My Sexy Wife

My Sexy Wife
Sekedar Undangan



"Gabung ya tinggal gabung lah," ketus Devina


Tiba-tiba Faris mengambil salah satu kursi dari meja sebelah dan ikut duduk di samping Devina. Adit yang memanas langsung sedikit menarik kursi Devina agar lebih dekat dengannya.


"Apa sih kak?" bisik Devina


"Jangan dekat-dekat, nggak baik!" bisik Adit


"Kita juga terlalu dekat kak," jawab Devina


"Kalo kita beda," jawab Adit


"Cih," Devina berdecih


"Udah-udah, Faris kamu join TOD nggak?" tanya Evelyn


"Boleh," jawab Faris


"Aku yang puter ya!" ujar Wildan


"Putar-putar!" ujar Devina


Wildan memutar kembali botol kosong itu dan akhirnya berhenti di Wildan sendiri.


"Lah, kok aku sendiri!" kesal Wildan


"Ya udah, Truth or Dare?" tanya Sarah


"Truth aja deh," jawab Wildan


"Apaan, cowok masa nggak berani dare?" tanya Adit


"Bukannya nggak berani, tapi di sini kan banyak orang. Nanti malah nyuruh yang aneh-aneh lagi," jawab Wildan


"Ya udah, aku yang tanya!" sahut Reyhan


"Apa?" tanya Wildan


"Pernah punya kesan nggak sama cewek selain Devina?" tanya Reyhan


"Hmm..... Pernah," jawab Wildan


"Hayo siapa tuu...." ledek Devina


"1 pertanyaan," jawab Wildan


"Ck," Devina berdecak


"Ya udah, aku yang putar!" sahut Adit


Adit memutar botol itu dan berhenti di arah Reyhan.


"Kak Rey... Truth or Dare?" tanya Devina


"Truth dong," bujuk Evelyn


"Ya udah truth," jawab Reyhan


"Aku yang tanya! Pernah berapa kali ciuman sama Kak Sarah?" tanya Evelyn


Mendengar pertanyaan itu, mata Sarah membulat sempurna. Ia merasa mati gaya saat mendengar pertanyaan itu.


"Ja jangan yang kayak gituan! Yang lain dong," pinta Sarah


"Kok nolak?" tanya Devina


"Kalo malu kan berarti udah pernah hahaha..." tawa Evelyn


"Ya pasti pernah lah," ledek Adit


"Dit!" kesal Sarah


"Berapa coba?" tanya Evelyn


"Banyak," jawab Reyhan singkat


"Iya berapa kali?" tanya Evelyn


"Ya intinya banyak!" jawab Reyhan


"Kalo udah banyak, berarti ada rencana mau married dong?" tanya Devina


"Kalo itu..." jawab Reyhan


"Mau bahas kalo udah lulus kuliah!" sahut Sarah secepat mungkin


"Oh gitu...."


"Udah puter lagi..." malu Sarah


Reyhan memutar botol itu sampai berhenti dan menunjuk arah Devina.


"Devina...." panggil Sarah


"Yah aku!" jawab Devina


"Truth or Dare?" tanya Reyhan


"Truth aja deh," jawab Devina


"Nggak dare?" tanya Wildan


"Nggak ah," jawab Devina


"Jangan di paksa, nanti dia nangis!" ledek Reyhan


"Kata siapa? Aku nggak cengeng tau!" kesal Devina


"Udah-udah! Aku yang tanya!" pinta Reyhan


"Duh bahaya nih," gumam Devina


"Pilih Adit apa Faris?" tanya Reyhan


"Hayo loh," ledek Sarah


"Susah loh itu," sahut Evelyn


"Yang lain dong yang lain," pinta Devina


"Nggak bisa!" tegas Reyhan


"Ck, aku pilih.... Kak Adit aja deh," jawab Devina


"Aduh dek, sakit hatiku!" ledek Evelyn


"Ambyar!" sahut Reyhan


"Apaan sih ni pada," malu Devina


Adit semakin merasa menang saat tau Devina lebih memilihnya ketimbang si Faris. Sementara Faris hanya tersenyum kecut.


"Boleh," jawab Adit


Faris memutar botol itu dan berhenti di arah Evelyn.


"Velyn..." panggil Devina dengan nada sedikit meledek


"Waduh, nggak bisa ngindar nih," gumam Evelyn


"Aku yang tanya!" pinta Sarah


"Ya sedikit aman lah," gumam Evelyn


"Pernah pacaran nggak? Kalo pernah, udah berapa kali?" tanya Sarah


"Pacaran? Pernah sih 1x waktu SMA dulu. Tapi ya biasa lah cinta monyet," jawab Evelyn


"Oh, yang dulu jadi ketua OSIS itu yah?" tanya Devina


"Shhh... Privacy baby," jawab Evelyn


Ekspresi Wildan sedikit berubah saat mendengar kalau Evelyn pernah pacaran satu kali. Wildan berpikir, jika Evelyn lebih tua darinya 1 tahun maka kemungkinan Evelyn pernah pacaran dengan Ketua OSIS 2 atau 3 tahun yang lalu.


"Udah-udah ayo lanjutkan!" sela Reyhan


Kini giliran Evelyn yang memutarnya, dan kini berhenti di arah Sarah.


"Kak Sarah..."


"Aku dare aja biar menantang!" jawab Sarah


"Oww....."


"Aku-aku!" sahut Adit


"Apa?" tanya Sarah


"Coba cium salah satu pria di meja ini selain adik kamu," pinta Adit


"Apa?" kaget Sarah


"Hayo nggak bisa nolak loh," ujar Evelyn


Ah elah, tau gini tadi aku pilih Truth aja deh. Aku pikir kalo dare kan nggak bakal di tanya-tanya tentang privacy, eh tapi malah di jebak kayak gini - Batin Sarah


"Siapa yang harus aku cium?" bingung Sarah


Berani mencium pria selain aku, akan ku buang pria itu di Antartika - Batin Reyhan


Sarah masih melihat sekeliling nya, ia bingung dan merasa simalakama. Dan akhirnya Sarah berdiri, dan langsung mencium singkat pipi kanan Reyhan.


"CIEE......"


"UUU BAPER NI YE..."


"JADI NGIRI!"


"MAKANYA NGANAN,"


"Udah-udah," malu Sarah


Sarah langsung salah tingkah setelah mencium Reyhan, sementara Reyhan hanya tersenyum tipis melihat Sarah menciumnya.


"Ayo putar lagi!" semangat Evelyn


"Aku yang putar!" pinta Devina


Devina memutar botolnya, eh malah berhentinya di dia sendiri.


"Eh ya ampun! Aku lagi!" kesal Devina


"Truth or Dare?" tanya Adit


"Truth lagi," jawab Devina


"Truth mulu," protes Evelyn


"Jangan di paksa, nanti nangis!" ledek Reyhan


"Kak Rey nyebelin, biarin nanti aku bilangin ke mommy!" kesal Devina


"Ngambek loh adikmu," jawab Sarah


"Iya-iya maaf," ujar Reyhan


"Aku boleh yang tanya?" tanya Faris


"Boleh, biar nggak diem aja dari tadi!" ujar Reyhan


"Dev, mau kenalan sama aku lebih lanjut lagi nggak?" tanya Faris


"Hah? Maksudnya?" tanya Devina


"Ya biar lebih deket aja, biar nggak kayak orang lain. Ya kayak sahabat gitu," ujar Faris


"Iya boleh," jawab Devina datar


"Uuu pdkt ya?" tanya Evelyn


"Eh enggak kok," jawab Faris


"Rey... Dev... Ayo pulang!" panggil Prima


"Ya udah kita pamit dulu ya Ris," ujar Reyhan


"Iya, makasih udah mau datang!" ucap Faris


"Sama-sama, kapan-kapan main aja ke rumah kita," ujar Reyhan


"Iya deh kalo ada waktu," jawab Faris


Semuanya pamit untuk pulang, Prima, Devan, Reyhan dan Sarah satu mobil. Adit dengan Devina dan Wildan bersama Evelyn.


"Dad... Daddy yakin ini cuma sekedar datang karena undangan? Kok ajak kita semua?" tanya Reyhan


"Cermat juga kamu, kamu lihat Faris tadi?" tanya Devan


"Iya dad, kenapa?" tanya Reyhan


"Awalnya papa Faris itu pengen jodohin Faris sama Devina, tapi mommy sama daddy nggak setuju. Mommy daddy lebih suka kalau mereka cinta yang alami," ujar Devan


"Mommy lebih suka kalau kalian berdua bisa milih jodoh sendiri, karena cinta. Tapi mommy dan daddy juga tetep akan selektif, karena nggak semua orang cocok dan baik buat jadi pasangan hidup kalian," ujar Prima


"Kalo Sarah gimana mom?" tanya Reyhan


Sarah terkejut karena tiba-tiba Reyhan bertanya seperti itu, Sarah pun menyenggol Reyhan karena sungkan.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏