My Sexy Wife

My Sexy Wife
Kamu Sakit



Note: Dengarkan lagu ->


'The Way Back Home - SHAUN ft. Conor Maynard'


Agar lebih dapat greget dan enjoynya 😁


***


"Apa kau tidak memberinya gula?" tanya Evelyn


"Aku kasih! Malah banyak gula halusnya daripada garam," jawab Wildan


"Sepertinya kau salah memasukkan bahan," ujar Evelyn


"Mana mungkin? Aku bisa membedakan garam dan gula halus!" bantah Wildan


"Apa kau rasakan satu-satu?" tanya Evelyn


"Tidak, hanya aku lihat dan kira-kira," jawab Wildan ragu


"Ini asiiinn..... Asin sekali!" keluh Evelyn


Evelyn dengan berat hati menelan satu gigitan pie susu milik Wildan agar Wildan tidak kecewa.


"Hah masa?" kaget Wildan


Wildan mencicipi sedikit pie buatannya, dan benar saja. Ia langsung merasakan asin yang luar biasa.


"Iyekk... Jangan di makan! Nanti perut kamu sakit! Makan pudding buah ini aja," pinta Wildan


"Hm...."


Semoga yang ini rasanya tidak se kacau tadi - Batin Evelyn


Evelyn dengan berhati-hati mencoba merasakan sedikit puding buah buatan Wildan.


"Gimana?" tanya Wildan


"Hmm... Yang ini enak," jawab Evelyn senang


"Baiklah, makan pudingnya saja," pinta Wildan


Evelyn memakan puding buatan Wildan, memang rasanya enak. Karena Wildan mengikuti petunjuk resep di belakang kemasan puding.


"Cobain punya aku dong!" pinta Evelyn


"Ok!"


"Komentarin dengan jujur!" tegas Evelyn


"Iyaaaaaaaa......."


Wildan memakan roti goreng Evelyn dengan penuh senyuman, namun saat makanan itu memasuki mulut Wildan, Wildan langsung menahannya.


"Haaahhh...."


"Kenapa? Gimana? Enak nggak rasanya?" tanya Evelyn antusias


"Kamu jadiin bubuk cabe sebagai isinya ya?" tanya Wildan


"Iya,"


Wildan langsung mengeluarkan kembali roti itu dari mulutnya, ia langsung cepat-cepat meminum sebotol air mineral.


"Hahhhh... Pedes banget!" keluh Wildan


"Kenapa? Harusnya kan enak," ujar Evelyn


"Yang bener aja, roti goreng isi bubuk cabe?" bingung Wildan


"Kenapa? Harusnya itu kamu bilang enak biar aku nggak kecewa," ujar Evelyn


"Katanya tadi aku suruh ngomong jujur," jawab Wildan


"Iya juga sih, eh, tapi kamu ya harus peka dong jadi cowok!" kesal Evelyn


"Iya-iya! Makanannya enak kok," jawab Wildan


"Telat!"


"Tapi kamu dapat inspirasi dari mana? Roti goreng isi bubuk cabe? Kalo isi selai, coklat atau abon aku pernah rasakan. Tapi roti goreng isi bubuk cabe? Hah... Kamu benar-benar unik," ucap Wildan geleng-geleng kepala


"Aku pernah dengar... Memasak itu bukan hanya tentang rasa, tapi juga tentang rasa kreativitas kita untuk menciptakan sebuah kreasi kuliner baru yang bisa dinikmati oleh lidah banyak orang hingga orang-orang menyebutkan kata 'Lezat'," jelas Evelyn sok bijak


"Dih... Sok bijak," cibir Wildan


"Lah... Aku kan emang bijak," bantah Evelyn


"Kamu itu bukan hanya sekedar bijak, tapi bijak sana bijak sini tergantung situasi. Bwahahahahahahaha....." jawab Wildan


Wildan tertawa keras, Evelyn hanya menyipitkan matanya tajam ke arah Wildan.


"Hahahaha... Ha... Ha... Ehem..."


"Udah ketawanya?" tanya Evelyn


"Udah,"


"Ya udah,"


"Tapi kamu dengar kata-kata itu dari mana? Quotes siapa?" tanya Wildan


"Oy... Ngapa bawa-bawa gue?!" protes Author


"Author yang baik, nggak boleh nge-gas ya!" pinta Evelyn


"Gue kaga nge-gas, tapi nge-blayer," jawab Author


"Ish ngikut mulu! Syuh syuh pergi!" usir Wildan


"Ngusir gue? Kaga gua kawinin kalian berdua," ancam Author


"Eh jangan-jangan!" pinta Wildan


"Ck, balek sono!" cibir Author


**********


"Tapi kamu dengar kata-kata itu dari mana? Quotes siapa?" tanya Wildan


"Nggak inget! Pokoknya pernah dengar," jawab Evelyn


"Aku butuh yang manis-manis! Lidahku rasanya panas karena bubuk cabe tadi," protes Wildan


"Lihat aku aja, aku kan manis," ucap Evelyn sambil menunjukkan wajah imutnya


"Makan choco lava aja deh," jawab Wildan sambil mengambil choco lava buatan Evelyn


"Ih! Nggak peka banget sih jadi cowok!" kesal Evelyn


"Aahh...."


"?"


"Aaahhh...."


Wildan berusaha menyuapi Evelyn choco lava, namun Evelyn masih menunjukkan wajah juteknya.


"Aahhh... Phew phew phew... Tuuutt tuuttt... Kereta datang, ckiiitt.... Wushh... Pesawat mendarat, tolong buka mulutnya!" celoteh Wildan sambil mengangkat choco lavanya kesana kemari


Evelyn terkekeh geli sendiri melihat tingkah Wildan yang imut.


"Aahhh... Ayo makan, kalo nggak makan nanti datang hujan!" gurau Wildan


Evelyn pun memakan choco lava dari tangan Wildan. Mereka bergurau sampai tertawa keras dan perutnya sakit.


"Pulang yuk..." ajak Wildan


"Ih... Ini jam berapa? Masa pulang sekarang?" tanya Evelyn saat melihat jarum jam tangannya yang masih menunjukkan pukul 14.00


"Ini siang, anginnya agak kencang! Jangan di luar lama-lama, nanti sakit," jawab Wildan


"Oww... So care," ucap Evelyn


"Ayo...."


Wildan sudah berdiri dari tempat duduknya, ia menarik tangan Evelyn agar Evelyn berdiri.


"Yuk pulang!"


"Ih... Padahal aku masih pengen di sini!" kesal Evelyn


"Lain kali ke sini lagi ok!" jawab Wildan


Evelyn berjalan bersama Wildan menuju parkiran mobil mereka. Belum sempat sampai parkiran, hujan turun lebih dulu.


"Eh hujan..." celetuk Evelyn


"Ayo berteduh!" ajak Wildan


"Kamu tadi bercanda atau memang sudah meramalkannya sih?" tanya Evelyn


"Aku cuma asal ngomong, nggak ngira beneran hujan," jawab Wildan


"Main hujan yuk!" ajak Evelyn


"Jangan! Nanti kamu sakit," tolak Wildan


"Ah ayooo!!!" ajak Evelyn sambil menarik Wildan ke tengah-tengah taman


Mereka berdua bermain air hujan, berlarian kesana-kemari tidak jelas. Tertawa, bergurau, berlarian di bawah hujan. Sungguh romantis untuk para couplers, dan miris untuk para jomblo mania.


///***///


Besoknya


Evelyn langsung bergegas cepat menuju rumah Wildan saat mendengar kalau Wildan sedang sakit.


"Sayang... Baby... Honey... Luv-luv.... Ayang... Cinta... My Boy.... Kamu di mana?" teriak Evelyn yang baru saja membuka pintu rumah Wildan


"Aku di sini!" jawab Wildan lirih


Evelyn langsung pergi ke kamar Wildan, ia melihat penampilan Wildan yang acak-acakan, lemas, wajah memerah dan bolak-balik bersin.


Hachiuuu....


"Kamu sakit?" tanya Evelyn


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏