My Sexy Wife

My Sexy Wife
Sakit (3)



"Ayo masuk!" ketus Devina sambil menabrak badan Reyhan


Adit hanya keheranan dengan kedua kakak beradik ini, biasanya mereka sangat akur atau saling menjahili. Tapi hari ini seperti tidak mau melihat.


Devina langsung masuk dan menaruh parcel buah di samping ranjang Sarah. Devina mengajak Wildan ngobrol tanpa menghiraukan Reyhan.


"Kak Sarah tidur ya?" tanya Devina


"Nggak, dia masih belum sadar sejak tadi," jawab Wildan


"Loh kok bisa?" kaget Devina


"Panasnya terlalu tinggi," jawab Wildan


"Oh pantas saja," ucap Devina


"Sayang tunggu aku do... Eh ada Wildan," ucap Adit yang terkejut karena melihat Wildan di hadapannya


Mati gue, bisa di marahin Dev 3 hari 3 malam. Wildan kan belum tau hubungan kami - Batin Adit


"Sayang?" tanya Wildan keheranan


Kasihan juga kalo terus-terusan backstreet - Batin Devina


"Hehe... Biasa iseng, cuma bercanda kok!" elak Adit sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Dan kenalin, ini Adit!" ucap Devina sambil mengenalkan Adit pada Wildan


"Kan udah kenal Dev," jawab Wildan


"Kan kenalnya sebagai sahabat kakakku, sekarang aku kenalin lagi! Dia ini Adit, pacarku!" ucap Devina sambil menarik tangan Adit agar lebih mendekat


Adit deg-degan saat Devina memberitahu Wildan bahwa dia itu pacarnya. Rasa bahagia muncul di hati Adit.


"Pacar? Dari kapan, kok aku nggak tau?" tanya Wildan


"Baru kok," jawab Adit


"Lah, di sini berarti aku doang dong yang jomblo? Apa salah dan dosaku sayang," ucap Wildan melas


"Hehe kuatkan hatimu teman," ucap Devina sambil menepuk-nepuk pundak Wildan


"Dev... Kakak mau bicara," ajak Reyhan


"Nggak mau!" ketus Devina


"Please Dev!" pinta Reyhan


"Dev sono gih, siapa tau penting!" ujar Adit


"Ck, iya-iya!" Devina berdecak kesal


Devina menuruti kata-kata Reyhan dan mengikuti Reyhan keluar.


"Ada apa?" ketus Devina sambil melipat kedua tangannya


"Dev... Kakak minta maaf Dev, semalem kakak nggak sengaja bentak kamu! Maafin kakak ya," pinta Reyhan


"....."


"Dev... kakak tau kalo kamu masih ngambek sama kakak, tapi tolong maafin kakak ya!" pinta Reyhan sambil mengulurkan tangannya


"......"


"Kakak gak bakal ulangin lagi deh!"


"....."


"Kakak beliin baju baru,"


"....."


"Tas baru?"


"......"


"Sepatu baru?"


"....."


"Tambah uang jajan 1 bulan,"


"....."


"2 bulan?"


"......"


"6 bulan?"


"Nah gitu dong, baru di maafin!" ucap Devina sambil menjabat tangan Reyhan


"Dih, jadi mata duitan sekarang," ledek Reyhan


"Kakak ngejek aku?" tanya Devina dengan wajah memelas


"Nggak kok, kamu itu adik terbaik! Ayo masuk," ajak Reyhan sambil merangkul pundak Devina


"Jangan lupa uang jajan Dev!" peringat Devina


"Iya-iya," jawab Reyhan sambil berjalan masuk


"Lah, udah akur aja ni makhluk 2," ujar Adit


"Komen terus sampek sukses," ledek Reyhan


"Sukses jadi netizen kah?" tanya Adit


"Nah tu tau," jawab Reyhan


"Dia adik gue! Jangan macem-macem lo! Mau jadi adik ipar durhaka?" tanya Reyhan


"Maap bang," jawab Adit


.


.


.


.


Mereka berempat menunggu Sarah sadar. Wildan, Adit dan Devina mengobrol, sementara Reyhan fokus menjaga Sarah.


"Kak... Udah dong jangan di makan mulu buahnya, siapa yang sakit sih?" cibir Devina


"Ada makanan itu untuk di makan," jawab Adit sambil memakan Apel di tangannya


"Haih, Kak Rey... Kamu nggak makan dulu atau join sini?" tanya Devina


"Nggak Dev," jawab Reyhan


"Gini nih, kalo udah fokus satu yang lain di campakan, di singkirkan, di lupakan..." ucap Adit dengan gaya alaynya


"Bucin!" cibir Devina


Reyhan sedang memegang tangan Sarah sambil berharap Sarah segera sadar. Ia ingin menjelaskan semuanya pada Sarah.


Sarah bangunlah! Aku ingin jelaskan semuanya! - Batin Reyhan


Tangan Sarah bergerak, Reyhan pun terkesigap karenanya. Reyhan berdiri dan melihat keadaan Sarah.


"Sar..." panggil Reyhan


"Kak Sarah sadar ya kak?" tanya Wildan antusias


"Iya Dan," jawab Reyhan


Adit, Devina dan Wildan pun mendekat ke ranjang Sarah. Mereka sama-sama melihat Sarah.


"Sar... Kamu bisa lihat aku?" tanya Adit


"Kak... Kak Sarah itu demam, bukan buta!" cibir Devina


"Ya mana ku tau, yang ku lihat di tv kan begitu," ujar Adit


"Emang acaranya apa?" tanya Devina


"Si Buta Cantik....." ujar Adit


"Pantes," ucap Devina dengan nada mengejek


"Apa? Salah?" tanya Adit


"Fokus dong! Ini ada yang sakit loh!" protes Wildan


"Oh iya lupa," jawab Adit


Sarah perlahan membuka matanya, ia bisa melihat ada beberapa orang di dekatnya. Pandangannya yang semula kabur, perlahan semakin jelas.


"Sar... Akhirnya kamu sadar juga," ucap Reyhan lega


"Aku di mana?" tanya Sarah


"Kamu di rumah sakit kak," jawab Wildan


"Rumah sakit?" tanya Sarah


"Iya, nih kak minumnya," ucap Wildan sambil memberikan segelas air


Reyhan membantu Sarah untuk duduk dan juga untuk minum. Perlahan Sarah sudah benar-benar sadar.


"Kenapa aku bisa di sini?" tanya Sarah


"Kakak pingsan, kakak kenapa sih? Dari semalam diem terus di kamar. Nggak keluar dan nggak makan apa-apa, kakak kan punya maag!" kesal Wildan


"Aku tidak papa Dan," jawab Sarah


"Sar..." panggil Reyhan


"Ngapain di sini?" tanya Sarah


"Aku jelasin semuanya ya! Kamu jangan salah paham dulu!" pinta Reyhan


"Aku mau istirahat," ketus Sarah


"Wah... Tiba-tiba aku gerah, Dev... Dan... Yuk cari angin!" ajak Adit


"Asal bukan cari dosa mah aku ngikut," jawab Wildan


"Aku join!" sahut Devina


"Kita pergi dulu, daah..." ujar Adit


Semua keluar, tinggal Reyhan dan Sarah yang ada di dalam ruangan.


"Sar dengerin penjelasan aku dulu!" pinta Reyhan


"Kenapa kamu dari awal nggak bilang kalau kamu itu pacar Laras?" tanya Sarah


"Apa?" kaget Reyhan


"Kamu mau permainin kita berdua?" tanya Sarah


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏