My Sexy Wife

My Sexy Wife
Menyiapkan



Evelyn langsung pergi ke kamar Wildan, ia melihat penampilan Wildan yang acak-acakan, lemas, wajah memerah dan bolak-balik bersin.


Hachiuuu....


"Kamu sakit?" tanya Evelyn


"Nggak kok parah kok, cuma nggak nggak enak badan aja," jawab Wildan


"Ayo kita ke dokter! Kita Rontgen!" ajak Evelyn


"Lyn... Aku cuma flu, bukan patah tulang. Kamu tenang aja," jawab Wildan


"Nanti kalo parah gimana? Kalo kenapa-kenapa? Kalo komplikasi?" tanya Evelyn panik


"Sayang... Aku sekedar flu karena kehujanan, bukan kena stroke!" jawab Wildan


"Yakin nggak papa?" tanya Evelyn memastikan


"Iya,"


Hachiuuu...


"Kita ke dokter aja yuk!" ajak Evelyn


"Nggak usah, Kak Sarah udah otw dari apotek beliin aku obat," jawab Wildan


"Nggak bisa gitu! Aku panggilin dokter ya!" tawar Evelyn


"Nggak usah sayang," tolak Wildan


"Kamu ini kenapa sih? Gimana ceritanya kok bisa sakit?" tanya Evelyn


"Aku itu gampang sakit, apalagi kalo kecapekan. Dan kemarin kita main hujan-hujanan kan? Makanya aku flu," jelas Wildan


Hachiuuu....


"Ih... Kondisi kamu memprihatinkan deh, ayolah ke dokter aja!" ajak Evelyn memaksa


"Nggak usah,"


"Ayo!!!"


"Nggak usah beneran!"


"Ayo!!!"


"Aku nggak papa sayang,"


"Wildan... Kakak balik!" teriak Sarah dari luar


"Itu... Kak Sarah malah udah dateng kan? Jangan terlalu insecure lah," jawab Evelyn


"Aku kan khawatir!" kesal Evelyn


"Loh... Ada Evelyn? Sejak kapan di sini Lyn?" tanya Sarah


"Baru aja nyampe kok Kak," jawab Evelyn


"Oh... Ini obatnya! Harus di minum kalo nggak mau ke dokter!" tegas Sarah


"Iya-iya kak," jawab Wildan


Tringgg.... Triinnggg....


"Halo!" ujar Sarah


"....."


"Oh, oke-oke! 5 menit lagi aku di sana!"


"...."


"Oke-oke! Baik tunggu!"


"...."


Sarah kembali memasukkan ponselnya ke saku lalu memberikan kantong plastik yang berisi obat dari apotek kepada Evelyn.


"Velyn... Aku minta tolong ya, kamu jagain dia dulu! Pastiin dia minum obatnya. Kalo bandel, seret aja dia ke rumah sakit!" tegas Sarah sambil menatap tajam ke arah Wildan


"Siap kak!" jawab Evelyn


"Mau ke mana kak?" tanya Wildan


"Kerja lah! Ini kan masih jam kerja kakak. Kamu baik-baik di rumah sana Velyn, kakak kerja dulu! Kalo ada apa-apa segera telfon kakak dulu! Jangan telfon pemadam kebakaran!" gurau Sarah


"Kenapa telfon pemadam kebakaran?" bingung Evelyn


"Daahh...."


"Kamu awasi dia ya Velyn!" teriak Sarah dari luar


"Iya kak!" balas Evelyn dengan sedikit berteriak


Sarah pergi ke kantornya untuk bekerja, atasannya menelfon dan meminta Sarah harus segera tiba. Siapa lagi kalau bukan Reyhan? Dengan ribuan tipuan, Reyhan berhasil membuat Sarah menjadi asistennya di kantor. Alasannya? Reyhan tidak betah kalau jauh terlalu lama dari Sarah.


"Nih... Suruh minum obatnya loh!" ucap Evelyn


"Iya... Aku minum," jawab Wildan


Hachiuuu...


"Kayaknya parah? Maaf ya, gara-gara aku, kamu jadi sakit gini. Coba aja kemarin aku nggak tarik-tarik kamu buat main hujan, pasti kamu nggak akan sakit," ucao Evelyn dengan penuh penyesalan


"Udah nggak usah di pikirin, sini mana obatnya? Biar aku minum, aku agak pusing," keluh Wildan


"Nih... Ayo aku bantuin duduk,"


Dengan telaten Evelyn merawat Wildan. Menyiapkan obat, membantu Wildan sekedar duduk atau saat ingin pergi ke kamar mandi, membuatkan bubur untuk Wildan, bahkan memasakkan air panas agar Wildan bisa mandi.


"Mandi dulu gih, ada air panas tuh," ujar Evelyn


"Hah?"


"Masih bisa mandi sendiri kan? Badan kamu nggak panas lagi kok," ujar Evelyn sambil memegang dahi Wildan


"Kamu yang nyiapin?" tanya Wildan heran


"Iya... Kenapa?" tanya Evelyn


"Nggak papa,"


"Yuk mandi!"


Pelan-pelan, Evelyn memapah Wildan menuju kamar mandi dan pergi ke dapur untuk mengambil seporsi bubur. Ketika dapur sudah siap, Wildan juga sudah selesai dengan acara mandinya.


"Gimana perasaan kamu?" tanya Evelyn


"Lebih baik, tidak sepusing tadi," jawab Wildan


"Syukurlah... Ayo makan dulu! Aku buatin kamu bubur nih," ujar Evelyn


"Kamu yang buat?" ragu Wildan


"Iyalah... Tadi aku search di internet. Ternyata bikinnya gampang," jawab Evelyn dengan penuh percaya diri


"Oh..."


Aku ragu... Aku sudah sakit hari ini, ku mohon perutku juga jangan sakit! - Batin Wildan


Wildan duduk di posisi yang menurutnya nyaman, Evelyn memberikan seporsi bubur pada Wildan. Wildan pun memasukkan sepucuk sendok bubur buatan Evelyn ke mulutnya.


"Gimana-gimana?" tanya Evelyn semangat


"Hmmm.... Ini enak, kamu yakin buat sendiri?" tanya Wildan


"Iya tau! Aku buat sendiri, nggak bohong!" jawab Evelyn


"Iya-iya, ayo makan bersama," ajak Wildan


"Nggak usah... Aku udah kenyang, tadi aku udah lebih dulu cicipi buburnya waktu masak, saking seringnya cicipi, eh malah jadi makan deh," jelas Evelyn


"Oh... Ya udah, makasih ya..."


"Sama-sama,"


Tak ada photoshoot, endorse, ataupun kegiatan penting hari ini untuk Evelyn, akhirnya Evelyn berada di rumah Wildan sampai sore. Tak terasa matahari mulai terbenam.


"Hmm... Makin gelap. aku nyalain lampu dulu deh," gumam Wildan


Wildan berjalan menuju ruang tamu untuk menyalakan lampu rumahnya, namun ia terkejut saat melihat Evelyn tertidur pulas di atas sofa.


"Loh... Kenapa tidur di sana?" gumam Wildan


Wildan berjalan mendekat, ia berjongkok untuk melihat wajah Evelyn. Namun pandangannya malah tertuju ke telapak tangan Evelyn yang merah semua.


"Bagaimana bisa? Apa dia terluka?" gumam Wildan


Wildan pergi kembali masuk ke kamarnya untuk mengambil sesuatu.


JANGAN LUPA UNTUK LIKE, KOMEN DAN VOTE🙏