My Sexy Wife

My Sexy Wife
Kesalahan



"Gak boleh! Mommy cuma boleh peluk aku!" ucap Reyhan keras kepala


"Heh, 1 untuk semua!" ujar Devan


"Semua untuk 1," ujar Reyhan


"Gak boleh! Dia juga istriku!" ngeyel Devan


"Gak bisa!" ngeyel Reyhan


"Udah cukup, makan dulu kuenya! Dev sini duduk sama mom! Rey duduk sama dad," ucap Prima


"Nggak mau!" jawab Devan dan Reyhan bersamaan


"Jangan membantah!" tegas Prima


"Iya mom," jawab Devan dan Reyhan bersamaan


///***///


Di Kamar


Devan melempar diri keatas kasur, lalu Prima menyusul berbaring di atas kasur.


"Mas jangan loncat-loncat, nanti jatuh!" ucap Prima


"Kalo jatuhnya ke pelukan kamu nggak papa, ikhlas aku," ucap Devan sambil memeluk paha Prima


"Gombal," ucap Prima


"Olah raga yuk," ucap Devan


"Olah raga apa malem-malem," ucap Prima


"Olah raga kasur," bisik Devan


"Hmmm..... Pengen aja," goda Prima


Devan langsung mencium Prima ketika mendapat lampu hijau, namun baru saja melepas ciumannya malah pintu terbuka lebar.


"Mom..." panggil Reyhan


"Ck sialan!" kesal Devan


"Ehm iya sayang kenapa?" tanya Prima sambil merapikan diri


"Rey nggak bisa tidur, boleh tidur sama mommy?" tanya Reyhan


"Nggak boleh! Sana balik kamar!" ketus Devan


"Daddy ngapain sih ikut-ikutan," ketus Reyhan


"Apa sih mas, jangan gitu ah. Rey sini tidur sama mommy," panggil Prima


"Ck, dasar perebut istri orang!" gumam Devan


"Mas!" tegas Prima


"Nggak mom," jawab Devan mendelik


"Sini sayang," panggil Prima


Reyhan naik ke atas kasur sambil menjulurkan lidahnya pada Devan, Devan hanya bisa kesal melihat istrinya yang lebih dekat dengan putranya daripada dengannya.


Malam hari ketika tidur, Devan sedikit menggeser Reyhan dan Devan tidur di samping Prima. Reyhan yang terbangun, langsung melompat ke tengah-tengah antara Prima dan Devan. Begitu terus sampai Prima terbangun.


"Kalian ini kapan sih akurnya?" tanya Prima mengantuk


"Daddy mom," ucap Reyhan


"Kok daddy sih?" ucap Devan


"Huh! Kalian tidur berdua disini, mom mau tidur sama Dev!" kesal Prima


Prima kesal, ia berdiri dan berjalan keluar menuju kamar Devina. Malam itu Prima tidur bersama Devina, memang Devina lebih muda daripada Reyhan. Tapi masalah tidur, Dev lebih suka kalau tidur sendiri, nggak mau diganggu katanya.


_____________________________________________


13 Tahun Kemudian


Kini Reyhan sudah menjadi seorang pria yang tampan dan gagah tinggi dengan segudang prestasi. Banyak fans dimana-mana, bahkan banyak digilai wanita. Kecerdasan Prima dan Devan menurun ke Reyhan.


Sekarang Reyhan berusia 20 tahun, seorang mahasiswa terbaik jurusan management bisnis. Hari ini adalah ulang tahun Dio teman Reyhan, Rey dan Adit sahabat Rey, pergi ke club untuk merayakan ulang tahun Dio.


///***///


Di Club


"Reyhan my man.... Gimana bro kabarnya? Makasih mau dateng kesini!" sapa Dio


"Dit ayo cari tempat duduk," ajak Reyhan


"Di sana aja sama gue. Banyak cewek cantik di sana," ucap Dio


"Sorry gue gak butuh," ketus Reyhan


"Dio... Dio... Rey itu anti cewek malah lo tawarin cewek. B*go bener," ucap Adit


"Yuk duduk," ucap Reyhan


"Bro liat, gue ada karyawan baru. Cantik bro, badannya hum... Memuaskan mata, tapi sayangnya hanya pelayanan pengantar minuman," ucap Dio


"Gak peduli!" ucap Reyhan


"Sarah... Kesini!" panggil Dio


Gadis bernama Sarah itu berbalik dan mendatangi meja Reyhan.


"Ya boss, ada apa?" tanya Sarah


"Ini Rey, beri semua yang dia mau tanpa terkecuali ok! Nanti ada bayaran tambahan buat kamu," ujar Dio


"Baik boss," jawab Sarah semangat


Manis, itu yang dilihat oleh Reyhan pada diri Sarah. Namun mungkin lebih tua 2 atau 3 tahun di atas Reyhan. Aura kecantikannya tetap terpancar walau ditempat seperti ini.


Sarah kembali ke meja bartender dan Dio menyusulnya.


"Sarah! Antar kan minuman ini pada meja Rey ok! Aku tunggu di sana!" ucap Dio


"Baik boss," jawab Sarah


Sarah menurut dan mengantarkan minuman itu pada meja Reyhan.


"Boss ini minumannya," ucap Sarah


Dio memberikan gelasnya pada Rey, dia juga mengambil satu. Sedangkan Adit masih pergi ke kamar mandi.


"Aku nggak minum," ketus Reyhan


"Ayolah, untuk ku. Kau tidak bisa menolak permintaan yang ulang tahun," bujuk Dio


"Baiklah, hanya ini!" ucap Reyhan


Reyhan meminumnya lalu Dio meninggalkannya, beberapa wanita malam mulai menggoda Reyhan sedangkan Reyhan mulai merasa aneh pada dirinya sendiri. Ia merasa gerah dan tidak nyaman.


Reyhan berdiri dan beranjak pergi meninggalkan wanita-wanita itu. Sarah yang melihatnya langsung menghampirinya.


Kata boss bisa dapat bayaran tambahan kan? Semangat Sarah! Demi ibu! - Batin Sarah


"Tuan... Apa tuan baik-baik saja?" tanya Sarah


"Aku baik-baik saja!" ucap Reyhan


"Apa ada yang bisa saya bantu. Hotel kami tidak hanya menyediakan club, tapi juga menyediakan kamar," ucap Sarah


Sialan, jika ini lebih lama lagi aku tidak bisa terkendali lagi! - Batin Reyhan


"Pesankan aku 1 kamar VVIP!" ujar Reyhan


"Baik tuan, mari ikut saya..." ucap Sarah


Sarah memandu Reyhan yang mulai tak terkendali. Sarah memesankan sebuah kamar dan membantu Reyhan masuk kamar.


"Silahkan tuan, ini kamar anda. Nikmati hari anda.." ujar Sarah


Sarah berbalik hendak pergi, namun tangannya ditarik oleh Reyhan. Reyhan menatapnya dengan wajah yang sudah memerah menahan sesuatu.


"Tolong aku..." ucap Reyhan


"Apa yang bisa saya lakukan tuan?" tanya Sarah


Reyhan langsung menarik Sarah, ia mencium bibir Sarah seketika. Sarah terkejut dan berusaha memberontak, namun Reyhan menekan tubuhnya dibelakang pintu. Reyhan langsung mengangkat tubuh Sarah dan berbaring di atas ranjang.


"Tuan... Tuan apa yang kau lakukan tuan..." panik Sarah


"....."


"Tuan... Kumohon lepaskan aku tuan.." ucap Sarah


Sarah menangis dan ingin segera pergi, namun tenaga Reyhan terlalu kuat. Sarah tak bisa melawan Reyhan. Malam itu Reyhan merebut mahkota Sarah secara paksa. Tangisan dan teriakan tak dihiraukan Reyhan sama sekali, hal itu malah membuat Reyhan semakin menggebu-gebu.


Setelah sama-sama lelah dan berbaring, Sarah menangis di atas kasur sampai tertidur. Ia tak menyangka mahkotanya akan hilang dengan begitu mudahnya oleh pria yang tak dikenalnya.


Hidup terlalu kejam untuk Sarah. Ia masih harus membiayai pengobatan ibunya, biaya hidup neneknya dan membayar sekolah adiknya. Sarah boleh saja miskin, tapi dirinya adalah modal untuk memperbaiki hidupnya. Jika mahkota saja tidak ada, apa hidupnya akan membaik?


///***///


Pagi Hari


Sarah membuka matanya, ia merasa sakit disekujur tubuhnya. Matanya berat untuk dibuka, namun sinar matahari menyilaukan matanya. Ia berusaha duduk dan melihat ponselnya, pukul 08.00 pagi dan ada 10 panggilan tak terjawab dari adiknya. Sarah langsung menghubungi adiknya.


"Halo.. Ada apa?"


"Kak... Kondisi ibu memburuk kak, ini bagaimana kak?"


"Kamu dimana? Aku akan kesana!"


"Di rumah sakit biasanya. Aku menunggumu kak!"


"Tunggu aku!"


Tak ada pilihan lain, Sarah mengambil roknya yang masih utuh untungnya. Ia mengambil kemeja Reyhan karena bajunya sudah robek. Memakai semua seperti semula dan melinting lengan baju Reyhan agar tidak kepanjangan.


Sarah juga mengambil dompet Reyhan. Ia melihat kartu ATM dan sebuah angka dibelakang kartu itu.


Sepertinya ini pin ATM nya, maafkan aku. Tapi aku benar-benar membutuhkannya untuk sekarang! - Batin Sarah