My Sexy Wife

My Sexy Wife
Uangku



Prima berlari masuk menuju kamar yang tadi ia tiduri, ia mengambil sebuah kotak dan membawanya keluar.


Entah apa yang direncanakan olehnya - Batin Devan penasaran


"Udah belum?" tanya Devan


"Bentar, 1... 2... 3.... Oke buka mata sekarang!" ucap Prima


Prima memegang 2 kotak kecil ditangannya. Hal itu membuat Devan semakin penasaran.


"Apa ini?" tanya Devan


"Kalo dikasih tau apa gunanya nanti kamu buka?" tanya Prima


"Hehe iya-iya," ucap Devan


Devan membuka dulu kotak yang lebih kecil. Terdapat beberapa kartu didalamnya, ia mengambilnya lalu mengamatinya.


"Aku nggak punya uang, jadi nggak bisa kasih barang mewah." ucap Devan


Terdapat tulisan di tiap kartu tersebut yang membuat Devan senyam-senyum sendiri.


Kupon untuk telat janjian


Kupon untuk makan malam romantis


Kupon untuk jalan-jalan mewah


Kupon untuk meredakan marah


Kupon untuk menemani kemanapun


Dan ada 3 kartu kosong juga.


"Apa ini?" tanya Devan


"Aku nggak punya uang, jadi ya itu aja. Kamu bisa gunakan kartu itu saat bersamaku, kalau yang kosong itu sih kamu bisa isi sendiri mau minta apa." ucap Prima


"Benarkah?" tanya Devan


"Tentu," ucap Prima


"Aku ingin memiliki bayi darimu," bisik Devan yang membuat wajah Prima memerah


"Ya yakin?" gugup Prima


"Harus ku ulangi kah permintaanku?" tanya Devan


"Ahaahaha, ini kotaknya masih satu." ucap Prima mengalihkan perhatian


"Apa isinya?" tanya Devan


"Buka sendiri aja kenapa sih?" jawab Prima


"Baiklah," ucap Devan


Semoga dia suka, jika tidak bisa menangis 7 hari 7 malam aku gara-gara gaji pertamaku terbuang sia-sia - Batin Prima


Flashback On..


Prima sibuk mondar-mandir di ruang kerjanya, bingung harus memberikan apa pada Devan karena gaji pertamanya baru keluar.


"Jika ingin membuatnya terkesan tidak mungkin aku membelikannya sesuatu yang biasa-biasa saja, apa lagi dia narsistik parah!" bingung Prima


Kalau uangku cuma segini mungkin gak cukup lah, barang-barang dia aja harganya kebangetan gitu. Maafkan aku tabungan - Batin Prima


Prima pulang kerumahnya lalu mencari tabungan yang selama ini ia simpan. Sebenarnya Prima sering diberi uang cash oleh Devan, jadi sebagian ya dia simpan kan nggak mungkin dihabiskan semua. Tabungan yang lain itu uang yang didapat dari hadiah menang pertandingan.


"Ya Tuhan aku nggak tega buat pecah tabunganku," ucap Prima


Memang bisa menabung di ATM, tapi Prima takut tergoda dan nanti malah habis. Jadi dia menabung secara manual.


Tuaarrr...


Suara barang pecah terdengar di rumah itu, pastinya celengan Prima ya bukan celengan rindu.


"Yah uangku banyak deh... Aaaaa jadi nggak tega," ucap Prima


Prima mengumpulkan semuanya dan mengajak Joo keluar.


///***///


Di Toko


"Tumben ngajak kesini, mau nyari apa?" tanya Joo


"Dasi, tempat dasi yang mahal-mahal dimana?" tanya Prima


"Di sana, mo ngapain?" tanya Joo


"Udah ngikut aja!" ucap Prima


Mereka pergi ke tempat Dasi, pegawainya menunjukkan dasi dari harga 500 Ribu sampai 3 Milyar. Gila, bisa beli rumah baru ntar Prima.


Joo menunjukkan beberapa dasi seharga 1 jutaan sampai 5 jutaan. Prima menolak karena tak ada yang membuatnya tertarik sampai...


"Wah ini berapa mbak?" tanya Prima


"Pilihan yang bagus kak, dasi ini terbuat dari sutra pilihan dan menjadi incaran banyak orang namun mundur karena harganya,"


"Bagus mak pilihan lo," ucap Joo


"Jadi berapa mbak?" tanya Joo


"Cuma 15 Juta kak,"


15 Juta? Cuma 1 dasi? Bisa beli motor baru aku ya Tuhann.... - Teriak Prima dalam Hati


"Yang lain aja, nyerah aja. Gue tau lo keberatan!" bisik Joo


"Nggak bisa, kak bungkus ini ya!" ucap Prima


"Baik kak tunggu sebentar!"


"Tumben nggak nyerah sama barang mahal! Biasanya nyarinya yang diskonan mulu." ucap Joo


"Ini spesial tau, lo kira cuma lo yang bisa beli barang mahal." ledek Prima


"Anj*yyyy," ucap Joo


Prima juga mengutuk dalam hatinya, hanya sebuah dasi kenapa bisa semahal itu? Apa hanya karena berlabel merek Stefano Ricci?


Selesai membelinya, mereka pergi ke toko jam tangan.


///***///


Toko Jam Tangan


"Lo mau ngapain lagi?" tanya Joo


"Beli jam lah, masa beli batagor?" kesal Prima


"Hehe, mau yang mana. Mau gue kasih saran?" tanya Joo


"Nggak makasih, selera kita beda jauh." gurau Prima


"Wah ngeledek ni anak," ucap Joo


"Biarin," ucap Prima


Mereka bercanda didalam toko tanpa sadar ada seorang gadis cantik yang memperhatikan mereka dari luar. Joo bingung memilih jam perempuan untuk diberikan pada Zalfa, sedangkan Prima memilih sebuah jam tangan didepannya.


"Yang ini mbak coba lihat!" ucap Prima


"Ini model baru kak, harganya tidak terlalu mahal walau cukup branded."


"Hmm warna hitamnya bagus, dan gradasi emasnya semakin membuatnya terlihat mewah dan elegan," gumam Prima


"Mau dicoba kak?"


"Iya saya coba dulu," ucap Prima


Prima mencoba salah satu jam tangannya, terlihat sangat cantik di tangan Prima.


"Joo gimana?" tanya Prima


"Sip, selera lo joss!" ucap Joo


"Bungkus dua ini ya mbak," ucap Prima


"Iya kak tunggu,"


Prima memilih sebuah jam Bermerek Alexandre Christie dengan harga mencapai 5 juta. Memang tidak ada apa-apanya untuk Devan, tapi bagi Prima sudah bisa membuatnya serangan jantung.


Setelah selesai mereka keluar untuk pulang. Joo senyam-senyum karena akan memberikannya pada Zalfa setelah mengantar Prima pulang.


"Duit gue Joo... 20 Juta amblas sehari Joo..." ucap Prima lemas


"Yaelah mak mak, duit segitu gak ada apa-apanya buat suami lo." ucap Joo santai


"Tapi itu semua duit gue Joo, tabungan gue selama berbulan-bulan. Uang saku gue selama hampir 1 tahun Joo," ucap Prima


"Pilihan lo sendiri nggak usah disesali," ucap Joo


"Oke lo bener, nanti tinggal minta ganti ke suami hahahaha." ucap Prima sambil tertawa jahat


"Dasar mata duitan," ledek Joo


Flashback Off...


Darimana dia membeli ini? Tak ada pemberitahuan pengeluaran dari kartunya sama sekali, brand ini juga tidak murah - Batin Devan saat melihat dasinya


"Kenapa nggak suka ya?" tanya Prima khawatir


"Nggak gitu, bingung aja dapet dari mana. Perasaan nggak ada info pengeluaran dari kartu kamu deh," ucap Devan


"Kado semua ini kan dari aku, ya berarti itu uang aku." ucap Prima


"Yakin?" tanya Devan


"Iya sayang, itu uang halal kok aku jamin. Yang pasti aku nggak jual diri ataupun jual ginjal ok," ucap Prima membuat Devan tertawa kecil


"Ini kan nggak murah, kenapa kamu rela habisin uang cuma buat kado ini? Kamu bisa beli yang biasa aja, aku tetep suka kok." ucap Devan


"Hari ini bukan hari biasa, jadi aku kasih ya yang nggak biasa dong." ucap Prima


Walau dia sangat pelit, tapi rela mengeluarkan uang sebanyak ini hanya untuk diriku? - Batin Devan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏