
Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.
///***///
Saat Kuliah
"mak..." panggil Joo
"woi.. dari mana?" tanya Prima
"abis muter-muter, kek biasa" ucap Joo
"oalah" jawab Prima
"btw mak... Gue pengen ngomong serius" ucap Joo
"apaan?" tanya Prima
"kayaknya gue suka deh sama Zalfa" jawab Joo
Takk...
Prima menjitak dahi Joo.
"apaan sih mak.." kesal Joo
"jangan bercanda. Gak lucu" jawab Prima
"mak gue serius, gue bener-bener suka sama dia" jawab Joo
"jangan macem-macem sama adik ipar gue ya lo" ancam Prima
"mak.. Gue mau serius sama dia, sumpah deh!" jawab Joo
"Joo gini ya, bukannya gue nggak percaya sama lo. Tapi kita kenal udah lama, gue tau gimana sifat dan semua kelakuan lo yang baik ataupun yang buruk. Tapi jangan permainin adik ipar gue, dia bukan cewek murahan yang bisa seenaknya aja lo permainin" jelas Prima
"mak sumpah demi apapun, gue suka sama dia. Gue mau serius sama dia, gue bakal berubah deh demi dia" ucap Joo serius
"......" Prima terdiam
"gue rela beri apapun buat dia, asal dia mau terima gue" ucap Joo
Prima hanya diam mendengarkan semua ocehan Joo. Prima juga berpikir, apa Joo serius?
"mak.. dengerin gue lah.. mak.. Primm Primaa" panggil Joo sambil menggoyangkan badan Prima
"haih iya iya iya...." kesal Prima
"bantuin gue dong buat deketin dia" ucap Joo
Prima kembali terdiam mendengar ucapan Joo, bukannya tak percaya tapi Prima tau kalau Joo itu suka gonta-ganti pacar. Ia tak mau Zalfa jadi korbannya.
"mak.. bantuin..." rengek Joo
"haih iya iya iya, ntar gue bantu sebisa gue. Tapi kalo di nolak gue gak bisa apa-apa. Dan satu lagi, kalau sampai lo berani sakitin dia lo bakal dapet balasannya dari gue langsung. Gue juga nggak akan segan-segan lagi sama lo, inget itu!" tegas Prima
"oke mak, makasih. Lo ter the best banget pokoknya" ucap Joo
"oh iya, 2 hari lagi gue mau cuti kuliah" ucap Prima
"loh kemana? Kok dadakan sih ngomongnya?" kaget Joo
"biasa.. Jam terbang" ucap Prima
*Jam Terbang adalah istilah untuk atlit saat hendak mengikuti pertandingan.
"oh... Berapa hari?" tanya Joo
"mungkin 5-6 hari" jawab Prima
"lama banget dah? Bisanya kan cuma 3-4 hari" jawab Joo
"kan event besar, jadi setelah pertandingan ya ada liburannya" ucap Prima
"oh gitu, tapi bentar lagi kan ujian?" tanya Joo
"gampang, ntar gue atur lah" jawab Prima
///***///
Di Rumah
21.00 WIB
Prima memutuskan untuk memberitahukan hal ini pada Devan karena 2 hari lagi, Prima harus berangkat.
Ceklek....
Pintu terbuka.. Devan baru pulang lembur dari kantor.
"mas.." sap Prima
"iya..." jawab Devan
"udah makan?" tanya Prima
"belum" jawab Devan
"mas mandi dulu, aku mau panasin masakannya. Airnya udah siap dikamar mandi" ucap Prima
"oke" jawab Devan
Tumben ramah banget ni anak - Batin Devan
Setelah mandi, Devan turun untuk makan malam bersama Prima.
///***///
Di Ruang Makan
Devan sedang asik makan masakan Prima, sedangkan Prima bingung bagimana memulainya.
"mas.." panggil Prima
"ya?" tanya Devan
"ada yang mau aku omongin" ucap Prima
"yaudah ngomong aja" jawab Devan
"2 hari lagi, aku mau ke Bogor..." jawab Prima
"uhukkk... uhukk.. uhukk.." kaget Prima sampai tersedak
"ni mas minum dulu" ucap Prima
Devan meminum air yang diberikan Prima, ia menghela nafas panjang dan mulai bertanya pada Prima.
"kamu mau ngapain kesana?" tanya Devan
"silat?" tanya Devan
"iya" jawab Prima
"kenapa nggak bilang dari awal?" tanya Devan
"awalnya mau bilang, tapi kamu sibuk terus. Waktu longgar aku lupa hehe" jawab Prima
"haih.. Sama siapa?" tanya Devan
"temen latihan ku semua lah, yang ikut" ucap Prima
"berapa lama?" tanya Devan
"5-6 hari lah kira-kira" ucap Prima
"en enam hari??" kaget Devan
Kok lama banget cuma pertandingan doang, 6 hari ditinggal trus aku ngapain aja dirumah? - Batin Devan
"iya kenapa?" tanya Prima
"nggak.. Nggak papa" jawab Devan
"yaudah, aku mau packing dulu" ucap Prima
"hmmm...." jawab Devan tak bersemangat
"oh iya.. Mintaaaa uang dong mas" ucap Prima
"atm kan ada" jawab Devan
"mas kan aku udah bilang, enak cash. Masa mau beli apa-apa disana harus cari atm dulu" ucap Prima
"iya iya, nanti aku siapin" ucap Devan
"oke makasih mas..." ucap Prima senang
Prima langsung masuk ke kamarnya untuk packing. Ia menyiapkan semuanya dengan teliti tanpa terlewat.
Oh iya belum beli makanan - Batin Prima
///***///
Besoknya
Pagi Hari
"mas... Kamu kekantor jam berapa?" tanya Prima
"nggak tau, pagi nggak ada acara. Jadi ya santai" ucap Devan
"anterin aku yuk" ajak Prima
"kemana?" tanya Devan
"beli makanan ringan buat ke Bogor" ucap Prima
"sekarang?" tanya Devan
"iya dong, trus kapan? Nanti malem aku prepare" ucap Prima
"yaudah ayo" ajak Devan
Tumben nurut - Batin Prima
///***///
Di Mall
Devan benar-benar memanjakan Prima, semua yang diinginkan Prima dibelikan. Bahkan Devan langsung memilihkan yang paling enak dan mahal.
"makasih mas..." ucap Prima
"sama-sama" jawab Devan
Devan masih gelisah karena akan ditinggal Prima selama hampir 1 minggu.
///***///
Malam Keberangkatan
Jam menunjukan pukul 02.30 pagi, Prima sudah menyiapkan semuanya, sopir pun menunggu didepan rumah.
"kamu yakin nggak mau aku anter sampe tempat latihan?" tanya Devan
"nggak usah, aku berangkat dulu ya" ucap Prima
"tunggu..." panggil Devan
"ya?" tanya Prima
"nggak mau apa dulu gitu, kamu tinggalin aku 1 minggu loh" ucap Devan
"ngapain?" tanya Prima
Devan menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya.
"nggak ada, nggak usah macem-macem" ucap Prima
"galak banget sih" ucap Devan
Sopir selesai memasukkan semuanya. Dan Prima dipanggil agar segera berangkat.
"aku pamit mas.." ucap Prima sambil mencium tangan suaminya itu
Prima membuka pintu mobil, saat baru melangkahkan sebelah kakinya kedalam mobil Prima turun lagi dan menghampiri Devan.
Cupp...
Prima mencium pipi kanan Devan.
"aku berangkat dulu" bisik Prima
Prima bergegas berbalik dan berangkat, namun tangannya ditarik oleh Devan. Devan memeluk erat Prima.
"jangan lama-lama di sana, buruan pulang" ucap Prima
"hmm... iya, udah aku berangkat dulu" ucap Prima
Prima memasuki mobil dan berangkat menuju tempat latihannya.
Kenapa aku nggak bisa nolak pelukan dia? - Batin Prima
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏