
"kakak masa mau pake jas gitu ke mall? Mau dikira bodyguard kita?" tanya Zalfa
"iya lah mas, mending kamu ganti baju dulu. Ini kan acara santai" ucap Prima
Devan menurut dan pulang dulu untuk ganti baju.
///***///
Di Rumah Devan
"mau pake apa? Aku kan nggak pernah keluar, paling santai dirumah juga pake kaos sama celana pendek" gumam Devan
Tanpa sadar Prima mendengarnya, Prima masuk keruang ganti dan mengambil pakaian untuk Devan.
"nih pake ini aja" ucap Prima sambil memberikan baju
"yakin ini?" tanya Devan
"udah nurut aja lah" ucap Prima
Devan sudah memakai pakaian yang diberikan Prima. Prima merasa ada yang kurang, Prima menarik Devan untuk duduk dan sedikit merubah penampilannya.
///***///
Di Bawah
Zalfa yang sudah menunggu dari tadi dibawah akhirnya selesai menunggu.
"wuaahhhh... Ini kak Devan aku kan? Kok beda, kok rada bening gini?" tanya Zalfa saat melihat penampilan Devan
Devan memakai celana jeans warna biru yang sedikit terang, kaos putih, dan jaket levis warna biru terang. Tatanan rambut Devan juga berubah, Prima merubah tatanan rambut Devan menjadi sedikit mirip Cha Eun Woo aktor favoritnya.
"kak... Kamu..."ucap Zalfa sambil mengacungkan jempolnya pada Prima
Kalo dilihat-lihat, ganteng juga Devan. Eh aduh mikir apa aku ini - Batin Prima
"udah yuk berangkat" ajak Prima
///***///
Di Mall
Prima dan Zalfa mengajak Devan untuk makan es krim sejenak di McD.
"kak..." panggil Zalfa
"apa Fa?" tanya Prima sambil makan es krim
"kapan bikin ponakan? Aku udah kesepian nih?" tanya Zalfa
"uhuk... Uhuk... Uhuk.. Ka kamu bilang ponakan?" kaget Prima yang tersedak es krim
"kenapa? Kalian kan udah nikah?" tanya Zalfa
"kak Devan sih siap-siap aja, nunggu kakak iparmu itu loh" ucap Devan yang membuat wajah Prima semerah kepiting rebus
"kaaapaann... Kaappaannn... Kaapaann..." rengek Zalfa sambil menggoyang-goyangkan badan Prima
"iya, nanti setelah aku lulus kuliah" jawab Prima sembarang
"oke, aku mau kekamar mandi dulu. Jangan ingkar janji ya" ucap Zalfa
Sialan, ini mulut nggak berkah apa. Ngawur aja kalo ngomong - Batin Prima
"aku menunggunya sayang..." bisik Devan
"a apaan sih..." ucap Prima dengan wajah semerah udang rebus
Tak lama Joo keluar bersama seorang gadis dari sebuah toko baju, melihat Prima, Joo langsung melangkahkan kakinya mendekati Prima.
"woi mak, ngapain disini?" tanya Joo
"lo liat, ngapain?" tanya Prima
"Hehe, gue join ya" ucap Joo sambil duduk
Devan langsung menatap tajam Joo.
Ni kutu kumpret ngapain ikut-ikutan duduk, heran dimana-mana kok ada aja - Batin Devan kesal
"siapa?" tanya Prima
"aku pacarnya Joo" ucap gadis cantik disamping Joo
"ohh..." jawab Prima
Prima hanya mengode Joo dengan menggerakkan mulutnya tanpa suara.
"mulai lagi?" tanya Prima
"mubazir gadis cantik nggak punya pacar" ucap Joo
Tak lama Zalfa kembali dari kamar mandi, tak sengaja Joo melihatnya.
Di pandangan Joo... Zalfa datang bagai bidadari yang sangat bersinar, rambutnya melambai-lambai dengan indahnya dan Zalfa seperti menari dihadapannya. Joo hanya melongo melihat kedatangan Zalfa.
"sayang kita putus, nanti aku kabarin lagi kamu pergi sekarang. Aku udah bosen sama kamu, pergi sana" ucap Joo tak fokus
"apa? Kamu nggak bisa giniin aku Joo!" kesal pacar Joo
"halah balik sana, ganggu banget" kesal Joo
Gadis cantik itu lari sambil menangis meninggalkan Joo.
"kamu jahat hiks.. Aku benci kamu..." tangis gadis itu sambil pergi
"oke apa yang aku lewatkan?" tanya Zalfa
"Fa, ini teman baik aku dikampus. Namanya Joo, Joo ini Zalfa" ucap Prima
"Joo..." ucap Joo sambil mengulurkan tangannya pada Zalfa tak fokus
"Zalfa.." jawab Zalfa sambil tersenyum dan menjabat tangan Joo
Degg... Degg... Degg...
Hati Joo berdebar-debar seketika melihat Zalfa.
Ya Tuhan... Bisa melayang jiwaku melihat gadis ini... Serangan jantung aku lama-lama disini -Batin Joo
Zalfa berusaha menarik tangannya yang masih dipegang erat oleh Joo. Sedangkan Joo masih melongo tak fokus melihat Zalfa.
"kak lepasin..." ucap Zalfa sambil berusaha menarik tangannya
"haahh..." jawab Joo melongo
"kak lepasin..." ucap Zalfa sedikit keras
"oh iya maaf" gugup Joo
Zalfa duduk disamping Joo karena memang kursinya hanya ada 4.
"kamu cantik banget..." ucap Joo tak sadar
"makasih" jawab Zalfa
"udah punya pacar?" tanya Joo tak sadar
"ha? Belum kak" jawab Zalfa bingung
Joo terus memperhatikan Zalfa diam-diam. Prima yang melihatnya senyam-senyum sendiri. Sementara Devan semakin sengit kepada Joo.
"nonton yuk" ajak Zalfa
"oke aku yang traktir" jawab Joo langsung
Mereka berempat pergi ke bioskop, banyak yang mengajak kenalan dan sekedar minta foto karena mereka berempat sangat cantik dan tampan, dikira mereka itu model atau artis.
///***///
Di Toko Baju
"saya beli ini.. Ini.. Ini... Ini... Ini... Ini... Ini..." ucap Devan
Devan membeli banyak pakaian untuk Prima sampai Prima kewalahan.
"mau beli berapa banyak lagi sih Van? Capek aku! Dirumah juga udah ada banyak baju, mau punya berapa lemari sih?" tanya Prima
"ah iya, panggil aku mas.. Jangan panggil nama, kita ini udah nikah" ucap Devan dengan tegas
"haih iya iya.." jawab Prima
Setelah membeli banyak baju, Devan dan Prima menunggu disofa depan kasir. Devan bolak-balik menjahili Prima, Prima sedikit kesal pada Devan.
"yang beli tuan itu kah?" tanya seorang pegawai
"iya, ini belanjaannya" ucap pegawai lain
"sini biar aku yang kasih struk pembayarannya dan belanjaannya" ucap pegawai
Pegawai itu melepaskan tali rambutnya, membiarkan rambutnya tergerai dan sedikit membuka kancing pakaiannya. Ia datang pada Devan memberikan struknya sambil sedikit membungkuk dan memajukan dadanya.
Ngiiiiing....
Suara kipas angin elektrik menyala.
Prima menyalakan kipas yang ada ditasnya dan mengarahkan ke dada terbuka gadis itu.
"nona apa maksud anda?" kesal pegawai
"saya kira anda kepanasan mau buka-buka baju, ya sudah saya bantu kipasin lah" ucap Prima
Devan menahan tawanya melihat tingkah istri kecilnya itu.
"humph..." kesal pegawai itu lalu pergi
"kok marah sih? Kan aku bantu doang?" tanya Prima
Devan dan Prima menyelesaikan pembayarannya dan saat hendak pergi, Prima menahan tangan Devan.
"tunggu dulu..." ucap Prima
"apa lagi?" tanya Devan
"ada yang ketinggalan" ucap Prima
"?" bingung Devan
Prima menghampiri pegawai genit tadi.
"mbak nya mau genit kan ke suami saya?" tanya Prima
"kata siapa?" lawan pegawai
"kata saya barusan, mbaknya nggak tuli kan?" tanya Prima
"heuhh..." kesal pegawai
"lain kali kalo mau goda suami orang itu pake akal yang lebih pinter lagi dong" ucap Prima
Prima menyenggol badan pegawai itu dengan badannya yang super seksi itu hingga pegawai itu hendak jatuh, karena Prima memiliki tenaga yang besar.
"dan lihat sainganmu, mana yang lebih baik.. saingan mu atau dirimu... Byee" jawab Prima
Pegawai itu masih kesal dengan kelakuan Prima dan menatap Prima sinis, Prima tak perduli dan meninggalkan pegawai itu dengan menggandeng tangan Devan.
"ehem ada yang cemburu kayaknya" ucap Devan
"a apaan sih? Siapa yang cemburu?" gugup Prima
"kamu" jawab Devan
"hahaha aku cemburu? Nggak mungkin, mana ada?" gugup Prima
"ada, buktinya barusan" ucap Devan
"aku cuma nggak suka aja orang lain menyentuh apalagi mau merebut punyaku" ucap Prima
"oh jadi aku sudah kau akui punyamu ya" ucap Devan
"ng nggak gitu" gugup Prima
Cup...
Devan mengecup sekilas bibir Prima.
"ka kamu apaan sih?" malu Prima
"kenapa, istri sendiri kok" ucap Devan pd
"u udahlah" gugup Prima dengan wajah merah
"loh kenapa merah? Malu ya" goda Devan
"ng nggak kok" ucap Prima
Devan merangkul pundak Prima dan Prima diam saja.
"udah yuk nyari Zalfa aja" ucap Devan
"i iya" gugup Prima
"kamu nggak ngerasa gimana gitu dilihatin sinis sama pegawai tadi?" tanya Devan sambil berjalan
"nggak" jawab Prima
"kenapa?" tanya Devan
"aku hidup nggak minta beras mereka, aku sekolah nggak dibayarin mereka, aku bernafas juga nggak ngerugiin mereka. Jadi ya aku nggak perduli, lagipula mau dia sinis, sengit ataupun melototin aku sampe matanya lepas pun aku nggak bakal kekurangan oksigen kok" jelas Prima
"kamu emang pantes jadi Nyonya Muda Kalandra" ucap Devan
"u udah ayo nyari Zalfa aja" gugup Prima
///***///
Di Sisi Lain
Zalfa mengajak Joo kebeberapa tempat karena memang Zalfa itu orangnya friendly dan mudah akrab tapi susah percaya sama orang.
"Fa.." panggil Joo
"ya kak?" tanya Zalfa
"mau jadi temen aku nggak?" tanya Joo
"lo bukannya sekarang kita udah temenan?" tanya Zalfa
"Hehe iya, tapi biar lebih akrab lagi" ucap Joo
"iya deh... Btw kak Joo kenal kakak ipar sejak kapan?" tanya Zalfa
"sejak SMA. Kita sahabatan sejak SMA" ucap Joo
"lumayan lama ya, trus kak Joo nggak ada perasaan suka gitu atau gimana?" tanya Zalfa
"dulu suka, waktu kak Joo tembak Prima nya nolak. Tapi sekarang udah ada cewek yang kak Joo sukai" ucap Joo
"oh gitu ya.. Ah itu kak Devan sama kakak ipar, ayo hampiri mereka" ucap Zalfa
Yang aku suka itu kamu Fa... - Batin Joo
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏