
"Siapa?" tanya Reyhan
"Dio..."
"Apa? Dia ada kaitannya dengan semua ini?" kaget Reyhan
"Hati-hati! Dia tidak sendiri!"
"Hmm..."
Dio datang, Prima dan Reyhan terkejut saat melihat Sarah yang terikat kencang dengan tali di pergelangan tangannya. Ia di bawa secara paksa dan sedikit di seret oleh Dio.
"Dio!" bentak Reyhan
"Oh hai... Teman..." ucap Dio dengan nada sedikit mengejek
"Lepaskan Sarah!" bentak Reyhan
"Lepaskan? Memangnya kau siapa sampai berani memerintah ku?" tanya Dio
"Kenapa kau lakukan ini Dio! Kenapa melibatkan mereka berdua?" tanya Reyhan
"Aku tidak ingin melibatkan adikmu, sangat di sayangkan gadis secantik dia belum sempat ku sentuh. Yang aku inginkan hanyalah Sarah," jelas Dio
"Jaga mulutmu! Kenapa kau melibatkan Sarah!" sentak Reyhan
"Karena... Kau harus merasakan bagaimana rasanya kehilangan seorang kekasih," jawab Dio
"Apa maksudmu! Lepaskan mereka, kita akan selesaikan masalah kita tanpa melibatkan orang lain," pinta Reyhan
"Terlambat Reyhan! Kau sudah membunuh orang yang aku cintai, jangan berharap belas kasihan padaku," jawab Dio
"Apa maksudmu? Aku tidak pernah membunuh siapapun!" kesal Reyhan
"Hahahaha... Kau bodoh! Andai saja kau tidak pernah mengenal Julia, dia pasti masih berdiri di samping ku sekarang!" sentak Dio
"Dio... Kenapa kau menyalahkan aku atas kematian Julia? Itu semua kesalahannya sendiri, semua hanyalah kecelakaan!" jelas Reyhan
"Kecelakaan? Kecelakaan kau bilang? Jika saja dia tidak bertemu denganmu hari itu, maka tidak ada hari di mana ia pergi untuk selamanya!" bentak Dio
Prima masih mendengarkan semua dan berusaha memahami kemana arah pembicaraan ini.
"Dia meninggal karena sudah takdir Dio! Sadarlah!" ujar Reyhan
"Takdir... Takdir... Aku tidak percaya takdir! Kau lah yang membunuh Julia! Dan sekarang aku akan memberi tahu kan padamu, apa itu kehilangan!" ancam Dio
"Jangan gegabah Dio!" bentak Reyhan
Prima dan Reyhan sedikit kikuk sekarang, ia tak bisa bertindak sembarangan. Terdapat pisau di tangan Katlyn dan Dio, di belakang mereka juga terdapat jurang yang dalam.
"Dio... Katlyn, ayo kita selesaikan semuanya baik-baik! Jangan seperti ini, Devina dan Sarah tidak tau apa-apa," pinta Prima
"Julia juga tidak tau apa-apa! Putriku tidak tau apa-apa! Tapi kenapa harus putriku yang pergi? Kenapa bukan putrimu saja!" bentak Katlyn
"Lepaskan mereka Katlyn, kau itu juga seorang ibu. Pasti tau bagaimana rasanya di posisiku," pinta Prima sambil maju selangkah
"Jangan mendekat atau dia akan mati!" ancam Katlyn
"Katlyn!" bentak Prima
Srett...
Katlyn sedikit menggores leher jenjang Devina dengan pisau di tangannya. Prima semakin merasa terancam sekarang, Katlyn benar-benar kehilangan akal sehatnya.
"Tolong jangan sakiti mereka berdua Katlyn, aku bisa menggantikan mereka. Asal lepaskan mereka berdua," pinta Prima sambil terduduk di tanah
"Mom!" teriak Reyhan
"Oh, aku tak mengira akan tiba hari ini. Dulu kau pernah berdiri dengan sombongnya, membuatku menjadi seorang gadis buangan. Dan sekarang? Prima yang agung sedang memohon kepadaku?" ledek Katlyn
"Lepaskan putriku Kat..." pinta Prima yang sudah lemas
"Hahahaha... Kau takut putrimu terluka kan?" tanya Katlyn
"Cukup sudah aku memohon dan bersabar padamu Katlyn. Tak akan ku biarkan siapapun melukai keluargaku!" ucap Prima dengan nada penuh penegasan dan tatapan mata yang bisa membunuh siapapun yang memandangnya
"Mom..." panggil Reyhan
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Katlyn yang sedikit gugup
Prima maju selangkah demi selangkah mendekati Katlyn, sedangkan Katlyn sudah tidak berani mundur karena di belakangnya sudah ada jurang yang dalam.
"Jangan maju atau aku akan menjatuhkan putrimu ke jurang!" ancam Katlyn
"Jatuhkan saja! Aku tidak takut! Justru jika dia tidak bersamamu, aku tidak punya alasan untuk mengampuni mu lagi!" tegas Prima
Katlyn sedikit gugup dan takut. Ia takut jika Prima berani berbuat nekat karena Devina di tangannya.
"Serahkan putriku sekarang atau aku tidak akan pernah mengampuni mu lagi!" ancam Prima
"Jangan mendekat," ancam Katlyn dengan pisau yang semakin mendekati leher Devina
Tuhan... Aku serahkan semuanya padamu! - Batin Prima
Pas sekali, kini Dio sedang sedikit lengah. Diam-diam Sarah juga sudah berhasil melepaskan ikatan di tangannya. Saat Dio lengah, Reyhan langsung menyerang Dio dengan melayangkan pukulan keras ke hidung Dio.
Merasa kesakitan, Dio kesal dan melemparkan Sarah ke sembarang arah. Alhasil, Sarah sedikit tergelincir dan sekarang terjebak di pinggir jurang. Tangannya masih menahan dirinya agar tidak jatuh ke jurang.
"Sarah!" teriak Reyhan
Buagg...
Pukulan keras mendarat di perut kekar Reyhan, Reyhan sedikit meringis menahan sakit. Ia kembali baku hantam melawan Dio.
"Jangan maju!" bentak Katlyn
Prima melompat gesit ke arah samping Katlyn, ia memukul leher samping Katlyn. Katlyn yang merasa kesakitan pun melepaskan tangannya dari badan Devina. Devina pun tergeletak setengah sadar di tanah.
"Jangan pernah sakitin keluarga ku!" tegas Prima
Saat Prima hendak kembali memukul, Katlyn melayangkan pisaunya ke kanan dan ke kiri. Hal itu membuat Prima sedikit mundur untuk menghindari tikaman Katlyn.
"Mundur!" bentak Katlyn
Prima sedikit mundur, kini ia harus berpikir bagaimana memindahkan Devina ke tempat yang aman. Katlyn hendak kembali meraih badan Devina, belum sampai meraihnya, Prima menendang keras badan Katlyn sampai Katlyn sedikit terlempar karena tendangan Prima.
"Jauhi putriku!" bentak Prima
"Aww... Dasar j*lang!" keluh Katlyn
Prima berusaha secepatnya untuk memindahkan Devina, baru saja berdiri, Katlyn sudah berdiri lagi dan berlari menuju Prima. Melihat pisau di tangan Katlyn, Prima segera mendorong Devina agar jatuh. Namun pada akhirnya...
Cllaapp....
Pisau di tangan Katlyn pun berhasil menusuk dan mengoyak kulit perut kanan Prima. Saking terkejutnya, Katlyn langsung kembali menarik pisau itu.
"Ti tidak... Aku... Aku tidak melakukannya... Aku tidak melakukannya!" bantah Katlyn
Sasaran awal Katlyn adalah Devina, ia tak menyangka Prima akan mengorbankan dirinya demi Devina. Prima yang awalnya berdiri langsung jatuh terduduk sambil memegangi luka dalam di bagian perut kanannya.
"Mommy!" teriak Reyhan
Reyhan sedikit panik melihat Prima yang sudah bersimbah darah di tangan dan badannya. Darah tak berhenti mengalir dari luka Prima. Karena lengah Dio berhasil memukul Reyhan. Diam-diam Laras datang menghampiri Sarah yang masih berusaha bertahan di tebing itu.
"Ugh... Tolong aku! Aku sudah tidak kuat lagi!" pinta Sarah
"Hai Sarah... Perlukah aku membantumu?" tanya Laras
"Tolong aku!" pinta Sarah
"Ck ck ck... Sepertinya aku akan membantumu," ujar Laras
Laras mengangkat salah satu kakinya ke atas dan menghentakkan kakinya ke salah satu tangan Sarah yang masih memegangi pinggir tebing itu.
"Aakhh..." teriak Sarah menahan sakit
"Oww... Masih satu lagi ya," ujar Laras
Laras kembali mengangkat salah satu kakinya untuk menginjak tangan Sarah. Dan...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏