
Setelah selesai memotret Prima dan Joo, Tio langsung bergegas pergi.
Apa aku harus mengirimnya? Tapi apa tuan Devan akan percaya? Tuan Devan tak pernah peduli pada wanitanya kecuali Nona Katyln dan gadis malam itu - Batin Tio
*****
"Mak, habis ini mau kemana?" tanya Joo
"hmmm.. Mall deh" ucap Prima
"mak.... Kesambet apa?" tanya Joo sambil memegang dahi Prima
"apaan sih lo, ke mall salah kalo nggak ke mall dikira cewek jadi-jadian" protes Prima sambil menepis tangan Joo
"kesambet apa mak kok tumben mau ke mall? Biasanya kalo keluar juga cuma makan atau nggak ke toko olahraga" tanya Joo
"yeee.. Pokoknya ke mall, nanti kita masuk ke Sport Nation ok" ucap Prima
"mak... Barusan gue udah seneng loh lo ajak gue ke mall, eh tetep aja ke toko olahraga" protes Joo
"la terus mau ngapain, oh ke toko alat musik ya" ujar Prima
"mak, plis deh lu tu jadi cewek yang feminim dikit ngapa" kesal Joo
"Joo, lu kan tau itu bukan gaya gue banget" ucap Prima
"pokoknya gue gak mau tau ya, ntar kita ke toko baju" tegas Joo
"mau ngapain sih?" tanya Prima
"namanya juga toko baju, ya mesti beli baju lah mak. Ya kali beli kue" ujar Joo
"gue males, pasti lama. Gue gak suka nunggu, lagian gue juga nggak bakat beli baju bagus apalagi yang mahal" ujar Prima
"udahlah, lo nurut aja ntar gue yang pilihin" ucap Joo
"lah, lo paham masalah style cewek?" tanya Prima
"lah, lo pikir tiap minggu gue sama mantan-mantan gue dulu ke mall ngapain kalo nggak shopping?" ucap Joo "sampe kram ni kaki temenin mantan beli baju"
"hahahahaha, lo sih nyari cewek yang suka belanja. Lo sendiri kan korbannya" tawa Prima
"yaudah, gimana kalo lo aja yang jadi pacar gue. Lo kan gak suka belanja mak" ucap Joo
"idih, sudi siapa" ujar Prima "udahlah, yok buruan berangkat ntar keburu siang"
"kuy lah" ujar Joo
Prima dan Joo berangkat menuju mall terbesar dikota mereka.
///***///
Di Mall
"kemana dulu nih?" tanya Joo
"sport nation" jawab Prima
"kuy.. "
Prima membeli beberapa alat olahraga dan peralatan gym.
"mak, lo mau buka tempat gym ya" tanya Joo
"enak aja, ini buat gue sendiri lah. Fisik gue kurang kuat, otot belum jadi. Harus tambah jadwal latihan, apalagi sekarang gue jadi jarang latihan gara-gara ada kelas kuliah" jelas Prima
"asik, kalo mau nge gym tinggal kerumahnya Prima hehe" ucap Joo
"bayar dong, enak banget gratisan" ucap Prima
"yaelah mak, temen sendiri juga" ucap Joo
"no protes-protes" tegas Prima
*****
Di Kasir
"mau buka tempat gym ya mbak?" tanya kasir
"nggak kok mbak" jawab Prima "mau pake sendiri"
Si penjaga Kasir melihat Prima dari atas sampai bawah lalu keatas lagi.
"mbaknya ada uang kan buat bayar?" tanya kasir "ini nggak sedikit loh"
"eh mbak, lo pikir kita semiskin itu ya... bla bla bla" oceh Joo
"Joo udahlah" bentak Prima
"ya gak bisa gitu dong Prim. Enak aja tanya kayak gitu" kesal Joo
"Joo... " panggil Prima "kita ada uangnya kok mbak, nanti kalo kurang bilang aja. Biar saya jual rumah atau gadaikan lamborghini saya" ucap Prima santai
"cih, sok kaya" gumam kasir
"berapa mbak?" tanya Prima
"Rp. 26.310.000" ucap si Kasir
"aduh Joo, banyak juga ya. Sanggup bayar nggak ya" gurau Prima
"mbak, yang bener aja kalo nggak sanggup bayar gak usak berlagak kaya" bentak si Kasir
"eh, mbak kok lo nyolot sih" bentak Joo
"tenang Joo" cegah Prima "gini ya mbak, mbaknya beruntung saya masih mau bayar walaupun dengan perlakuan mbak yang kayak gitu ke saya. Uang segitu aja nggak ada apa-apanya mbak buat saya. Saya kasih me mbak aja ikhlas kok saya, tapi mbaknya terlalu kasar dan sombong pada saya. Jadi saya cuma mau bayar apa yang saya beli, berapa tadi? 27 juta cukup?" tanya Prima
"cih, cukup" ketus si kasir
"nih, kurang nggak?" tanya Prima sambil memberikan Black Card yang diberi Devan tadi pagi
Si penjaga kasir dan Joo melongo melihat Prima yang mengeluarkan Black Card unlimitednya itu.
"mbak.. Cukup kan?" tanya Prima
"eh.. i iya cu cukup" jawab kasir gugup
"anterin pesenan saya ke perumahan Gold Sun jalan Anggrek Bulan nomor 17 atas nama Prima Chalondra" jelas Prima
"oh ah iya" ucap Kasir
"ini nomor telfon saya, kalo ada masalah telfon saya" ucap Prima
"eh iya mbak" jawab Kasir
"saya pergi dulu, oh iya. Tolong mbaknya rubah sikapnya. Jangan nilai orang cuma dari luarnya, hati-hati kalo ketipu sama orang sok kaya. Bye" sindir Prima
"ah iya, maaf atas perlakuan saya" ucap kasir
"hmm... " cuek Prima
Prima dan Joo bergegas keluar. Joo masih berjalan dan mengumpat karena perlakuan kasir tadi.
"mak, lo kok sabar banget digituin sih" kesal Joo
"trus mau diapain?" tanya Prima
"dia itu perlu dikasih pelajaran" kesal Joo "kita lapor managernya aja gimana?" tanya Joo
"udahlah gak usah, gak ada untungnya buat kita" ucap Prima
"tapi kan mak... " ucap Joo terpotong
"Joo, kalo ada orang sombong itu gak perlu diladenin pake emosi. Cukup sombongin balik aja. Lagian nyombongin orang sombong kan gak dosa" ucap Prima
"huh, serah lu lah mak" kesal Joo
"yaudah yuk jalan" jawab Prima
"toko baju dulu ya" ucap Joo
"yaudah serah, penting lo seneng" ucap Prima
Prima memilih menuruti perkataan Joo karena biasanya saat Joo kesal ia akan mengumpat tanpa henti.
///***///
Di Toko Baju
Saat hendak baru masuk...
"Mak.. " panggil Joo
"apaan?" tanya Prima
"itu bukannya suami lo?" tanya Joo
"yang mana?" tanya Prima
"itu loh yang cowok" ucap Joo
"ya pastilah Joo, lo pikir suami gue nggak cowok apa?" kesal Prima
"yang itu loh yang jalan pake jas" ucap Joo
"Joo.. Lo kalo kasih ciri-ciri yang bener napa sih" kesal Prima
"yaudah yok ikut gue" kesal Joo
Joo menarik tangan Prima mendekati pria yang dimaksud oleh Joo.
"noh liat, melek matanya" jelas Joo sambil menunjuk Pria itu
Deg...
Prima terkejut melihat Pria yang dimaksud Joo sedang berjalan dengan seorang wanita cantik yang terlihat anggun.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🙏