
Dari kejauhan Adit melihat Devina sedang makan bersama seorang pria, Adit terkejut melihatnya. Ingin ia datang dan menghajar pria itu karena berani duduk bersama pacarnya.
Adit berjalan dengan langkah kasarnya untuk menghampiri pria yang sedang duduk bersama Devina. Ia langsung menarik kasar bahu pria itu.
"Heh... Lo siapa? Ngapain deket-deket pacar gue?" tanya Adit kesal
"Aww... Mas kalem aja kenapa sih!" kesal Galang
"Kakak?"
"Adit?"
"Kakak?" kaget Devina
"Kamu ngapain di sini?" tanya Galang
"Aku mau nyamperin pacarku, kakak sendiri ngapain ke sini?" tanya Adit
"Kakak makan siang bareng mahasiswi kakak," jawab Galang
"Loh!!!"
"Kalian saudara?" tanya Devina
"Iya!!!"
"Kok aku baru tau?" kaget Devina
Adit pun akhirnya ikut duduk dan sekalian memesan makanan untuk makan bersama.
"Jadi dia ini kakakku. Dia baru pulang dari USA sekitar 3 minggu yang lalu. Udah lama pulang tapi nggak balik-balik ke rumah," sindir Adit
"Hehehe... Banyak yang harus aku urus Dit," jawab Galang cengengesan
"Oh... Kok kebetulan banget sih," jawab Devina ramah
"Iya juga ya... Oh ok, kak kenalin ini Devina," ucap Adit memperkenalkan Devina
"Kan udah kenal," jawab Galang
"Tapi kenalnya sebagai dosen dan mahasiswi kan? Kenalin ini Devina, calon istri aku!" ujar Adit sambil merangkul pundak Devina
Pakk...
Devina memukul ringan tangan Adit yang merangkul pundaknya.
"Hehehe..."
"Ok Dev, kenalin aku Galang. Kakaknya Adit," ucap Galang sambil mengulurkan tangannya
"Aku Devina, pacar Kak Adit," ujar Devina sambil menjabat tangan Galang
"Udah nggak usah lama-lama," ujar Adit yang langsung menyambar tangan Galang dan Devina
Jadi tenang deh kalo gini, untung dia cuma calon kakak ipar ku - Batin Devina
.
.
.
.
Hari berlalu... Kini Reyhan dan Sarah juga sudah kembali dari Prancis. Adit, Sarah dan Reyhan mendapat tugas magang di perusahaan Devan.
///***///
Di Perusahaan Devan
Saat ini sedang jam istirahat perusahaan, Adit mengajak Reyhan untuk membeli minuman sambil curhat. Intinya, Adit lagi galau karena cinta.
"Rey... Gue mau curhat," ucap Adit serius
"Gue dengerin," ujar Reyhan santai kayak di pantai
"Gue serius!" kesal Adit
"Gue juga serius," jawab Reyhan santai
"Ah serah!" kesal Adit
Adit menceritakan semuanya, tentang hubungannya dengan Devina, kembalinya Galang sampai perdebatan Adit dengan papanya mengenai hubungan asmara Adit dan Devina.
"Jadi gitu... Trus gue harus gimana coba sekarang?" tanya Adit galau
"Turuti aja kemauan bokap lo," jawab Reyhan santai
"Ya terus gue harus putus sama Dev gitu?" tanya Adit
"Gue kan nggak bilang begitu. Lo ikuti aja kemauan mereka, siapa tau mereka luluh trus kasih restunya," jelas Reyhan
"Tapi papa gue itu keras kepala Rey!" jawab Adit
"Belum juga di coba," ujar Reyhan sambil meminum soda di tangannya
"Kalo tetep nggak di kasih restu gimana?" tanya Adit
"Ya udah terima," jawab Reyhan
"Lo nggak mau ngasih solusi atau sekedar support gitu?" tanya Adit
"Yang sabar ya... Cinta itu berat, kalo enteng namanya gotong royong," jawab Reyhan sambil menepuk-nepuk pundak Adit
"Ni orang kayaknya belum pernah disiram api neraka," kesal Adit
"Udah gue mau apelin Sarah dulu," ujar Reyhan sambil berdiri
"Eh kemana? Nasib gue gimana?" tanya Adit
"Nasib ya di jalanin lah," jawab Reyhan acuh
Adit teringat sesuatu, ia langsung bergegas pergi mendahului Reyhan. Sedangkan Reyhan hanya berjalan santai menuju ruang kerja Sarah.
///***///
Ruang Kerja Sarah
Mata Reyhan membulat sempurna saat melihat Adit yang sedang duduk lemas sambil memegangi tangan Sarah, seperti orang yang sedang mengemis cinta.
"Sarah... Bantu aku... Kamu adalah bidadari, kamu adalah malaikat, kamu adalah makhluk Tuhan yang tercipta, yang paling seksi. Cuma kamu yang bisa mem... Eh salah, malah nyanyi kan!" kesal Adit keceplosan
"Ini apa-apaan sih Dit? Berdiri dulu coba," ucap Sarah sambil membantu Adit berdiri
"Kalian ngapain!" sentak Reyhan dengan emosi yang naik turun
"Ngobrol," jawab Sarah
"Iya tau, maksudnya ngapain tadi pegang-pegangan tangan?" tanya Reyhan dengan nada meminta penjelasan
"Oh... Adit ada masalah, dia minta tolong aku buat bantuin," jawab Sarah
"Tadi kan lo udah curhat sama gue? Ngapain ke sini sih!" kesal Reyhan
"Curhat sama Rey itu nggak memuaskan Sar... Mending curhat sama kamu aja," ujar Adit
"Sini minggir!" pinta Reyhan sambil menarik kerah baju belakang Adit agar Adit mundur
"Oy... Ini anak orang! Bukan anak kucing!" protes Adit
"Baru tau aku," jawab Reyhan datar
"Udah-udah, kalian ngapain sih? Ayo cari tempat duduk dulu," ujar Sarah
"Oke yuk," ajak Reyhan yang langsung merangkul pundak Sarah
"Hiks... Gue di tinggal!" ucap Adit melas
Mereka bertiga pun duduk di kantin lagi, Sarah makan siang sambil mendengarkan curhatan terdalam suara hati istri, eh maksudnya suara hati Adit.
"Jadi gitu... Aku harus gimana?" tanya Adit sembari menjelaskan
"Ya di jalanani," jawab Sarah sambil menyantap makanan di depannya
"Cuma itu?" tanya Adit
"Ya masa lo mau jualan sate? Di ketawain kambing lah," gurau Sarah
"Emang kambing bisa keltanya Adit
"Bisa,"
"Kayak apa emang?" tanya Adit
"Coba kami praktekin, anggep aja kamu kambingnya," ujar Sarah
"Mbehehehehkk..."
"Nah itu mirip, kalian sodara ya?" tanya Sarah
"Eh sialan! Ini seriusan loh!" ucap Adit
"Ya coba kamu bujuk orang tua kamu," jawab Sarah
"Udah,"
"Jelasin kalo kamu benar-benar serius sama Devina,"
"Udah,"
"Lakuin semua kemauan orang tua biar di kasih restu,"
"Udah juga,"
"Kalo udah semua... Kenapa masih tanya!" kesal Sarah
"Aku minyak..." ujar Reyhan
"Nyimak, sayang... Nyimak," ralat Sarah
"Iya itu," jawab Reyhan
"Oy ini gue gimana?" tanya Adit
"Oh iya lupa... Jalani aja dulu Dit, lambat laun pasti luluh juga kok orang tua kamu," ucap Sarah
"Yah... Intinya sama juga kayak solusi Rey," frustasi Adit
"Dit... Namanya cinta itu nggak bisa di paksakan. Tapi cinta tanpa restu itu juga salah, jadi yang bisa lo lakuin cuma buktiin kalo mereka memiliki anggapan yang salah," saran Reyhan
"Iya Dit... Jangan pernah putus asa," jawab Sarah
"Huh.... Harus extra sabar buat ngadepin masalah cinta," ucap Adit frustasi
"Sabar sob," ucap Reyhan sambil menepuk-nepuk pundak Adit
"Tapi aku belum bilang masalah ini sama Devina, enaknya aku kasih tau dia nggak Sar?" tanya Adit
"Kalo menurut aku sih lebih baik di kasih tau, tapi tunggu waktu yang tepat. Karena Devina itu hatinya sensitif, kalau salah sedikit bisa tersinggung," jelas Sarah
"Kalo menurut lo gimana Rey?" tanya Adit
"Menurutku sih... Lebih baik kalian publish dulu hubungan kalian. Selama ini kalian Backstreet kan? Percuma hubungan bagus tapi nggak ada yang tau. Apalagi tujuan kalian sampai pernikahan. Dan lagi... Devina itu cantik, kalo di ambil orang gimana? Kan nggak ada yang tau kalo kalian pacaran?" tanya Reyhan
"Wah... Rey, lo bener-bener motivator yang bobrok..." ucap Adit dengan kedua jempolnya
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
Baca karya lain saya yuk:
'My Ketos My Husband'