My Sexy Wife

My Sexy Wife
Alasannya



"Apa ya enaknya..." ujar Reyhan dengan gaya sok mikir gitu


"Langsung to the points aja deh pak," kesal Sarah


"Oke-oke, mulai sekarang harus mau kencan denganku setidaknya minggu sekali selama 1 tahun," ucap Reyhan


"Apa? Nggak mau," kesal Sarah


"Ya sudah kalau mau jadi bahan omongan karyawan lain," jawab Reyhan santai


"Saya nggak bakal mau apapun alasannya!" tegas Sarah


"Ya sudah terserah kamu, tapi aku akan menunggu jawaban mu sampai kapanpun. Untuk kemejanya ambil saja untukmu, siapa tau kalau kau kangen dan tidak berani menemuiku," ledek Reyhan


"Ingin ku berkata kasar," gumam Sarah


"Jangan lupa di jawab ya," ujar Reyhan


"Nyebelin banget sih jadi orang!" kesal Sarah


Sarah merasa kesal dan langsung membanting pintu keluar.


.


.


.


.


.


Hari-hari berlalu, semakin lama omongan para netizen, fans Reyhan, karyawan perusahaan semakin panas. Bahkan juga ada beberapa wartawan yang meliput berita ini, kadang juga Sarah akan diikuti oleh beberapa wartawan sampai benar-benar merasa stress. Belum lagi kalau diam-diam Laras membumbui rumor itu.


Tapi Sarah orang yang keras kepala, ia tetap menolak penawaran Reyhan. Hari ini Sarah bekerja sambil membawa bluetooth earphone dan berharap kalau rumor itu akan hilang dengan sendirinya.


"Semangat Sarah! Jangan kalah dengan omongan netizen!" ucap Sarah menyemangati diri sendiri


Saat Sarah baru datang, ia melihat lokernya penuh dengan kertas catatan yang berisi kata-kata penghinaan. Seperti 'J*lang', 'P*lac*r', 'Wanita penggoda', 'Jauhi Wakil CEO', 'Boleh dong kita goyang', 'Sini sama abang semalam aja', 'Munafik', 'Dasar Muka 2' dan kata-kata lainnya yang lebih buruk.


"Sar... Kamu di suruh ke ruanh HRD,"


"Oh iya," jawab Sarah


Sarah melepaskan semua catatan itu dari lokernya dan membuangnya di bak sampah lalu pergi ke ruang HRD.


///***///


Di Ruang HRD


"Sarah... Pekerjaan kamu memang bagus, tapi baru-baru ini tersebar banyak rumor yang tidak enak di dengar dengan kamu. Apa semua rumor itu benar?"


"Tidak pak, yang benar itu saya hanya terkunci di sana bersama Wakil CEO. Saya hendak mengambil pel di dalam dan memasang papan 'Toilet Rusak', tapi malah ke kunci di dalam," jelas Sarah


"Maaf Sarah bukannya saya pilih kasih, tidak adil atau tidak mau melihat kebenaran. Tapi rumor itu sudah menyebar hingga ke beberapa wartawan, dan itu mempengaruhi citra perusahaan kita ini,"


"Maksudnya?" tanya Sarah


"Ini pesangon kamu, mulai besok kamu tidak usah bekerja lagi ya. Saya juga mempertimbangkan, jika kamu tetap bekerja di sini saham perusahaan bisa terpengaruh dan juga kamu bisa stress atau bahkan para wartawan mengincar mu. Saya berharap kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, dan hati-hati dalam pekerjaan yang selanjutnya ya,"


"Tapi pak... Baiklah pak terima kasih sarannya," jawab Sarah sambil menunduk


Sarah mengambil pesangonnya dan pergi ke kamar mandi. Ia mencuci wajahnya agar tidak menangis.


"Yang kuat Sarah... Kamu nggak boleh lemah!" ucap Sarah menyemangati diri sendiri


Tapi jika aku berhenti bagaimana sekolah Wildan? Aku ingin Wildan kuliah di kampus yang paling bagus, jangan sampai Wildan putus sekolah seperti ku - Batin Sarah


Sarah memantapkan hati dan pergi ke ruangan Reyhan.


///***///


Di Depan Ruangan Reyhan


Sarah terlebih dahulu menemui sekretaris Reyhan yang mejanya ada di depan kantor Reyhan.


"Permisi, apa Wakil CEO ada di dalam?" tanya Sarah


"Nona Sarah kan? Langsung saja silahkan masuk,"


Dengan berat hati Sarah masuk dan melihat Reyhan yang sibuk dengan dokumen-dokumennya.


Ganteng juga sih kalau di lihat-lihat waktu serius - Batin Sarah


"Kau ke sini?" tanya Reyhan sambil mengangkat wajahnya


"Iya," jawab Sarah


"Duduk dulu santai saja," ujar Reyhan


Reyhan menekan nomor yang ada di telefonnya lalu tak lama ada seseorang datang membawa 2 cangkir teh. Reyhan dan Sarah duduk berhadapan di sofa. Sarah tampak sedikit murung, sedangkan Reyhan duduk dengan kaki kanan ditumpangkan ke atas kaki kiri.


"Bagaimana dengan penawaran ku kemarin?" tanya Reyhan


"Dengan terpaksa aku mau!" jawab Sarah


"Kau baca ini dulu, kalau sudah mau kau bisa tanda tangani," ujar Reyhan


Tanpa pikir panjang Sarah langsung saja tanda tangan dan tidak membaca apa isi dokumen itu.


"Hmmm...." jawab Sarah lesu


"Sekarang ikut aku!" ajak Reyhan


"Kemana?" tanya Sarah


"Nanti juga tau," jawab Reyhan


"Kau tidak akan menjual ku kan? Apa kau akan membunuhku? Atau kau menyuruhku mengantar narkoba?" tanya Sarah penuh curiga


"Haih... Adik kakak kenapa semuanya mengira aku ini bandar narkoba? Apa aku kurang kaya?" gumam Reyhan yang kesal


"Jadi ke mana?" tanya Sarah


"Kau cukup ikut aku saja," ajak Reyhan


Reyhan mengajak Sarah keluar, Sarah hanya berjalan di belakangnya karena tidak berani mensejajari langkah Reyhan


"Ryan! Adakan konferensi pers 3 jam lagi!" tegas Reyhan


"Baik pak,"


///***///


Di Mall


"Kita ini mau kemana sih?" tanya Sarah


"Ikut aja kenapa sih? Susah banget!" kesal Reyhan


"Ck," Sarah berdecak


Mereka masuk ke toko baju yang paling mewah dan terkenal mahal dengan barang-barang branded nya.


"Saya beli ini... Ini... Ini... Ini juga... Ini.. Ini dan yang itu, juga berikan saya beberapa pilihan baju santai," ujar Reyhan


"Baik Tuan,"


Reyhan hampir memborong semua baju yang ada di toko dan membelikan banyak baju untuk Sarah.


"Untuk apa semua ini?" tanya Sarah


"Untukmu," jawab Reyhan yang masih memilih baju


"Aku punya banyak baju di rumah," jawab Sarah


"Kau ini sekarang akan sering bersamaku, jangan pakai baju murahan itu. Nanti di kira gembel," ujar Reyhan


"Kalo tau gembel kenapa harus aku yang ada di sampingmu," gumam Sarah ketus namun dj dengar Reyhan


Reyhan mendengar perkataan Sarah, ia langsung berbalik dan sedikit membungkuk agar wajah mereka berpapasan.


"Karena aku mau kamu tau kalo aku cuma mau kamu," jawab Reyhan


"Omong apaan sih, bingung!" ucap Sarah sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Nanti juga tau," jawab Reyhan


Reyhan membeli banyak baju, tas, sepatu, aksesoris bahkan hp baru untuk Sarah.


"Ini semua antar ke rumah Sarah ya Ryan, trus yang gaun barusan saya pilih tetap kita bawa," jelas Reyhan


"Siap boss," jawab Ryan


"Ke mana lagi sih? Capek aku!" keluh Sarah


Reyhan menggendong Sarah ala bridal style dan masuk ke sebuah salon ternama.


"Aiyooo... Tuan ini romantis sekali dengan pasangannya, ada perlu apa Tuan Rey?" tanya Pemilik Salon


"Buat dia menjadi berbeda, buang tampilan gembelnya madame. Ini pakaian dan lainnya," ucap Reyhan


"Ooww.... Itu gampang Tuan Rey, tunggu sebentar ya..." ucap Pemilik Salon


Pemilik Salon itu pergi dan membawa Sarah masuk ke dalam. Karena sudah tanda tangan, akhirnya Sarah hanya pasrah.


.


.


.


.


Setelah hampir 1½ jam lebih menunggu, Sarah keluar dengan gaun yang barusan dibelikan oleh Reyhan.


"Sudah pak," jawab Sarah


Mata Reyhan membulat sempurna saat melihat penampilan Sarah setelah di make over.


"Pak... Pak... Pak!" panggil Sarah dengan nada semakin meninggi


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Sorry readers, karena kesalahan sistem dan author juga🤭 jadi update 2x dengan isi chpt yang sama. Sebagai permintaan maaf, Author up 2 chpt deh hari ini🤗 Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya😉 Jangan jadi pembaca gelap👻