My Sexy Wife

My Sexy Wife
Masalah



"Dia? Dia mommy ku," jawab Reyhan


"Mommy?" bingung Sarah


"Iya, dia adalah cinta pertama ku yang tidak pernah menyakiti ataupun mengkhianati ku," ujar Reyhan


"Bukan wanita lain?" tanya Sarah lirih


"Bukan," jawab Reyhan


"Syukurlah," gumam Sarah


"Kenapa? Kau cemburu ya?" tanya Reyhan dengan nada penuh selidik


"Eng enggak," jawab Sarah


"Masa?" tanya Reyhan


"Iya," jawab Sarah


"Yakin?"


"Yakin!"


"Beneran?"


"Bener,"


"Kok meragukan ya,"


"Ya udah kalo nggak percaya," ketus Sarah sambil membelakangi Reyhan


"Iya-iya aku percaya, jangan ngambek lagi ya," pinta Reyhan sambil memeluk Sarah dari belakang


"Makanya jangan gitu, ngeselin tau!" kesal Sarah


"Iya nggak lagi," jawab Reyhan


"Masuk yuk," ajak Sarah


"Nanti aja kenapa sih," ucap Reyhan sambil menaruh kepalanya di atas pundak Sarah


"Ini kan acara buat kita, masa kita malah nggak ada?" tanya Sarah


"Udah pake kata kita nih?" tanya Reyhan usil


"Ih ngeselin!" kesal Sarah


"Iya-iya enggak, udah ayo masuk!" ajak Reyhan


Semua menikmati acara pertunangan itu, semua tampak bahagia. Hari-hari berlalu, dan kini Sarah dan Reyhan sedang menentukan tanggal pernikahan.


"Jadi rencananya kapan mau nikah?" tanya Prima


"Ni nikah?" kaget Sarah


"Iya, kan udah tunangan," ujar Prima


"Secepat itu kah?" tanya Sarah


"Ya itu semua tergantung kalian, yang nikah kan kalian. Jadi keputusan ada di tangan kalian, daddy cuma ngikut aja," ujar Devan


"Lulus kuliah gimana?" tanya Sarah lirih


"Nggak kelamaan?" tanya Reyhan


"Ih apaan sih," malu Sarah


"Ya elah, pasangan baru. Hoby nya mesra-mesraan mulu," sela Prima


"Nanti kalo mommy iri, kita mesra-mesraan sendiri aja," jawab Devan


"Apa sih daddy," malu Prima


"Jadi kapan?" tanya Devan


"Kalo udah lulus kuliah aja dad," jawab Sarah


"Ok kalau begitu, kita masih bisa santai untuk sekarang," ujar Devan


"Tapi ya jangan terlalu santai, semakin lama kalian kuliah jadi semakin lama kalian nunggu nikah," ujar Prima


"Iya-iya mom, nanti Rey berusaha biar bisa lulus lebih cepet," ujar Reyhan


"Nah gitu dong," ujar Prima


"Dev mana mom?" tanya Reyhan


"Tadi keluar sama Adit, nggak tau kenapa akhir-akhir ini mereka sering banget keluar bareng," ujar Prima


"Palingan juga berburu diskon," sela Devan


"Hmmm... Iya juga," ujar Prima


.


.


.


.


.


.


///***///


Di Kantor


Hari berlalu, kini hubungan Reyhan dan Sarah semakin erat. Perlahan tumbuh rasa cinta di hati Sarah, sedangkan Reyhan semakin menyayangi Sarah.


"Ck, Rey... Aku pulang ya," pinta Sarah


"Nggak boleh," tegas Reyhan


"Ya terus aku ngapain di sini? Nggak ada kerjaan juga," kesal Sarah


"Kerjaan kamu itu cuma lihat aku dan semangatin aku," ujar Reyhan


"Ck, aduh... Aku bosen, boleh beli makan di luar?" tanya Sarah


"Aku pengen beli burger, fried french, manggo float, muffin chocolate, sama pengen nastar nanas," pinta Sarah


"Aneh-aneh aja, di mana belinya?" tanya Sarah


"Paling juga di mall ada, di food court," ujar Sarah


Reyhan menekan telfon kantornya dan tak lama sekretaris nya masuk.


"Selamat siang Pak, ada apa mencari saya?" tanya Sekretaris Ryan


"Kamu suruh asisten saya buat beli 2 porsi burger, fried french, manggo float, muffin chocolate dan nastar nanas," pinta Reyhan


"Baik pak,"


Sekretaris Ryan keluar, sedangkan Sarah hanya murung dengan menekuk wajahnya.


"Wajahnya kenapa di tekuk?" tanya Reyhan


"Kan aku maunya aku sendiri yang beli, bukan di beliin!" kesal Sarah


"Apa bedanya? Toh malah gampang di beliin kan, kamu nggak perlu panas-panasan buat beli makanan," ujar Reyhan


"Ah bodo!" kesal Sarah


"Udah kamu mending liat aja wajah aku, kalo capek tidur di sana. Di sana juga ada TV nya," ujar Reyhan sambil menunjuk ruang istirahat nya


"Kok nggak bilang dari tadi?" kesal Sarah


"Kan kamu nggak tanya," jawab Reyhan


"Aelah," kesal Sarah


Sarah langsung berdiri untuk masuk ke ruang istirahat Reyhan yang berada di sudut ruangan Reyhan. Sementara Reyhan masih sibuk dengan dokumen-dokumennya, tak lama telepon kantor Reyhan berbunyi.


"Halo..."


"Rey, pergi ke ruang rapat sekarang!"


"Ada apa dad?"


"Udah ke sini aja sekarang!"


"Ok aku ke sana sekarang!"


Reyhan menutup telfonnya dan langsung berpikir.


Kenapa kelihatannya daddy sedikit panik? Semoga tidak ada masalah - Batin Reyhan


"Sayang... Aku keluar dulu mau rapat, kamu jangan ke mana-mana ok!" ujar Reyhan


"Ok," jawab Sarah sedikit keras


Reyhan berjalan menuju ruang rapat sambil diikuti oleh beberapa asisten dan sekretarisnya. Sedangkan Sarah ingin keluar sebentar mumpung Reyhan tidak ada.


Mumpung dia rapat mending aku ke kafe sebelah ah, bisa mati bosan aku di sini - Batin Sarah


Sarah berjalan dengan senang hati, lalu di koridor ia tak sengaja menabrak Laras sampai Laras jatuh.


"Eh sorry-sorry," pinta Sarah


"Nggak udah pegang-pegang," ketus Laras


"Kenapa? Kan aku bantuin doang," ujar Sarah


"Kenapa? Udah punya pacar kaya sekarang nggak mau ketemu sama aku lagi? Malu ya punya temen kayak aku?" kompor Laras


"Maksud kamu apa sih? Aku emang sibuk, jadi jarang bisa ketemu," ujar Sarah


"Sibuk apa? Sibuk pacaran?" tanya Laras


"Kamu kenapa sih? Kelihatannya hari ini sensi banget," bingung Sarah


Laras berdiri dan menatap Sarah dengan penuh kemarahan.


"Asal kamu tau, kamu bukan satu-satunya buat Reyhan!" ketus Laras


"Maksudnya?" kaget Sarah


"Sarah... Sarah... Kamu mau aja di bohongin. Kenapa? Cuma karena di bilangin kalo kamu satu-satunya trus kamu percaya? Kamu bodoh, kamu itu cuma salah satunya Sarah!" kompor Laras


"Tujuan kamu apa sih ngomong kayak gitu?" tanya Sarah dengan nada sedikit tegas


"Jangan berpikir kamu itu selalu nomor satu buat dia, Reyhan yang agung itu setidaknya pernah menjadi mantanku. Dan dia meninggalkanku gara-gara kamu! Dasar tukang tikung!" ketus Laras


"Apa?" kaget Sarah


Laras pergi meninggalkan Sarah tanpa penjelasan lebih lanjut, sedangkan Sarah hanya memikirkan saat Laras menyebutnya 'Tukang Tikung'.


Sarah... Sarah... Kamu benar-benar bodoh, Reyhan lihat! Tidak hanya kamu dan keluargamu yang akan hancur, tapi juga kisah asmara mu! - Batin Laras


Apa maksud Laras? Aku? Tukang tikung? Apa benar kata-kata Laras? - Batin Sarah


Sarah berjalan kembali menuju ruang Reyhan dengan gontai, sedangkan Reyhan masih bersitegang di ruang meeting.


///***///


Di Ruang Rapat


Rapat hanya dihadiri oleh orang-orang paling penting di perusahaan. Di dalam ruang rapat itu hanya terdapat 5 orang yang saling bertanya-tanya.


"Seperti yang kita tau, dalam sehari tiba-tiba harga saham kita menurun secara drastis tanpa di ketahui sebabnya. Dan hari ini juga tim perusahaan sudah menyelidiki apa penyebab turunnya harga saham secara drastis,"


"Harga saham turun? Bagaimana bisa?" gumam Reyhan


"Ternyata...."


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Baca karya lain saya :


'My KETOS My Husband'


Genre: Teen/ Romance/ Comedy


Sinopsis: Sifat mereka sangat berbanding terbalik bagai kutub utara dan kutub selatan. Namun di satukan dalam ikatan pernikahan, lantas bisakah mereka tetap bertahan walau memiliki usia yang terbilang sangat muda?


💖Raina X Surya💖