My Sexy Wife

My Sexy Wife
Kesalahan (2)



Sarah langsung berlari keluar menuju rumah sakit tempat ibunya di rawat.


///***///


Di Rumah Sakit


"Gimana kondisi ibu?" tanya Sarah


"Memburuk kak, katanya harus segera transplantasi jantung," ucap Wildan


"Dimana dokter?" tanya Sarah


"Di dalam kak," ujar Wildan


Tak lama dokter pun keluar, Sarah langsung menghadap dokter.


"Dok gimana dok ibu saya?" panik Sarah


"Kondisi ibu anda memburuk, harus segera di operasi. Kami menemukan pendonor yang cocok, namun meminta bayaran yang tinggi dan biaya operasi yang tinggi," ucap dokter


"Baik, berapapun akan saya bayar!" ucap Sarah


"Baik, silahkan selesai kan administrasi nya," ucap dokter


"Baik dok," jawab Sarah


"Kak, kakak dapat uang dari mana? Biaya operasi kan banyak, ucap Wildan


"Hei, kakakmu ini selalu bekerja keras tau! Jadi ada tabungannya," ucap Sarah menghibur diri


"Beneran kak?" tanya Wildan


"Iya dong ganteng," ucap Sarah sambil mengacak-acak rambut Wildan


"Kak! Aku udah gede, jangan suka rusak gaya rambut aku dong," ujar Wildan


"Kamu emang udah gede, tapi selalu masih kecil di mata kakak," ucap Sarah


"Terserah kamu lah kak," ucap Wildan


///***///


Di Hotel


Reyhan membuka matanya perlahan, ia merasa kepalanya sedikit pusing. Ia melihat sekitar dan banyak barang berserakan. Ia mencoba mengingat semuanya dan ia mengingat semua kejadian semalam.


"Sialan! Brengsek Dio!" kesal Reyhan


Reyhan menelfon Adit agar segera datang dan membawakan satu setel pakaian. Reyhan memang paling tidak suka saat ada pengawalan dari orang tuanya, ia lebih suka bebas. Tak lama Adit datang.


"Woi lo kemarin kemana? Gue cari-cari gak ada, lo balik duluan ya?" tanya Adit


"Cari info tentang Dio sekarang!" ujar Reyhan


"Kenapa?" tanya Adit


"Cari sekarang!" bentak Reyhan


"Oke, keep calm please!" ucap Adit


Reyhan mengecek semua barang-barangnya. Hanya atasan dan ATM yang hilang.


Cuma baju dan ATM? Yang lain kemana? B*jingan si Dio. B*go banget gue sampe ngelakuin hal kayak gitu sama cewek j*lang! - Batin Reyhan


"Oke ketemu! Lo mau apain dia?" tanya Adit


"Lo ntar juga tau," ujar Reyhan


Reyhan melihat bercak darah di ranjang itu dan merasa keheranan.


Darah? Dia masih virgin? Bagaimana bisa? Dengan siapa aku semalam? - Batin Reyhan


///***///


Di Jalan Sepi


Devina hendak pergi ke rumah temannya, tapi tidak ingin ada pengawalan. Jadi dia kabur dari rumah dan pergi jalan kaki lewat jalan yang sempit dan sepi.


"Kok ngeri juga ya pagi-pagi sepi kayak gini," gumam Devina


"Hei cantik..." sapa Dio


Devina tak menggubrisnya, ia tetap berjalan dan mempercepat langkahnya.


"Cantik... Kok aku ditinggal sih, kenalan yuk," ajak Dio


"Jangan ganggu aku!" ucap Devina


"Galak banget sih, sini main bentar sama kakak," goda Dio


Dio memegang tangan Devina, karena Dio adalah seorang pria yang suka mempermainkan wanita dan gonta-ganti pasangan.


"Lepasin..." berontak Devina


"Apa sih, ikut kakak bentar ayo," ajak Dio


"Nggak mau... Tolong... Tolong..." teriak Devina


"Daripada kamu teriak-teriak disini, mending teriak-teriak di kamar sama kakak," goda Dio


"Lepasin... Tolong... Siapapun tolong..." teriak Devina


Buaagg....


Sebuah balok kayu besar dipukulkan ke punggung Dio.


"Ayo lari..." ucap Wildan sambil menarik Devina


Devina berlari pergi bersama Wildan dan berhenti ditempat yang ramai. Mereka duduk di sebuah taman.


"Huh... Untung aja, kamu nggak papa?" tanya Wildan


"Aku nggak papa, makasih ya," ucap Devina


"Iya, sekali lagi makasih ya," ucap Devina


"Iya sama-sama, loh kamu Devina kan? Bintang sekolah SMA Global School?" tanya Wildan


"Loh kok kamu tau?" tanya Devina


"Aku juga sekolah di sana, siapa sih yang nggak kenal Devina si bunga sekolah," ucap Wildan


"Bisa aja, oh yuk kenalan sekali lagi dengan benar. Ehm... Aku Devina, kamu?" tanya Devina


"Um aku Wildan," ucap Wildan


"Oke Wildan makasih ya, kamu di kelas apa?" tanya Devina


"12 Ipa 2," jawab Wildan


"Oh kelas sebelah ya," ucap Devina


"Iya," ucap Wildan


"Gini ya, kamu mau nggak jadi temen aku?" tanya Devina sambil tersenyum


Ya ampunn.... Senyumnya cantik sekali, benar-benar bagai bidadari - Batin Wildan


"Wildan... Wildan.. Hei hello.." ucap Devina sambil melambai-lambaikan tangannya


"Oh iya kenapa?" tanya Wildan


"Kamu mau jadi temen aku?" tanya Devina


"Kamu nggak malu punya temen kayak aku? Aku kan jelek, miskin dan sekolah di sana pakai beasiswa " tanya Wildan


"Teman itu cuma ada 2, teman yang baik dan teman yang buruk. Dan justru beasiswa kamu itu yang membanggakan, lagian kamu ganteng kok," ucap Devina


Ya Tuhan, mau lepas ini jantung rasanya - Batin Wildan


"Ya udah Wildan, sampai bertemu di sekolah. Aku pergi dulu ya byee..." ucap Devina


"Byee..." ucap Wildan sambil melongo


///***///


Malam Hari


Di Rumah Devan


"Rey... Kamu dari mana semalam nggak pulang?" tanya Devan


Reyhan gugup saat ditanya Devan, Rey bisa saja mengarang cerita. Namun ia tidak bisa sama sekali untuk berbohong pada Devan maupun Prima.


"Main sama Adit dad," ucap Reyhan


"Trus ini pengeluaran apa?" tanya Devan sambil melemparkan kertas pada Reyhan


"Apa?" tanya Reyhan


Reyhan melihat kertas yang dilemparkan Devan kearahnya. Semua berisi pengeluaran dari ATM Reyhan yang hilang.


"Kartu ATM ku hilang dad semalam," ucap Reyhan


Brakk...


Devan membanting sendok dan garpu nya. Ia berdiri dan menahan diri agar tidak marah.


"Ayah tunggu kamu sampai besok di ruang kerja ayah. Ayah tunggu kamu mengakui kesalahan kamu!" ancam Devan


Devan pergi walau makan malamnya belum selesai.


"Mas.. Mas... Mas.... Ini kenapa sih? Rey, kamu salah apa sampai daddy marah kayak gitu. Trus ATM kok bisa hilang?" tanya Prima


"Nggak tau mom, Rey juga bingung," ucap Reyhan


"Sana minta maaf, nanti daddy makin marah loh. Kalau ada apa-apa cerita sama mommy ok!" ucap Prima


"Ok mom," ucap Reyhan


Apa aku masih bisa bercerita tentang apa yang terjadi kemarin? Apa kau akan memaafkan aku mom? - Batin Reyhan


///***///


Di Ruang Kerja Devan


Tok... Tok... Tok...


"Masuk!" ujar Devan dari dalam


"Rey masuk dad," ucap Reyhan


"Jadi gimana? Kemana kamu semalam?" tanya Devan


"Main dad sama Adit," ucap Reyhan


"Kemana?" tanya Devan


"Ulang tahun temen dad," jawab Reyhan


"Dimana?" tanya Devan


"Dad, daddy harus tau banget ya dimana Rey pergi, sama siapa, ngapain aja? Rey udah besar dad," ucap Reyhan


"Daddy bakal biarkan kalau kamu nggak melakukan kesalahan!" tegas Devan


"Kesalahan apa sih dad? Rey bingung," ucap Reyhan


"Ini apa? Pengeluaran sebanyak ini, foto CCTV kamu masuk ke club malam, foto kamu masuk ke hotel, foto kamu keluar hotel dengan baju yang berbeda. Kamu kemana semalam!" tegas Devan


Secepat ini daddy dapat berita ini? - Batin Reyhan


"Kamu yang jelaskan atau daddy yang cari tau sendiri!" tegas Devan