
"Kamu ngapain di sini?" kaget Sarah
"Ya harusnya aku yang tanya, ini kan toilet cowok," jawab Reyhan
Sarah mengabaikan Reyhan dan mencoba fokus agar bisa membuka pintunya.
Cklek.... Cklek... Cklek...
Bolak-balik Sarah mencoba membuka pintunya, namun sama saja tetap macet dan tidak bisa di buka.
Sialan! Kenapa bisa ke kunci di sini bareng dia sih? Seberapa besar dosaku di dunia ini? - Batin Sarah
"Pintunya kenapa?" tanya Reyhan
"Macet," jawab Sarah singkat
"Coba buka lagi," ujar Reyhan
"Ya kalo bisa, dari tadi aku nggak bakal di sini!" kesal Sarah
"Huh..." Reyhan menghela nafas
"Woii... Yang diluar... Dengar nggak? Kita ke kunci di dalam!" teriak Sarah dengan keras
"Percuma teriak, kamar mandi ini kedap suara kalau pintunya di tutup!" ujar Reyhan
"Ingin ku berkata kasar," gumam Sarah
Sarah dan Reyhan kesal sendiri menunggu, apalagi pintunya di perbaiki masih nanti siang. Awalnya Reyhan hendak menelfon asistennya, namun saat merogoh saku ia baru ingat kalau ponselnya ia tinggal di meja kerjanya.
"Kamu nggak bawa ponsel?" tanya Reyhan
"Aku kerja mana bawa ponsel? Di lokerku lah," kesal Sarah yang mulai frustasi
Sarah yang merasa semakin stress akhirnya berjalan menuju wastafel dan berniat membasuh wajahnya. Namun saat hendak membuka kran, ia merasa sedikit kesulitan.
"Kenapa? Susah ya?" tanya Reyhan
"Lihat aja sendiri," ketus Sarah
"Sini aku bantu," sahut Reyhan
Reyhan membuka krannya, namun memang sedikit macet dan sulit di buka. Akhirnya Reyhan menggunakan tenaga penuh dan...
Byyuurrr....
Krannya terlepas, air muncrat kemana-mana dan membasahi badan Reyhan.
"Iihhh... Aduh pasang buruan krannya," sela Sarah yang menutup pipa dengan tangannya
"Iya bentar," ujar Reyhan
Dengan susah payah Reyhan memasang kembali krannya, namun setelah terpasang, badan Sarah dan Reyhan sudah basah semua karena air.
"Hiiihhh... Dasar sialan!" teriak Sarah yang semakin stress
"Ck, b*ngsat!" kesal Reyhan
Reyhan melepaskan kemeja yang ia pakai, hal itu membuat Sarah reflek menutup matanya.
"Eh eh eh, mau ngapain?" tanya Sarah
"Udah diem dulu!" ucap Reyhan
Reyhan susah payah mengeringkan kemejanya dengan hand dryer sampai kering dan memberikannya kepada Sarah.
"Ngapain?" panik Sarah
"Nih pake kemejanya," ucap Reyhan
"Nggak mau," tolak Sarah
"Aku nggak berniat jahat, tapi lihat baju kamu!" kesal Reyhan
Sarah menatap dirinya lewat cermin dan baru memandang tubuhnya sendiri. Seluruh lekuk tubuhnya terlihat karena bajunya yang basah. Reflek, Sarah menutupi dadanya dengan tangannya.
"Nih pake kemeja aku, lepas kemeja kamu dan keringin dulu!" ucap Reyhan
Sarah menurut, ia menyahut kemeja di tangan Reyhan dan masuk ke kamar mandi melepas baju dan celananya lalu memakai kemeja Reyhan.
"Kamu berbalik dulu! Jangan lihat aku keluar!" teriak Sarah
"Iya," jawab Reyhan
Reyhan menurut dan berbalik membelakangi Sarah. Sarah keluar dan mengeringkan celananya terlebih dahulu. Reyhan lupa hendak mengatakan sesuatu lalu tak sengaja berbalik.
"Oh iya lupa, nanti..." ujar Reyhan sambil berbalik
"Aaahhhh.... Jangan lihat!" teriak Sarah
"Sorry-sorry lupa!" ujar Reyhan yang spontan langsung berbalik
Reyhan benar-benar berdebar seketika saat melihat paha mulus Sarah yang hanya sebagian tertutup oleh kemejanya yang kebesaran di badan Sarah.
"Dasar mata keranjang!" kesal Sarah
"Maaf, gak sengaja!" ucap Reyhan
Dari belakang aja badannya se macho itu, apalagi dari depan... Eh astaga, Sarah sadar Sarah. Dia itu manusia sesat berwujud malaikat - Batin Sarah yang mabuk kepayang karena badan macho Reyhan
Cklek....
Seseorang membuka pintunya dari luar, Sarah yang senang langsung berlari keluar tanpa pikir panjang. Sarah sampai lupa kalau masih memakai kemeja Reyhan.
"Loh... Ini kenapa?" tanya orang yang bertugas memperbaiki pintu
"Jangan salah paham, saya Wakil CEO di sini. Jangan lupa perbaiki keran nya juga!" tegas Reyhan
"Oh maaf Tuan, apa tuan terkunci di sini?"
"Hmmm....." jawab Reyhan
Beberapa karyawan terlihat sedikit mengintip ke dalam kamar mandi.
"Kau!" panggil Reyhan
Semua orang tampak gugup saat Reyhan memandang mereka.
"Iya kau, pria yang berdiri di situ!" panggil Reyhan
"Sa saya pak?"
"Iya sini!" panggil Reyhan
Karyawan pria yang di panggil oleh Reyhan datang mendekat kepada Reyhan.
"Pinjamkan aku jas mu," ucap Reyhan
"Hah?"
"Iya sini, kau kan masih pakai kemeja. Sini jass mu!" pinta Reyhan
"I ini pak,"
Dengan gugup karyawan itu melepas jas nya dan memberikannya pada Reyhan. Reyhan memakainya dan mengancingkan nya lalu berjalan keluar. Semua kaum hawa menatap Reyhan penuh nafsu.
"ASTAGA... BAGAIMANA WAKIL CEO BISA SE TAMPAN ITU,"
"OH MY GOD, WAKIL CEO MENODAI MATAKU DENGAN PEMANDANGAN INDAHNYA,"
"BISAKAH AKU MELIHAT WAKIL CEO SAAT TIDUR DAN BANGUN?"
"YA TUHAN, DIA SUDAH SE-HOT KAI EXO,"
"WAKIL CEO TERLALU SEKSI,"
Dan banyak ucapan lain yang memuji keindahan tubuh Reyhan, Reyhan memang memakai jass. Tapi kan tidak pakai kemeja ataupun rompi, jadi dadanya terekspos begitu saja di hadapan kaum hawa. Sementara kaum adam yang lain hanya menatap Reyhan dengan penuh harapan suatu saat mereka bisa seperti itu.
Gosip menyebar begitu saja saat melihat Sarah keluar dari kamar mandi dengan penampilan berantakan dan kemeja pria di badannya, di tambah lagi Reyhan menyusulnya keluar setelah itu. Imajinasi dan fantasi liar para netizen langsung kemana-mana secepat kilat cahaya di antariksa.
///***///
Di Ruang Ganti OB
Sarah mendapati masih ada kemeja Reyhan di badannya, ia terkejut setengah mati.
"Astaga sialan, kenapa aku bisa lupa? Kembalikan atau tidak ya?" bingung Sarah
Jika aku kembalikan nanti dia ke-GR an, tapi jika tidak... Memang aku mampu membeli kemeja semahal ini? - Batin Sarah
Sarah berperang dengan hatinya sendiri, ia bingung apa harus mengembalikan kemeja Reyhan atau tidak. Setelah cukup lama berpikir akhirnya Sarah memutuskan mengembalikan kemeja Reyhan.
Sarah berjalan dengan santainya menuju Ruang Wakil CEO tanpa rasa khawatir karena belum tau tentang rumor yang beredar di perusahaannya.
///***///
Di Depan Ruang Wakil CEO
Ck, sialan. Ini juga kenapa sih sekretarisnya nggak ada? - Batin Sarah
Tok... Tok... Tok....
"Masuk!" teriak Reyhan dari dalam
Cklek...
Sarah membuka pintu dan menatap Reyhan dengan penuh keraguan, namun saat menatap Reyhan ia terkejut. Reyhan sudah duduk tenang dengan pakaian yang sudah beda.
Sialan, tau begitu mending tidak aku kembalikan - Batin Sarah
"Ada apa?" tanya Reyhan
"Aku ingin mengembalikan ini," ucap Sarah sambil menyerahkan kemeja Reyhan
"Apa kau tidak berniat mencucinya?" tanya Reyhan
"Tidak, jika aku mencucinya nanti tagihan air di rumahku naik. Jaman sedang sulit," ketus Sarah
"Begitukah caramu membalas orang yang sudah menolongmu?" tanya Reyhan
"Huh baiklah, Pak... Terima kasih sudah menolong saya, bapak ingin balasan apa dari saya?" tanya Sarah yang tiba-tiba berubah menjadi lembut
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
Kira-kira Reyhan minta balasan apa ya dari Sarah? Kalian ada saran atau bayangan apa balasannya? Tulis di kolom komentar 🤗