
"Astaga! Mikir apa sih! Kebanyakan nonton drama nih!" gumam Sarah
.
.
.
.
Sang surya sudah menunjukkan sinarnya dan tepat mengenai pelupuk mata Reyhan. Ia membuka mata perlahan, lalu ia menyadari kalau sudah ada selimut di atas badannya.
Selimut? Sejak kapan? Perasaan, semalam aku... Apakah Sarah? - Batin Reyhan
Reyhan segera pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya, ia mulai mencari-cari camilan untuk mengisi perutnya yang mulai keroncongan.
"Hah... Ada roti, lumayan lah..." gumam Reyhan
Reyhan menelfon seorang asistennya untuk mengambilkan keperluannya.
"Halo..."
"Halo bos, ada apa?"
"Datanglah ke rumah sakit dengan membawa semua laptop dan berkas-berkas penting di kantor. Tanyakan pada sekretaris Ryan!"
"Baik bos,"
Menunggu 20 menitan, akhirnya asistennya datang namun Sarah belum juga kunjung bangun, memang jam masih menunjukkan pukul 06.30 pagi.
"Mana berkasnya?" tanya Reyhan lirih
"Ini bos,"
"Shhh... Jangan keras-keras! Sarah masih tidur!" lirih Reyhan
"Oh maaf bos, saya pergi dulu! Kalau ada apa-apa tinggal telfon saya saja,"
"Oke pergilah!" ujar Reyhan
Reyhan masuk dan mulai menyalakan laptopnya, ia mengerjakan beberapa berkas-berkas penting dari kantornya. Hari ini Reyhan berencana untuk bekerja dari rumah, ia tak mau merusak harinya karena teror tak jelas.
Sarah mulai terbangun, bersamaan dengan datangnya jatah sarapan pagi Sarah.
"Rey..." panggil Sarah
"Ya? Oh kau sudah bangun?" tanya Reyhan
"Hmm... Hoam..." jawab Sarah yang masih menguap karena baru bangun
"Pas, jatah sarapan mu sudah datang. Ayo makan dulu," pinta Reyhan
"Hmm..." jawab Sarah
Reyhan dengan telaten menyuapi Sarah sampai suapan terakhir, sedangkan Sarah merasa lebih semangat untuk sembuh saat melihat Reyhan ada di dekatnya.
"Rey..." panggil Sarah
"Ya sayang?" tanya Reyhan
"Aku ingin check out hari ini!" pinta Sarah
"Apa? Tidak bisa, kau masih belum sembuh benar!" tolak Reyhan
"Tapi ini sudah hari ke-3 ku tidak masuk kuliah. Aku tidak mau mengulang," jelas Sarah
"Gampang! Nanti aku bicara sama rektornya," jawab Reyhan
"Jangan! Lagian kalo kelamaan nggak masuk nanti nilaiku jelek," jawab Sarah
"Pake surat dokter aja!" pinta Reyhan
"Nggak usah! Aku udah sehat kok, tinggal istirahat penuh aja hari ini. Pasti besok pasti udah sehat kayak biasanya," jelas Sarah
"Nggak bisa! Kamu belum sembuh benar!" tolak Reyhan
"Kamu besok bisa anter, jemput bahkan juga menemaniku di kelas deh. Aku ingin segera magang dan menyelesaikan ini semua!" pinta Sarah
"Kenapa? Ada tujuan? Impian?" tanya Reyhan
"Aku ingin segera menik... Mendapatkan pekerjaan yang bagus," jawab Sarah
Huh... Hampir aja keceplosan. Kalau keceplosan bahaya nih harga diriku sebagai cewek yang cuek - Batin Sarah
"Gampang! Nanti kerja di perusahaan ku, jadi asistenku!" jawab Reyhan
"Nggak mau! Aku pengen andalin kemampuan ku!" jawab Sarah
"Haih baiklah, kau sangat keras kepala! Nanti siang kita check out," ujar Reyhan pasrah
"Makasih," jawab Sarah sambil senyam-senyum
"Cepatlah sembuh!" ucap Reyhan sambil mengacak-acak rambut Sarah
"Kamu nggak kuliah atau kerja ke kantor?" tanya Sarah
"Aku kerja dari sini aja, kalo di kantor itu hawanya serius terus. Kalo di sini kan enggak karena ada kamu," jawab Reyhan cengengesan
"Ih, gombal!" jawab Sarah
"Sar... Aku mau ngomong sesuatu yang penting sama kamu," pinta Reyhan
"Apa?" tanya Sarah
"Kamu mau nggak nikah sama aku?" tanya Reyhan
Degg....
Baru saja Sarah memikirkan tentang pernikahan dan kini Reyhan malah mengajaknya menikah?
"Kamu... Kamu serius?" tanya Sarah
"Aku serius! Aku pengen kamu jadi istriku," pinta Reyhan
"Kenapa? Belum siap?" tanya Reyhan
"Bukan itu, cuma..." bingung Sarah
"Cuma apa?" tanya Reyhan
"Aku mau..." jawab Sarah
Reyhan dan Sarah saling memandang dan tersenyum bahagia. Sudah lega rasanya untuk Reyhan setelah mengatakan hal itu.
Aku akan melakukan yang terbaik untukmu Sarah... - Batin Reyhan
Semoga kamu adalah jawaban Tuhan atas semua doa-doa ku selama ini - Batin Sarah
///***///
Besoknya
Sarah sudah keluar dari rumah sakit. Untungnya trombositnya segera naik hingga bisa lebih cepat sembuh dan di perbolehkan keluar dari rumah sakit. Hari ini ia ada kelas pagi, belum keluar dari rumah, Reyhan sudah datang dengan mobil sports nya.
"Pagi..." sapa Reyhan
"Pagi... Ini masih pagi banget loh, kamu udah datang?" tanya Sarah
"Aku mau bantu kamu siap-siap, kalo kamu nanti kesulitan gimana?" ucap Reyhan menebak
"Haih.... Terserah kamu lah, duduklah dulu di sofa," pinta Sarah
"Baik Sarah sayang," jawab Reyhan
Reyhan hanya duduk sambil senyam-senyum memperhatikan Sarah yang mondar-mandir kesana kesini.
"Nggak capek liatin terus?" tanya Sarah
"Nggak dong, soalnya calon istriku cantik sekali," jawab Reyhan
Sarah langsung blushy mendengar kata-kata Reyhan yang terdengar romantis bagi para wanita.
"Loh... Kak Reyhan sudah di sini pagi-pagi?" tanya Wildan yang baru keluar dari kamarnya
"Iya,"
"Mau bareng ke kampus sama Kak Sarah?" tanya Wildan
"Iya,"
"Haih... Jadi iri dan pengen punya pacar deh," iri Wildan
"Hahaha... Iya ya, kamu kan jomblo," gurau Reyhan
"Lagian kakak kan baru pulang dari rumah sakit, kenapa mau langsung kuliah? Harusnya kakak itu istirahat di rumah dan proses pemulihan," jelas Wildan
"Nanti kalo kuliah kamu udah aktif, pasti tau sendiri," jawab Sarah
"Kamu berangkat ke kampus sama siapa Dan? Mau bareng?" tanya Reyhan
"Nggak usah kak, aku ada temen barengan. Nanti di sana biar nggak sendirian," jawab Wildan
"Oh ya sudah, hati-hati ya! Kakak berangkat dulu," ujar Sarah sambil mengambil tasnya
Tas Sarah langsung di sahut Reyhan, bahkan Reyhan juga menggandeng Sarah saat berjalan.
"Rey... Ada Wildan," ucap Sarah malu
"Kenapa? Dia adik kamu, bukan orang lain. Jadi biasa saja," jawab Reyhan enteng
"Ku menangis...." Wildan bersenandung
"Dan.... Kakak berangkat dulu!" ujar Sarah
"Iya kak... Kapan punya pacar?" gumam Wildan
///***///
Di Kampus
Hampir setiap mata memandang Reyhan yang berjalan dengan romantisnya menggandeng Sarah dan membawakan tas Sarah. Sementara Sarah salah tingkah sendiri saat menjadi pusat perhatian.
Tuhan... Mata para gadis-gadis itu benar-benar menusukku! - Batin Sarah
"Kenapa? Pusing ya? Ayo pulang saja!" ajak Reyhan
"Enggak, kata siapa? Ayo ke kelas!" ajak Sarah
Di kelas pun mereka menjadi pusat perhatian, Sarah memang masih merasa sedikit pusing. Ia menaruh kepalanya di atas meja karena pusing, namun Reyhan menariknya.
"Kenapa Rey?" tanya Sarah
Sreet... Puuk... Puukk....
Reyhan menarik kursi Sarah hingga benar-benar gandeng dengan kursinya. Lalu Reyhan menepuk-nepuk pundaknya.
"Kenapa?" tanya Sarah
"Jangan tiduran di meja, nanti leher kamu sakit. Sini bersandar saja di pundakku," pinta Reyhan
"Tidak, nanti pundakmu sakit," tolak Sarah
Sreettt...
Reyhan menarik badan Sarah dan menyandarkan kepala Sarah di pundaknya. Para gadis-gadis lain yang melihatnya hanya bisa menggigit jari karena iri, sedangkan Sarah jantungnya sudah maraton tak karuan.
Ini jantung kenapa udah maraton aja sih? Bukan jam P.E loh ini! - Batin Sarah
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
Ada yang mau bersandar di pundak kiri Reyhan gak nih?