My Sexy Wife

My Sexy Wife
Cueknya Keluar



"Malam om.. Tante..." sapa Sarah sopan


"Malam juga, kamu.. Sarah kan?" tanya Devan


"Iya om, saya Sarah," jawab Sarah


"Ya sudah sini duduk," ujar Devan


"Iya om makasih," jawab Sarah


Sarah dan Reyhan pun duduk bersampingan di ruang tamu. Prima sejak tadi hanya memandang Sarah dari atas sampai bawah, sementara Devan berusaha menghilangkan kecanggungan antara dia dan calon menantunya itu.


"Kamu masih kuliah?" tanya Devan


"Iya om, masuk semester 5 ini," jawab Sarah


"Oh sama dong kayak Rey," jawab Devan


"Hehe iya om," jawab Sarah


"Kamu ini putrinya Rio Agusta ya?" tanya Devan


"Loh om kenal sama ayah saya?" tanya Sarah


"Iya dulu kami pernah bekerja sama, oh iya sekarang gimana keadaan ibu kamu?" tanya Devan


"Ibu saya sudah meninggal om," jawab Sarah


"Oh maaf, om tidak tau. Om turut berduka cita ya," jawab Devan


"Iya om nggak papa," jawab Sarah


"Mommy ngapain sih dari tadi diem aja sambil ngeliatin Sarah? Merasa tersaingi kah?" tanya Reyhan


Prima mulai duduk tegak menghadap Sarah, hal itu membuat Sarah lebih deg-degan dan tegang.


"Kamu ini perempuan kan?" tanya Prima serius


"Hah?" kaget Sarah


"Aneh banget mom tanya nya?" tanya Devina


"Kamu nggak operasi plastik kan?" tanya Prima


"Eng nggak kok te," jawab Sarah


"Kamu asli perempuan kan, maksud nya perempuan dari lahir?" tanya Prima


"I iya lah te, masa aku banci?" tanya Sarah mencoba memecah keanehan ini


"Ya udah," jawab Prima sambil duduk santai dan bersandar


"Aneh banget mom pertanyaannya?" tanya Reyhan


"Ya mommy nggak mau punya mantu banci Rey! Kamu ingat si banci yang dulu itu? Cukup 1 kali kamu di kejar-kejar sama banci!" kesal Prima saat mengingat masa lalu Reyhan


"Emang dulu pernah di kejar banci te?" tanya Sarah


"Pernah sekali, gara-gara Rey terlalu tampan. Trus ada banci yang kejar-kejar Rey waktu Rey SMA sampai teror-teror keluarga kita. Akhirnya kita laporin aja ke polisi," jawab Prima


Semua orang tertawa kecuali Reyhan yang menahan malu saat masa lalunya terungkap. Memang saat Rey SMA, Rey sering di kejar-kejar oleh para gadis, ibu-ibu bahkan juga ada banci yang nge fans berat sama Rey, bahkan sampai meneror ke rumah Devan. Hal itu membuat Prima sedikit trauma saat melihat Rey dekat dengan perempuan.


"Anj*y ngakak kali ke inget waktu itu hahahaha...." tawa Devina


"Iya.. Bancinya cantik loh padahal hahaha...." tawa Devan


"Oh bancinya cantik yah?" tanya Prima dengn lirikan mautnya


"Ehm.. Nggak kok mom, mommy tetep yang paling cantik. Mommy kan perempuan beneran, jangan ngambek yah... Ya please," pinta Devan


Sarah, Reyhan dan Devina tertawa sendiri saat melihat Prima pura-pura marah pada Devan yang membuat Devan mati langkah.


"Berani pdkt sama banci, aku patahin kaki kamu!" tegas Prima


"Jangan dong mom, aku udah puas kok punya mommy. Jangan patah-patahin ya, nanti kan kalo patah mommy juga yang repot harus urus sana sini," jawab Devan memelas


"Gak peduli," ketus Prima


"Udah dong mom, cukup lawan kamu dulu aja yang patah tangannya. Aku nggak usah ya," pinta Devan


"Tante dulu emang pernah patahin tangan orang?" tanya Sarah


"Camer cantik kamu ini dulu pesilat, sering tanding ke mana-mana. Ada lawannya yang kakinya keseleo, tangannya patah, kakinya retak, masuk rumah sakit dan banyak lagi," jelas Devan


Tiba-tiba aku menjadi percaya apa itu 'The Power Of Emak-emak'. Tetap jaga sikap Sarah, jangan sampai kamu jadi korban selanjutnya - Batin Sarah


"Kok Rey atau Dev nggak ada yang lanjutin jadi pesilat Te?" tanya Sarah


"Cukup sampai tante aja, punya prestasi memang membanggakan. Tapi tante nggak tega, lihat aja jari tante. Kanan sama kiri nggak sama, dulu waktu tanding mau pukul dada tapi kena lutut, eh jari tante kalah deh. Malah bengkak, dan sampai sekarang ini kalo kebanyakan nulis atau gerak masih sakit. Tante nggak tega aja kalo Rey atau Dev ngalamin itu," jelas Prima


"Oh gitu, udah coba bawa ke dokter Te?" tanya Sarah


"Sering, tapi nggak pengaruh. Paling cuma kasih saran jangan di pake banyak gerak, tapi ini kan tangan kanan... Masa nggak boleh banyak gerak?" tanya Prima


"Iya juga sih Te," jawab Sarah


"Panggil mommy aja, jangan tante.. Kayak baru kenal aja," ujar Prima


"Habis ini kamu ikut kita ya Sar," ajak Devan


"Ke mana om?" tanya Sarah


"Panggil daddy aja kayak Rey," pinta Devan


"Iya dad," jawab Sarah


"Ke pesta ulang tahun anak temen om," jelas Devan


"Tapi kan Sarah bukan siapa-siapa om eh dad," jawab Sarah


"Kamu kan calon menantu kita, ya jadi bukan orang lain," jawan Devan


"Makanya cepetan nikah biar punya status yang sah," sahut Prima


"Eh hehe iya Te, Sa Sarah nunggu Rey aja," gugup Sarah


"Rey terserah mom sama dad aja deh," jawab Rey


Sarah terkejut dengan jawaban Reyhan, ia langsung menginjak kaki Reyhan karena kesal.


"Aww...." gumam Reyhan


"Ya udah, cepetan kalian tunangan. Kelamaan pacaran nanti keburu di sahut orang," sela Prima


"Janur kuning belum melengkung, jomblo bebas menikung!" sahut Devina


"Ya sudah, kapan-kapan kita ketemuan lagi buat bahas kapan tunangannya ya," ucap Devan


"I iya om," gugup Sarah


Setelah selesai mengobrol mereka berangkat menuju pesta ulang tahun.


///***///


Di Pesta


"Happy birthday Faris," ujar Devan sambil menyalami Faris yang ulang tahun


"Makasih om," jawab Faris


"Wah.. Devan, ini pasti Devina kan? Cantik sekali seperti ibunya," sahut Tuan Prasetya si Tuan Rumah


"Abis mommy daddynya bibit unggul semua," bisik Devan


"Kau ini bisa saja hahahaha..." tawa Tuan Prasetya


"Faris sekarang udah besar ya," sahut Prima


"Hehe iya tan," jawab Faris


"Faris kelas berapa sekarang?" tanya Devan


"Kuliah semester 4 ini om," jawab Faris


"Wah kakak kelas Dev dong, kuliah jurusan apa?" tanya Devan


"Faris ambil arsitektur om," jawab Faris


"Wah hebat-hebat, lanjutkan cita-cita mu!" ucap Devan


"Bukannya kamu sana Dev itu dulu satu sekolah?" tanya Nyonya Prasetya


"Oh benarkah?" kaget Prima


"Berarti udah kenal dong sama Dev?" tanya Devan


"Nggak terlalu," cuek Devina


"Kalo gitu kenalan dong adik cantik," ledek Reyhan


"Apaan sih kak!" kesal Devina


"Aku Faris," ucap Faris sambil mengulurkan tangannya


Demi menjaga kehormatan keluarga nya, Devina terpaksa menjabat tangan Faris. Padahal sebenarnya Devina sangat malas meladeni Faris, biasa kalo udah ketemu cowok cueknya keluar.


"Devina... Panggil aja Dev," ujar Devina malas


Faris menatap lekat ke arah Devina sambil tersenyum, beda dengan Devina yang cuek bebek. Adit yang sejak tadi di samping Devina langsung memberikan tatapan tajam pada Faris.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Adit



Faris



Hayo loh, siapa nih yang klean hempas kalo kalian jadi Devina? Komen di bawah yak🤭