My Sexy Wife

My Sexy Wife
Ancam



Devan dan Prima masuk untuk mandi, setelah mandi baru makan. Selesai makan mereka masuk kamar karena ada yang ingin dibicarakan oleh Devan.


///***///


Di Kamar


"Sayang..." panggil Devan


"Iya mas? Mau ngomong apa?" tanya Prima


"Kamu nggak bisa ya panggil aku sayang?" tanya Devan


"Udah terbiasa manggil mas, jadi ya susah," ucap Prima


"Haih baiklah, to the point saja. Besok kita liburan ya," ucap Devan


"Liburan? Kok dadakan?" kaget Prima


"Kita udah janji lo ke nenek sama Zalfa," ucap Devan


"Janji apa?" bingung Prima


"Masa nggak inget? Kamu selesai kuliah mau ngapain?" bisik Devan


"Oh itu, tapi masa besok mas? Aku kan belum siap-siap sama sekali," ucap Prima


"Gampang, Rina kan ada. Udah kamu nggak usah bingung intinya besok kita tinggal berangkat," ucap Devan


"Tapi mau kemana mas?" tanya Prima


"Nah itu yang belum tau," ucap Devan


"Hah? Yang bener aja mau liburan kok nggak tau tujuan?" kesal Prima


"Gini deh, kamu maunya kemana?" tanya Devan


"Paris.. Eh jangan, emmm ke Italia.. Eh jangan, ke London.. Eh jangan, ke...." bingung Prima


"Kalo kamu nggak pilih, besok kita nggak jadi liburan," kesal Devan


"Jangan dong. Ke Swiss aja, aku penasaran sama rasa coklat di sana," ucap Prima


"Pengen coklat aja dadak kesana," ucap Devan


"Ahh ayooo... Ayo kesana.. Ayooo...." rengek Prima dengan menggoyangkan tangan Devan


"Haih iya iya, besok ke sana," ucap Devan


"Yee.." teriak Prima


///***///


Pagi Hari


Prima sudah bingung sejak pagi. Ambil ini ambil itu, bawa ini bawa itu.


"Apa lagi ya.. Hmmm ah iya kamera," ucap Prima


Prima langsung mengambil kamera dari meja. Saat hendak menaruh kameranya, Devan sedang berjalan sambil membaca dokumen. Akhirnya Devan menabrak Prima.


Tuaarr...


"Maaassss....." teriak Prima kesal


"Apa sih sayang? Pagi-pagi udah teriak-teriak," ucap Devan


"Kamu itu jalannya gimana sih. Lihat kameranya jatuh kan, duh mana nggak bisa nyala lagi. Gimana iniii," panik Prima


"Trus kenapa?" tanya Devan


"Liburan nggak ada artinya tanpa kamera. Nanti aku fotonya gimana? Kalo kamu gak usah foto nggak papa, tapi aku gimana?" kesal Prima sambil mengotak-atik kamera


Devan yang kesal karena kelakuan istrinya itu langsung mengambil kamera itu dan menaruhnya di atas meja.


"Udah nggak usah bingung, nanti biar Tio beli lagi," ucap Devan


"Beneran?" tanya Prima


"Iya, kita berangkat udah ada kamera baru." ucap Devan


"Oke yuk berangkat ke bandara," ajak Prima


"Berangkatnya nanti malam," cegah Devan


"Oh...," ucap Prima


Prima langsung bersemangat untuk bersiap berangkat ke bandara.


///***///


Di Mobil


Pukul 2 Malam mereka berangkat menuju bandara.


"Loh jalannya kalo ke bandara bukannya kesana?" tanya Prima


"Loh emang kemana? Mau ke Swiss naik mobil?" kaget Prima


"Udah nanti juga tau sendiri," kesal Devan


Setelah beberapa menit mereka sampai disebuah bandara.


Ini bandara tapi kok sepi banget? - Batin Prima


"Ini bandara ada zombienya ya kok sepi banget?" tanya Prima


"Otak halu kamu ketinggian," ucap Devan sambil menjitak dahi Prima


"Aw sakit tau. Abis bandara kok sepi banget," kesal Prima


"Ini bandara pribadi keluargaku sayang, pesawat disini juga pesawat pribadi. Makanya nggak ada orang lain," ucap Devan


"Oh, berarti kamu itu kaya ya. Makanya punya pesawat pribadi, baru nyadar aku," ucap Prima


"Mikirin apa selama ini sampe baru sadar kalo suami kamu ini kaya," kesal Devan


"Mikirin masa depan hahaha," tawa Prima


"Masa depan kamu itu jelas-jelas sama aku. Masih juga dipikirin," ucap Devan


"Yee geer," ucap Prima


Mereka masuk kedalam pesawat pribadi keluarga Devan yang super mewah itu. Mereka menikmati perjalanannya.


"Mas ini pesawat apa kamar hotel sih?" tanya Prima


"Kenapa?" tanya Devan


"Ya heran aja. Ini pesawat kok ada kamarnya, ada tv, ada AC, ada kasur dan lainnya," ucap Prima


"Kenapa, nggak suka ya?" tanya Devan


"Suka banget lah. Gila apa aku nggak suka," ucap Prima


"Ya menurut aku ini lebih tenang aja kalo naik pesawat. Tinggal tidur tiba-tiba nyampe," ucap Devan


"Oh gitu," ucap Prima


Devan dan Prima sedang bercanda didalam pesawat.


"Udah nikah, udah akur, udah baikan, juga udah nggak marahan lagi. Boleh dong cium dikit," ucap Devan


Prima hanya tersenyum manis melihat Devan. Mendapat lampu hijau dari istrinya, Devan langsung memajukan wajahnya, sesaat sebelum Devan mencium istrinya ada pramugari datang.


"Tuan dan Nyonya mau makan apa?" tanya Pramugari manis


"Sialan," gumam Devan


"Terserah, asal makanan ringan," jawab Prima manis


Devan yang kesal masuk kedalam kesal sambil mengacak rambutnya kesal.


"Pramugari sialan," gumam Devan


Prima yang merasa aneh dengan sikap Devan langsung masuk menyusul Devan.


"Kamu kenapa?" tanya Prima


"Pramugari sialan. Aku pasti memecatnya setelah ini," kesal Devan


"Hahaha masih kesal masalah ini kah?" tawa Prima


Devan kesal tak menjawab, Prima hanya tertawa cekikikan melihat Devan kesal. Tiba-tiba Devan langsung menarik pinggang Prima dan kembali hendak menciumnya lagi. Prima juga meresponnya, baru saja bibirnya menempel ada yang mengetok.


Tok.. Tok.. Tok...


"Tuan dan Nyonya, ini camilannya," ucap pramugari dari luar


"Dasar sialan," kesal Devan


Devan yang kesal langsung berjalan membuka pintu. Ia langsung mengambil kasar makanan dari tangan pramugari tersebut.


"Jangan ganggu kami lagi sebelum aku mencarimu. Jika berani mengganggu akan ku jual kau di pasar organ manusia," ancam Devan


"Ba baiklah tuan. Sa saya pe pergi dulu," takut pramugari


Devan masuk dengan kesal dan memberikan makanan ringan itu pada Prima. Prima hanya melihatnya dengan cekikikan.


"Semarah itu kah?" tanya Prima cekikikan


"Tidak bisakah mereka tidak menggangguku sebentar saja," kesal Devan


"Jangan sensi kenapa sih?" tanya Prima


Devan langsung menarik badan Prima agar berbaring di atas kasur.


"Kamu ada cara biar aku nggak marah lagi?" tanya Devan