My Sexy Wife

My Sexy Wife
Berlalu



Cklek...


Baru saja Prima makan beberapa sendok, sudah ada seseorang yang membuka pintu.


"Selamat siang... Loh!!! Bukannya Dokter Prima sedang puasa?" tanya Dokter Mia


"Eh... Dokter Mia..." jawab Prima cengar-cengir


"Kenapa makan? Harusnya puasa kan hari ini?" tanya Dokter Mia


"Itu... Eh, masa aku puasa hari ini? Aku lupa," elak Prima


"Nggak usah sok lupa!" kesal Dokter Mia


"Aku lupa, beneran lupa!" elak Prima


Masih tetap mengelak, Dokter Mia hanya menatap Prima kesal. Ia mendekat dan mengambil sepiring nasi Padang di tangan Prima.


"Eh eh eh... Nasiku..." ujar Prima


"Katanya lupa? Sekarang udah ingat kan? Ya udah di lanjut puasanya," jelas Dokter Mia


"Aku masih lupa! Sini biar ku lanjutkan," alasan Prima


"Nggak bisa! Sudah jangan protes, aku mau melanjutkan pemeriksaan," tegas Dokter Mia


"Boleh aku minum? Tenggorokan ku kering, nanti makanannya tidak tercerna dengan baik," pinta Prima


"Tidak bisa! Harus puasa!" tegas Dokter Mia


"Kalau tidak boleh minum, aku akan pingsan..." lagak Prima


"Pingsan saja, akan lebih lama kau puasa," jawab Dokter Mia enteng


"Kau jahat Mia!" kesal Prima


"Dokter harus bisa tegas pada pasien, Prima," jawab Dokter Mia


"Boleh minum ya? Hanya seteguk," pinta Prima


"Tidak!"


"Camilan sedikit?"


"Tidak!"


"Aku sudah makan tapi belum minum, boleh minum sedikiiit saja,"


"Tidak!"


"Hanya sekedar air putih biasa,"


"Tidak!"


"Hanya minum sedikit, setelah itu kau boleh tambah jam puasaku!"


"Tidak!"


"Ah matilah sana!" kesal Prima


"Jadilah pasien yang baik ya nak," ledek Dokter Mia


"Ah pergilah sana!" kesal Prima


"Baiklah sudah selesai, jangan lupa minum obatnya dan jangan makan dulu!" tegas Dokter Mia


"Iya-iya!" kesal Prima


Dokter Mia pun keluar, Prima melihatnya sampai benar-benar keluar. Setelah benar-benar keluar, Prima hendak mengambil sebotol air putih karena tenggorokannya yang sudah kering sejak tadi.


"Mas ambilkan minum itu," pinta Prima


"Bukannya nggak boleh?" tanya Devan


"Boleh kalau dokternya nggak ada," jawab Prima


"Mending jangan deh," ucap Devan


"Ya udah kalau mau aku pingsan kelaparan dan kehausan!" kesal Prima


"Ya udah nih, buruan minum!" ucap Devan terpaksa


"Mana siniin," pinta Prima


"Pasangan macam apa ini?" tanya Joo heran


"Masih parah mereka dibandingkan dengan ku," sela Zalfa


"Kalian sama-sama parahnya!" sahut Joo


Cklek...


Pintu kembali terbuka, baru saja meminum seteguk air, sudah muncul lagi wajah dokter Mia di pintu.


"Hei! Kenapa minum? Aku kan sudah bilang jangan!" kesal Dokter Mia


"Aku haus," jawab Prima


"Kalian, kalian, kalian! Jangan coba-coba memberikan dia makanan atau minuman jika tidak mau ku jadikan kelinci percobaan obatku yang baru!" ancam Dokter Mia sambil menunjuk Devan, Zalfa dan Joo.


Semua begidik ngeri dengan ancaman yang diucapkan oleh Dokter Mia.


"Awas kalau ketahuan!" ancam Dokter Mia


Cklek....


Pintu tertutup, namun semua masih hening karena ancaman Dokter Mia. Prima hanya menguatkan dirinya sendiri sampai nanti sore agar kuat menahan lapar.


"Uhm... Itu... Kami mau melihat keadaan Devina dan Sarah dulu ya," ujar Zalfa yang memecah keheningan


"Iya, kita mau lihat mereka dulu," sela Joo


"Iya baiklah," jawab Devan


Zalfa dan Joo pun keluar untuk melihat keadaan Devina dan Sarah, namun mereka terhenti di luar pintu saat melihat Wildan yang sedang membantu Evelyn berjalan.


"Loh calon mantu?" kaget Zalfa


......


Semua hening saat mendengar sapaan pertama dari Zalfa, Wildan yang paling tidak menyangka dengan apa yang ia dengar.


"Wildan? Evelyn?" kaget Joo


"Ya udah, lain kali kalo kita pulang bakal kita siarin lewat Mnctv," ujar Joo


"Ya nggak segitunya juga kali pa," ucap Evelyn datar


"Kamu kenapa Lyn? Terus kok Wildan di sini?" tanya Zalfa


"Kan Sarah yang sakit mama..." jelas Joo


"Oh iya lupa, terus itu Velyn kenapa? Nggak bisa jalan sendiri?" tanya Zalfa


"Habis keseleo ma," jawab Evelyn


"Apa? Keseleo? Pa ayo cepetan bawa Velyn ke spesialis tulang! Ayo kita rontgen pa, kalau tulangnya kenapa-kenapa gimana? Kalau ada yang geser atau patah gimana? Nanti bisa tambah parah, ayo ke dokter tulang!" ajak Zalfa panjang lebar


"Maa.... Evelyn cuma keseleo biasa, nggak bakal sampe tulangnya geser ataupun patah tulang," jawab Joo malas


"Nggak papa berarti?" tanya Zalfa


"Nggak kenapa-napa mamaaaa..... Jangan lebay deh!" kesal Evelyn


"Kan mama cuma khawatir," ujar Zalfa


"Khawatirnya berlebihan!" sela Joo


"Ya maaf... Kalian mau ke mana?" tanya Zalfa


"Awalnya mau pulang, tapi malah ketemu kalian di sini. Ya udah nggak jadi pulang," ujar Evelyn


"Oh ya udah, ayo kita lihat keadaan Devina dan Sarah," ajak Zalfa


"Ya udah yuk," ajak Evelyn


.


.


.


.


.


Waktu berlalu dan hari silih berganti, kini Prima, Devina dan Sarah sudah pulih total. Katlyn dan Laras juga sudah masuk penjara. Jasad Dio dan Julia di temukan di dasar jurang 3 hari setelah kejadian, mereka berdua sudah dimakamkan dengan layak dan makam yang bersebelahan.


Hari ini adalah persiapan pernikahan Sarah dan Reyhan. Mereka memutuskan untuk menikah terlebih dahulu dan mengadakan pesta setelah selesai kuliah agar tidak menyebabkan rumor buruk.


"Rey... Kamu sudah pilih baju?" tanya Prima


"Belum mom," jawab Reyhan


"Ya segera siapkan dong! Yang mau nikah siapa sih? Sana pergi ke butik yang mommy kasih tau alamatnya!" suruh Prima


"Iya mom," jawab Reyhan


"Sarah jangan lupa di ajak! Nanti kamu malah pergi sendirian," curiga Prima


"Iya mom," jawab Reyhan


"Kak... Mau kemana?" tanya Devina yang tiba-tiba datang


"Fitting baju," jawab Reyhan


"Oh.. Kirain kemana, nitip makanan dong!" pinta Devina


"Kenapa nggak beli sendiri?" tanya Reyhan


Prima sedikit menyenggol Reyhan, pastinya karena ia tau bahwa Devina masih trauma untuk pergi keluar sendiri.


"Oh iya, kamu ikut aja ayo! Nanti pilih sendiri makanannya," ajak Reyhan


"......"


"Jangan takut, ada aku sama Sarah kok," ucap Reyhan


"Sana pergi sama Kak Rey," ujar Prima


"Iya deh, tunggu! Aku mau ambil tas," ucap Devina


Devina pun setuju untuk pergi bersama Reyhan, ini pertama kalinya Devina mau keluar selain kuliah. Bahkan saat kuliah pun ia tetap membawa bodyguard sampai kampus. Sesekali Devina di ledek, namun tidak ada yang berani macam-macam pada Devina saat mereka tau kalau Devina adalah Putri Keluarga Kalandra.


///***///


Di Mobil


Akhirnya Devina dan Reyhan pun pergi, mereka mengendarai mobil dengan diiringi lagu berjudul 'When I See You Again' yang dinyanyikan oleh Charlie puth feat. Wiz Khalifa.


"Evelyn kok nggak balik ke Paris lagi?" tanya Reyhan yang memecah keheningan


"Oh... Katanya dia juga ada pemotretan di Indo, makanya masih di sini. Sekarang dia lagi di daerah puncak buat ambil photoshoot outdoor," jelas Devina


"Oh gitu..." ucap Reyhan


"Hmm...."


Suasana kembali hening, hanya musik yang bersuara. Reyhan bingung harus berkata apa, Reyhan takut jika menyinggung Devina hingga melukai hatinya. Karena saat ini Devina masih tahap pemulihan dari traumanya.


"Kak...." panggil Devina


"Ya Dev? Kenapa?" tanya Reyhan


"Boleh tanya?" tanya Devina


"Tanya aja," ujar Reyhan


"Kakak kan bentar lagi nikah... Nanti kalo kakak berubah setelah menikah gimana?" tanya Devina


"Maksudnya?" tanya Reyhan


"Ya misalnya, nanti Kak Rey jadi dingin dan cuek sama aku setelah menikah karena sudah punya keluarga sendiri," ucap Devina


Reyhan terkejut dengan pemikiran Devina yang sampai sejauh itu, ia bingung bagaimana menjawabnya agar tidak melukai atau menyinggung Devina. Karena sampai saat ini, Devina masih gampang sekali marah ataupun tersinggung. Hingga berbicara pun harus benar-benar berhati-hati.


"Kenapa mikirnya gitu?" tanya Reyhan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Yeah akhirnya nyampe 150 Chpt! 🙈🤓 Makasih buat yang selalu support author! 🤗


Menurut kalian, kapan Devina benar-benar pulih sepenuhnya? Komen di bawah ya🤗


Baca karya lain saya: My KETOS My Husband