My Sexy Wife

My Sexy Wife
Tunangan



Sarah melihat ke sebuah meja, terdapat Reyhan yang duduk di kursi seperti sedang menunggu seseorang.


"Rey?" sapa Sarah


"Oh kau sudah datang?" tanya Reyhan


"Kenapa kita ke sini?" tanya Sarah


"Aku mau ngomong sesuatu," pinta Reyhan


"Apa?" tanya Sarah


Reyhan berjongkok di depan Sarah, ia memegang kedua tangan Sarah dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Sarah... Aku sadar, aku butuh kamu. Aku suka kamu dan aku juga cinta sama kamu...." ujar Reyhan


"Apa?" kaget Sarah


"Aku ingin kamu menjadi pendamping hidupku," ujar Reyhan


"Hah?" kaget Sarah


"Sarah... Will you marry me?" tanya Reyhan


"Hah?" bingung Sarah


Terima... Aku mohon terima, cepatlah jawab. Jantungku serasa mau lepas! - Batin Reyhan


"Ini seriusan apa prank?" tanya Sarah


"Aku serius, nggak bercanda!" tegas Reyhan


"Mmm...."


Aduuuhh... Terima nggak ini? - Batin Sarah


"Gimana?" tanya Reyhan


"Yes i will..." jawab Sarah


Reyhan langsung berdiri dan memeluk Sarah, semua orang yang bersembunyi pun keluar dan bertepuk tangan melihat Sarah dan Reyhan.


"Kok banyak orang?" kaget Sarah


"Iya... Hari ini juga aku melamar kamu, dan hari ini juga aku mau tunangan sama kamu!" tegas Reyhan


"Hah?" kaget Sarah


Reyhan membawa Sarah ke lantai di atasnya, di sana sudah ada dekorasi-dekorasi indah yang terpasang dan tertempel di dinding.


"Ini...." bingung Sarah


"Kita tunangan hari ini," ucap Reyhan


"Apa?" kaget Sarah


Reyhan membawa Sarah ke tengah-tengah ruangan, di sana sudah ada Devan, Prima dan Wildan yang menunggu.


"Wildan di sini?" kaget Sarah


"Iya dong," jawab Reyhan


Semua mata memperhatikan, mereka saling bertukar cincin dan disambut oleh tepuk tangan banyak orang.


"Selamat sayang," ucap Prima sambil memeluk Sarah


"Makasih mom," jawab Sarah


"Selamat Rey, ingat! Sudah memilih satu, jangan pernah lirik yang lain kalo mau nyawa utuh!" gurau Devan


Semuanya tertawa mendengar gurauan Devan, Reyhan membawa Sarah untuk dikenalkan ke beberapa anggota keluarganya.


"Sarah, ini om Joo dan tante Zalfa. Orang tua Evelyn," ujar Gavin


"Sarah om... Tante..." sapa Sarah


"Hai sayang, Rey pinter ya cari calon istri yang cantik! Bilangin sama Velyn, kalo cari pacar harus ganteng!" ucap Zalfa


"Tapi nggak boleh lebih ganteng dari aku!" kesal Joo


"Ih apaan sih," ucap Zalfa


"Udah dong, 2 hari yang lalu baru pulang dari Afrika. Menangani banyak penyakit-penyakit menular yang masih banyak di sana," jelas Joo


"Trus tiap om pergi tugas, kenapa tante musti ikut?" tanya Reyhan


"Cantik satu ini mana mau di tinggal?" ledek Joo


"Ehem..." Zalfa berdehem


"Ok-ok, aku yang nggak mau di tinggal! Kalo nanti di sana aku kelaparan, siapa yang nyuapin? Kalo mau mandi, siapa yang siapin baju ganti, kalo mau tidur peluk siapa?" tanya Joo


"Heuh... Terserah om deh," ujar Reyhan


Reyhan kembali mengenalkan Sarah pada beberapa anggota keluarganya. Sarah memberikan banyak kesan baik pada keluarga Reyhan. Tak lama Joo dan Zalfa menemui Devan dan Prima.


"Joo... Bisa pulang ternyata? Aku kira udah pindah kewarganegaraan," ledek Prima


"Yee... Velyn kan masih butuh kita," ujar Joo


"Fa... Kenapa sih tiap Joo tugas ke luar negeri kamu mesti ikut?" tanya Devan


"Ya kan aku nanti di rumah sendirian, dari pada aku nganggur mending ikut aja. Lagian cewek luar negeri kan ada yang genit, bahaya kalo aku tinggal!" tegas Zalfa


"Ya itu membahayakan masa depan generasi muda kita!" ucap Prima


"Apabila tidak di lakukan pencegahan maka akan terjadi peperangan besar yang lebih berbahaya dari Perang Dunia Ke-II," ujar Zalfa


"Yah mulai ngelantur mereka," ujar Devan


"Aku nggak ikutan," ujar Joo


"Hai mama... Hai papa," sapa Evelyn


"Velyn? Dari mana aja, kok mama baru liat?" tanya Zalfa


"Emang mama liatnya di mana?" tanya Evelyn


"Di sini lah," ujar Zalfa


"Ya kalo aku nggak di sini ya nggak kelihatan," ucap Evelyn datar


"Oh iya juga," ucap Zalfa


"Hmm.. Untung sayang," gereget Joo


"Ini siapa kok ganteng banget Lyn?" tanya Zalfa


"Oh kenalin, Mama... Ini Wildan, Wildan ini mama aku!" ucap Evelyn


"Wildan Tante" sapa Wildan


"Papa, ini Wildan... Wildan ini papa aku," ucap Evelyn


"Wildan om.." sapa Wildan


"Oke mama restuin kok, kapan rencana tunangan? Kan yang penting kamu ganteng, masa depan bisa di rintis bersama ok!" ucap Zalfa blak-blakan


"Hah?" kaget Evelyn


"Mama... Apa-apaan sih, Velyn ini masih muda!" kesal Joo


"Justru yang masih muda itu waktu yang bagus pa. Jadi bisa belajar tentang rumah tangga bersama," ujar Zalfa


"Hah? Rumah tangga?" kaget Wildan


"Maksud mama?" tanya Evelyn


"Aih kalian ini jangan malu-malu, kalo mau lebih kenal sama camer bilang aja!" ucap Zalfa


"Camer?" kaget Wildan


Evelyn wajahnya langsung memerah dan menahan malu di depan Wildan, Zalfa mengira jika Evelyn itu berpacaran dengan Wildan. Zalfa juga mengira kalau Wildan ingin lebih mengenalnya dan Joo sebagai calon mertua.


"Ma.. Mama salah paham," bisik Evelyn


"Salah paham?" bingung Zalfa


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏