangnya nggak berat?" tanya Devan
"Hehe nggak berani," ucap Prima
"Tanding, nantang, berantem sama orang lain berani. Giliran renang gak berani?" tanya Devan heran
"Yang penting kan aku nggak berani ke kamu ya udah," ucap Prima
"Bagus, jadi istri yang nurut biar di sayang suami." ucap Devan
"Kalo aku nggak nurut gimana?" tanya Prima
"Aku hukum tiap hari," ucap Devan
"Hukum apa?" tanya Prima
"Masa nggak tau?" tanya Devan sambil menunjukkan senyum seringainya
"Ok ok ok, aku bakal jadi istri yang nurut!" ucap Prima
"Nah gitu, tapi aku lebih suka kamu nggak nurut loh." bisik Devan
"Apaan sih, sana ganti baju. Trus siap-siap katanya mau renang, buruan panggil orang!" ucap Prima
"Iya-iya," ucap Devan
Devan menelfon seseorang untuk mengurangi air kolam renangnya. Nggak mungkin kan tiba-tiba kolamnya di cor biar lebih dangkal.
Devan pergi ke kamar dan mengambil celana renangnya. Sementara Prima hampir mengacak-acak seluruh lemari karena tak kunjung menemukan baju renangnya. Tanpa sadar Aurel menguping sedari tadi karena pintunya terbuka.
"Kamu nyari apaan sih sayang?" bingung Devan
"Baju renang aku, nggak ketemu!" kesal Prima
"Udah jangan marah, biar aku suruh Tio belikan." ucap Devan
"Tapi sayang bajunya itu kan jarang aku pake," ucap Prima
"Halah, nanti kalo ketemu tinggal kasih orang atau buang aja. Salah siapa nyulitin kamu," ucap Devan
"Perasaan yang salah aku deg gara-gara lupa narohnya. Kenapa jadi baju renangnya yang di salahin," gumam Prima
Devan: Halo Tio, bawakan aku 1 baju renang wanita untuk istriku. Tau kan, ukurannya kira-kira aja
Tio: Ba....
Belum juga jawab udah main tutup-tutup aja, untung boss! - Batin Tio
Kesempatan bagus untuk menarik perhatian Kak Devan, aku dulu kan juara lomba renang SMA di London - Batin Aurel
Aurel juga mencari baju renangnya, ia cepat-cepat pergi ke kolam sebelum Devan dan Prima datang. Jadi kelihatannya Aurel sudah di sana sejak tadi. Ia duduk di kursi sambil meminum orange juice, ia belum berenang karena menunggu Devan keluar.
Devan dan Prima keluar. Prima tambah terlihat semakin seksi dengan baju renangnya. Mereka melakukan peregangan agar tak kram. Prima lebih dulu masuk ke air, lalu tiba-tiba Aurel berdiri dan menyandungkan diri dan jatuh ke kolam.
"Wahh.. Kak.. Kak.. Tolong.. Kakiku kram..." teriak Aurel
Devan hanya diam sementara Prima tertawa terbahak-bahak.
"Tolong... Bluupp... Tolongg...!!!" teriak Aurel
"Rel itu gak dalem. Cuma 1½ meter doang," jawab Devan datar parah
"Hah!" kaget Aurel
Aurel berdiri tegak di dalam kolam. Benar saja ia tak tenggelam.