
Adit
Ok besok aku jemput! 🤭
Devina
Kenapa coba?
Adit
Ada deh...
Devina
Ah serah lah...
Adit
Night honey... 💖😘
Devina
Night too 💝
Adit senyam-senyum sendiri mendapat pesannya Devina yang ada emoticon 'Love' nya. Pasalnya selama berpacaran, selalu Adit yang ingin seperti yang lain. Mengucapkan selamat pagi, siang, sore, malam, kirim emot love, sering VC, sering keluar bareng, pelukan dll.
Namun Devina sering menolak entah karena alasan sibuk atau merasa terlalu alay. Terkadang Devina itu manja, tapi terkadang Adit itu lebih manja.
///***///
Besoknya
Hari berlalu seperti biasa, namun pagi hari Devina sudah mendapatkan kiriman dari Adit.
"Pagi-pagi ngirim apaan sih?" gumam Devina sambil melihat kotak besar kiriman Adit
Devina membawanya masuk ke dalam kamar dan mulai membukanya. Devina terkejut saat tau isinya.
"Gaun? Buat apa?" tanya Devina
Pakai itu, siapa tau nanti ada pesta waktu kita keluar :v. Jangan lupa dandan yang cantik biar Miss Universe iri sama kamu 🖤
Devina geleng-geleng kepala saat membaca pesan yang ada di dalam kotak, walau hanya surat, tapi tetap saja masih ada unsur humor khas Adit.
"Adaaa aja," gumam Devina sambil tersenyum
Jangan-jangan mau... Ah mikir apaan sih? Mending belajar dulu jadi calon istri yang baik - Batin Devina
Devina turun ke bawah untuk mencari Prima, entah kenapa sejak berpacaran dengan Adit, bawaannya pengen belajar masak mulu.
"Mommy... Mommy..." teriak Devina
"Apa sih Dev? Pagi-pagi teriak-teriak kayak ada maling aja," cibir Prima
"Ajarin Dev masak dong mom," pinta Devina
"Apa? Masak?" kaget Prima
"Iya mom, kenapa kaget? Biasa aja kali," ujar Devina
"Kesambet apaan kok mau masak? Biasanya, bahkan di paksa sama malaikat maut pun nggak mau masak," gurau Prima
"Mana ada malaikat maut nyuruh masak mom?" tanya Devina datar
"Perumpamaan sayang... Perumpamaan," jawab Prima
"Udah yuk ajarin masak," ajak Devina
"Mimpi apa semalem kok mau masak?" kaget Prima
"Ih mommy, emang salah ya kalo Dev belajar masak?" tanya Devina
"Nggak sih, tapi aneh aja," jawab Prima
"Ih mommy, ayo ke dapur sebelum mommy berangkat ke rumah sakit," ajak Devina sambil menarik lengan Prima menuju dapur
///***///
Di Dapur
"Oke kita masak apa kali ini?" tanya Devina
"Kamu emang pengen masak apa?" tanya Prima
"Hmm... Yang enak tapi nggak ribet," jawab Devina
"Oke, masak telur balado sama ayam kremes aja yuk," ajak Prima
"Oke, apa yang harus aku lakukan mom?" tanya Devina
"Kupas dulu bawangnya," jawab Prima
"Oke siap!" jawab Devina dengan semangat 45
Dengan semangat 45, Devina mengambil pisau dan mulai mengupas bawangnya. Namun baru saja mengupas 3 buah...
"Hiks... Hiks... Hiks..."
"Loh kamu kenapa Dev? kena pisau?" tanya Prima
"Gatau hiks... Mata aku perih mom hiks.... Ini kenapa hiks..." ucap Devina terbata-bata
"Ya ampun... Itu karena kamu kupas bawang," jawab Prima
"Kok bisa sih hiks?" tanya Devina yang masih terus meneteskan air mata
"Masa kamu nggak tau? Di sekolah kan di jelasin!" kesal Prima
"Mau kemana? Udah di mulai harus di selesaikan dong," jawab Prima
"Mommy..." rengek Devina
"Nggak bisa! Terus lanjut!" tegas Prima
Dengan berat hati Devina terus melanjutkan mengupas bawang. Sampai akhirnya ia dapat ide, diam-diam dia masuk ke kamarnya lalu kembali ke dapur.
"Udah belum? Mommy udah selesai bumbuin ayamnya loh! Tinggal tunggu biar bumbunya meresap, telurnya juga udah mateng loh ini" ujar Prima sambil berbalik
"Udah mom," jawab Devina
"Ya ampun! Dapet dari mana itu kacamata renang?" kaget Prima saat melihat Devina yang mengupas bawang sambil memakai kacamata renang
"Hehe... Abisnya di mata perih mom," jawab Devina
"Banyak tingkah ya! Udah itu masukin blender bawang merah, bawang putih, tomat, cabe rawit, cabe keriting, garam, kasih minyak dikit," perintah Prima
"Oke mom," jawab Devina
Devina melakukan semua yang di suruh oleh Prima, setelah selesai, Devina memberikan blendernya pada Prima.
"Udah mom, ini blender nya," ucap Devina sambil memberikan blender
"Astaga! Blender nya aja Dev, mesinnya nggak usah! Sana balikin tempatnya!" ujar Prima yang geleng-geleng kepala
Harusnya Devina hanya memberikan badan blender nya saja, tapi malah Devina juga mencabut colokan blender lalu membawa blender sekaligus mesinnya.
"Oh nggak usah?" tanya Devina
"Ini anak ya..." gereget Prima
"Hehe..."
Devina kini memberikan 'Blender' nya saja pada Prima.
"Kenapa kasih mommy? Itu minyak udah panas kan? Masukin bumbunya ke wajan, trus tumis sampai harum," ujar Prima
"Oke mom," jawab Devina
Devina memasukkan bumbu halusnya ke wajan panas yang sudah dilumuri sedikit minyak.
Cesss...
Karena tomat yang mengandung air, wajan langsung berbunyi keras dan mengeluarkan banyak asap. Devina panik sendiri.
"Ah mommy ini gimana? Kebakaran... Kebakaran..." panik Devina
"Bukan Dev! Ini karena bumbunya! Coba kamu tumis dulu," kesal Prima
"Oh bukan?" tanya Devina
"Kayaknya harus kamu yang di goreng," ujar Prima kesal
"Hehe... Maapkeun,"
Devina menumis bumbu halus hingga harum, setelah berbau harum khas rempah-rempah, Devina memasukkan telur rebusnya. Ia memasaknya sampai matang, lalu menyajikannya dengan hati-hati.
"Gimana mom? Udah gini?" tanya Devina
"Hmm... Ada yang kurang, oh ambilin kemangi di kulkas!" pinta Prima
"Oke mom," jawab Devina dengan senang hati
Setelah mengambil sesuatu di kulkas, Devina memberikannya pada Prima.
"Nih mom," ujar Devina
"Makas... Eh ini bukan kemangi! Ini seledri Dev," ujar Prima
"Beda?" tanya Devina
Prima memicingkan matanya ke arah Devina, Devina pun paham. Ia langsung meminta bantuan pada ART rumahnya untuk mengambil kemangi.
"Yang ini?" tanya Devina
"Nah ini baru bener," jawab Prima
"Masak apa lagi ini?" tanya Devina
"Udah, tinggal buat adonan ayamnya," jawab Prima
"Ok, tapi kok ayamnya kuning mom? Ayamnya tadi sakit ya sebelum di sembelih?" tanya Devina
"Aneh-aneh aja! Kan ini kuning karena kunyit, Dev," kesal Prima
"Oh, tadi bumbu ayamnya apa aja?" tanya Devina
"Ketumbar, garam, bawang putih, sama kasih kunyit sedikit," jawab Prima
"Oh... Trus sekarang ayamnya mau di apain?" tanya Devina
"Mau di bagiin ke fakir miskin!" kesal Prima
"Loh, kan belum di masak?" tanya Devina
"Udah tau masih nanya! Sana ambilin mommy telur. Awan kalo nggak tau!" ancam Prima
"Ih, kalo cuma telur aku tau ya!" jawab Devina
Devina pergi mengambil telur, tapi dia juga memikirkan sesuatu.
Nanti masakan pertamaku, aku kasih siapa ya? - Batin Devina
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏