My Sexy Wife

My Sexy Wife
Lupa



"Uhm ituu... Dia temen," gugup Devina


"Yakin temen?"


"Iya temen nggak lebih," jawab Devina


"Cuma temen kan? Kenalin dong, siapa tau nyantol ke aku,"


Devina langsung melototi temannya yang berani berkata seperti itu.


"Loh kenapa melotot? Kan cuma temen,"


"Udah ah bodo," kesal Devina


Devina langsung masuk menuju kelasnya karena kesal dengan perkataan temannya.


///***///


Di Kampus


"Kenapa sih harus pake jemput-jemput segala?" kesal Sarah


"Biar so sweet," jawab Reyhan


"Idie," ucap Sarah


"Masuk kelas bareng yuk," ajak Reyhan


"Nggak mau, aku mau ke kantin dulu!" kesal Sarah


"Emang tadi belum sarapan?" tanya Reyhan


"Udah," jawab Sarah sambil berjalan menuju kantin


"Terus ngapain ke kantin?" tanya Reyhan yang mengikuti Sarah


"Beli bata," jawab Sarah


"Emang ada di kantin?" tanya Reyhan


"Ihh... Ngeselin banget sih!" kesal Sarah


"Kan aku tanya," jawab Reyhan


"Ihhh... Jangan ngekor mulu kenapa sih!" kesal Sarah


"Kalo aku tinggal, nanti kamu gimana?" tanya Reyhan


"Emang aku kenapa?" tanya Sarah


"Kamu kan cantik, nanti kalo ada yang lirik gimana?" tanya Reyhan


"Iiihh... Nyebelin banget!" kesal Sarah


Sarah berjalan dengan langkah kasarnya dan tiba-tiba tidak sengaja menabrak seseorang di depannya hingga terhuyung ke belakang, dengan sigap Reyhan menangkap badan Sarah.


"Kamu nggak papa?" tanya Reyhan


"Ehm aku nggak papa," jawab Sarah sambil berdiri


"Eh sorry sorry ya,"


"Iya nggak papa," jawab Sarah


"Kalian mau ke mana? Bentar lagi kan kelas mau di mulai,"


"Iya , mau ke kamar mandi," jawab Sarah


"Oh ya udah, sampai bertemu di kelas,"


"Iya," jawab Sarah


Pria yang tadi tak sengaja menabrak Sarah pun pergi melewati Reyhan yang berdiri dengan tatapan membunuhnya.


"Ngapain ramah-ramah sama cowok lain?" tanya Reyhan


"Ya ampun Rey, dia itu asdos kita! Kita ya harus baik lah sama dia," ujar Sarah


"Ya nggak usah pake senyum nyapa nya," kesal Reyhan


"Iya-iya, lain kali nggak. Udah aku mau ke kamar mandi," ucap Sarah


"Aku ikut," ujar Reyhan


"Hah? Gila ya? Aku mau ke toilet perempuan Rey," kaget Sarah


"Aku tunggu di luar," ujar Reyhan


"Hih terserah kamu lah," kesal Sarah


Reyhan tetap mengekor pada Sarah sampai toilet dan kembali lagi ke kelas. Bahkan di kelas pun, Reyhan masih usil dengan Sarah.


"Psstt...." panggil Reyhan


"......"


"Psstt... Sarah.." panggil Reyhan


"Apa sih Rey?" kesal Sarah


"Nanti habis kuliah, jalan yuk!" bisik Reyhan


"Apa? Nggak bisa," bisik Sarah


"Ok nanti kita ke cafe biasanya," bisik Reyhan


"Pemaksa banget sih!" kesal Sarah


Setelah berjam-jam di universitas, akhirnya kelas kuliah hari ini selesai. Sarah sedikit meregangkan tubuhnya yang kaku itu.


"Huuuahhh... Akhirnya selesai juga," ujar Sarah


"Yuk," ajak Reyhan


"Kamu lupa? Ke cafe lah," ujar Reyhan


"Ah males," ujar Sarah


"Kita berangkat sekarang," ajak Reyhan


Reyhan mengajak Sarah pergi ke sebuah cafe yang cukup jauh, namun saat sampai di depan cafe, Sarah harus di tutup matanya dengan sebuah kain.


"Rey mau apa sih? Pake tutup-tutup segala," kesal Sarah


"Udah ngikut aja," ujar Reyhan


"Hish... Apa lagi sih," kesal Sarah


Sarah di tuntun oleh Reyhan menuju sebuah meja, cafe itu sudah di pesan khusus oleh Reyhan sehingga tidak ada pengunjung lain.


"Ck, udah belum?" tanya Sarah


"Bentar, kamu duduk dulu!" pinta Reyhan


Sarah duduk pada sebuah kursi yang dipilihkan oleh Reyhan.


"Udah?" tanya Sarah


"1.... 2.... 3...."


Reyhan membuka penutup mata Sarah dan tadaa....


"Happy birthday Sarah..." ucap Reyhan


Ada kue ulang tahun yang tampak mahal, beberapa dekorasi imut dan pemandangan yang indah seperti dari ketinggian.


"Happy birthday to you... Happy birthday to you... Happy birthday to Sarah.... Happy birthday to you...."


Reyhan menyanyi lagu ulang tahun untuk Sarah, sementara Sarah hanya meneteskan air matanya terharu dengan semuanya. Bahkan ia sampai lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya. Terakhir kali Sarah merayakan ulang tahunnya adalah saat ayahnya belum meninggal, sekitar 3 tahun yang lalu.


"Kamu... Tau ulang tahun ku?" tanya Sarah


"Tentu... Ulang tahun ke-23 kan?" tanya Reyhan


Sarah menangis di depan Reyhan, Reyhan kebingungan kenapa Sarah menangis.


"Hei... Kenapa kau menangis? Aku salah apa?" panik Reyhan


"Hiks... Enggak, aku hiks... Cuma lupa kalo hari ini ulang tahun hiks... Sudah 3 tahun aku tidak merayakan ulang tahun ku hiks," tangis Sarah


"Sudahlah.... Sekarang kan kita rayain, hari ini nggak boleh ada air mata selain air mata kebahagiaan ok!" pinta Reyhan


"Hiks... I ya," jawab Sarah


"Happy birthday Sarah...."


Tiba-tiba Adit, Devina, Evelyn dan Wildan datang. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun pada Sarah yang masih menangis.


"Kalian datang?" kaget Sarah


"Iya dong," jawab Wildan


"PU dong," pinta Devina


"PU?" tanya Adit


"Pajak Ultah," jawab Devina


"Hahahaha nggak tau," ledek Evelyn


"Udah-udah, sini kita potong kuenya," ucap Reyhan


Sarah memotong kuenya, lalu berpikir untuk siapa kue pertama nya itu.


"Hayo, potongan pertama buat siapa nih?"


"Makasih udah buat ulang tahun yang berkesan untukku," ucap Sarah sambil memberikan potongan pertama kuenya pada Reyhan


"Sama-sama, mulai sekarang jangan pernah menangis karena sedih lagi ok!" ucap Reyhan sambil menerima kue dari Sarah


"Iya," jawab Sarah


"CIEE...."


"Udah di kasih, ya di suapin dong!" pinta Wildan


"Jangan, Sarah nggak suka yang kayak gitu!" tolak Reyhan


Sarah mengambil kuenya dan menyuapi Reyhan dengan tangannya sendiri.


"CIEE...."


Terima kasih Tuhan, kau telah kirimkan seseorang untuk mengukir senyum kakakku lagi - Batin Wildan


Reyhan senang Sarah tidak menolaknya, sedangkan Sarah merasa semakin nyaman dengan Reyhan. Meski kadang-kadang Reyhan itu menyebalkan, tapi terkadang Reyhan juga bisa terlihat sangat dewasa.


Sarah memotongkan kue untuk semuanya, tiba saatnya pemberian kado.


"Kak... Ini kadoku!" ucap Devina sambil memberikan kotak kado


"Ini dari Adit ya!" ujar Adit sambil memberikan kadonya


"Ini dari Evelyn yang paling cantik," ucap Evelyn sambil menyodorkan kotak kado yang cukup berat


"Kado ini dari si ganteng," ujar Wildan sambil memberikan kotak kado berukuran sedang pada Sarah


"Rey mana kadonya?" tanya Adit


"Aku mau kasih kado buat kamu," ucap Reyhan


"Apa hayoo..."


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Ada yang tau apa kadonya Rey? Kasih bocoran di bawah🤭