My Sexy Wife

My Sexy Wife
Makan



Matahari mulai turun, rembulan mulai nampak. Saat ini Sarah sedang berdiri di balkon villa menikmati angin dan menikmati keindahan pantai yang masih disinari rembulan dengan hanya menggunakan kimono handuk.


"Huh... Sungguh menyenangkan hari ini," gumam Sarah


Reyhan yang baru saja selesai mandi pun melihat ke sekeliling namun tak menemukan Sarah, ia berjalan dan melihat Sarah yang sedang berdiri di balkon.


"Hah... Saat ini dia benar-benar cantik seperti lukisan siluet," gumam Reyhan


Reyhan pun mendekat dan memeluk Sarah dari belakang, ia menaruh kepalanya di pundak Sarah.


"Hahh.... Sungguh lega rasanya setelah mandi," ucap Reyhan


"Hmm.... Apa kau tau... Hatiku ikut tenang rasanya melihat ombak pantai yang berdebur," ujar Sarah


"Hatiku juga tenang, apalagi setelah kau menjadi istriku... Aku semakin tenang," jawab Reyhan


"Kau tidak ganti baju dulu?" tanya Sarah


"Entahlah... Aku masih nyaman memelukmu," jawab Reyhan


Reyhan membalikkan badan Sarah, ia menatap lekat wajah Sarah sambil menyentuh pipi Sarah.


"Kenapa kau begitu cantik?" tanya Reyhan


"Apa-apaan sih, aku mau masuk dulu!" gugup Sarah yang salah tingkah


"Jangan menghindar!" pinta Reyhan


Mata mereka bertatapan, pandangan saling terkunci dan mulut tanpa suara. Reyhan memberikan ciuman lembut pada Sarah. Hanya sekedar ciuman tak lebih. Setelah di cium, wajah Sarah menjadi semerah tomat.


"Ehm... Kamu... Kamu nggak lapar?" tanya Sarah gelagapan


Reyhan mengunci badan Sarah dengan kedua tangannya di balkon dan mendekatkan wajahnya ke telinga Sarah.


"Daripada makan nasi, aku lebih tertarik makan kamu!" bisik Reyhan


Dan jadilah wajah Sarah yang memerah dan langsung salah tingkah. Mau bergerak pun tak bisa karena Reyhan mengunci badannya.


"Jangan gugup lagi, kau sudah menjadi milikku. Dan diriku sudah menjadi milikmu, jadi jangan menghindar lagi," pinta Reyhan


Sarah terdiam sejenak, memang ada benarnya kata-kata Reyhan. Sekarang Reyhan sudah menjadi suaminya dan Sarah sudah sah menjadi istri dari Reyhan.


"Baiklah... Jaga aku dengan baik, maka akan ku berikan semua yang kau mau," ucap Sarah sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Reyhan


Reyhan tersenyum, ia kembali mencium Sarah. Kali ini mereka lebih menikmatinya. Perlahan, Sarah dan Reyhan memejamkan mata dan memperdalam ciumannya. Karena dinginnya udara di pinggir pantai membuat Sarah sedikit menggigil, ia semakin memeluk erat Reyhan.


Kruyuk....


Ah suara itu benar-benar merusak suasana. Mereka menyudahi ciumannya. Sarah menunduk menahan malu, sedangkan Reyhan tertawa mendengar suara perut Sarah.


"Hahahaha... Kau benar-benar lapar ternyata," tawa Reyhan


"Hehe iya," jawab Sarah malu


"Hahahaha.... Ya sudah, ayo kita masuk dan memesan makanan," ajak Reyhan


"Hmmm...."


Sarah dan Reyhan pun masuk ke dalam untuk memesan makanan. Reyhan pun menelfon seseorang, tak sampai 5 menit, sudah ada seseorang yang datang mengetuk pintu.


Tok.... Tok.... Tok....


"Nah itu udah sampe makanannya, aku ambil dulu ya," ucap Reyhan


"Iya,"


Reyhan pergi untuk mengambil makanannya, namun Sarah langsung memiliki pikiran aneh yang terlintas di otaknya.


Dia kan cuma pakai handuk di pinggang! Tidak!!! Astaga, aku harus segera menghentikannya! - Batin Sarah


Sarah langsung berlari menyusul Reyhan, baru saja Reyhan membuka pintu, seorang wanita yang mengantar makanan pun melongo dibuatnya. Sarah langsung berlari dan berdiri di depan Reyhan.


"Mana makanannya?" tanya Sarah


"Hah? Iya, anu... Makanannya sudah siap di bawah," jawab wanita itu tak fokus


"Baik terima kasih," ucap Sarah


Jdorr...


Setelah itu Sarah langsung menutup pintu dengan sedikit membantingnya.


"Astaga... Apa yang aku lihat barusan? Bolehkah aku lihat sekali lagi?" ucap wanita tadi


.


.


.


Sarah menatap Reyhan kesal, sedangkan Reyhan menahan tawanya melihat wajah Sarah yang memerah karena kesal.


"Apa tidak bisa lihat situasi dulu? Lihatlah pakaianmu sebelum menemui seseorang!" kesal Sarah sambil berlalu masuk ke dalam


"Baiklah, tapi... Apa wanitaku ini sedang cemburu?" tanya Reyhan sambil mengekor Sarah dari belakang


Sarah menahan senyumnya karena mendengar perkataan Reyhan yang menyebut dirinya sebagai 'Wanitanya'. Sarah tersenyum sejenak sambil memejamkan mata lalu kembali memasang wajah juteknya.


"Kenapa? Marah ya? Maafin ya," pinta Reyhan


"....."


"Sayang... Aku minta maaf, aku benar-benar lupa!" jawab Reyhan


"......"


Sarah duduk di kasur sambil melipat kedua tangannya di dada. Reyhan langsung berjongkok dibawahnya.


"Maafin ya... Lain kali nggak lagi! Aku cuma punya kamu doang kok, jangan marah lagi ya!" pinta Reyhan


Sarah berpaling, Reyhan pun mengikutinya. Sampai setelah Sarah puas mengerjai Reyhan, ia memaafkannya.


"Maafin ya... Please... Please... Please..." pinta Reyhan


"Baiklah, tapi suapi aku saat makan!" pinta Sarah


"Baiklah ayo makan!" ajak Reyhan


Mereka berganti baju terlebih dahulu lalu turun untuk makan, namun semuanya melebihi ekspektasi Sarah. Reyhan mengajak Sarah keluar dan duduk di sebuah tempat makan khusus berlantai 2. Mereka duduk di lantai 2 yang saat itu sepi tak ada siapapun. Mata Sarah langsung tertuju pada meja di depannya.



"Cantiknya...." gumam Sarah


Sarah sedikit melongo dibuatnya, dari sana ia bisa melihat deburan ombak pantai. Di tambah lagi suasana romantis malam hari, wanita mana yang tak meleleh?


"Gimana... Suka nggak?" tanya Reyhan


"Suka... Suka banget!" jawab Sarah


"Aku senang kau menyukainya, ayo kita makan!" ajak Reyhan


Sarah dan Reyhan pun duduk untuk memakan makanannya. Sebenarnya makanannya sangat enak, hanya saja porsinya lebih sedikit. Sarah pun heran.


Kenapa makanan yang enak dan mahal selalu porsinya sedikit? Aku tak yakin apakah bisa kenyang karena sejak siang belum makan apapun - Batin Sarah


"Enak tidak?" tanya Reyhan


"Enak kok," jawab Sarah


Prok... Prok...


Reyhan menepuk tangannya 2x, lalu seorang pramusaji datang dengan nampan yang berisi 2 piring dessert aesthetic.


"Silahkan dinikmati Tuan... Nyonya..."


Sarah kembali terpaku dengan apa yang ada didepannya, rasanya dessertnya terlalu bagus untuk dimakan.


"Tidakkah ini terlalu bagus? Aku jadi tidak ingin memakannya," ujar Sarah


"Kenapa? Apa kau tidak suka?" tanya Reyhan


"Bukannya begitu, hanya saja tampilannya terlalu cantik. Aku jadi sayang untuk memakannya, kalaupun ku makan, aku bingung mulainya dari mana," ucap Sarah


"Sudah makan saja," ucap Reyhan


"Ah aku punya ide," ujar Sarah


Sarah pun mengeluarkan ponselnya, ia membuka kamera dan memotret dessertnya.



"Wah... Benar-benar cantik, jadi semakin sayang makannya," ujar Sarah


"Jangan begitu, makan saja," ujar Reyhan


"Tapi sayang," ucap Sarah dengan puppy eyes nya


Cukup berpengaruh untuk Reyhan, ia menahan dirinya agar tidak salah tingkah melihat imutnya Sarah.


"Sini aku suapi, aahh..." ucap Reyhan yang tiba-tiba menyendok dessert Sarah dan hendak menyuapi Sarah


Sarah tersenyum, ia dengan senang hati menerima suapan Reyhan. Tak terasa makanannya sudah habis, tinggal ada anggur di meja.


"Mau minum?" tanya Reyhan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Baca karya lain saya :)