My Sexy Wife

My Sexy Wife
Sakit



"Kandidat yang satunya adalah putra pemegang saham terbesar kedua," ujar Devan


"Siapa dad?" tanya Reyhan


"Kalau nggak salah namanya Dio. Dio Pratama," ujar Devan


"Dio Pratama?" kaget Reyhan


"Kenapa? Kamu kenal?" tanya Devan


"I iya, dia temanku," ujar Reyhan


"Oh begitu, tapi sepertinya dia tidak terlalu pandai dalam berbisnis. Hanya karena saham ayahnya saja di alihkan menjadi miliknya, makanya ia bisa jadi kandidat," ujar Devan


"Ini tidak bisa di biarkan," ujar Reyhan


"Tapi tetap saja ada yang keberatan, alasannya kau belum lulus kuliah dan belum menempuh S2," ujar Devan


"Tapi jika tanpa CEO, perusahaan ini bisa hancur!" ucap Reyhan


"Maka dari itu, diantara semuanya... Selain daddy, hanya kamu yang mumpuni untuk menjadi CEO perusahaan ini!" ucap Devan


"Ck, benar-benar membingungkan!" keluh Reyhan


"Kau ada ide selanjutnya?" tanya Devan


"Dad, apakah ada CCTV di ruangan ini?" tanya Reyhan


"Ada, tadi daddy sudah memintanya pada pihak keamanan, tapi hanya daddy yang bisa mengaksesnya," ujar Devan


"Aku ingin melihatnya," ujar Reyhan


"Baiklah," jawab Devan


Devan menyalakan komputer nya, memasukkan sidik jarinya dan baru bisa melihat CCTV ruangan Devan.


"Jika hari ini tersebar, maka setidaknya kemarin atau 2 hari sebelumnya pasti adalah hari pencurian," ujar Reyhan


"Jika orang dalam pasti akan lebih mudah mengambilnya," sahut Devan


"Siapa yang bisa bebas masuk ke ruangan ini?" tanya Reyhan


"Hanya daddy, kamu, Sarah, asisten dan sekretaris daddy," ujar Devan


"Cari jadwal mereka masuk ke ruangan daddy selama 1 minggu ini!" ucap Reyhan


"Lalu selidik lewat CCTV!" ucap Devan


"Ya!" semangat Reyhan


Devan dan Reyhan mengecek satu-persatu jam berapa orang-orang itu masuk ke ruangan Devan. Dan sampai lah mereka di video saat Sarah dan Reyhan masuk ke dalam ruangan.


"Ini aku dan Sarah kan," ucap Reyhan


"Lalu selanjutnya," ucap Devan


Tampak Sarah seperti sedang mencari sesuatu di laci kerja Devan saat Reyhan dan Devan tidak ada.


"Apa?" kaget Reyhan


"Bagaimana bisa?" kaget Devan


"Dimana kita saat ini?" tanya Reyhan


"Saat itu daddy sedang keluar menemui sekretaris daddy, kau ke mana?" tanya Devan


"Aku saat itu sedang ke ruang istirahat daddy mencari flashdisk ku yang ketinggalan di sana," ujar Reyhan


"Tapi mana mungkin Sarah?" bingung Devan


"Bukankah waktunya terlalu sebentar untuk mencari dokumen itu, dan di mana daddy meletakkan dokumen itu?" tanya Reyhan


"Daddy taruh di laci, di bagian paling bawah agar sulit di temukan," ujar Devan


"Nah, seseorang harus benar-benar cerdas, mengetahui dan mengerti semua tata letak perusahaan ini agar bisa menemukan dokumen secepat itu dad," ujar Reyhan


"Tapi Sarah bisa mungkin Rey, dia cukup lama mengenal kita dengan baik. Dia juga sering sekali ke sini," ujar Devan


"Tidak! Tidak mungkin dia," ujar Reyhan


"Rey... Dalam bisnis gunakan logika mu bukan perasaanmu," pinta Devan


"Tapi tidak mungkin Sarah," gumam Reyhan


"Rey, daddy tau ini berat. Tapi kita harus menyelidikinya sampai selesai," ujar Devan


"Dad bisakah saat ini kita tidak melibatkan polisi? Aku belum siap jika Sarah harus di tangkap," ujar Reyhan


"Baiklah, kita akan menyelidiki nya diam-diam," ujar Devan


"Terima kasih dad," ujar Reyhan


"Ya," jawab Devan


Reyhan dan Devan lebih memilih bagaimana cara menaikkan harga saham perusahaan yang turun drastis. Pikiran Reyhan masih sangat terganggu dengan rekaman CCTV tadi.


///***///


Besoknya


Sebelum mulai jam kerja, Reyhan dan Devan sudah pergi ke kantor untuk segera mengatasi turunnya harga saham perusahaan.


"Dad... Bagaimana jika untuk saat ini kita fokus terlebih dahulu pada penanganan harga saham dulu?" tanya Reyhan


"Ya baiklah, itu adalah pilihan yang bagus. Apa ada ide?" tanya Devan


"Bagaimana kalau.... Kita membuat produk baru saja agar sedikit menarik perhatian umum sehingga harga saham bisa meningkat?" tanya Reyhan


"Apakah masih harga murah?" tanya Reyhan


"Ya tentu," jawab Devan


"Kalau begitu biar aku yang membelinya!" pinta Reyhan


"Apa?" kaget Devan


"Jika Dio saja bisa menjadi kandidat karena punya saham, maka aku juga bisa memiliki saham kan?" tanya Reyhan


"Lalu apa langkah selanjutnya?" tanya Devan


"Jika aku sedikit punya saham, maka aku juga bisa memberikan pendapat dan masukan untuk keputusan apapun," ujar Reyhan


"Lalu?" tanya Devan


"Aku bisa mengusulkan untuk membuat produk baru, setidaknya aku bisa membantu dana kan?" tanya Reyhan


"Memang kau ada uang berapa?" tanya Devan


"Yang jelas aku masih punya tabungan yang aku simpan sejak lama," ujar Reyhan


"Baiklah sepertinya bisa di coba," ujar Devan


.


.


.


.


.


2 bulan berlalu....


Tak terasa sudah 2 bulan terlewati, dan krisis perusahaan pun mulai membaik. Semua rencana Reyhan dan Devan berhasil dengan baik, bahkan ada peningkatan harga saham dari yang sebelumnya.


"Akhirnya semua kerja keras kita terbayar," ujar Reyhan


"Yah... Ini semua juga berkat kamu," ujar Devan


"Ah tidak dad, daddy kan juga ikut berjuang," ujar Reyhan


"Tapi dari mana kau mendapatkan uang sebanyak itu? Kenapa daddy bisa tidak tau," bingung Devan


"Selama ini kan daddy masih memberi jatah bulanan padaku, dan aku selalu menabungnya karena tidak tau harus aku apakan. Di tambah lagi gaji-gaji ku selalu aku kumpulkan," jelas Reyhan


"Wah... Kamu membuat daddy bangga nak!" ucap Devan sambil menepuk-nepuk pundak Reyhan


"Makasih dad," ucap Reyhan


"Sarah gimana?" tanya Devan


"Uhmm.... Biar aku yang mengurusnya terlebih dahulu dad," ucap Reyhan yang langsung berubah ekspresi


"Baiklah, daddy percaya padamu! Tapi ingat, dia belum menjadi istrimu! Daddy sarankan untuk kasus seperti ini kau lebih menggunakan logika mu dari pada perasaanmu," pinta Devan


"Baik dad," jawab Reyhan


Beberapa hari kemudian Reyhan jatuh sakit karena terlalu lelah, sering telat makan dan kurang tidur.


"Rey... Maaf daddy terlalu memaksakan mu sampai kau sakit," ucap Devan


"Tidak apa dad," jawab Reyhan lemas


"Kau yakin tidak mau ke rumah sakit saja?" tanya Prima


"Tidak mom, di rumah kan sudah ada dokter. Jadi Rey dirawat di rumah saja," ujar Reyhan


"Tapi kan mommy ahli bedah, bukan dokter umum!" tolak Prima


"Tapi kan mommy tau dasar-dasarnya," ujar Reyhan


"Ah sudahlah, kau memang susah di beri tau!" kesal Prima


"Daddy keluar dulu, kalau ada apa-apa segera panggil daddy atau mommy ok!" pinta Devan


"Iya dad," jawab Reyhan


Reyhan terbaring lemas di atas kasur dengan suhu tubuh 39,0 derajat Celcius. Prima ingin membawa Reyhan ke rumah sakit agar lebih mudah di rawat, tapi Reyhan bersikeras tetap di rumah. Akhirnya Prima memanggil teman dokternya untuk merawat Reyhan di rumah.


"Kak Rey!" panggil Devina


"Apa Dev?" tanya Reyhan lemas


"Di cariin Kak Sarah nih," ucap Devina


Sarah pun masuk ke dalam kamar Reyhan untuk menengok Reyhan yang sedang sakit.


"Rey... Kamu nggak papa? Kamu sakit apa sih?" tanya Sarah


Apa yang harus ku lakukan? Apa yang harus aku tanyakan? - Batin Reyhan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Baca karya lain saya:


My Ketos My Husband


Genre: Romance/ Teen/ Comedy


Tiba-tiba di paksa oleh mamanya untuk menikah muda? Dan menikahi pria yang paling dibencinya? Sungguh tak adil untuk Raina.