My Sexy Wife

My Sexy Wife
Jangan-Jangan Mereka



"Nggak-nggak! Bercanda, mommy tau kalian udah lama pacaran! Tapi jangan melakukan hal yang kelewat batas, kalau mau yang aneh-aneh... Nikah dulu," ucap Prima


"Siap mom!" jawab Adit


"Untuk restu dari daddy...." ucap Prima menggantung


"Ya ya ya..." ucap Adit menunggu


"Kalian berusaha sendiri ya... Semoga sukses! Mommy mau masuk dulu," ujar Prima sambil berjalan menuju kamarnya


Adit dan Devina diam mematung, tidak menyangka jawaban Prima benar-benar diluar ekspektasi. Bayangan mereka, Prima akan membantu agar hubungan Adit dan Devina disetujui oleh Devan, sayangnya realita tak semulus ekspektasi.


///***///


Beberapa Bulan Kemudian


Tak terasa sudah beberapa bulan terlewati, kini Adit, Sarah dan Reyhan mulai mengerjakan skripsi mereka sebelum menyandang gelar Sarjana. Mereka bertiga bisa lulus lebih cepat karena memiliki nilai yang selalu bagus dan IPK yang selalu tinggi.


Semua berjalan seperti semestinya. Evelyn yang siang malam selalu Video Call Wildan, Sarah dan Reyhan yang menunda kehamilan sebelum selesai kuliah, Adit dan Devina berencana menunjukkan hubungan mereka pada Devan setelah Adit lulus kuliah, dan Galang yang semakin akrab dengan Devina sampai terkadang Adit cemburu.


///***///


Di Kampus Devina


Devina telah menyelesaikan kelasnya hari ini, ia menghela nafas dan meregangkan tubuhnya yang kaku karena terlalu lama duduk.


"Haahh... Akhirnya selesai juga! Abis ini enaknya ngapain ya," gumam Devina


"Hei..." sapa Galang


"Pak Galang..." kaget Devina


"Gimana? Ada yang sulit nggak hari ini? Perlu bimbingan saya?" tanya Galang


"Nggak usah pak makasih, udah paham kok," jawab Devina


"Mau ke kantin barengan? Tadi aku chat Adit, dia masih sidang," ajak Galang


"Boleh..." jawab Devina


Devina pun berjalan bersama Galang menuju kantin, ada saja yang usil karena iri. Seorang mahasiswi sengaja menjulurkan kakinya agar Devina tersandung. Benar saja, Devina hampir tersandung.


"Ahh..."


Seett...


Dengan sigap Galang menangkap badan Devina, kini Devina malah jatuh di pelukan Galang. Banyak mahasiswa-mahasiswi yang menggertakkan giginya melihat Devina dan Galang.


"Eh... Anu maaf pak, saya nggak sengaja," ucap Devina spontan sambil berdiri


"Iya nggak papa, lain kali hati-hati," ujar Galang dengan penuh senyuman


"Iya pak," jawab Devina


"Kamu itu kenapa sih? Mau mencelakai Devina iya? Koridor seluas ini dan kaki kamu sengaja kamu julurkan gitu? Kamu pikir perbuatan seperti itu bagus? Kamu saya anggap sudah dewasa, jadi tolong jaga perilaku kamu!" tegas Galang pada mahasiswi yang mengerjai Devina


"Pak.. Maksud bapak apa sih? Saya nggak ngerti,"


"Jangan pura-pura nggak tau! Saya belum buta, saya melihat kamu yang membuat Devina jatuh kan?" tanya Galang yang sedikit emosi


"Pak sudah pak... Ayo kita pergi saja," ajak Devina untuk mengalihkan perhatian


"Huh!"


Galang pergi dengan Devina ke kantin dengan nafas yang tidak teratur karena marah, sementara itu, terdapat sepasang mata yang melihat mereka dari kejauhan dan hanya diam tanpa suara.


///***///


Di Kantin


"Kamu nggak papa kan?" tanya Galang khawatir


"Aku nggak papa kok Kak," jawab Devina


"Tu anak kurang kerjaan banget sih!" kesal Galang


"Udah nggak udah di pikirkan Kak," ujar Devina


"Huh... Sabar Galang... Keep calm," ucap Galang pada dirinya sendiri


Mereka memesan makanan lalu berbincang seperti teman dekat, Galang pun nyaman saat berbicara dengan Devina karena Devina bisa paham saat diajak mengobrol topik apapun.


"Dev... Kamu nanti ada acara nggak?" tanya Galang


"Nggak ada Kak, kenapa?" tanya Devina


"Mau nonton? Aku habis gajian," ucap Galang


"Wahh... Boleh-boleh," jawab Devina antusias


"Nanti aku jemput jam 6 malam ya," ujar Galang


"Ok-ok!" jawab Devina


"Hayo pada ngomongin apa?" ucap Adit yang tiba-tiba datang


"Astaga! Duh... Bikin kaget aja, untung nggak tersedak," kesal Devina


"Hehe maaf-maaf," ujar Adit sambil duduk di samping Devina


"Hai Dit... Udah kelar sidangnya?" tanya Galang


"Udah lah... Demi Dev aku berusaha keras biar cepet-cepet lulus," ucap Adit


"Berubah dan berusaha itu untuk diri sendiri bukan orang lain," ujar Devina


"Hehe iya-iya," jawab Adit


"Kak Rey sama Kak Sarah gimana?" tanya Devina


"Nggak usah di tanya! Kecerdasan mereka iti diatas ku, kalau aku saja lulus... Apalagi mereka," ujar Adit


"Dari dulu nyuruhnya baca buku mulu," cibir Adit


"Kalau baca berita namanya reporter," ujar Galang


"Ah iya-in," gurau Adit


"Hahahaha..."


///***///


Malam Hari


Tepat pukul 6 Galang tiba di rumah Devan. Ia menemui Prima dan pamit pada Prima, karena Devan belum pulang, mereka tidak berpamitan pada Devan.


"Dok... Kami pergi dulu ya," pamit Galang


"Iya... Panggil aja mommy, ini kan bukan rumah sakit," ujar Prima


"Iya mom, kami pamit dulu," pamit Galang


"Iya hati-hati ya, jangan pulang malem-malem," pesan Prima


"Siap mom," jawab Devina


Prima mendekati Devina dan berbisik, "Eh hati-hati jangan terlalu dekat! Nanti pemilik hatinya berubah loh."


"Siap mom! Aku setia sama Kak Adit kok," bisik Devina


"Pamit dulu mom..."


"Iya hati-hati,"


Devina memikirkan perkataan Prima barusan, memang jika orang tidak tau, mungkin akan mengira kalau Galang adalah pacarnya Devina karena akhir-akhir ini Devina sering keluar dengan Galang.


Setelah selesai magang, Adit lebih fokus ke kuliahnya dan jarang menemui Devina. Mereka berkomunikasi lewat hp atau sesekali bertemu saat di kampus atau di akhir pekan.


///***///


Di Mall


Devina dan Galang langsung pergi ke bioskop untuk menonton film, mereka memiliki film romantis komedi di bioskop. Setelah sekitar 1½ jam, film selesai di putar.


Mereka pergi ke toko buku untuk membeli buku, Devina membeli buku untuk kuliahnya dan Galang membeli buku untuk menambah wawasannya. Tiba-tiba Adit mengirim pesan pada Devina.


Ting...


My Boy💖


Lagi di mana honey? Mau keluar bareng?


Me


Maaf honey, aku udah keluar duluan buat beli buku. Dan ini mau balik


My Boy💖


Oh gitu... Di Gramed?


Me


Iya


My Boy💖


Ya udah, have fun okay😘


Me


Thank you😇


Adit kepikiran dengan kata-kata Galang saat di kantin, Adit mendengar sekilas kalau Galang akan menjemput Devina, tapi Adit tidak tau kemana mereka pergi. Adit pun bertanya pada Galang.


Adiet😛


Kak di mana?


Me


Mall, kenapa?


Adiet😛


Nggak kenapa-kenapa, cuma lagi gabut aja. Pengen main PS bareng


Me


Oh... Aku lagi do luar, sorry ya


Adiet😛


Nggak papa, posisi dimana kak emangnya?


Me


Gramed, beli buku


Adiet😛


Oh ya udah, have fun


Me


Thanks


Adit diam sejenak dan mengusir semua pikiran buruk yang ada dalam pikiran dan benaknya.


"Mereka berdua sama-sama ada di Gramed, apa mungkin kalau mereka...."


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏