
Wildan sudah pergi bersepeda, tak lama mobil Reyhan tiba. Reyhan datang dengan senyuman manis di wajahnya memandangi Sarah.
"Hai sayang..." sapa Reyhan
Sarah langsung berdiri dan membatalkan niatnya untuk sit up.
Sit up lain kali, masih banyak kesempatan lain. Tapi menghindarinya hanya sekali! - Batin Sarah
Sarah berbalik hendak masuk ke dalam, Reyhan sedikit berlari dan menarik tangan Sarah. Sarah hanya menatap tajam ke arah genggam tangan Reyhan.
"Kamu masih marah ya?" tanya Reyhan
"Nggak," jawab Sarah singkat
"Ya udah, kalo nggak marah... Ayo jalan," ajak Reyhan
"Hoaamm... Aku mengantuk, aku ingin tidur lagi mumpung masih pagi," ucap Sarah dengan gaya yang sangat terlihat kalau dibuat-buat
"Aktingmu terlalu payah untuk menipuku," ujar Reyhan datar
"Ya harusnya kamu percaya dong kalo aku ngantuk!" kesal Sarah karena kebohongannya langsung terbongkar
"Ya sudah, aku percaya kalau kamu mengantuk. Ayo tidur bareng, kayaknya aku juga mengantuk," jawab Reyhan menantang
"Apa-apaan sih!" kesal Sarah
"Katanya kamu ngantuk?" tanya Reyhan
"Ah bodo!" kesal Sarah
Jedarr...
Belum sempat berkata-kata, Sarah lebih dulu menutup pintu rumahnya di depan hidung Reyhan. Untungnya Reyhan tidak kejedot pintu.
"Hah... Dia masih marah," ucap Reyhan
///***///
Di Taman
Evelyn sedang duduk di kursi panjang sambil melihat sekeliling, ia sedang menunggu seseorang datang. Nampak seseorang yang ia tunggu datang dari kejauhan, ia langsung berdiri dan mengambil sepedanya.
"Loh Wildan...." ucap Evelyn sok kaget
"Eh Velyn, lagi sepedahan juga?" tanya Wildan
"Iya," jawab Evelyn dengan senyum termanisnya
Tapi bohong hehe... - Batin Evelyn
"Mau bersepeda bersama?" tanya Wildan
"Uhm... Boleh, kayaknya belum terlalu panas untuk bersepeda," ucap Evelyn sok berpikir
Ya iyalah belum panas, ini kan masih jam 05.30 pagi - Batin Wildan
Evelyn dan Wildan pun pergi bersepeda bersama, hari ini memang sudah direncanakan oleh Evelyn. Hanya demi Wildan, ia rela beli sepeda baru dan keluar. Padahal jika hari biasa, di seret oleh harimau pun Evelyn tidak akan mau berolahraga di luar.
"Kamu sering bersepeda di sekitar sini ya?" tanya Wildan
"Iya, kamu gimana?" tanya Evelyn
Iya... Iya bohong maksudnya - Batin Evelyn
"Aku baru beberapa kali ke sini, tapi kok aku nggak pernah bertemu atau sekedar melihat kamu ya," ujar Wildan
"Oh... Itu... Anu... Aku biasanya lebih pagi bersepedanya," jawab Evelyn asal
Ini jam 05.30 pagi, jika lebih pagi mungkin pukul 5? atau pukul 4? Bukankah mengerikan seorang gadis yang bersepeda sendirian di jam segitu? - Batin Wildan heran
Mereka berkeliling bersama, setelah beberapa putaran mereka duduk dan beristirahat di sebuah kursi panjang taman.
"Yah.. Aku lupa tidak bawa minum," ucap Evelyn yang di sengajakan agak keras
"Nih air minum," ucap Wildan sambil memberikan sebotol air minum yang ia bawa
"Makasih..." ucap Evelyn sambil senyam-senyum sendiri
Dia benar-benar cute... Ingin rasanya segera ku bawa ke penghulu, eh... - Batin Evelyn
Evelyn pun dengan senang hati meminum air pemberian Wildan, karena di berikan oleh orang tersayang, rasanya lebih manis daripada madu, menurut Evelyn.
Yup, entak sejak kapan Evelyn mulai menaruh perasaan pada Wildan, sikap Wildan yang cute, perhatian, konyol dan terkadang lucu membuat seorang Evelyn yang cantik ini luluh.
"Nih makasih..." ucap Evelyn sambil memberikan kembali botol minum Wildan
"Sama-sama," jawab Wildan
Tanpa sadar, Wildan juga meminum air itu dari selang sedotan botolnya. Evelyn yang melihatnya kegirangan.
Dia meminumnya? Bukankah secara tidak langsung kami berciuman? Hahahaha... Ehm, jaga image Evelyn... Ingat image! - Batin Evelyn kegirangan
Mereka berdua menikmati pemandangan orang-orang yang berlalu-lalang di jalan saat pagi hari, namun tak lama ada seorang pria tampan yang datang menghampiri mereka.
"Evelyn ya?" tanya Pria itu
"Iya, kenapa? Kamu..." kaget Evelyn
"???”
Kevin adalah mantan Evelyn saat SMA, yup inilah cinta monyet Evelyn.
"Masih ingat aku kan? Masa nggak ingat? Aku pernah menjadi pria mu," ucap Kevin dengan nada mengejek
"Dan kau pernah menjadi pembantuku," ejek Evelyn
"Kau!!! Siapa ini? Pacar barumu kah?" tanya Kevin dengan nada mengejek
"Bukan.. Aku..." ucap Wildan terpotong
"Ku kira selera mu lebih baik, ternyata semakin buruk. Ku kira kau tidak bisa melupakan aku 'Panda'," ledek Kevin
Panda adalah panggilan sayang-sayangan mereka terdahulu saat masih berpacaran. Sebenarnya Evelyn sendiri eneg mendengarnya. Ia tak menyangka pernah menjadi se-alay itu.
"Sebenarnya... Bukan seleraku yang buruk, tapi matamu yang rusak. Perlukah aku beri softlens baru?" ledek Evelyn
"Hah... Ternyata sifat angkuh mu masih tetap sama," ledek Kevin
"Dan dulu kau menyukainya!" ejek Evelyn
Evelyn mendekat, ia merapikan kerah baju Kevin dengan lembutnya. Kevin terkejut dengan perlakuan Evelyn.
"'Mantan Panda', jangan sampai telat makan ya... Jangan lupa periksa kesehatan, minum suplemen biar nggak sakit dan harus makan makanan yang bergizi ya.." ujar Evelyn
"Kenapa? Masih perhatian? Nggak bisa move on ya?" tanya Kevin dengan nada mengejek
"Iyalah aku perhatian! Karena... Kalau kamu sakit, nanti siapa yang lihat aku bahagia? Dan, yuk pergi!" ajak Evelyn
Evelyn meninggalkan Kevin tanpa menghiraukannya, cukup sekali Evelyn bodoh karena mau berpacaran dengan orang sombong sepertinya.
"Tadi siapa Lyn?" tanya Wildan
"Mantan terburukku sepanjang sejarah!" kesal Evelyn
"Maaf membuat hubungan kalian semakin memburuk," ucap Wildan
"Lupakan! Hubungan kami memang sudah seperti itu sejak putus, ia selalu sombong, mau menangnya sendiri dan tidak menghargai aku. Melelahkan menjalin hubungan dengan spesies omnivora sepertinya," jelas Evelyn
"Oh," jawab Wildan yang hanya ber-oh ria
///***///
2 Hari Kemudian
Sudah 2 hari Sarah kesal pada Reyhan, di bujuk model apapun tetap saja tidak pengaruh. Sekarang Reyhan sudah hampir putus asa, tinggal ini idenya.
Reyhan
Dan bagaimana? Ia sudah siap?
Wildan
Sudah kak, aku mengajaknya dengan alasan pergi ke pesta ulang tahun temanku!
Reyhan
Baiklah, 5 menit lagi ada mobil yang menjemput kalian!
Wildan
Ok kak!
Reyhan bekerja sama dengan Wildan untuk mengajak Sarah kesebuah tempat dengan alasan ada pesta ulang tahun. Sarah datang dengan gaun merah selutut, lengan ¾ dan rambut yang di kepang ke samping kiri.
"Nah kak udah sampai tuh mobilnya, yuk!" ajak Wildan
"Kaya banget temen kamu, sampai mau jemput orang yang di undang," ujar Sarah heran
"Sultan mah bebas," ujar Wildan
///***///
Di Sebuah Restoran
Mereka sampai di sebuah restoran, Sarah melihat ke sekeliling. Benar-benar sepi.
"Sepertinya temanmu menyewa restoran ini ya?" tanya Sarah
"Mungkin," jawab Wildan
Sarah memandang kagum ke dekorasi ruangannya. Wildan pun memulai rencananya.
"Duh kak, aku kebelet! Kakak pergi dulu ya ke lantai 2, aku mau ke toilet bentar! Please! Devina sudah menunggu di atas soalnya, katakan padanya kalau aku sudah datang," pinta Wildan
"Hmm... Baiklah, jangan lama-lama!" pinta Sarah
"Siap!" jawab Wildan
Wildan pergi ke tempat lain, sementara Sarah mulai menaiki tangga untuk naik ke lantai 2. Mata Sarah terpaku seketika dengan apa yang dilihatnya.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
Sarah lihat apa hayooo? Ada yang tau?
Jangan lupa untuk baca karya lain saya:
'My Ketos My Husband'