
"Ada informasi terbaru mengenai Nona Sarah dan Nona Devina," ujar Tio
"Apa? Bagaimana? Di mana mereka?" tanya Reyhan
"Mereka di mana? Baik-baik saja kan?" tanya Adit
"Untuk lokasi saat ini kami belum tau, namun pelaku mengirimkan pesan pada ponsel anda. Ia mengajak anda bertemu di sebuah taman bermain yang ada di daerah X," jelas Tio
"Kapan?" tanya Reyhan
"Nanti sore pukul 16.00, ia meminta untuk bertemu dan tidak mengijinkan anda membawa orang lain apalagi melibatkan polisi, mereka berani mengancam dengan menggunakan Nona Sarah dan Nona Devina," jelas Tio
"Sialan! Mereka pikir, siapa mereka? Berani sekali mengancamku!" murka Reyhan
"Bagaimana selanjutnya Tuan Muda?" tanya Tio
"Aku akan pergi, 1 jam sebelum aku pergi tolong beri tahu daddy ku. Kau kirim lewat pesan saja alamat nya, aku khawatir mommy akan kenapa-kenapa saat mengetahui kabar ini," jelas Reyhan
"Baik Tuan Muda," jawab Tio
"Baik pergilah," ujar Reyhan
Tio membungkukkan badannya lalu pergi untuk mengurus semuanya, Reyhan dan Adit masih memutar otak untuk berpikir. Ia harus menyelamatkan keduanya tanpa membahayakan salah satunya.
"Bagaimana ini..." gumam Reyhan
"Rey, bagaimana ini? Apa kau ada cara?" tanya Adit
"Entahlah, aku masih berpikir. Lebih baik kita siapkan semuanya terlebih dahulu agar lebih matang dan tidak gegabah saat di sana!" ujar Reyhan
"Baik ayo," ajak Adit
Adit dan Reyhan kembali berpikir bersama menyusun sebuah rencana untuk penyelamatan Devina dan Sarah. Reyhan bisa saja memberi tau polisi mengenai hal ini, namun ia tak berani ambil resiko.
Mereka sudah berani menyentuh dan melukai Sarah juga Devina, itu berarti mereka tidak main-main dengan ancamannya. Reyhan dan Adit harus lebih berhati-hati kali ini.
"Rey... Aku harap semua akan berhasil!" ujar Adit
"Kita pasti berhasil," jawab Reyhan
"Hmm... Aku harap begitu," jawab Adit
Pagi hari mereka seperti biasa, Reyhan dan Adit memilih tidak memberitahukan semuanya terlebih dahulu pada Devan. Reyhan hanya ingin nanti Devan yang akan membantunya di saat-saat terakhir penyelamatan Devina dan Sarah.
///***///
Sore Hari
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya tiba juga waktu yang di tunggu-tunggu. Tio sudah mengirimkan pesan pada Devan, Reyhan pun sedang perjalanan menuju taman bermain yang di maksud oleh pelaku.
Belum sampai tujuan, ponsel Reyhan berbunyi. Terdapat sebuah pesan masuk.
"Dit, coba kau lihat!" ujar Reyhan yang masih sibuk menyetir
"Hmm..." jawab Adit
Julia
Aku tunggu kau di taman Y sekarang! Ingat! Jangan bawa siapa-siapa! Waktumu 20 menit dari sekarang!
"Rey... Mereka memindah posisinya. Mereka mengajak bertemu di taman Y," ujar Adit
"Sialan! Jangan-jangan....” kesal Reyhan
"Jangan-jangan apa Rey?" tanya Adit
"Dia hanya ingin mengalihkan perhatian kita, ia mengajak bertemu di taman bermain hanya untuk mengecoh kita jika kita meminta bantuan polisi," jelas Reyhan
"Benar-benar licik!" kesal Adit
"Pikir saja, bagaimana mereka bisa memberi tahukan tempatnya lebih awal. Kan bisa saja kita memberi jebakan atau akan menyergap mereka jika mereka memberi tahukan tempatnya lebih awal, kita terpancing karena kita sedang emosi dan pola pikir kita tak stabil!" jelas Reyhan
"Sialan!" kesal Adit
"Dit! Cepat beri tau daddy ku," pinta Reyhan
"Ok-ok,"
.
.
.
Reyhan
Dad... Lokasi Devina dan Sarah sekarang ada di taman Y, bukan di tempat semula!
Devan sudah pergi sejak tadi dan tak sengaja meninggalkan ponselnya. Prima melihatnya, ia melihat siapa yang mengirim pesan dan terkejut dengan apa isi pesannya.
"Astaga! Sekarang di mana Mas Devan? Aku harus pergi!" ujar Prima
Prima mengambil kunci mobilnya dan segera pergi ke taman yang dimaksud Reyhan.
.
.
.
.
"Apa?" kaget Reyhan
"Apa mereka memiliki rencana untuk mencelakai salah satu dari kita?" tanya Adit
"Itu semua memungkinkan Dit, tapi yang aku masih bingung itu apa motif mereka? Kenapa mereka menculik Sarah dan Devina! Dan yang mereka gunakan untuk mengancam adalah nomor Julia. Tau apa mereka tentang Julia?" bingung Reyhan
"Apa ini semua memang ada kaitannya dengan Julia?" tanya Adit
"Entahlah... Sekarang ini semua kemungkinan bisa saja terjadi, karena hal ini kita harus lebih berhati-hati!" pinta Reyhan
"Baiklah," jawab Adit
///***///
Di Taman Y
Reyhan dan Adit sudah datang, Adit bersembunyi di dalam mobil. Ia bertugas untuk memantau dari jauh, dan Reyhan kini turun untuk mencari keberadaan Sarah dan Devina.
"Bagaimana?" tanya Reyhan
"Taruhlah kameranya di tempat yang bagus agar aku bisa melihat semuanya!"
"Baik, tunggu sebentar!"
Reyhan menaruh sebuah kamera di berbagai sisi, kameranya memang tidak terlalu mencolok. Seperti sebuah pena dan ia selipkan di tempat tertentu.
"Bagaimana sekarang?" tanya Reyhan
"Baiklah, berhati-hatilah. Mereka ada dari arah belakangmu,"
Reyhan berbalik, ia melihat seseorang datang. Reyhan mengamatinya dengan seksama.
"Hai Reyhan...." sapa seorang wanita paruh baya yang memegangi Devina
Devina datang dengan badan lemas, beberapa luka di badannya dan seperti hampir tak sadarkan diri.
"Siapa kau? Apa tujuanmu melakukan ini semua? Lepaskan adikku!" kesal Reyhan
"Lepaskan? Tidak semudah itu Reyhan... Kau juga harus merasakan bagaimana rasanya kehilangan,"
"Siapa kau? Aku tidak mengenalmu!" kesal Reyhan
"Kau tidak mengenali ku? Aku harusnya menjadi ibu mertuamu sekarang,"
"Siapa kau? Aku tidak paham!" kesal Reyhan
"Kau membuat putri ku pergi selamanya dan kau masih tak mengenaliku?"
"Kau... Apakah kau ibunya Julia?" tanya Reyhan
"Hahahaha... Akhirnya kau mengenalku!"
"Lepaskan putriku!" teriak Prima dari jauh
"Ow.... Pertunjukan semakin menarik,"
"Lepaskan putriku! Jangan pernah sakiti dia!" bentak Prima
"Kenapa? Kau juga harus merasakan bagaimana rasanya kehilangan... Prima..."
"Kau?" kaget Prima saat menatap wajah wanita di hadapannya
"Hai Prima... Lama tak bertemu,"
"Mom... Kau mengenalnya?" tanya Reyhan
"Bagaimana mommy tak mengenal aku Reyhan? Dia mengenalku dengan baik, memang ya. Anak dan ibu sama saja, ibunya merebut calon suamiku dan kini putranya merenggut putriku. Kalian semua b*jat!"
"Siapa dia mom?" tanya Reyhan
"Katlyn..." jawab Prima sedikit lemas
"Katlyn? Siapa Katlyn?" tanya Reyhan
"Akulah yang harusnya menjadi Nyonya Kalandra, Reyhan. Tapi karena ibu sialan mu itu, semuanya gagal!" kesal Katlyn
"Jangan menyalahkan siapapun Katlyn, itu semua terjadi karena ulahmu sendiri!" ketus Prima
"Kau tak tau situasinya ya?" tanya Katlyn
Katlyn bersiul, lalu tak lama ada seseorang yang datang lagi.
"Awas... Ada yang datang lagi Rey,"
"Siapa? Bisakah kau mengenalinya?" tanya Reyhan
"Sebentar, sepertinya aku familiar dengan orang ini,"
"Siapa?" tanya Reyhan
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏