My Sexy Wife

My Sexy Wife
Marah



Devina tertawa lepas melihat tingkah Adit saat di beri uang receh oleh para penonton pertunjukan.


Adit tersenyum karena melihat tawa lepas dari Devina, tak masalah baginya menjadi lelucon banyak orang asal gadisnya merasa senang. Adit pun berdiri dan memberikan segenggam uang receh pada penyanyi jalanan itu. Bahkan Adit juga memberikan beberapa lembar seratus ribuan pada penyanyi itu karena bisa membuat gadisnya tersenyum.


"Senangnya melihat aku dapat uang receh," gurau Adit


"Hahahaha.... Lucu banget," tawa renyah Devina


"Jangan ketawa terus... Ntar dikira anu," ledek Adit


"Tapi beneran lucu hahahahaha...." tawa Devina


"Ya udah, puas-puasin deh ketawanya," ucap Adit


"Haduh... Sampai sakit perutku," ucap Devina sambil sesekali mengambil nafas karena perutnya sakit tertawa


Adit hanya menatap Devina datar, ia tak menyangka jika Devina bisa semakin parah lama-lama tawanya.


"Hahahahaha...."


"Hahahaha...."


Devina merasa aneh, ia berhenti tertawa dan memandang Adit yang ikutan ketawa.


"Kenapa ketawa?" tanya Devina


"Hahahaha... Nggak tau, tiba-tiba ketawa aja padahal nggak ada yang lucu," sela Adit ditengah tawanya yang nggak jelas kayak orangnya


"Aku takut..." gurau Devina


Devina menatap Adit datar tanpa ekspresi sedangkan Adit masih lanjut ketawa nggak jelas. Biasa, ketawa kan bisa menular.


"Pulang... Pulang..." ujar Devina sambil berlalu meninggalkan Adit yang masih tertawa


"Eh Dev... Jangan tinggalin aku dong!" teriak Adit


///***///


Di Butik


Reyhan sudah mencoba tuxedo yang akan ia kenakan di pernikahan nantinya, sekarang giliran Sarah yang mencoba gaunnya.


"Cocok nggak ya..." gumam Sarah sambil memandangi dirinya di cermin ruang ganti


Sarah pun keluar dengan gaun indah yang sudah melekat di tubuhnya, ia memandang sekeliling namun tak menemukan Reyhan. Ia pun bertanya pada salah satu pegawai butik.


"Permisi... Mbak... Mbak tadi lihat pria yang duduk di situ tidak?" tanya Sarah sambil menunjuk sofa tunggu


"Oh tadi masnya berpesan pada saya agar memberitahukan kepada mbak. Dia katanya ada urusan sebentar mbak,"


"Oh iya makasih ya mbak," ucap Sarah


"Iya mbak,"


Sarah pun membuka ponselnya untuk menghubungi Reyhan, belum sempat menelepon ataupun mengirimkan pesan, Reyhan sudah terlebih dulu menelfon.


"Halo... Kamu di mana?"


"Maaf Sarah, aku ada urusan yang benar-benar penting di perusahaan. Aku harus menyelesaikannya agar tidak menggangu pernikahan kita,"


"Oh,"


"Maaf meninggalkan kamu di sana, kamu bisa pulang sendiri kan?"


"Bisa,"


"Maaf ya aku pergi dulu,"


"Tidak apa, aku mengerti,"


"Terima kasih sayang, i love you!"


"Hmm..."


Sarah mematikan telfonnya lalu menghembuskan nafas panjang, memang pasti ada alasan yang penting untuk Reyhan sampai meninggal ia sendiri di butik. Tapi tetap saja ada rasa kesal karena ditinggalkan.


"Dia ini! 2 Minggu lagi menikah malah seperti ini! Sebenarnya aku ini menikah dengan siapa sampai ditinggalkan seperti ini! Seperti simpanan yang ditinggal calon suaminya karena istri sahnya menelfon saja! Eh jadi skema cerita I*ndo*siar dong!" gerutu Sarah


Hah tenang Sarah, ia pasti ada alasan sendiri! Tapi kenapa meninggalkan aku sendiri? Untung aku bawa dompet! - Batin Sarah kesal


Tak mau berpikir panjang, Sarah langsung melepaskan gaunnya dan pulang dengan taksi online.


///***///


Di Perusahaan


Reyhan pergi karena tiba-tiba ada seorang klien yang ragu dan hendak membatalkan rencana kerja sama dengan perusahaan. Karena Reyhan yang memiliki tanggung jawab atas proyek ini, jadi pasti dia juga yang menanganinya.


"Di mana kliennya?" tanya Reyhan


"Ada di ruang meeting pak," jawab Sekretaris Ryan


"Baiklah ayo," ajak Reyhan


Reyhan pergi ke ruang meeting untuk berdiskusi dan membujuk kliennya. Sudah 2 jam tak terasa ia berbicara dengan kliennya. Dengan perjuangan keras dari Reyhan, akhirnya semua berjalan lancar. Klien tidak jadi membatalkan rencana kerja sama dengan perusahaan.


"Baiklah terima kasih Pak Reyhan, saya percayakan hal ini pada anda!"


"Sama-sama Pak, pasti saya akan bekerja keras untuk hal ini!" ucap Reyhan semangat


"Terima kasih atas hari ini, saya pergi dulu!"


"Baik pak, silahkan..." ujar Reyhan


Setelah selesai, Reyhan menghela nafas. Ia melihat jam di tangannya dan mengirim pesan pada Sarah.


Reyhan


Hai sayang... Bagaimana? Sudah sampai rumah kan?


Sarah


Udh


Reyhan


Maaf ya sama kejadian tadi, besok kita coba baju lagi :)


Sarah


Gk ush


Reyhan


Sarah


Yg pntg kan aku udh cbain


Reyhan


Marah ya?


Sarah


Gk


Reyhan


Maafin aku ya... Lain kali nggak lagi deh, janji!


Sarah


Nggak usah janji kalau akhirnya di ingkari!


Reyhan


Iya-iya, besok jalan yuk!


Sarah


Nggk bisa, aku ada acara!


Reyhan


Ke mana? Sama siapa? Aku anter ya


Sarah


Gk usah


Reyhan


Hei... Jangan marah lagi ya 😘😊


Sarah


Gk marah


Reyhan


Terus kok balesannya singkat-singkat?


Pesan itu tidak di jawab oleh Sarah, Reyhan sudah yakin kalau Sarah pasti marah karena ditinggal di butik tadi.


"Haih... Apa dia semarah itu karena ku tinggal? Tapi aku juga berusaha keras agar semua pekerjaan ku selesai cepat. Jadi kami bisa bersantai setelah menikah," gumam Reyhan


.


.


.


"Hah... Dia benar-benar menyebalkan! Tidak peka! Semaunya sendiri! Gadis mana yang tidak marah saat ditinggal sendirian waktu fitting baju? 2 minggu lagi kami menikah, dan dia masih mementingkan pekerjaannya? Apakah pekerjaannya sepenting itu sampai meninggalkan aku sendiri?" gerutu Sarah


"Sudahlah kak, dari tadi ngomel-ngomel mulu! Minum nih es cincau," ujar Wildan sambil menyodorkan segelas es cincau yang baru saja ia beli


Karena kesal, Sarah menyahut kasar segelas es cincau itu dan meminumnya.


"Dia benar-benar menyebalkan! Ugh, dan kenapa es cincau ini enak sekali!" kesal Sarah dengan nada semakin naik


"Kak... Kak... Mau nikah malah marah-marah, apa salahnya kalau es cincau itu enak?" tanya Wildan


"Ya salah! Apa dia tidak tau kalau aku marah? Dengan indahnya dia ku minum dan rasanya enak!" kesal Sarah


"Apa hubungannya? Es cincau bisa mendengar keluh kesah manusia kah?" tanya Wildan keheranan, "Hai es cincau, apakah kau bisa mendengarku?" tanya Wildan pada segelas es cincau di tangannya.


"Dan kau kenapa begitu LOLA!" kesal Sarah


"Kenapa aku yang jadi korban?" tanya Wildan


"Karena kau membuatku kesal!" kesal Sarah


"Es cincau, ayo kita ke kamar saja," ajak Wildan


///***///


Besoknya


Sarah bangun pagi-pagi untuk berolahraga, ia baru saja selesai jogging. Sarah memutuskan untuk menjaga bentuk tubuhnya sebelum menikah agar bagus saat memakai gaun.


"Huh... Cuma 2 km tapi kenapa rasanya mau mati!" keluh Sarah dengan keringat di sekujur badannya


"Loh kak, udah selesai lari nya? Mau ikut berkeliling naik sepeda? Sekalian pendinginan," ajak Wildan


"Tidak, aku mau sit up saja agar perutku punya ABS seperti Chloe Ting hahahahaha..." ucap Sarah bangga


"Baiklah silahkan," ucap Wildan sambil mengeluarkan sepeda dari dalam rumahnya


1....


2....


3....


4....


"Hah... Aku sudah tidak kuat lagi!" keluh Sarah


"Katanya pengen punya ABS?" tanya Wildan datar


"Kenapa huh... Olah raga huh... Itu berat? Huh..." ucap Sarah ngos-ngosan


Sarah memiliki target setidaknya 50x sit up, namun kenyataannya... Baru 4x Sarah sudah tepar.


"Terserah kau lah kak, aku mau bersepeda dulu daahh..." ujar Wildan


Wildan sudah pergi bersepeda, tak lama mobil Reyhan tiba. Reyhan datang dengan senyuman manis di wajahnya memandangi Sarah.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Jangan lupa baca karya lain saya:


'MY KETOS MY HUSBAND'