
"Ah, entah apapun yang terjadi aku tidak peduli," gumam Reyhan
Reyhan
Mom....
Prima
?
"Haih... Mommy masih marah padaku," ucap Reyhan yang merasa ngelu karena Prima
Reyhan
Sarah sakit
Prima
Tau
Reyhan
Dia terkena DBD mom
Prima
Y
Reyhan
Tolong jaga kan dia selama di rumah sakit. Aku masih ada urusan di perusahaan dengan daddy
Prima
Ok
Reyhan
Terima kasih mom
Pesan itu tidak di balas oleh Prima, bahkan tidak di lihat. Reyhan benar-benar ngelu karena sikap Prima yang sangat dingin padanya. Aneh rasanya saat ibu yang biasanya cerewet melebihi penjual ember, tiba-tiba diam dan tidak mau merespon kita.
***
Malam Hari
Semua anggota keluarga ada di rumah. Mereka makan dengan tenang, seperti acara makan presiden. Tanpa suara, tanpa candaan dan tanpa interaksi. Hanya fokus dengan makannya masing-masing.
"Rey, selesai makan daddy tunggu di ruang kerja," ujar Devan
"Baiklah dad," jawab Reyhan
.
.
.
Setelah selesai makan, Reyhan pergi untuk menemui Devan di ruang kerjanya.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk!" ujar Devan dari dalam
"Dad..." sapa Reyhan
"Bagaimana? Informasi apa yang kau dapatkan dari Laras?" tanya Devan
"Aku baru tau kalau dia itu punya sekutu. Selama ini dia tidak bekerja sendiri, ada seseorang yang membantu dia dari belakang," jelas Reyhan
"Apa? Siapa orangnya?" tanya Devan
"Nah itulah masalahnya, dia tidak memberitahu aku. Entah dia yang tidak tau atau dia benar-benar tidak tau," ucap Reyhan
"Kita perlu menemuimu Laras," ajak Devan
"Baiklah ayo," ajak Reyhan
Devan dan Reyhan pergi bersama untuk menemui Laras di ruang bawah tanah, tempat Laras di kurung.
Beberapa bodyguard langsung menunduk saat Reyhan dan Devan datang bersamaan. Entah kenapa para bodyguard bisa merasakan aura yang menyeramkan dari mereka berdua saat ini.
"Buka pintunya!" titah Devan
"Baik bos,"
Cklek...
Pintu terbuka, Laras masih sama. Duduk dengan penampilan yang buruk, badan rusak tak terawat dan wajah yang pucat.
"Kenapa dia pucat?" tanya Reyhan
"Apa kalian tidak memberikan makanan padanya?" tanya Devan
"...."
"Dad... Aku punya saran, biasanya wanita itu suka diet kan? Beri dia makanan sehari sekali saja," saran Reyhan
"Baiklah, ikuti kata-kata putraku!" tegas Devan
"Baik bos,"
Laras... Kita lihat sekarang, siapa yang lebih kejam di antara kita! Jangan kau pikir karena selama ini aku diam berarti aku tidak bisa menunjukkan taring ku! - Batin Reyhan
Sialan! Pria sialan! Dasar kau iblis! - Batin Laras
Devan maju selangkah dan berjongkok, ia menatap wajah Laras.
"Nona... Aku tanya, siapa orang yang membantumu melakukan semua ini?" tanya Devan
"Aku tidak tau," jawab Laras
"Jangan buat dirimu lebih tersiksa lagi nona, semakin lama kau di sini maka semakin lama kau tersiksa," ancam Devan
"Apa perlu aku yang bertanya padanya dad? Agar dia membuka mulutnya lebih cepat, aku punya 1000 cara untuk membuatnya buka mulut," ancam Reyhan
Laras tampak sedikit ketakutan melihat Reyhan yang sudah berubah seperti psikopat ini. Ia sudah benar-benar kesakitan saat disiksa Reyhan tadi siang, dan tidak mau mengulanginya lagi.
"Aku jujur! Aku tidak tau apa-apa, dia selalu datang dengan wajah yang tertutup masker dan bertudung," jelas Laras karena mulai ketakutan
Bermasker dan bertudung? Apa dia juga yang benar-benar meneror ku tadi? - Batin Reyhan
"Siapa identitas nya?" tanya Devan
"Aku tidak tau! Dia tidak memberi tahuku siapa dirinya," jawab Laras
"Lalu kenapa kau mau di bantu oleh orang yang tidak kau ketahui identitas nya?" tanya Devan
"Karena dia menjanjikan," jawab Laras
"Menjanjikan?" bingung Devan
"Apa maksudmu?" sahut Reyhan
"Dia datang padaku sambil menawarkan untuk bekerja sama menghancurkan kalian," jawab Laras
"Hanya itu?" tanya Devan
"Kau langsung mempercayai dia begitu saja?" tanya Reyhan
"Dia juga datang dengan segebok uang dan data-data detail mengenai kalian," jawab Laras
"Di mana kalian bertemu?" tanya Devan
"Kami biasanya bertemu di sebuah rumah di daerah yang cukup sepi," jawab Laras
"Di mana tempatnya?" tanya Reyhan
"Di sebuah rumah tua di pinggir sungai. Itu ada di daerah X," jawab Laras
"Terima kasih atas jawabanmu," ucap Devan
"Lepaskan aku!" pinta Laras
"Untuk melepaskan diri mu? Maaf tidak semudah itu ferguso," jawab Reyhan dengan sedikit bercanda
"Kau..." kesal Laras
"Rey, ayo keluar!" ajak Devan
"Baik dad," jawab Reyhan
Reyhan dan Devan pun keluar bersama. Mereka lalu berpikir tentang siapa pelakunya.
"Dad.. Apa daddy punya musuh yang memiliki kemungkinan untuk melakukan ini semua?" tanya Reyhan
"Musuh? Tentu daddy punya, dan itu tak terhitung jumlahnya. Pesaing bisnis daddy, orang yang membenci daddy, saingan daddy, orang yang keluarganya memiliki dendam dengan keluarga kita dan tak terhitung lagi," jelas Devan
"Adakah yang memiliki kemungkinan paling besar untuk melakukan semua ini?" tanya Reyhan
"Semua memiliki kemungkinan Rey, itu sebabnya daddy masih kesulitan untuk mencari tau siapa orangnya," jelas Devan
"Dia pasti memiliki dendam besar pada kita," sela Reyhan
"Dia juga sangat cerdik," sahut Devan
"Dia pastinya kaya karena bisa memberikan segebok uang," sela Reyhan
"Dia pasti memiliki banyak koneksi dan sudah benar-benar mengenal kita," sahut Devan
"Kita harus benar-benar lebih berhati-hati dengan orang dalam. Sepertinya masalah ini tidak semudah bayangan kita," ucap Reyhan
"Kenapa semakin ke sini semakin rumit? Kenapa dia tidak sekalian langsung menyerang kita sampai kita benar-benar down. Hanya perlahan-lahan tapi terus menerus," ucap Devan
"Mungkin tujuannya adalah membuat kita kewalahan dengan masalah yang dia ciptakan dad," jawab Reyhan
"Mmm... Kau ada benarnya," jawab Devan
"Dad, apakah sembarang orang yang memiliki kepentingan bisa masuk ke perusahaan kita?" tanya Reyhan
"Tentu tidak! Meski orang itu memiliki kepentingan, tidak akan semudah itu untuk masuk ke perusahaan. Bahkan karyawan yang masuk pun memerlukan id card agar pintu perusahaan terbuka," jelas Devan
"Sepertinya orang yang menyerang kita ini sangat mengenal kita hingga tau celah-celah perusahaan," ujar Reyhan
"Apa maksudmu?" tanya Devan
"Aku mendapatkan teror entah dari siapa. Setelah aku cek di CCTV, orang itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan orang yang di jelaskan oleh Laras tadi," jawab Reyhan
"Bagaimana... Kita harus lebih berhati-hati! Daddy akan meningkatkan sistem keamanan perusahaan," ucap Devan
"Baiklah dad, daddy juga harus hati-hati. Orang ini sepertinya tidak semudah yang kita bayangkan," peringat Reyhan
"Hmm... Kau juga hati-hati!" pesan Devan
"Aku pasti baik-baik saja dad, yang aku khawatirkan adalah Sarah," ujar Reyhan
"Sarah? Kenapa dengan Sarah?" tanya Devan
"Dia meneror ku dengan mengirimkan fotoku dan foto Sarah yang berlumuran darah. Itu menandakan kalau dia juga berani mengincar Sarah," jelas Reyhan
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
Baca karya lain saya:
'MY KETOS MY HUSBAND'
Visual Laras!
Note: Laras itu cantik, imut dan menggoda. Jadi jangan salahkan pelakor di sini cantik😂
Nih buat yang minta visual Laras. Cantik emang, tapi kelakuannya jadi buat author pengen sentil ginjalnya! Tapi ingat! Cukup salahkan Laras, jangan aktrisnya ya mwehehehe :)