
Prima menarik tangan Devan menuju sebuah danau, Prima menyuruh Devan duduk. Devan dan Prima duduk ditepi danau.
"kenapa kesini?" tanya Devan
"kalo suasana hatiku lagi kacau, biasanya aku kesini" ucap Prima
"kenapa? Trus ngapain?" tanya Devan
"ya cuma sekedar duduk sambil liat danau atau gitaran" ucap Prima
"gitaran?" bingung Devan
"gini ya, aku nggak tau rasanya patah hati karena selama ini aku belum tau apa aku pernah jatuh cinta" ucap Prima "oke sepertinya pernah.. Alah lupakan" gumam Prima
"terus?" tanya Devan
"aku nggak tau gimana rasanya patah hati, jadi aku cuma mau hibur kamu. Aku nggak tau ini berguna apa nggak, yang pasti itu bisa bikin kamu sedikit tenang, pasti aku jamin!" ucap Prima
"caranya?" tanya Devan
"ada deh" ucap Prima
"tunggu, tadi kamu tau darimana kalo dia udah nggak suci?" tanya Devan
"siapa? Katlyn?" tanya Prima
"jangan sebut namanya!" kesal Devan
"ya nggak usah ngegas dong" kesal Prima
"iya-iya sorry" ucap Devan
"jadi, kan nenek aku itu dari Jawa dan di Jawa ada beberapa mitos yang berkaitan dengan kesucian seorang gadis. Aku nggak tau itu bener apa nggak, yaudah aku asal tebak eh ternyata bener. Yaudah kalo gitu hahahaha" tawa Prima
"ealah, aku kira karena IQ kamu tinggi" ucap Devan
"IQ aku emang tinggi, tapi aku bukan malaikan atau Tuhan yang bisa tau masalah kayak gitu kan. Gak mungkin juga aku mau urusin hidup dia terus, gak guna dan gak penting" ucap Prima
"iya in biar bahagia" ucap Devan datar
"udah-udah, mending kamu dengerin aku nyanyi" ucap Prima
"jangan-jangan, kalo nanti aku budek gimana?" tanya Devan
"aku obatin, aku kan calon dokter" gurau Prima
"hahaha bisa aja" tawa Devan
Prima mulai menyanyi diiringi permainan gitarnya, Prima memang memiliki suara yang sangat merdu dan permainan gitar yang bagus, namun bakat itu tak pernah dikembangkan olehnya. Hanya sekedar bermain-main.
Kutuliskan sebuah cerita cinta segitiga..
Dimana akulah yang jadi peran utama..
Aku tak dapat membohongi segala Rasa..
Aku mencintai dia dan dirinya..
Nanti pukul 1 dia menemui aku...
Maka jangan kamu pasang wajah yang cemburu...
Nanti bila dia menemui aku..
Maka cepat-cepat kamu ngumpet dulu...
Kan aku sudah pernah bilang..
Pacarku bukan cuma kamu saja..
Ku mempunyai dua hati..
Yang tak bisa untuk kutinggali.. Hoo...
Kan aku sudah pernah bilang...
Janganlah.. Kamu terlalu sayang..
Dan bila nanti kau menghilang..
Ku masih punya lelaki cadangan..
Prima menyanyikan lagu dengan judul Lelaki Cadangan diiringi permainan gitarnya. Sebenarnya sesuai juga ya dengan situasi Prima.
Suara ini.. - Batin Devan
"Primm.." panggil Devan
"ya?" tanya Prima
"kamu sering kesini?" tanya Devan
"iya, kenapa?" tanya Prima
"sering sih, terutama tahun lalu. Setiap suasana hatiku buruk aku selalu kesini dan bermain gitar. Setelah hatiku membaik aku pulang" jelas Prima
Devan langsung memeluk Prima seketika setelah mendengar penjelasan Prima.
Kamu gadis yang kucari, kamu gadis yang bisa menenangkan hatiku, kamu gadis yang ada difoto dimeja kerjaku dan kamu juga gadis yang membuatku jatuh hati tanpa melihat wajahmu - Batin Devan
Apa dia trauma patah hati? Biarin lah daripada bunuh diri gara-gara patah hati kayak di berita - Batin Prima
Devan memeluk erat tubuh Prima, Prima menanggapinya santai karena berpikir Devan masih kacau. Mereka berdua bersama malam itu, bernyanyi, berbicara dan bercanda dipinggir danau dibawah indahnya rembulan.
///***///
Besoknya
Prima ada kelas siang hari ini, Paginya setelah sarapan Prima memilih membaca novel ditepi kolam renang sambil kakinya bermain air. Prima mengenakan kaos putih dengan celana pendek sepaha warna hitam karena berpikir Devan sudah berangkat. Namun saat membaca Devan belum berangkat dan melihatnya, Devan berniat mengejutkan Prima yang tampak serius dengan buku-bukunya.
"dorr..." kejut Devan
"wuaa..." teriak Prima
Prima yang terkejut langsung meloncat dan tercebur kedalam kolam renang sedalam 2,5 meter itu.
"hahahaha, kaget anj*yy.." tawa Devan
"Vann... Bllppp.. to... longg..." ucap Prima sambil melambaikan tangannya
"loh loh loh, dia kenapa?" bingung Devan
"..." Prima terdiam
Prima perlahan tenggelam, Prima sebenarnya bisa berenang tapi tidak berani untuk menyelam ke kolam yang lebih dari 1,5 meter. Jadi tak ada pengalaman renang dikolam yang dalam.
"Primaa..." panggil Devan
Byuurrr...
Devan langsung menceburkan diri kedalam kolam dengan jas lengkap kemeja kerjanya. Tanpa pikir panjang Devan langsung menyelamatkan Prima. Prima dibawa Devan kepinggir lalu diangkat keatas.
"Prima.. Primm" panggil Devan tanpa respon dari Prima
Tidak pikir panjang Devan memberikan nafas buatan pada Prima dan menekan-nekan dadanya agar air yang keminum Prima keluar.
"uhuk... uhuk.." batuk Prima
"Prim... Lo udah sadar" ucap Devan lega
"lo gila apa? Mau bunuh gue?" kesal Prima sambil memukuli dada Devan
"ya mana gue tau kalo lo nggak bisa renang" ucap Devan cuek
"gila ya lo, hampir bunuh orang masih cuek" kesal Prima
"trus mau gimana? Aku kan juga udah selametin kamu" ucap Devan
"bodo, yah novel gue basah" keluh Prima saat melihat Novelnya ada di kolam renang
"buruan ganti baju, gue ini cowok normal. Mau lakuin gituan disini gara-gara baju lo?" tanya Devan
Prima melihat pakaiannya dan langsung menyilangkan dadanya serta menekuk kedua kakinya.
"a apaan sih kamu? Udah tau masih diliatin aja" kesal Prima
"apaan salahnya liatin punya istri sendiri. Lagian udah keliatan dari tadi, jadi sekalian lanjutin" ucap Devan
"dasar mesum! Lepas jas kamu!" ucap Prima sambil memukul lengan ringan
"buat apa? Nggak sabar banget sih, ayo kekamar!" ajak Devan
"udah siniin" kesal Prima
Devan memberikan jas nya pada Prima. Prima langsung mengenakan jas Devan dan masuk kekamar.
"kemana?" tanya Devan
"mandi" ucap Prima
"ikut" ucap Devan
Prima berhenti dan berbalik menghadap Devan.
"belum pernah disantet ya mas?" tanya Prima kesal
"galak banget jadi istri" ucap Devan
"bodo" kesal Prima
Prima meminta jas Devan karena semua bentuk tubuh Prima kelihatan. Bagaimana tidak, celana pendek Prima yang sepaha dan baju putih pasti menjadi transparan saat kena air. Langsung terekspos body Prima yang seperti gitar spayol itu. Pria mana yang tidak tergiur melihat body Prima, apalagi Devan pria normal.
Oke karena dia pria normal, aku harus lebih berhati-hati - Batin Prima
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏